1,722,581 research outputs found
Pendayagunaan program gerakan kotak infaq (Koin) peduli pada majlis ta’lim Mar’atus Sholikhah Pedurungan Semarang
Dengan judul penelitian: Pendayagunaan Program Gerakan Kotak Infak (Koin) Peduli Majlis Ta’lim Mar’atus Sholikhah Pedurungan Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pendayagunaan Pelaksanaan Program Gerakan Kyak Infak (Koin) Peduli Majlis Ta’lim Mar’atus Sholikhah Pedurungan Semarang dan Hasil Pendayagunaan Program Gerakan Kotak nfak (Koin) Peduli Majlis Ta’lim Mar’atus Sholikhah Pedurungan.
Adapun metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan untuk mengamati hal yang berkaitan dengan Pendayagunaan Program Gerakan Kotak Infak (Koin) Peduli Majlis Ta’lim Mar’atus Sholikhah Pedurungan Semarang.
Hasil penelitian ini adalah Pendayagunaan Pelaksanaan Program Gerakan Kotak Infak (Koin) Peduli Majlis Ta’lim Mar’atus Sholikhah Pedurungan Semarang dilakukan dengan penerapan teori manajemen pendayagunaan, model manajemen ini dapat diterapkan dalam setiap aktivitas pendayagunaan pelaksanaan dengan konsep sosialisasi, pengumpulan, pendistribusian dan pengawasan. Selama pelaksanaan program para pengurus sudah melaksanakan kegiatan dan tugas pada bidangnya masing-masing dengan baik, meskipun ada kendala yang terjadi para pengurus dapat mengatasinya dengan upaya-upaya yang baik juga. Terbukti dengan banyaknya antusias masyarakat yang berpartisipasi dalam memberikan infaq dalam program gerakan kotak infaq (koin) peduli.
Hasil pendayagunaan program gerakan kotak infaq (koin) peduli pada Majlis Ta’lim Mar’atus Sholikhah Pedurungan Semarang, dilihat dari teori prinsip pendayagunaan, yaitu: diberikan kepada orang yang wajib menerima infaq, manfaat dana infaq dapat di terima dan di rasakan, serta sesuai dengan keperluan mustahiq (konsumtif dan produktif). Berdasarkan analisis penulis, Majlis Ta’lim Mar’atus Sholikhah sudah melakukan kegiatan yang mendukung dalam menciptakan hasil pendayagunaan tentang kemaslahatan yang dikembangkan guna mencapai tujuan sesuai dengan perkembangan tuntutan kebutuhan umat. Terbukti dengan adanya kegiatan pemberdayaan ekonomi yang bersifat produktif sehingga menghasilkan kemandirian dalam memiliki usaha
PENGARUH PEMBERIAN ASAM AMINO (GLISIN, SISTEIN DAN ARGININ)
Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas yang cukup straregis dan memegang peranan penting di sektor pertanian
khususnya sub sektor perkebunan dalam perekonomian nasional. Dalam hal ini teknik secara konvensional kurang efektif untuk mendapatkan bibit yang
diharapkan. Pada penelitian ini dilakukan teknik perbanyakan melalui kultur jaringan dengan perlakuan penambahan tiga macam asam amino pada media
dengan konsentrasi yang berbeda masing – masing mulai dari taraf 0,25 mM; 0,5 mM dan 0,75 mM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan
pemberian tiga macam asam amino dengan konsentrasi yang berbeda berdasarkan hasil yang diperoleh berbeda nyata terhadap parameter pengamatan jumlah
tunas, jumlah tunas perkalus, rata-rata panjang tunas, dan tidak berbeda nyata pada parameter pengamatan persentase tunas terbentuk baik awal maupun akhir
dan rata-rata jumlah akar. Glisin merupakan asam amino paling baik di banding dengan perlakuan kontrol dan asam amino yang lain, sedangkan konsentrasi
asam amino paling baik adalah dengan menggunakan 0,25 mM
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP APLIKASI
Pertumbuhan bibit kakao dipengaruhi oleh penggunaan media tanam serta pemberian air yang dilakukan. Penggunaan media tanam dan pemberian air yang
tepat mampu menunjang petumbuhan bibit kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi antara aplikasi berbagai dosis pupuk kascing dan
pemberian air, mengidentifikasi pengaruh aplikasi berbagai dosis pupuk kascing, serta mengidentifikasi pengaruh pemberian air. Penelitian ini dilaksanakan di
Rumah Plastik, Fakultas Pertanian, Universitas Jember pada Desember 2014-Maret 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu dosis pupuk kascing (M) yang terdiri 4 taraf (0 g/polibag, 100 g/polibag, 200 g/polibag, 300 g/polibag) dan
faktor kedua adalah pemberian air (A) yang terdiri 4 taraf (100% kapasitas lapang, 75% kapasitas lapang, 50% kapasitas lapang dan 25% kapasitas lapang).
Masing-masing kombinasi diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat interaksi antara aplikasi berbagai dosis pupuk kascing dan pemberian air
terhadap variabel luas daun (cm2), berat basah total tanaman (g), dan berat kering total tanaman (g). Perlakuan aplikasi berbagai dosis pupuk kascing
berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman (cm) dan diameter batang (mm). Perlakuan pemberian air berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel
pengamatan. Lebih lanjut, perlakuan yang dinilai efisien adalah M1A2, dengan dosis pupuk kascing 100 g/polibag dan pemberian air sebanyak 75% kapasitas
lapang
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
