23 research outputs found

    BANGUNAN PAGAR UNTUK MENGURANGI POLUSI DEBU HALUS KE DALAM SUATU BANGUNAN

    No full text
    Ide dasar bahwa penyebaran suatu zat dapat dikurangi atau dihalangi dengan sistem bloking diuji denganmenggunakan metode komputasi dinamika fluida (CFD). Keragaman kondisi fisik pembatas antara sumber zatdan penerima zat meliputi : kerapatan, besaran (tinggi dan panjang), perletakan terhadap bangunan/jalan danarah angin diuji pengaruhnya terhadap kemampuan mengurangi penyebaran debu halus dari jalan raya ke dalambangunan yang lokasinya berdekatan dengan jalan tersebut. Kondisi cuaca yang menyertai pengujiandikhususkan pada kondisi iklim tropis lembab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pagar pembatas yangterbuat dari bahan dengan kerapatan 100% mampu mengurangi penyebaran debu halus di balik pagar sampai11 %

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA SPASIAL PERMUKIMAN SUKU BAJO DI DESA TOROSIAJE LAUT

    No full text
    This research aims to determine the factors that influence spatial settlement patterns, because a deep understanding of these factors can help in the planning and management of sustainable coastal areas. Settlement area, is a place to live and a place to carry out activities to support the lives of its inhabitants, namely the relationship between humans and humans, with nature and with their creator. This research uses a rationalistic method, the analysis is done in qualitative description. The number of samples in this study were: 30 residential units of the Bajo tribe, from the total population of 112 residential units of the Bajo tribe that were found (remaining). Factors affecting the spatial pattern of settlements in the Bajo Tribe of Torosiaje Laut village, Poguwato district, the existence of geometric patterns that stand out in the main bridge network and the mass order of buildings is inseparable from natural factors in the form of the sea or tides. Patterns are seen in the mass order and network of main bridges and divider bridges. There is a short branching pattern. The smallest network is within the settlement area. Linear patterns are seen in the building mass order and bridge network in the eastern region, while the organic pattern factor is seen in the building mass order, and the connecting bridge network that develops due to spontaneity and irregularity of the building mass due to lack of planning

    EVALUASI KEYAMANAN TERMAL DENGAN MODEL STATIS PADA KANTIN KAMPUS UNIVERSITAS ICHSAN GORONTALO

    No full text
    Abstrak: Evaluasi Keyamanan Termal Dengan Model Statis Pada Kantin Kampus Universitas Ichsan Gorontalo. Bangunan berfungsi sebagai penyedia ruang untuk menunjang aktivitas manusia. Aktivitas manusia dapat terlaksana secara baik melalui pemenuhan ruang yang nyaman. Kenyamanan didefinisikan sebagai suatu kondisi tertentu yang dapat memberikan sensasi yang menyenangkan, khususnya bagi pengguna bangunan. Saat ini, eksistensi kantin atau cafe di Gorontalo semakin berkembang dan tumbuh pesat di Kota Gorontalo, seperti kedai, warung, coffee shop, dan cafe. Desainnya yang direfleksikan juga beragam seperti desain ruang dalam, ruang luar, dan ruang semi outdoor yang berfungsi sebagai tempat berkumpul sehingga kenyamanan termal pada kantin sangatlah penting. Kombinasi secara tepat beberapa variabel dapat menciptakan kenyamanan termal di dalam bangunan. Fokus  penelitian  adalah  kenyamanan termal kantin kampus Universitas Ichsan Gorontalo. Metode yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  observasi  lapangan  yang memanfaatkan  alat  pengukur temperatur dalam dan luar ruangan, pergerakan udara, kelembaban, dan temperatur lingkungan. Hasil pengukuran dijabarkan dalam bentuk grafik dan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif. Karakteristik lingkungan termal menunjukkan bahwa suhu udara pada jam 09.00 masih dalam tahap normal, namun ada peningkatan pada jam 10.00 (jam istirahat sesi pertama).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lingkungan termal berada pada suhu minimum 30,9°C dan suhu maksimumnya 32,3°C.  Hal itu mengindikasikan bahwa suhu udara telah melewati ambang batas nyaman, yaitu 31°C. Kata Kunci: Evaluasi, Kenyamanan Termal, Model Statis, Ruang Semi Outdoor, Kantin Kampus. Abstract: Evaluation Of Thermal Comfort Using Static Model At Campus Canteen Of Universitas Ichsan Gorontalo. A building functions as a space provider to support human activities.  The fulfillment of a comfortable space helps humans in carrying out activities properly. Comfort means a specific condition that can provide a pleasant sensation, especially for building users. Currently, the existence of a canteen or cafe in Gorontalo has been increasing rapidly in Gorontalo City, such as shops, stalls, coffee shops, and cafes. They reflect in a variety of designs, such as indoor spaces, outdoor spaces, and semi-outdoor spaces that function as gathering places so that thermal comfort in a canteen is very significant. The right combination of several variables can create thermal comfort in the building. The research focus is the thermal comfort at the campus canteen of Universitas Ichsan Gorontalo. The research method applies field observation using indoor and outdoor temperature measuring instruments, air movement, humidity, and ambient temperature. The measurement results are described in graphs and elaborated in a quantitative descriptive method. The characteristics of the thermal environment show that the air temperature at 09.00 is categorized as at the normal stage, but there is an increase at 10.00 (first session break). The results show that the characteristics of the thermal environment were at a minimum temperature of 30.9°C and a maximum temperature of 32.3°C. This indicates that the air temperature has passed the comfortable threshold, which is 31°C. Keywords: Evaluation, Thermal Comfort, Static Model, Semi Outdoor Room, Campus Canteen

    PEMANFAATAN LAPANGAN TARUNA SEBAGAI RUANG BERKUMPUL DI KOTA GORONTALO

    No full text
    Abstract: Taruna Remaja Field in Gorontalo City is a city square that is used as the center of Gorontalo community activities, gathering space and sports venue. The purpose of this study was to determine (1) what types of activities are carried out by the community in utilizing the Taruna field as a gathering space, (2) which areas are often used by the community in utilizing the Taruna field as a gathering space. The method used in this research is a qualitative method with a rationalistic approach using accidental sampling techniques. The results of the study found a relationship between the profile of the respondents and the benefits of Taruna Remaja Field. The characteristics of the respondents were obtained from the results of questionnaires distributed with accidental sampling techniques to Taruna Remaja Field users. From the observations of the research carried out, it was found that several characteristics of Taruna Remaja Field users, generally in the form of activities that are repeated every day, such as refreshing (sitting while chatting, playing), sports, and culinary. In addition, around 62% of field users are dominated by female visitors.Abstrak: Lapangan Taruna Remaja di Kota Gorontalo, merupakan sebuah alun-alun kota yang digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat Gorontalo, tempat berkumpul dan olahraga. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui (1) Jenis kegiatan apa saja yang dilakukan masyarakat dalam memanfaatkan lapangan Taruna sebagai ruang berkumpul, (2) Area kawasan mana saja yang sering digunakan masyarakat dalam memanfaatkan lapangan Taruna sebagai ruang berkumpul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan rasionalistik menggunakan teknik sampling aksidental. Hasil dari penelitian ditemukan keterkaitan antara profil responden dengan manfaat Lapangan taruna Remaja. Karakteristik responden didapat dari hasil kuesioner yang dibagikan dengan teknik sampling aksidental terhadap pengguna lapangan Taruna remaja. Dari pengamatan penelitian yang dilakukan, ditemukan beberapa karakteristik pengguna lapangan taruna remaja, umumnya berupa aktivitas yang berulang tiap harinya yaitu refreshing (duduk sambil ngobrol, bermain), olahraga serta kuliner. Selain itu sekitar 62% pengguna lapangan didominasi oleh pengunjung wanita

