156 research outputs found

    PERAN RISMA DALAM PEMBINAAN AKHLAK REMAJA DI LINGKUNGAN MASJID HIZBULLAH KELURAHAN LABUHAN DALAM KECAMATAN TANJUNG SENANG

    No full text
    ABSTRAK Remaja di lingkungan masjid Hizbullah merupakan bagian dari anggota Risma yang memiliki kurangnya kesadaran dalam mengikuti kegiatan pembinaan akhlak karena adanya pengaruh dari kemajuan teknologi yang mempengaruhi gaya hidup sehari-hari. Kurangnya kesadaran akhlak di kalangan remaja akibat pengaruh lingkungan, seperti tidak menjalankan ibadah dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Remaja di lingkungan Masjid Hizbullah dinilai masih memerlukan pembinaan akhlak agar dapat mengubah sikap mereka ke arah yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui program pembinaan akhlak yang dibuat untuk Remaja Islam Masjid (RISMA) dalam pembinaan akhlak remaja di lingkungan Masjid Hizbullah, Kelurahan Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang. Penulis menggunakan jenis penelitian field research dengan sifat penelitian deskriptif kulitatif. Adapun sumber penelitian ini adalah Ustadz, Remaja masjid Hizbullah dan anggota risma Hizbullah Kelurahan Labuhan Dalam Kecamatan Tanjung Senang dengan menggunakan teknik purposive sampling dan data sekunder mengenai subjek dan objek penelitian. Teknik pengumpulan data dengn menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis data menurut Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah seperti pengajian dan kajian Islam, tetapi juga mencakup kegiatan sosial seperti gotong royong dan bakti sosial. Dapat disimpulkan bahwa Risma Hizbullah memiliki peran yang kuat dalam membina akhlak remaja dengan pendekatan keagamaan dan sosial. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya membantu remaja memahami ajaran Islam secara teori, tetapi juga mendorong mereka untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, risma diharapkan terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki kesadaran beragama yang tinggi. Kata Kunci: RISMA, pembinaan akhlak, kegiatan keagamaan. ABSTRACT Teenagers in the Hizbullah Mosque community are part of the Risma members who lack awareness in participating in moral development activities due to the influence of technological advancements that affect their daily lifestyle. The lack of moral awareness among teenagers is influenced by their environment, leading to neglect of worship and low participation in religious activities. Teenagers in the Hizbullah Mosque community still require moral development to improve their attitudes for the better.The aim of this study is to identify the moral development programs designed for the Islamic Youth of the Mosque (RISMA) in fostering the moral character of teenagers in the Hizbullah Mosque community, located in Labuhan Dalam Subdistrict, Tanjung Senang District. The author employs field research with a qualitative descriptive approach. The research subjects include Ustadz, teenagers of the Hizbullah Mosque, and Risma Hizbullah members in Labuhan Dalam Subdistrict, Tanjung Senang District, using purposive sampling techniques and secondary data related to the research subject and object. Data collection methods involve interviews, observations, and documentation, analyzed using Miles and Huberman’s approach, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that moral development is not limited to religious activities such as Islamic studies and sermons but also includes social activities like mutual cooperation and charity work. It can be concluded that Risma Hizbullah plays a significant role in fostering teenagers' moral character through both religious and social approaches. The activities conducted not only help teenagers understand Islamic teachings theoretically but also encourage them to apply these values in daily life. With proper guidance and support, Risma is expected to continue contributing to shaping a morally upright young generation with strong religious awareness. Keywords : RISMA, moral development, religious activities

    METODE DAKWAH DAI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN AJARAN AGAMA TERHADAP RISMA AL�HIKMAH TEGAL SARI, GADING REJO, PRINGSEWU

    No full text
    ABSTRAK Metode dakwah yang dilakukan oleh Da’i Risma Al-Hikmah meningkatkan pemahaman ajaran agama terhadap Risma Al-Hikmah di Desa Tegalsari, Gading Rejo, Pringsewu. Metode dakwah yang dilakukan oleh Da’i Risma Al-Hikmah telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengamalan ajaran agama Risma Al-Hikmah di Desa Tegalsari. Hal ini dapat dilihat dari akidah,syariah, dan akhlak yang mulai diterapkan dalam Risma Al-Hikmah dengan melaksanakan ibadah, meningkatnya pengetahuan agama, dan peningkatan rasa kesadaran spiritual. Metode dakwah adalah suatu cara yang dilakukan oleh Da’i dalam menyampaikan pesan, informasi, ilmu kepada diri sendiri dan orang lain, tujuan agar anggota yang mendengarkan dapat menerima pesan dakwah dan mampu menerapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Filed Research) dengan sifat penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah sumber data primer yaitu Da’i Majelis Ta’lim Al-Hikmah. Sumber data sekunder menggunakan buku, jurnal, internet, dan dokumen yang ada. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif dengan metode berfikir deduktif dan induktif. Penelitian ini menunjukan bahwa Desa Tegalsari Gading Rejo terkait dengan metode dakwah guna meningkatkan ajaran agama di desa tersebut dengan cara melalui dakwah di risma al-hikmah dengan metode dan waktu yang berbeda beda. dengan demikian sub fokus pada penelitian ini yaitu cara menerapkan metode metode dakwah, meningkatkan ajaran agama risma al-hikmah di desa Tegalsari, Gading Rejo, Pringsewu. Hasil penelitian untuk pengujian dalam kegiatan penelitian ini, penulis menggunakan hasil wawancara serta obeservasi dan dokumentasi pada penelitian dengan menggali informasi mengenai cara menerapkan metode metode dakwah, Meningkatkan Pemahaman Ajaran Agama Terhadap Risma Al�Hikmah Di Desa Tegalsari, Gading Rejo, Pringsewu. Kata Kunci: Metode Dakwah, Dai, Pengamalan Ajaran Agama. ABSTRACT The da'wah method used by Da'i Risma Al-Hikmah increases understanding of Risma Al-Hikmah's religious teachings in Tegalsari Village, Gading Rejo, Pringsewu. The da'wah method used by Da'i Risma Al-Hikmah has proven effective in increasing the practice of Risma Al-Hikmah's religious teachings in Tegalsari Village. This can be seen from the faith, sharia, and morals that are starting to be implemented in Risma Al-Hikmah by carrying out worship, increasing religious knowledge, and increasing the sense of spiritual awareness. The da'wah method is a method used by Da'i to convey messages, information, knowledge to themselves and others, with the aim that members who listen can receive the da'wah message and are able to apply it well in everyday life. This type of research is field research (Filed Research) with the nature of this research being descriptive qualitative. The data source used is the primary data source, namely the Da'i Majlis Ta'lim Al-Hikmah. Secondary data sources use books, journals, the internet and existing documents. Data collection techniques through observation, interviews, documentation. The data analysis technique uses qualitative methods with deductive and inductive thinking methods. This research shows that Tegalsari Gading Rejo Village is related to the da'wah method to improve religious teachings in the village by means of da'wah at Risma al-hikmah with different methods and times. Thus, the sub-focus of this research is how to apply da'wah methods, improving the teachings of the Risma al-hikmah religion in the villages of Tegalsari, Gading Rejo, Pringsewu. The results of the research for testing in this research activity, the author used the results of interviews as well as observation and documentation in research by exploring information about how to apply da'wah methods, increasing understanding of religious teachings towards Risma Al-Hikmah in Tegalsari Village, Gading Rejo, Pringsewu. Keywords: Da'wah Method, Dai, Practice of Religious Teachings

