1,720,990 research outputs found

    Analisa Hasil Pengujian Mesin Pendingin Adsorpsi Tenaga Surya dengan Luas Kolektor 0,5 m² yang Menggunakan Adsorben Karbon Aktif Serbuk

    No full text
    Untuk mengatasi krisis energi masa depan, beberapa alternatif sumber energi sudah banyak dikembangkan, salah satunya adalah energi matahari, energi matahari dapat digunakan menjadi sumber energi panas yang pemanfaatannya sudah sangat banyak digunakan, salah satunya adalah pada mesin pendingin siklus adsorpsi. Mesin pendingin siklus adsorpsi adalah suatu alat yang digunakan untuk mendinginkan sesuatu misalnya seperti buah-buahan, air, vaksin dan sebagainya dengan memanfaatkan sinar matahari untuk menjalaknan siklusnya. Mesin pendingin siklus adsorpsi memiliki 3 komponen utama yaitu kolektor, kondensor, dan evaporator. Pada pengujian ini ketiga komponen utama tersebut terbuat dari bahan alumunium karena memiliki nilai konduktivitas thermal yang tinggi dan tahan terhadap korosi akibat dari air maupun refrijeran yang digunakan. Pasangan adsorben dan refrijeran yang digunakan adalah karbon aktif serbuk sebanyak 11 kg dan metanol sebanyak 2,5 Liter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui temperatur maksimum pada kolektor, temperatur minimum pada vaksin yang di dinginkan, efesiensi kolektor dan nilai COP sistem. Prosedur pengujian dengan memanaskan kolektor surya (desorpsi) dari pukul 08.00 WIB - 17.00 WIB, sedangkan proses pendinginan alamiah (adsorpsi) berlangsung dari pukul 17.00 WIB – 08.00 WIB. Dari hasil pengujian dan perhitungan yang telah dilakukan didapat bahwa temperatur maksimum kolektor 129,02 oC, temperatur minimum vaksin 0,36 oC, efisiensi kolektor tertinggi 44.98 % dan nilai COP tertinggi adalah 0,00124233.To overcome the future energy crisis, several alternative energy sources have been developed, one of which is solar energy, solar energy can be used as a source of heat energy which has been used very much, one of which is on the adsorption cycle cooling machines. The adsorption cycle cooling machine is a device used to cool things such as fruits, water, vaccines and so on by utilizing sunlight to run the cycle. The adsorption cycle cooling machine has 3 main components, namely the collector, condenser, and evaporator. In this test the three main components are made of aluminum because have a high thermal conductivity value and are resistant to corrosion due to water or refrigerant used. The pairs of adsorbent and refrigeran used were powder active carbon as much as 11 kg and methanol as much as 2.5 liters. The purpose of this research is to find out the maximum temperature at the collector, the minimum temperature in the cooled vaccine, collector efficiency and the COP value of the system. The testing procedure is by heating the solar collector (desorption) from 08.00 WIB - 17.00 WIB, while the natural cooling process (adsorption) takes place from 17.00 WIB - 08.00 WIB. From the results of testing and calculations that have been obtained, it is found that the maximum temperature of collector is 129.02 oC, the minimum temperature of the vaccine is 0.36 oC, the highest collector efficiency is 44.98% and the highest COP value is 0.00124233.135 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisa Pengujian Performansi Mini Forklift Kapasitas Maksimum 5 Kg

    No full text
    Selama pembangunan jangka panjang hingga sekarang produk-produkmesin industri menunjukkan kemajuan sangat pesat, baik segi volume maupun keragaman produk yang dihasilkan. Perkembangan produk ini tidak hanya ditandai dengan terpenuhnya kepentingan masyarakat, tetapi juga mengarah kepada kemampuan dalam memasuki ekspor untuk meningkatkan devisa negara. Forklift banyak ditemukan di daerah Pabrik atau perusahaan dengan maksud untuk mempermudah memindahkan barang dari gudang ke ruang produksi dan sebaliknya dari ruang produksi yang sudah jadi ke gudang untuk di kemas. Hal ini menjadi sangat dibutuhkan di pabrik, dan seiring perkembnagan zaman forklift semangkin lama semngkin moderen.73 HalamanSkripsi Sarjan

    Uji Eksperimental Performansi Mesin Otto 1500 CC dan Emisi Gas Buang dengan Bahan Bakar Campuran Premium–Bioethanol

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja optimal mesin otto menggunakan bahan bakar alternatif campuran premium-bioetanol serta mengetahui jenis bahan bakar yang lebih rendah tingkat emisi gas buangnya. Parameter yang digunakan untuk mengetahui perfomansi mesin otto yaitu torsi,daya,air fuel ratio. Mesin yang digunakan dalam penelitian ini adalah mesin otto 4 silinder 1500 cc yang digunakan oleh Toyota Vios Limo 2015 dengan variasi bahan bakar yaitu Premium,Premium E10,E15,E20. Pengambilan data performansi dilakukan dengan menggunakan dynotest, Proses penelitian yang dilakukan adalah mengukur nilai kalor bahan bakar, dan mengukur tingkat densitas dan viskositas, serta mengukur performansi dan emisi gas buang. Data pengujian kemudian dihitung dan ditampilkan ke dalam bentuk grafik. Dari hasil perhitungan data pengujian diperoleh nilai kalor atas bahan bakar rata-rata sebesar 45294,21 kJ/kg (premium) dan 40459.28 kJ/kg (premium E10),37500.1 kJ/kg(premium E15),serta 28970.7 kJ/kg(premium E20).Torsi paling maksimal pada pengujian ini sebesar 108.39 Nm dengan menggunakan bahan bakar premium E10,dan torsi terendah yang didapat adalah 98.55 Nm dengan menggunakan bahan bakar premium murni. Daya maksimum yang didapat dari hasil pengujian dynotest adalah 69.88 Nm pada putaran mesin 5000 rpm dengan menggunakan bahan bakar campuran premium-bioetanol E10,dan daya terendah yang didapat adalah 35.01 HP pada putaran mesin 2500 rpm dengan menggunakan bahan bakar premium E20. Air fuel ratio maksimum yang didapatkan dari pengujian ini adalah 15.0 dengan menggunakan bahan bakar campuran E15 pada putaran mesin 2500 rpm,sementara itu nilai air fuel ratio yang terendah yaitu 12.06 menggunakan bahan bakar campuran E20 di putaran mesin 5000 rpm. Hasil uji emisi menunjukkan kadar emisi yang rendah dan lolos kategori uji emisi.Dari penelitian ini bahan bakar yang paling optimal untuk mesin ini adalah premium E10This research was conducted to determine the optimal performance of the otto engine using alternative fuels with a mixture of premium-bioethanol and knowing the type of fuel with lower levels of exhaust emissions. The parameters used to determine the engine performance of otto are torque, power, air fuel ratio. The engine used in this study is a 1500 cc otto 4 cylinder engine used by the Toyota Vios Limo 2015 with variations in fuel, namely Premium, Premium E10, E15, E20. Performance data retrieval is done using dynotest. The research process is to measure fuel calorific value, and measure the level of density and viscosity, and measure the performance and exhaust emissions. The test data is then calculated and displayed in graphical form. From the calculation of the test data, the average heating value of the fuel is 45294.21 kJ / kg (premium) and 40459.28 kJ / kg (premium E10), 37500.1 kJ / kg (premium E15), and 28970.7 kJ / kg (premium E20). The maximum torque in this test is 108.39 Nm using E10 premium fuel, and the lowest torque obtained is 98.55 Nm using pure premium fuel. The maximum power obtained from the dynotest test results is 69.88 Nm at 5000 rpm engine rotation using premium-bioethanol E10 mixture fuel, and the lowest power obtained is 35.01 HP at 2500 rpm engine speed using premium E20 fuel. The maximum air fuel ratio obtained from this test is 15.0 using E15 mixed fuel at 2500 rpm engine speed, while the lowest value of the air fuel ratio is 12.06 using E20 mixed fuel at 5000 rpm engine speed. The emission test results show low emission levels and pass the emission test category. From this study the most optimal fuel for this engine is E10 premium82 HalamanSkripsi Sarjan

    Rancang Bangun Kondensor Tipe Sirip pada Mesin Pendingin Adsorpsi Tenaga Surya

    No full text
    This study aims to create a fin-type condenser design on a solar adsorption cooling machine with a cross flow to condense the working fluid, methanol, with its cooling fluid, environmental air. The designed condenser has a height of 57 cm, width of 40 cm, diameter of horizontal pipe 2,5 cm, diameter of vertikal pipe of 1,9 cm, distance between pipes 5 cm, fin lenght of 40 cm, fin width of 7 cm, fin thickness of 0,2 cm, the distance between the fin is 2.05 cm, the number of fins 15 pieces, the number of vertical pipes 5 and 2 horizontal pipes. From the theoretical calculations the effectiveness of the condenser 0,57. Permit voltage 68,5 Mpa and maximum load 34343,75 N.Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu rancang bangun kondensor tipe sirip pada mesin pendingin adsorpsi tenaga surya dengan aliran menyilang untuk mengkondensasikan fluida kerja yaitu metanol,dengan fluida pendinginnya yaitu udara lingkungan. Kondensor yang dirancang memiliki tinggi 57 cm, lebar 40 cm, diameter pipa horizontal 2,5 cm, diameter pipa vertikal 1,9 cm , jarak antar pipa 5 cm, panjang sirip 40 cm, lebar sirip 7 cm, tebal sirip 0,2 cm, jarak antar sirip 2,05 cm, jumlah sirip 15 buah, jumlah pipa vertikal 5 buah, pipa horizontal 2 buah. Dari hasil perhitungan secara teoritis didapat efektivitas kondensor 0,57. Tegangan ijin 68,5 Mpa dan beban maksimum 34343,75 N.101 HalamanSkripsi Sarjan

