85 research outputs found
Pemanfaatan Kompos Bioaktif Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Ketahanan Padi Gogo Terhadap Penyakit Blas Di Lapangan
Padi merupakan bahan pangan pokok Bangsa Indonesia yang memiliki nilai strategis dan nilai ekonomi tinggi, yang mengharuskan ketersediaannya selalu mencukupi dan sinambung. Produksi padi pada 2007 sebesar 57,05 juta ton gabah kering giling (GKG) meningkat 4,76% dibandingkan dengan produksi 2006, yaitu sebesar 3,5 juta ton gabah kering giling. Selanjutnya pemerintah menargetkan produksi padi 2008 mencapai 61 juta ton GKG. Peningkatan produksi yang diharapkan dari penanaman padi di lahan sawah serta peningkatan produksi padi dari perluasan sawah masih belum sebanding dengan konversi sawah menjadi lahan non pertanian. Di sisi lain, penanaman padi gogo dengan memanfaatkan lahan kering merupakan potensi yang bisa dikembangkan. Ketersediaan lahan kering nasional yang lebih luas dari luas sawah nasional yang dapat dioptimalkan manfaatnya dengan penanaman padi gogo yang lebih intensif, berikut dengan pengelolaan hama dan penyakitnya dapat diharapkan mendukung ketahanan pangan secara nasional
Pengaruh Variasi Lebar Bilah Bambu Terhadap Keruntuhan Geser Balok Bambu Laminasi Dengan Susunan Bilah Vertikal Sebagai Suplemen Bahan Ajar Konstruksi Bambu
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sifat-sifat fisika dan mekanika bambu petung, yaitu kadar air, kerapatan, kuat tarik sejajar serat, kuat tekan sejajar serat, kuat lentur, kuat geser dan modulus elastisitas terhadap kelas kuat kayu. (2) Mengetahui pengaruh variasi lebar bilah bambu (10 mm, 15 mm, 20 mm) dengan susunan vertikal terhadap modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ) bambu laminasi. (3) Mengetahui nilai optimal variasi lebar bilah bambu dengan susunan vertikal terhadap modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ) bambu laminasi. (4) Mengetahui nilai optimal variasi lebar bilah bambu dengan susunan vertikal modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ) bambu laminasi terhadap kelas kuat kayu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah (1) variabel bebas / independen : variasi lebar bilah bambu (10 mm, 15 mm, 20 mm) dengan susunan vertikal. (2) variabel terikat / dependen : modulus elastisitas, kuat lentur dan tegangan geser. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, (1) sifat fisika dan mekanika bambu petung termasuk dalam kelas kuat kayu II. (2) penggunaan variasi lebar bilah bambu (10 mm, 15 mm, 20 mm) dengan susunan vertikal berpengaruh terhadap nilai modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ). (3) Nilai optimal modulus elastisitas (MOE) menggunakan variasi lebar bilah bambu 10 mm sebesar 6492,60 MPa. Nilai optimal kuat lentur (MOR) menggunakan variasi lebar bilah bambu 15 mm sebesar 69,44 Mpa. Nilai optimal tegangan geser (τ) menggunakan variasi lebar bilah bambu 15 mm sebesar 6,94 Mpa. (4) Nilai optimal variasi lebar bilah bambu dengan susunan vertikal modulus elastisitas (MOE), kuat lentur (MOR) dan tegangan geser (τ) bambu laminasi termasuk dalam kelas kuat kayu III
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN BUDI DAYA KERAPU DI PERAIRAN TAMBAK KECAMATAN CILEBAR, KABUPATEN KARAWANG
The aims of this research were to analyze the land suitability and carrying capacity for groupers culture. The utilized methods were land suitability analysis and carrying capacity analysis. The results of land suitability analysis showed that the area which is fit very suitable criteria is 38.16 ha (17.13%), fit enough suitable is 118.27 ha (53.11%), and appropriate-conditional suitable is 66.26 ha (29.75%). The results of carrying capacity analysis resulted in an area of 156.43 ha which is very suitable for groupers culture development in KJT systems. This area could accommodate as much as 313 ponds which are equivalent to 626 units or 6.257 KJT boxes
KAJIAN EPIDEMI PENYAKIT KANKER BATANG DUKU DI PROVINSI JAMBI
Duku (Lansium domesticum Corr.) was one of the important plant commodities in Jambi Province, which it has significant contribution to the regional revenue. However, during 2004 to 2011, the production of duku was significantly decreased around 93.73%, which was caused especially by stem canker.
Stem canker has been spreading since 2003 in six regencies in the Jambi Province. The increment of disease intensity from 2004 until 2011 was recorded as 40.53% from a population of 365,729 duku trees. The observation conducted in 2012 showed that the highest intensity of disease was occured in Batanghari regency (61.33%), and the lowest was in Muaro Jambi regency (21.33%). The disease formed clustered distributio
MAKNA TRADISI SEPASARAN SETELAH KELAHIRAN BAYI DI DESA WAY KUYUNG KALIANDA
ABSTRAK
MAKNA TRADISI SEPASARAN SETELAH KELAHIRAN
BAYI DI DESA WAY KUYUNG KALIANDA
Oleh
Handoko Putra Siswoyo
Indonesia adalah negara yang kaya dengan perbedaan,
diantarranya adalaah perbedaan agama, suku, bahasa, dan tradisi
serta budaya. Salah satu suku mayoritas di Indonesia adalah suku
Jawa yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya. Dalam beragama
suku Jawa mayoritas beragama Islam, hal ini lah yang menjadikan
masyarakat Jawa-Islam untuk menjaga adat istiadat dari nenek
moyang tetapi dengan nilai-nillai Islam. Sepasaran adalah salah
satu tradisi suku Jawa yang masihh dilestarikan hingga sekarang,
maka penulis memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian
mengenai sepasaran yang lahir dari adat istiadat Jawa dan
bagaimana penyesuaiannya dengan nilai-nilai Islam, khususnya
tradisi sepasaran di Desa Way Kuyung, Kalianda.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat
deskriptif-kualitatif. Sumber data yang diambil dari responden
utama, yaitu tokoh agama dan masyarakat di Desa Way Kuyung,
Kalianda dengan menggunakan meetode wawancara yaang
didukung dengan observasi dan juga dokumentasi. Data tersebut
akan diulas secara mendalam menggunakan teori simbolis milik
Victor W. Turner dan juga teori fungsionalisme agama milik Emile
Durkheim.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi sepasaran
bagi masyarakat Way Kuyung, Kalianda adalah bentuk rasa syukur
dan do’a serta harapan yang dimintakan kepada Allah Swt., selain
itu juga pelaksanaan terhadap sunah rasul saw., dan terakhir makna
yang ingin dicapai perasaan satu kesatuan agama atau ukhuwah
islamiyah yang tidak memandang suku dalam pelaksanaan tradisi
ini. Lalu terdapat relevansi atau kecocokan tradisi sepasaran bayi di
desa Way Kuyung, Kalianda terhadap nilai-nilai agama Islam; hal ini diperbolehkan atau sesuai karena telah masuknya nilai-nilai
Islam seeperti aqiqah dan pembacaan sholawat dan dihilangkannya
sesuatu yang dilarang seperti sesajen diubah menjadi berkat yang
menjadi simbol sedekah.
Kata Kunci: Sepasaran, Tradisi, Funngsionalisme Agama. ABSTRACT
THE MEANING OF THE SEPASARAN TRADITION AFTER
THE BIRTH OF A BABY IN WAY KUYUNG KALIANDA
VILLAGE
By
Handoko Putra Siswoyo
Indonesia is a country rich in differences, including
differences in religion, ethnicity, language, and traditions and
culture. One of the majority tribes in Indonesia is the Javanese
tribe which has rich traditions and culture. In the Javanese
religion, the majority are Muslim, this is what makes the Javanese
Islamic community maintain the customs of their ancestors but
with Islamic values. Sepasaran is one of the Javanese traditions
that is still preserved today, so the author has an interest in
conducting research on sepasaran which was born from Javanese
customs and how it adapts to Islamic values, especially the
sepasaran tradition in Way Kuyung Village, Kalianda.
This research is descriptive-qualitative field research. The
data source was taken from the main respondents, namely religious
and community leaders in Way Kuyung Village, Kalianda using an
interview method which was supported by observation and
documentation. This data will be reviewed in depth using Victor W.
Turner's symbolic theory and Emile Durkheim's theory of religious
functionalism.
The results of this research show that the sepasaran
tradition for the people of Way Kuyung, Kalianda is a form of
gratitude and prayer as well as hope asked of Allah SWT, apart
from that it is also the implementation of the sunnah of the
Messenger of Allah, and finally the meaning that the feeling of one
religious unity wants to achieve. or ukhuwah Islamiyah which does
not look at ethnicity in implementing this tradition. Then there is
the relevance or suitability of the baby sepasaran tradition in Way
Kuyung village, Kalianda to Islamic religious values; This is permissible or appropriate because Islamic values such as aqiqah
and prayer reading have been included and the removal of
something that is prohibited such as offerings has been converted
into a blessing which is a symbol of alms.
Keywords: Sepasaran, Tradition, Religious Functionalism
Wheelset skid in railway bogies
Skid of wheelsets leads to uncontrolled severe dynamics of bogies including derailment potential and damage to the running surfaces of the wheel and railhead. Simulation of wheelset skid would enhance the understanding of the skid mechanism and improve the level of safety. To effectively simulate bogie skid, the wheelsets should be modelled incorporating pitch degree of freedom. Such a model, based on a fixed inertial frame reference system, has been recently developed by the first author and is used in this paper to examine the skid of a simplified bogie containing two wheelsets and a bogie frame connected through spring-damper system. The current model accepts braking/ traction torque as a primary input and calculates the longitudinal speed profile, acceleration and distance travelled as a natural process. The calculated results have been validated using VAMPIRE where possible. The ability of the current model in predicting lateral dynamics whilst subjected to longitudinal skid is demonstrated through numerical examples – a feature that could not readily be predicted by most commercial wagon dynamics packages
Land Carrying Capacity Analysis for Groupers Aquaculture Development in Fishponds Cilebar Subdistrict, Karawang District
Implementations of geographically weighted lasso in spatial data with multicollinearity (Case study: Poverty modeling of Java Island)
- …