    FUNGSI MEDIA WHATSAPP SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DAKWAH RISMA AL-ISTIQOMAH DI DESA KARANG ANYAR JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Whatsapp merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena Whaatsapp menggunakan paket data internet yang sama untuk email, brosing web dan lain-lain. Dalam penelitian ini penulis menanyakan beberapa anggota Risma Al-Istiqomah tentang fungsi media Whatsapp sebagai sarana komunikasi dakwah. Dengan rumusan masalah, pesan dakwah apa saja yang disampaikan melalui media whatsapp dan bagaimana fungsi media Whatsapp sebagai media komunikasi dakwah di kalangan Risma Al-Istiqomah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi media Whatsapp sebagai sarana komunikasi dakwah pada Risma Al-Istiqomah di Desa Karang Anyar Jati Agung Lampung Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumtasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualittif yakni data yang terkumpul dipilih kemudian ditafsirkan dan diambil kesimpulan. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 37 orang dengan klasifikasi 1 Ketua Risma, 1 Wakil Ketua, 1 Sekertaris Umum, 2 Bendahara, Sedangkan yang menjadi sampel pada penelitian ini berjumlah 8 orang terdiri dari 2 orang Pembina Risma, 1 Ketua Risma, 1 Wakil Ketua, 1 Bendahara, 1 Sekertaris, dan 2 orang anggota Risma. Fungsi media Whatsapp sebagai sarana komunikasi dakwah Risma Al-Istiqomah adalah untuk menambah pengetahuan tentang agama, mempermudah penyampaian pesan dakwah, menjalin tali silahturahmi, menembus ruang dan waktu, dapat dibaca kapan saja dan menjangkau semua anggota Risma. Adapun untuk mengetahui Kontent Dakwah di Group Whatsapp dalam tinjaun pesan dakwah berlangsung menggunakan tiga tinjaun pesan dakwah yaitu Akidah bagaimana pesan yang disampaikan melalui Kontent Dakwah video Islami dapat tersampaikan lalu pesan Syariah bagaimana kebiasaan yang dilakukan Rasulullah dapat kita ikuti dan diteladani setiap kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah dan terakhir pesan akhlak bagaimana sikap dan tauladan Rasulullah dapat kita ikuti sebagai mad'u. Kata Kunci: WhatsApp, komunikasi dakwah, Kontent Dakwah iii ABSTRACT Whatsapp is a cross-platform messaging application that allows us to exchange messages without SMS fees, because Whaatsapp uses the same internet data plan for email, web browsing and others. In this study the author asked several members of Risma Al-Istiqomah about the function of Whatsapp media as a means of da'wah communication. With the formulation of the problem, what da'wah messages are conveyed through whatsapp media and how does Whatsapp media function as a medium of da'wah communication among Risma Al-Istiqomah. This study aims to find out how the function of Whatsapp media as a means of communication for da'wah to Risma Al-Istiqomah in Karang Anyar Village, Jati Agung, South Lampung. This research is a qualitative research, data collection techniques in this study using interviews, observation and documentation. Data analysis in this study used a qualitative descriptive technique, namely the collected data was selected and then interpreted and concluded. The population in this study amounted to 37 people with the classification of 1 Chair Risma, 1 Deputy Chair, 1 General Secretary, 2 Treasurer. 1 Treasurer, 1 Secretary, and 2 Risma members. The function of Whatsapp media as a means of communication for Risma Al-Istiqomah's da'wah is to increase knowledge about religion, facilitate the delivery of da'wah messages, establish friendship, penetrate space and time, can be read at any time and reach all members of Risma. As for knowing the Da'wah Content in the Whatsapp Group, the review of the da'wah message takes place using three reviews of the da'wah message, namely Akidah, how the message conveyed through Islamic video Da'wah Content can be conveyed, then the Sharia message, how the habits of the Prophet can be followed and imitated by every habit that was carried out by the Messenger of Allah. and finally the moral message of how the attitude and example of the Prophet can be followed as mad'u. Keywords: WhatsApp, da'wah communication, Da'wah Conten

    Modul guru pembelajar paket keahlian teknik gambar bangunan, kelompok kompetensi C

    Full text link
    Modul diklat pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan ini berisi materi pedagogik dan profesional. Materi pedagogik: (1) Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu; (2) Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran. Materi profesional: (1) Menafsirkan letak titik berat akibat besarnya gaya-gaya yang bekerja pada benda baik secara analitis maupun grafis: (2) Membuat gambar kerja fondasi batu kali: (3) Merencanakan dan menentukan kebutuhan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaan: (4) Menerapkan fungsi perintah penggambaran 2 dimensi dengan perangkat lunak; (5) Menerapkan cara memodifikasi gambar kerja dengan perangkat lunak: (6) Menerapkan fungsi perintah penggambaran obyek 3 dimensi dengan perangkat lunak

    OPTIMALISASI FUNGSI ORGANISASI REMAJA ISLAM MASJID (RISMA) DALAM PEMBERDAYAAN REMAJA DI DUSUN PESAWARAN V KECAMATAN KEDONDONG KABUPATEN PESAWARAN

    No full text
    ABSTRAK Optimalisasi Fungsi Organisasi Remaja Islam Masjid (RISMA) dalam pemberdayaan remaja di Dusun Pesawaran V kecamatan kedondong kabupaten Pesawaran merupakan salah satu langkah yang diambil oleh RISMA dalam rangka membentuk karakter remaja, sebagai bentuk usaha peningkatkan keterampilan, memperkuat keimanan dan usaha membangunkan potensi yang ada pada diri remaja agar mampu menyiapkan masa depan yang lebih baik lagi. Hal itu tidak terlepas dari latar belakang masalah yang muncul dikalangan remaja, yang mana dampak dari derasnya perkembangan teknologi yang tidak diimbangi oleh ilmu pengetahuan dan pondasi keagamaan yang cukup membuat remaja disana mengalami penurunan dalam hal bersosial terhadap masyarakat, belum lagi tenggelamnya figur kepemimpinan membuat remaja disana cendrung antipati terhadap berbagai kegiatan sosial keagamaan. Organisasi RISMA yang memilki fungsi sebagai garda terdepan dalam memakmurkan masjid,tonggak kaderisasi umat,pembinaan remaja muslim,pendukung kegiatan takmir masjid dan dakwah sosial berusaha melakukan pengorganisiran kaum remaja yang pada tujuan akhirnya adalah memberdayakan remaja sedini mungkin dengan ilmu dan berbagai kegiatan organisasi didalamnya. Pengoptimalan organisasi RISMA sebagai narahubung yang baik dalam melaksanakan program kerja tentu akan memberikan dampak yang cukup baik. Pengoptimalan tidak hanya cukup pada tahap pengorganisiran, perencanaan, pelaksanaan dan pembangunan saja, namun hingga dalam tahap pengelolaannya. Di dalam penelitian ini, peneliti akan menggambarkan lebih detail terkait optimalisasi fungsi organisasi remaja islam masjid RISMA dalam pemberdayaan remaja di Dusun Pesawaran V, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Dengan menggunakan teori belajar konstruktivisme dan metode kualitatif dengan jenis penelitian yaitu field research dan pendekatan kualitatif serta sifat penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan dengan pertimbangan subjektif peneliti, dasar pertimbangan ditentukan peneliti berdasarkan kriteria yang harus dipenuhi sebagai sampel. Berdasarkan kriteria yang penulis berikan maka sampel yang diambil berjumlah 8 orang. Hasil dari penelitian ini adalah: Terbentuknya RISMA percontohan dan remaja yang berdaya di Desa Pesawaran V, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran yaitu berupa keaktifan para remaja disana yang siap memakmurkan desa dengan berbagai kegiatan sosial keagamaan. Kata kunci: Optimalisasi, Fungsi Organisasi, Pemberdayaan Remaja. ABSTRACT Optimizing the function of the Mosque Islamic Youth Organization (RISMA) in empowering teenagers in Pesawaran V Hamlet, Kedondong sub-district, Pesawaran district is one of the steps taken by RISMA in order to shape the character of teenagers, as a form of effort to improve skills, strengthen faith and develop the potential that exists within themselves. teenagers to be able to prepare for a better future. This is inseparable from the background of problems that arise among teenagers, where the impact of rapid technological developments that are not balanced by sufficient scientific and religious foundations makes teenagers there experience a decline in social relations with society, not to mention the decline in leadership figures that make teenagers there tends to be antipathetic towards various social and religious activities. The RISMA organization which has the function of being at the forefront of the prosperity of mosques, a milestone in the cadre formation of the community, developing Muslim youth, supporting mosque takmir activities and social da'wah is trying to organize youth which in the end is to empower teenagers as early as possible with knowledge and various organizational activities within it. Optimizing the RISMA organization as a good contact person in implementing work programs will certainly have a quite good impact. Optimization is not only sufficient at the organizing, planning, implementation and development stages, but also at the management stage. In this research, researchers will describe in more detail the optimization of the function of the Islamic youth organization RISMA mosque in empowering teenagers in Pesawaran V Hamlet, Kedondong District, Pesawaran Regency. By using constructivist learning theory and qualitative methods with research types, namely field research and qualitative approaches as well as descriptive research. The data collection techniques in this research are interviews, observation and documentation. In this research, the author used a purposive sampling technique, namely sampling based on the researcher's subjective considerations, the basis of consideration was determined by the researcher based on the criteria that must be met as a sample. Based on the criteria provided by the author, the sample taken was 8 people. The results of this research are: The formation of a pilot RISMA and empowered teenagers in Pesawaran V Village, Kedondong District, Pesawaran Regency, namely in the form of active teenagers there who are ready to make the village prosperous with various socio-religious activities.. Keywords : Optimazion, Organization Function, Youth Empowerment