    Sistem Pembangkit Tenaga Perancangan Turbin Uap Penggerak Generator dengan Daya Nominal 10 MW untuk Kebutuhan Listrik Industri

    No full text
    Turbin uap merupakan salah satu jenis penggerak mula yang banyak digunakan di dalam industri, antara lain :sebagai penggerak mula generator listrik, pompa dan kompresor, serta industri proses. Hal yang menjadi pertimbangan dalam penggunaaan turbin uap tersebut yaitu sumber panas yang digunakan untuk menguapkan air bisa dari bahan bakar gas, cair, dan padat, efisiensi turbin uap lebih besar daripada turbin gas, dan perawatan yang mudah. Energi merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam pengembangan secara menyeluruh pada suatu negara. Pemanfaatan energi secara tepat guna akan menjadi suatu alat yang ampuh untuk merangsang tingkat perekonomian. Salah satu bentuk energi yang paling dibutuhkan manusia sekarang ini adalah energi listrik, manusia membutuhkan energi listrik untuk rumah tangga, sektor industri, transportasi dan lainnya.114 HalamanSkripsi Sarjan

    Sistem Pembangkit Tenaga Perancangan Turbin Uap Penggerak Generator dengan Daya Nominal 10 MW untuk Kebutuhan Listrik Industri

    No full text
    Turbin uap merupakan salah satu jenis penggerak mula yang banyak digunakan di dalam industri, antara lain :sebagai penggerak mula generator listrik, pompa dan kompresor, serta industri proses. Hal yang menjadi pertimbangan dalam penggunaaan turbin uap tersebut yaitu sumber panas yang digunakan untuk menguapkan air bisa dari bahan bakar gas, cair, dan padat, efisiensi turbin uap lebih besar daripada turbin gas, dan perawatan yang mudah. Energi merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam pengembangan secara menyeluruh pada suatu negara. Pemanfaatan energi secara tepat guna akan menjadi suatu alat yang ampuh untuk merangsang tingkat perekonomian. Salah satu bentuk energi yang paling dibutuhkan manusia sekarang ini adalah energi listrik, manusia membutuhkan energi listrik untuk rumah tangga, sektor industri, transportasi dan lainnya.114 HalamanSkripsi Sarjan

    Pemanfaatan Gas Buang Pabrik Kelapa Sawit sebagai Pemanas Air Umpan Ketel Uap dengan Alat Penukar Kalor Shell and Tube

    No full text
    Penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui manfaat gas buang pabrik kelapa sawit yang masih mengandung energi panas. Pemanfaatan gas buang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pemanas air umpan ketel uap dengan mempergunakan alat penukar kalor shell and tube satu pass. Adapun peralatan yang dipergunakan dalam penelitian ini dirancang dan dibuat berdasarkan hasil simulasi dengan program Visual Basic. Peralatan ini terdiri dari rangkaian tabung sebanyak 271 buah, dengan ukuran diameter 26,67 mm, panjang 1,50 m, susunan segitiga, sekat 8 buah, buffle cut 25 % dan diameter shell 0.611 m. Adapun bahan tabung yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah mild steel. Fluida air dialirkan di sisi shell dan gas buang dialirkan di dalam tube. Pengukuran dilakukan dengan memvariasikan laju aliran fluida air dengan temperatur dan laju aliran. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa efektivitas dipengaruhi oleh besarnya kalor diserap fluida dingin hingga batas maksimum dan turunnya temperatur gas buang yang keluar dari alat penukar kalor hingga batas maksimum. Efektivitas yang paling efektif adalah = 55,96 % pada laju aliran 1,60 kg/s.The objective of this research was to know the application of palm oil Mill’s gas exchaustive containing the thermal energy. The utilization of the exhaustive gas can be used as feed water heater of boiler by using a single-pass shell and tube calorie-exchanger. The tool used in this research was designed based on simulation result with Visual Basic Program. This experimental set up consisted of : 271 tubes by dimension : diameter 26.67 mm length 1.50 m, triangle structure, buffle cut 25% and shell diameter 0.11 m. The tube material used in this experimental set up was mild steel. Water fluid was flown in shell side and exhaustive gas was flown in the tube. The measurement was made by varying water fluid flow rate with constant temperature and flow rate. The result of research indicated that the effectiveness was effected by the magnitude of calorie absorbed by cold fluid until maximum limit and the decreased of gas exhaustive temperature discharged from calorie- exhanger until maximum limit. The best effectiveness was = 55,96 % in flow rate of 1.60 kg/s.124 HalamanTesis Magiste

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore