1,720,983 research outputs found

    The Influence of Applied Educational Statistics Courses on the Competency of Students’ Quantitative Research

    Full text link
    Quantitative research competence is the main asset for students to be able to carry out quantitative research well and produce quality research results. One of the things that affect the quantitative research competence of a researcher is the mastery of applied statistics. This study aims to determine the effect of Applied Educational Statistics Courses on student competence in quantitative research. For this purpose, the researcher used a survey quantitative research method. The populations of this study were all students of the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) Master Program for the 2021-2022 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta who took the Applied Education Statistics course. The sample was taken using the proportional random sampling technique using the Slovin formula, to obtain a total sample of 12 students. Data were collected using a technical questionnaire that had proven its validity and reliability and analyzed by regression analysis. The results of this study indicate that the value of R2 (coefficient of determination) or R Square is 0.259 or 25.9%. This value can be interpreted that changes in student competence in quantitative research by changes in the value of the independent variable in statistics courses are 48, 54 % while 51,46 % is determined by changes in other factors. The calculated value for the Statistics course variable is 2, 203 with sig. 0.052 is smaller than 0.05. This shows that there is an influence of statistics courses on students' quantitative research competence and the factors that influence it

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Penyusunan Instrumen Berbasis Computerized Adaptive Test (CAT) untuk Mengukur Perkembangan Kognitif Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn: Sebuah Kajian Literatur

    Full text link
    Penilaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di tingkat Sekolah Dasar harus mampu mencerminkan perkembangan kognitif siswa secara akurat dan adaptif. Namun, instrumen asesmen yang digunakan saat ini masih bersifat statis dan kurang responsif terhadap variasi kemampuan siswa, sehingga guru kesulitan memperoleh informasi yang mendalam tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan instrumen berbasis Computerized Adaptive Testing (CAT) untuk mengukur perkembangan kognitif siswa SD dalam mata pelajaran PPKn melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis terhadap teori-teori terkait CAT, prinsip Item Response Theory (IRT), dan pendekatan asesmen kognitif dalam konteks pendidikan dasar. Literatur dianalisis dari berbagai sumber terpercaya, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa instrumen CAT berbasis IRT dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi asesmen, terutama melalui penyesuaian tingkat kesulitan soal dengan kemampuan siswa. Namun, penerapan CAT di sekolah dasar menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan pemahaman guru mengenai asesmen adaptif. Keterlibatan guru dalam penyusunan butir soal dan penyesuaian konteks lokal menjadi faktor penting dalam validitas instrumen. Penelitian ini memberikan dasar konseptual bagi pengembangan instrumen adaptif PPKn dan dapat dijadikan pijakan untuk validasi empiris pada tahap berikutnya. Kontribusi penelitian ini mendukung peningkatan mutu asesmen PPKn serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar. Kataikunci : Computerized Adaptive Testing (CAT), perkembangan kognitif, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Sekolah Dasar, Item Response Theory (IRT)

    Gejala Radikalisme pada Siswa SLTA di Kota Yogyakarta dan Strategi Penanggulangannya (Tinjauan Metode Campuran Eksplorasi Sekuensial)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui konstruk gejala radikalisme pada siswa SLTA di Kota Yogyakarta, (2) memperoleh informasi tentang peta kekuatan gejala radikalisme pada siswa SLTA di Kota Yogyakarta, (3) mengetahui faktor-faktor determinan yang mempengaruhi tumbuhnya gejala radikalisme pada siswa SLTA di Kota Yogyakarta, dan (4) menyusun strategi untuk menanggulanginya. Peneliti ini menggunakan tinjauan Metode Campuran Eksplorasi Sekuensial (Sequensial Exploratory Mix Method) yang dilakukan dalam dua tahap penelitian secara berurutan. Tahap pertama, dilakukan penyelidikan dengan metode kualitatif studi kasus pada 2 buah sekolah untuk menemukan indikator-indikator gejala radikalisme di kalangan siswa SLTA. Indikator yang muncul pada tahap ini dieksplorasi hingga ditemukan aspek-aspeknya, untuk kemudian dipergunakan dalam pengembangan instrumen penelitian kuantitatif survei yang dilakukan pada tahap II. Penelitian kuantitatif survei melibatkan 1000 responden yang berasal siswa SLTA kelas XI dengan teknik proportioned cluster random sampling. Analisis data kualitatif menggunakan teknik Miles, Huberman, and Saldana, sedangkan analisis data kuantitatif memanfaatkan analisis deskriptif yang diperkuat dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software Lisrel 8.50. Penelitian ini mengungkap beberapa temuan, meliputi: (1) gejala radikalisme di kalangan siswa SLTA di Kota Yogyakarta memiliki 5 aspek sikap, yaitu: antitenggang rasa, fanatisme beragama yang berlebihan, kecenderungan literal dalam memahami agama (sikap tekstual), pesimis, dan revolusioner. (2) secara keseluruhan, peta kekuatan gejala radikalisme di kalangan siswa SLTA di Kota Yogyakarta dapat dikelompokkan ke dalam 4 kategori, yaitu: sangat rendah, rendah, tinggi, dan sangat tinggi dengan hasil skor secara berturutan: 20%, 57%, 23%, dan 0%; (3) terdapat 4 faktor determinan yang mempengaruhi tumbuhnya gejala radikalisme di kalangan siswa SLTA, yaitu: pengaruh media digital dan media online, transmisi pemahaman Islam berhaluan keras, pengaruh jaringan alumni yang terlebih dahulu terpapar paham radikal, serta pesimisme terhadap keadilan dan kesejahteraan sosial; (4) strategi yang dapat ditempuh untuk menghalau tumbuhnya gejala radikalisme di kalangan remaja sekolah adalah dengan pendekatan pencegahan, pengawasan, dan pembinaan

    STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP PRILAKU BULLYING DI SEKOLAH DASAR DAN UPAYA PENCEGAHANNYA MELALUI PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA

    No full text
    Abstrak: Perilaku bullying di sekolah merupakan fenomena yang marak terjadi dalam dekade terakhir ini, termasuk pada Sekolah Dasar. Prilaku ini memiliki implikasi serius yang dapat berdampak negatif bagi korban, pelaku, dan bahkan lingkungan sekolah. Dalam konteks inilah, maka menjadi penting untuk mempelajari prilaku bulliying pada Sekolah Dasar dan merancang upaya pencegahannya. Peneliti memberdayakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk dapat mendalami bagaimana prilaku tersebut terjadi siswa sekolah, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan menyusun upaya pencegahannya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul diperiksa keabsahannya melalui teknik triangulasi. Adapun teknik analisis datanya dilakukan dilakukan melalui lima langkah, yaitu: mendiskripsikan pengalaman siswa tentang fenomena bulliying, membuat dan mengembangkan daftar pertanyaan penting tentang bagaimana siswa mengalami fenomena bulliying, pengelompokan data ke dalam unit yang bermakna, menulis diskripsi tentang pengalaman partisipan secara tekstual dan struktural, serta membuat komposit tekstual struktural. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: pertama, terdapat beberapa prilaku bulliying yang terjadi di sekolah dasar, yaitu: berupa bullying secara verbal dan non verbal, secar verbal berupa menghina teman sebaya dari faktor fisik, yang hitam ataupun yang postur tubuh teman yang berbeda dengan teman lainnya, memanggil teman dengan sebutan nama oreang tua dan lain-lain. Sedangkan secara non verbal berupa mencubit teman sebaya ataupun berprilaku menyudutkan teman sebaya yang dianggap berbeda. Kedua, upaya strategis dalam mengatasi dan mencegah perilaku bullying pada siswa SD, dapat dilakukan dengan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam butir pancasila melalui pembelajaran, pembisaan, kesenian (lagu-lagu), pemberian penghargaan dan oleh pendidik kepada peserta didik

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore