6 research outputs found
Efektivitas Bimbingan Kelompok menggunakan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Kontrol Diri Siswa SMP
ABSTRAK Anggani, Siswi. 2016. Efektivitas Bimbingan Kelompok menggunakan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Kontrol Diri Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd, (II) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd. Kata kunci: Problem Solving, kontrol diri, siswa SMP Masa remaja identik dengan semangat yang berkobar dan energi yang besar sedangkan pengendalian diri belum cukup matang, sehingga dengan perkembangan emosional yang belum cukup matang, individu belum mampu mengendalikan diri ketika mendapat rangsangan yang bersifat emosional. Pada masa remaja sosialisasi dengan teman sebaya akan semakin sering dilakukan, oleh karena itu salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional remaja dalam mengendalikan diri adalah teman sebaya, individu dihadapkan pada persoalan penerimaan dan penolakan terhadap kehadirannya. Individu akan berupaya mendapatkan penerimaan dari lingkungan sosialnya terutama teman sebaya. Hal tersebut menyebabkan aturan-aturan dalam kelompok sosial sangat berpengaruh kepada perilaku remaja. tanpa kemampuan kontrol diri yang baik individu akan cenderung berperilku melanggar nilai-nilai masyarakat. Perilaku-perilaku negatif akibat rendahnya kemampuan kontrol diri siswa tentu menjadi titik perhatian bagi lembaga yang turut bertanggungjawab atas perilaku tersebut, yaitu sekolah. Remaja mulai membina hubungan baru dengan teman sebaya baik pria maupun wanita sehingga kemampuan kontrol diri sangat dibutuhkan bagi siswa. Hal tersebut terbukti dari cukup banyaknya siswa yang belum mampu mengontrol atau mengendalikan diri sehingga melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar moral yaitu menyimpang dari nilai atau norma yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji efektivitas penggunaan teknik problem solving dalam meningkatkan kemampuan mengatasi masalah kontrol diri siswa SMP. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan design One-Group Pretest-Postest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang yang dipilih secara acak dengan menggunakan teknik pengambilan subjek yaitu teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperkuat hasil penelitian yaitu inventori kemampuan mengatasi masalah kontrol diri siswa SMP, pedoman eksperimen dan pedoman observasi. Pengujian validitas instrumen kemampuan mengatasi masalah kontrol diri siswa SMP disebarkan kepada 33 orang di kelas VIII dengan perhitungan statistik analisis korelasi person pada item-item pernyataan dilakukan pada item yang berjumlah 45. Item yang memiliki r ≥ 0,3 berjumlah 40 item pernyataan yang dinyatakan valid, sedangkan item memiliki jumlah r ≤ 0,3 berjumlah 5 item pernyataan yang dinyatakan tidak valid. Setelah melalui uji validitas, butir item yang dinyatakan valid kemudian diuji reliabilitasnya, dari 33 responden yang digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen kemampuan mengatasi masalah kontrol diri siswa SMP diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0, 937, maka dapat dikatakan bahwa instrumen kemampuan mengatasi masalah kontrol diri ini memiliki reliabilitas yang baik. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik non parametrik yaitu uji Wlicoxon. Hasil analisis data dengan menggunakan perhitungan uji Wilcoxon diperoleh hasil yaitu nilai z sebesar -2,666 serta dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,008 dapat disimpulkan bahwa teknik problem solving efektif untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah kontrol diri. Analisis data, diawali dengan perhitungan rata-rata skor postes yang dilakukan sebanyak dua kali postes, selanjutnya skor postes dibandingkan dengan skor pretes. Pengukuran perbedaan skor pretes dan skor postes dilakukan untuk melihat ada tidaknya perubahan tingkat kemampuan kontrol diri sesudah diberikan treatment. Saran yang dapat diberikan yaitu: (1) konselor sebaiknya menggunakan teknik problem solving dalam meningkatkan kemampuan kontrol diri siswa dengan menggunakan contoh kasus sesuai dengan masalah kontrol diri yang sedang marak dihadapi siswa serta pertimbangan alokasi waktu yang matang sehingga pelaksanaan teknik dapat berjalan dengan maksimal, (2) Peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberikan treatment namun kelompok kontrol hanya menerima pretes dan postes, hasil pada kelompok kontrol akan dibandingkan dengan hasil pada kelompok eksperimen yang menerima treatment sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih akurat karena membandingkan kelompok yang telah diberikan treatment dan kelompok yang tidak diberikan treatment
ALAT PERAGA TORSO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SD NEGERI BINAWARGA CIANJUR
ABSTRAK: Alat Peraga Torso Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Sekolah Dasar Penelitian ini di latar belakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa, terutama dalam pembelajaran IPA, dengan menggunakan alat peraga torso. Seubyek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan jumlah siswa 20 orang, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 orang siswi perepuan. Hasil belajar pada evaluasi diakhiri pembelajaran seteleh menggunakan alat peraga sebagai berikut: nilai awal siswa sebelum tindakan menunjukan nilai rata-rata 62.90 yang masih dibawah KKM setelah melakukan tindakan nilai rata-rata siswa meningkat 80.35 kesimpulan yang dapat diambil dari penggunaan alat peraga torso pada mata pelajaran IPA tentang rangka manusia terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa.ABSTRACT: Figure Tool For Improving Learning Torso science Sekolah Dasar. This research at backlight problems of low background by learning outcomes of students, especially in science learning, using the props torso. Seubyek research was Elementary School grade IV by the number of students Binawaga 20 people, consisting of 11 of male students and 9 people female students humiliation of women. Results of study on the evaluation teaching ends after use props as follows: the beginning value students before action indicates the average value 62.90 that still below KKM after taking action mean value 80.35 students increased the conclusion that can be taken from the use the props torso on the subjects IPA about of the skeleton proved to be improving student learning outcomes.Kata Kunci : Alat Peraga, Torso, Hasi
PENGGGUNAAN ALAT PERAGA TORSO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA TENTANG RANGKA MANUSIA DI KELAS IV SDN BINAWARGA
Alat Peraga Torso Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Sekolah Dasar Penelitian ini di latar belakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa, terutama dalam pembelajaran IPA, dengan menggunakan alat peraga torso. Seubyek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan jumlah siswa 20 orang, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 orang siswi perepuan. Hasil belajar pada evaluasi diakhiri pembelajaran seteleh menggunakan alat peraga sebagai berikut: nilai awal siswa sebelum tindakan menunjukan nilai rata-rata 62.90 yang masih dibawah KKM setelah melakukan tindakan nilai rata-rata siswa meningkat 80.35 kesimpulan yang dapat diambil dari penggunaan alat peraga torso pada mata pelajaran IPA tentang rangka manusia terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
ABSTRACT: Figure Tool For Improving Learning Torso science Sekolah Dasar. This research at backlight problems of low background by learning outcomes of students, especially in science learning, using the props torso. Seubyek research was Elementary School grade IV by the number of students Binawaga 20 people, consisting of 11 of male students and 9 people female students humiliation of women. Results of study on the evaluation teaching ends after use props as follows: the beginning value students before action indicates the average value 62.90 that still below KKM after taking action mean value 80.35 students increased the conclusion that can be taken from the use the props torso on the subjects IPA about of the skeleton proved to be improving student learning outcomes
Description of pedagogical content knowledge (PCK) and content knowledge on Muhammadiyah Semarang University’s preservice teacher
Efek pemakaian bisphosphonate pada pergerakan gigi ortodonti
Pergerakan gigi penjangkaran yang tidak diinginkan atau relaps gigi-geligi paska perawatan ortodonti, merupakan salah satu efek samping yang tidak diharapkan. Berbagai alat mekanik ortodonti telah digunakan guna mencegah hilangnya penjangkaran, baik alat ekstra oral dan intra oral. Namun, pada penggunaan alat-alat ini masih dijumpai kehilangan penjangkaran dan menimbulkan efek-efek samping seperti resorpsi akar, lesi white spot, karies, gingivitis dan sebagainya.Selain alat mekanik, agen farmakologi juga potensial untuk menyediakan penjangkaran. Agen farmakologi terbaru yang dapat menghambat pergerakan gigi ortodonti adalah Bisphosphonate. Penulis melakukan studi literatur ini guna mengetahui lebih jauh tentang senyawa Bisphosphonate dan efek farmakodinamik serta farmakokinetiknya sehingga mungkin dapat dijadikan sebagai agen farmakologi guna menghambat pergerakan gigi ortodonti. Hasil penelusuran pada berbagai pustaka menunjukkan bahwa Bisphosphosphonate dapat menghambat pergerakan gigi ortodonti. Temuan ini membuka peluang penggunaan Bisphosphonate guna menambah sifat penjangkaran pada perawatan ortodonsi. Namun perlu penelitian lebih lanjut, agar senyawa ini dapat digunakan secara klinik untuk menghambat pergerakan gigi ortodonti. ABSTRACT: Effect of bisphosphonate administrations on orthodontic tooth movement. Undesirable movement of anchorage tooth or dental relapse of the moved tooth to its initial position after orthodontic treatment are the some unexpected side effects. Various mechanical appliances have been used to prevent anchorage loss, both extra oral and intra oral appliance. However, even with the use of all of these appliances, anchorage loss and other unexpected side effects such as root resorption, white spot lesion, caries, gingivitis, etc were still can be found. Besides mechanical appliances, pharmacological agent also has potential to provide anchorage. The most recent pharmacological agent that can prevent orthodontic tooth movement is Bisphosphonate. The author conduct this literature study in order to have further understanding about bisphosphonate and its pharmacodynamics and pharmacokinetics effects as pharmacological agent to hamper orthodontic tooth movements. Literature studies from numerous references show that Bisphosphonate can prevent orthodontic tooth movement.This finding opens the opportunity of Bisphosphonate administration in order to increase anchorage properties during orthodontic treatment. However, the use of Bisphosphonate clinically to prevent orthodontic tooth movement still require further research
PENGENALAN GEOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH KEPADA SISWA SMK MOJOSONGO, BOYOLALI
Sektor perkebunan dan pertanian patut menjadi perhatian di Indonesia. Terutama kaitannya dalam mendukung salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yakni untuk mengakhiri kelaparan (zero hunger). Salah satu jenis Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia adalah SMK yang berbasis pertanian. Di sisi lain, ilmu geografi dan khususnya penginderaan jauh diketahui dapat diaplikasikan untuk kajian perkebunan dan pertanian. Untuk itu, dalam rangka memberikan gambaran kepada siswa tentang ilmu geografi dan penginderaan jauh serta aplikasinya untuk aspek perkebunan dan pertanian, maka kegiatan pengabdian ini dilaksanakan. Sasaran peserta kali ini adalah siswa- siswi SMK Mojosongo di Kabupaten Boyolali. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi dan diskusi. Diketahui peserta memberikan kesan positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Diharapkan dengan kegiatan pengabdian ini, siswa dapat mengenal pendekatan ilmu geografi dan mengetahui penggunaan penginderaan jauh untuk kajian perkebunan dan pertanian