    PENGARUH PENGGUNAAN DINDING PAPAN TERHADAP LINGKUNGAN TERMAL RUMAH ADAT DULOHUPA KOTA GORONTALO

    No full text
    Abstrak: Pengaruh Penggunaan Dinding Papan Terhadap Lingkungan Termal Rumah Adat Dulohupa Kota Gorontalo. Dinding merupakan elemen bangunan yang diharapkan dapat merespon faktor iklim dan lingkungan, sebagai alat untuk memanipulasi iklim mikro, sehingga tercipta kenyamanan. Fokus penelitian adalah pada masalah termal, yang berkaitan dengan pengaruh dinding papan terhadap lingkungan termal rumah adat Dulohupa, agar di ketahui sejauh mana pengaruh dinding terhadap pelepasan panas kedalam ruang, Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat ukur termokopel, anemometer, termometer dan humidity sebagai alat bantu ukur dalam mengukur temperatur permukaan dinding dalam dan luar, pergerakan udara, kelembaban dan temperatur lingkungan. Hasil pengukuran suhu pada Rumah Adat Dulohupa Kota Gorontalo ada  ruang yaitu ruang teras depan, ruang tamu/keluarga dan ruang kamar, untuk ruang kamar 03 dan kamar 04 suhu udara tertinggi terjadi pada pukul 13.00 WITA dengan suhu 31,02 °C. dan suhu terendah yaitu 30,07 °C. pada pukul 07.00 WITA. Hasil simulasi dengan menggunakan software autodesk Ecotect pada rumah adat Dulohupa, yaitu suhu tertinggi didapatkan pada jam 11.00– 12.00 sebesar 36,1 °C sedangkan diluar bangunan 35,3 °C dan sedikit megalami penurunan pada jam 13.00-14.00 sebesar 36,00 °C namun di luar bangunan mengalami kenaikan yaitu 35,7 °C. Jadi meskipun temperatur diluar bangunan tinggi namun temperatur didakam bangunan tetap rendah. Kata kunci: Dinding Papan; Kenyamanan Termal; Termal Lingkungan; Rumah Adat Dulohupa. Abstract: The Effect Of Board Walls Use On The Dulohupa Traditional House Thermal Temperature In Gorontalo City. The wall is a building element expected to respond to climatic and environmental factors as a tool to manipulate the microclimate for comfort. This research focuses on the thermal problem related to the effect of the board walls on the thermal environment of the Dulohupa traditional house, aiming to find the effect of wall use on heat release into the room. This study utilizes a thermocouple, anemometer, thermometer, and humidity for measuring inner and outer walls' surface temperatures, air movement, humidity, and ambient temperature. This research explains that the Dulohupa Traditional House has rooms, namely a front terrace, living/family room, and bedroom. Rooms 03 and 04 have the highest air temperature of 31.02°C, occurring at 13.00 WITA (Central Indonesia Time). The lowest is 30.07°C at 07.00 WITA. The simulation by the Autodesk Ecotect software indicates the highest of 36.1°C at 11.00-12.00.  Its outside temperature is 35.3°C.  It slightly decreases to 36.00°C at 13.00-14.00. However, there has a temperature increase of 35.7°C outside.  The temperature inside remains low even though the outside is high. Keywords: board wall; thermal comfort; environmental thermal; Dulohupa traditional hous

    REDESAIN TERMINAL BONAWANG TIPE B KOTA KOTAMOBAGU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR

    No full text
    Penataan dam pengembangan Terminal Bonawang Tipe B di Kota Kotamobagu sebagai sebuah sarana transportasi darat yang menunjang segala aktivitas lalu lintas masyarakat baik didalam maupun diluar dari Kota Kotamobagu. Terminal Bonawang memiliki peran penting dalam berbagai aspek salah satunya sebagai penghubung kegiatan lalu lintas yang dapat menunjang kegiatan daerah khususnya Kota Kotamobagu sebagai daerah yang berfokus pada bidang jasa. Terminal Bonawang tipe B di Kotamobagu mempunyai luas 8 Ha, berdasarkan klasifikasi tingkat pelayanan Terminal Bonawang masuk pada kategori terminal madya dimana dapat menampung 25-50 unit kendaraan/jam. Redesain Terminal ditujukan untuk mendapatkan tatanan site, tampilan bangunan yang berkaitan dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular, utilitas, sirkulasi, serta tata massa, Adapun kebutuhan ruang yang didapakan yaitu 4.572,99 m², yang terdiri atas ruang gedung terminal sebesar 839 m², gedung pengelola 156,65 m², fasiltas pendukung 314,99 m², fasilitas servis 304,2 m², fasilitas sopir 588,38 m² dan untuk lahan parkir dengan luas 2.958,15 m². Redesain difokuskan pada penambahan fasilitas serta pemanfaatan lahan yang lebih efisien, sedangkan pada tampilan bangunan menggunakan konsep pendekatan Arsitektur Neo Vernakular yang merupakan bentuk akulturasi dari budaya dan teknologi yang berfungsi untuk tetap memelihara budaya daerah. Arsitektur Neo Vernakular diterapkan pada beberapa bagian yaitu meliputi pengadopsian bentuk atap rumah adat Bobakidan, bentuk ornamen rumah adat Komalig dan Ornamen flora dari kotak kabela sebagai simbol kepercayaan yang dinamis

    PERANCANGAN SANATORIUM DI GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN FUNGSIONALIS

    No full text
    Countering the spread of Tuberculosis disease in Gorontalo is still very low and slow in service.  This is due to the lack of health support facilities specifically for Tuberculosis disease. According to the 2018 Case Detection Rate, Gorontalo Province ranks 6th as the province with the highest spread of Tuberculosis in Indonesia.  Based on the number of all Tuberculosis case records per 100,000 population, Gorontalo Province ranks 4th among 34 other provinces in Indonesia, after DKI Jakarta, South Sulawesi, and Papua.  The construction of sanatorium buildings is prioritized to be built in distant areas with minimal population. It is intended that the spread of Tuberculosis disease can be reduced and sufferers can recover faster.  The right design analysis to adjust the needs of sanatorium building users is to use the functionalist modern architecture design approach.  Through this approach, the function of the building becomes a reference in the design process so that it can meet the needs of the building users, namely both patients and managers.Penanggulangan penyebaran penyakit Tuberculosis di Gorontalo masih sangat minim dan lambat pelayanannya, hal tersebut dikarenakan kurangnya fasilitas penunjang kesehatan khusus penyakit Tuberculosis. Menurut Case Detection Rate tahun 2018, Provinsi Gorontalo menempati peringkat ke-6 sebagai provinsi dengan penyebaran Tuberculosis tertinggi di Indonesia, sedangkan menuru tangka semua notifikasi kasus Tuberculosis per 100.000 penduduk, Provinsi Gorontalo menempeti peringkat ke-4 diantara 34 provinsi lain di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Papua. Pembangunan bangunan sanatorium di prioritaskan di bangun di daerah jauh penduduk yang minim populasi, hal tersebut ditujukan agar penyebaran penyakit Tuberculosis dapat berkurang dan para penderita dapat sembuh lebih cepat. Analisis perancangan yang tepat untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna bangunan sanatorium adalah dengan menggunakan pendekatan perancangan Arsitektur Modern Fungsionalis, dimana dalam pendekatan ini, fungsi dari bangunan yang menjadi acuan dalam proses perancangan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengguna bangunan, baik pasien dan pengelolanya

    Analisis Laju Pertumbuhan dan Kontribusi Penerimaan Pajak Restoran Terhadap Pendapan Pajak Daerah Kota Medan

    No full text
    Dalam Undang-Undang No.28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pajak restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan direstoran. Seperti yang diketahui sudah sangat banyak restoran yang buka di kota Medan ini, sehingga sangat perlu untuk mengetahui seberapa besar laju pertumbuhan serta kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan. Dalam hal ini jenis data yang kemungkinan dipakai adalah data sekunder karena adanya pademi Covid-19, seperti buku perpajakan, jurnal, buku elektronik (e-book), berita seputar pajak restoran, dan situs-situs yang berisikan undang-undang mengenai perpajakan dan pajak restoran. Penulis juga mengumpulkan data yang lain dari tugas akhir tahun sebelumnya yang berkaitan dengan pajak restoran. Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa pengmungutan pajak restoran itu sudah maksimal, karena dari tahun 2015-2019 selalu melebihi target dan juga setiap tahun restoran selalu bertambah. Padahal 5 tahun sebelum 2015 selalu tidak mencapai target, dari data tersebut penulis melihat kemungkinan sudah baiknya pemungutan pajak restoran di kota Medan.In Law No.28 of 2009 concerning Regional Taxes and Regional Levies, restaurant tax is a tax on services provided at restaurants. As is well known, there are so many restaurants open in the city of Medan, so it is very necessary to know how much the growth rate and its contribution to the regional revenue (PAD) of Medan City. In this case the type of data that is likely to be used is secondary data due to the Covid-19 epidemic, such as tax books, journals, electronic books (e-books), news about restaurant taxes, and sites containing laws regarding taxation and taxes. restaurant. The author also collected other data from the previous year's final project related to restaurant taxes. The results of this study show that the restaurant tax collection has been maximized, because from 2015-2019 it has always exceeded the target and also every year the restaurant has always increased. Even though 5 years before 2015 always did not reach the target, from these data the authors saw the possibility that it was already good to collect restaurant taxes in the city of Medan.84 HalamanKertas Karya Diplom

    Penerapan E-System Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Studi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang

    No full text
    Along with the development of the times and the existence of information technology in the field of taxation which can make the tax system improve to make it easier for taxpayers to report their taxes. This technology is also very useful for taxpayers to report Income Tax Article 21, namely Civil Servants. Departing from this background, the author then wants to discuss it in a final project entitled "Implementation of Article 21 Income Tax E-System (PPh) Studies at Education Office of Deli Serdang Regency". In compiling this final report using qualitative methods and raising several issues including: To find out the implementation of the E-Taxation System for Income Tax (PPh) Article 21 at the Education Office of Deli Serdang Regency, To find out the Reporting of the Article 21 Annual Income Tax Return Before and After the Implementation of the E-Filing for the Education Office of Deli Serdang Regency. Based on the analysis, three conclusions were obtained from the results of the study. First, that the Implementation of the E-System of Taxation at the Education Office of Deli Serdang Regency Income Tax Article 21 has implemented the use of the E-System. Second, since 2016 it has been using E-Filing at the Education Office of Deli Serdang Regency, Third, Differences Before and After the Implementation of E-Filing at the Education Office of Deli Serdang Regency.Seiring berkembangnya zaman dan adanya teknologi informasi di bidang perpajakan yang dapat membuat sistem perpajakan meningkat untuk memudahkan para Wajib Pajak untuk melaporkan Pajak mereka. Teknologi ini juga sangat bermanfaat bagi Para Wajib Pajak untuk melaporkan Pajak Penghasilan Pasal 21 yaitu Pegawai Negeri Sipil Berangkat dari latar belakang inilah penulis kemudian ingin membahasnya dalam tugas akhir dengan judul "Penerapan E-System Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Studi Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang". Dalam menyusun laporan tugas akhir ini menggunakan metode kualitatif dan mengangkat beberapa permasalahan diantaranya : Untuk mengetahui penerapan E-System Perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Untuk mengetahui Pelaporan SPT Tahunan PPh Pasal 21 Sebelum dan Sesudah Penerapan Sistem E-Filing Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang . Berdasarakan analisis tersebut diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama, bahwa Penerapan E-System Perpajakan Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Pajak Penghasilan Pasal 21 telah menerapkan Pengunan E-System. Kedua, Sejak tahun 2016 telah menggunakan E-Filing Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang ,Ketiga, Perbedaan Sebelum dan Sesudah Penerapan E-Filing pada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.91 HalamanKertas Karya Diplom
    corecore