    (Re)produksi Piil Pesenggiri: Identitas Etnis Lampung dalam Hubungan dengan Pendatang

    Full text link
    This research is based on the mindset that any of heterogeneous in a society, they still could be identified based on the values or symbols that referred to them as an ethnic groups. The problem in this research comes from seeing the issues of Lampung ethnic as an experienced local ethnic domination that increasingly being desperate in their own cultural environment. Ambiguity and vagueness of identity as a local ethnic also reinforced by the attitude of immigrants towards them that affect the relationship between them and if it still left unchecked can potentially lead to conflict. This ethnography research aims to reveal how Lampung ethnic establish their existence of identity through cultural values of Piil Pesenggiri, which upholds the dignity contextually as Lampung identity which carried out in their actions as a strategy of contestation in the immigrant communities. The emergence of a awareness of their identity, reviving Piil Pesenggiri uphold the values of honour in local wisdom become a strategy and a capital that being used when they are dialing with immigrants. In their actualization, the reproduction of Piil Pesenggri still being based on its own basic values such as Pesenggiri, nemui nyimah, nengah nyappor, juluk adok, dan sakai sambayan. Contextually, Piil Pesenggiri become a strategy to manifested their existence as Lampung ethnic and it also used to change the stereotype that immigrants pinned to them with a new value such as (a) changing the work ethic that has been known so low that they are often associated with lazy, less ductile, weak competitiveness, and human resources are still limited; (b) are not stuck with the romance of the past as a landlord; (c) re-interpretation of the titles of nobility (juluk buadek) which has been become the pride and purpose to be achieved in the internal structure so that could be received in the external structure; (d) Piil Pesenggiri become an ethnic identity and politics identity. Piil Pesenggiri is a way of life how ethnic Lampung have to act and behave. For them, Piil Pesenggiri is an identity or reflects the identity so that their existence is recognized and valued in relation to immigrants. In order to confirm their identity as Lampung ethnics, then the actions and strategies they are doing is building a network through the structure of society, also using the idiom of kinship as a strategy to deal with the migrants so that their existence as an ethnic Lampung still got appreciation in accordance with the values of honour that contained in Piil Pesenggiri

    PELAKSANAAN BIMBINGAN AGAMA REMAJA ISLAM MASJID (RISMA) AR RAHMAN DALAM MENANGGULANGI BERJUDI ONLINE (Studi Remaja di Desa Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah)

    No full text
    ABSTRAK Tidak jarang para remaja di Desa Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah yang berjudi online. Melalui bimbingan agama yang dilakukan oleh Remaja Islam (RISMA) Ar�Rahman, remaja dapat diarahkan sehingga mereka diharapkan tidak membuat keputusan hidup yang salah dan tumbuh menjadi orang dewasa yang berpikiran sehat. Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengadakan penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Bimbingan Agama Remaja Islam Masjid (RISMA) Ar Rahman Dalam Menanggulangi Berjudi Online (Studi Remaja Kasus di Desa Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja faktor yang menyebabkan remaja berjudi online ? dan bagaimana pelaksanaan bimbingan agama Remaja Islam Masjid (RISMA) Ar Rahman dalam menanggulangi berjudi online di Desa Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah? Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research). Data primer didapatkan langsung dari ustad pembimbing agama yang dilakukan oleh pengurus Remaja Islam Masjid (RISMA) Ar Rahman dalam menanggulangi berjudi online di Desa Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa faktor yang mempengaruhi remaja Desa Komering Putih berjudi online adalah mendapatkan keuntungan, dapat mengasah kemampuan, menjalin kedekatan dengan teman, dan dapat menghilangkan stress. Pelaksanaan bimbingan agama yang dilakukan oleh pembimbing Remaja Masjid (RISMA) Ar Rahman Desa Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah belum berjalan dengan maksimal. Banyak kendala yang dihadapi oleh pengurus Remaja Masjid (RISMA) dalam menanggulangi berjudi online, salah satunya para remaja pelaku judi online masih tergiur oleh asumsi kemenangan iii saat berjudi. Pengurus RISMA Ar Rahman juga mempunyai beberapa program yang rutin dilakukan untuk mengatasi berjudi online di Desa Komering Putih Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah layanan konseling Islam memberikan beberapa pembinaan atau bimbingan diantaranya adalah dakwah bil lisan yaitu metode ceramah yang bertujuan mendekatkan diri kepada agama, memberikan pembinaan akhlakul qarimah, memberikan bimbingan pribadi, memberikan bimbingan kelompok, dan memberikan perhatian. Kata kunci : Bimbingan agama, remaja, berjudi online. iv ABSTRACT It is not uncommon for teenagers in Komering Putih Village, Gunung Sugih District, Central Lampung, to gamble online. Through religious guidance conducted by Islamic Youth (RISMA) Ar-Rahman, teenagers can be directed so that they are expected not to make wrong life decisions and grow into healthy-minded adults. Based on the above background, the author conducted a study entitled "Implementation of Islamic Youth Islamic Guidance at the Ar Rahman Mosque (RISMA) in Overcoming Online Gambling (Adolescent Case Study in Komering Putih Village, Gunung Sugih District, Central Lampung)". The formulation of the problem in this study is what are the factors that cause teenagers to gamble online? and how is the implementation of religious guidance for the Islamic Youth Mosque (RISMA) Ar Rahman in tackling online gambling in Komering Putih Village, Gunung Sugih District, Central Lampung? This research includes field research (field research). Primary data were obtained directly from respondents regarding the implementation of religious guidance for the Islamic Youth Mosque (RISMA) Ar Rahman in tackling online gambling in Komering Putih Village, Gunung Sugih District, Central Lampung. Data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation. The results of the study suggest that the factors that influence the youth of Komering Putih Village to gamble online are getting profits, being able to hone skills, establishing closeness with friends, and being able to relieve stress. The implementation of religious guidance carried out by the Mosque Youth supervisor (RISMA) Ar Rahman, Komering Putih Village, Gunung Sugih District, Central Lampung has not run optimally. There are many obstacles faced by the youth mosque management (RISMA) in tackling online gambling, one of which is that young online gamblers are still tempted by the assumption of victory when gambling. The management of RISMA Ar Rahman also has several programs that are routinely carried out to overcome online gambling in Komering Putih Village, Gunung Sugih v District, Central Lampung, Islamic counseling services provide some guidance or guidance including da'wah bill oral, which is a lecture method that aims to get closer to religion, provide moral development qarimah, providing personal guidance, providing group guidance, and giving attention.. Keywords: Religious guidance, youth, online gamblin
    corecore