1,720,968 research outputs found

    LUHT4330-Media Penyuluhan Pertanian

    No full text

    Volatilitas, Transmisi dan Integrasi Harga Pasar Bawang Merah Di Indonesia

    Full text link
    Bawang merah merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam kuliner dan konsumsi rumah tangga di Indonesia, sehingga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Namun, karena resiko pada saat proses produksi yang tinggi disertai dengan adanya intervensi pelaku pasar yang cukup keras, maka fluktuasi harga menjadi cukup tinggi sehingga menyebabkan ketidakstabilan harga yang berdampak kepada produsen dan konsumen dan ekonomi secara lokal maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji volatilitas harga, transmisi harga di sepanjang rantai pasok,dan integrasi pasar bawang merah di beberapa daerah di wilayah NKRI. Metodologi penelitian menggunakan analisis data sekunder dari PIHPS, RNI, dan SK2P dengan metode ARCH/GARCH, VAR, dan VECM. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas harga antar wilayah serta pola transmisi harga yang asimetris dengan volatilitas harga bawang merah tinggi di tingkat konsumen, sementara di tingkat produsen relatif stabil. Volatilitas harga bawang merah merah di tingkat konsumen cenderung lebih tinggi dibandingkan tingkat produsen dan grosir, sementara di tingkat produsen relatif stabil. Transmisi harga di Indonesia umumnya bersifat asimetris,dengan dampak kenaikan harga lebih terasa di tingkat konsumen, kenaikan harga di tingkat grosir berimbas langsung pada konsumen. Terdapat perbedaan volatilitas harga antar propinsi, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal seperti infrastruktur dan sistem distribusi. Integrasi pasar antar wilayah masih lemah, sehingga menyebabkan disparitas harga

    Paradigma Harga Bawang Merah di Indonesia dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

    Full text link
    Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang walaupun bersifat minor namun diperlukan sebagai pengaya rasa kuliner di Indonesia. Oleh karenanya fluktuasi dan dinamika harga bawang merah ikut menyumbangkan nilai dalam laju inflasi di NKRI, sehingga komoditas ini dimasukkan ke dalam kelompok bahan pangan strategis nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh dalam dinamika harga bawang merah di Indonesia serta menganalisa penyebab dan memberikan alternatif solusi untuk menstabilkan harga bawang merah tersebut. Penelitian ini merupakan kajian pustaka sistematik, yang memanfaatkan data sekunder yang tersedia pada situs-situs informasi/data pemerintahan serta beberapa artikel pendukung lainnya. Analisa untuk komponen kualitatif dan kuantitatif dilakukan secara deskriptif eksplanatori; sedangkan untuk melakukan analisa pembeda dilakukan dengan menggunakan metode statistik regresi, anova dengan software Excel dan R. Dari kajian ini menunjukkan bahwa faktor yang amat berpengaruh sangat nyata/signifikan terhadap harga bawang merah adalah margin perdagangan dan pengangkutan, sedangkan faktor produksi nyaris tidak berpengaruh secara regional. Faktor konsumsi dan panjangnya rantai pasok berpengaruh secara nyata pada wilayah tertentu. Perluasan area tanam terutama di wilayah Indonesia bagian utara dapat digunakan sebagai sarana komplemen dalam pemenuhan kebutuhan bawang merah secara berlanjut. Penelitian ini merupakan kompilasi analisa lanjutan atas laporan kinerja departemen dalam pemerintahan NKRI, dengan mempertimbangkan dan mengacu pada hasil penelitaian akademisi lainnya

    The Dynamics of Shallot Price Fluctuations and Its Disparities in Indonesia

    No full text
    A agricultural product called shallots is frequently used to improve the flavor of Indonesian food. This ingredient is only required in trace amounts in a recipe, but price swings can fuel inflation, an ongoing economic disease in Indonesia. The purpose of this research is to analyze the dynamics of shallot price fluctuations in Indonesia and the disparities that may arise. Explanatory descriptive statistics were used to analyze secondary data from the National Strategic Food Price Information Center that was made available online for this research. Unless there are distortions that affect the economy and trade, such as the COVID-19 pandemic in 2020–2021, it appears from the research that the price of shallots fluctuates regularly and in a predictable pattern, with a price increase in the first quarter and a peak at the beginning of the second quarter each year. In provinces which produce shallots, there is a fairly significant price disparity because there are many businesses engaging in the shallot trading system and there are also numerous trade routes, which leads to perfect competition in the market and a relatively cheap base price for shallots. There aren't many shallot business actors in the provinces with a production deficit or importer status, so wholesalers who act as importers can control prices as in a monopoly market, and price disparities are kept small to prevent economic turmoil in the local community. However, the price difference is still fairly high on a per-unit basis

    Pemahaman Siswa Sekolah Dasar (SD) terhadap Konsep-Konsep IPA Berbasis Kimia: Suatu Diagnosis Adanya Miskonsepsi

    Full text link
    Penelitian ini berjudul : pemahaman murid Sekolah Dasar (SD) terhadap Konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam (!PA) Berbasis Kimia: Suatu Diagnosis adanya Miskonsepsi. Penelitian ini betujuan unutk: (I) mengetahuai pemahaman murid sekolah dasar terhadap konsep-konsep IPA berbasis kimia, (2) mengidentifikasi adanya miskonsepsi, clan (3) mencari penyebab miskonsepsi berclasarkan polajawaban yang cliberikan. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar yang ada di Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, clan Jawa Barat. Sampel yang diguankan dalam penelitian ini aclalah masing-masing dua SD yang ada di Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Yogyakmia, Kabupaten Wonosari, Kota Bogor, dan Kabupaten Sukabumi. Pemilihan sampel dilakuakn berdasarkan pertimbangan Kantor Dinas Penclicliclkan setempat yang menyatakan bahwa SD-SD tersebut mempunyai kualitas sedang. Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik wawancara dan menghaclapkan siswa klangsung dalam situasi percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonscpsi masih banyak terjacli pada konsep-konsep yang cliteliti. Jika cligunakan kritcria 75% scbagai ambang batas pemahaman konscp yang benar maka hanya clitemukan satu konscp yaitu konsep C, udara diperlukan untuk pembakaran yang dipahami dengan baik oleh murid. Berclasarkan anal isis terhaclpa polajawaban yang diberikan muriel ternyata clapat clisimpulkan bahwa miskonsepsi yang terjacli pad amuricl antara lain disebabkan karena dalam memahami suatu konsep murid mengandalkan pada pengalaman seharihari dan hasil pemikiran logis. Hasil penelitian ini dapat climanfaatkan oleh lcmbaga-lembaga pcnghasil tenaga kcpendiclidkan di SD atau lembaga pelatihan peningkatan mutu guru SD untuk memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakukan. Bagi lembaga atau instansi penghasil buku teks IPA SD, basil penelitian ini clapat dimanfaatkan untuk mcmpcrbaiki atau mcmpe1:jelas sajian konscp yan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Hubungan Antara Status Penulis Soal dan Kualitas Soal Ujian Yang Ditulis Pada FMIPA-UT

    Full text link
    Terjadinya kesenjangan antara ketersediaan soal-soal yang cukup banyak, berkualitas baik dan tersedia setiap saat untuk digunakan sebagai bahan ujian, bahan tugas mandiri ataupun sebagai bahan dalam pelaksanaan tutorial tertulis. sedangkan dilain pihak belum dimanfaatkannya tenaga edukatif yang ada sebagai sumber bahan ujian/soal yang dapat diandalkan dalam ketersediannya dan juga lebih murah dalam proses pengadaanny

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore