1,040 research outputs found
APLIKASI PENJAWAB PESAN SINGKAT AUTOMATIS DENGAN BAHASA PYTHON
Kebutuhan akan informasi adalah
faktor utama yang mendorong perkembangan
teknologi telekomunikasi, khususnya
telekomunikasi seluler. Salah satu layanan yang
disediakan oleh telepon seluler adalah pesan
singkat (Short Messages Service-SMS). SMS
sekarang banyak digunakan sebagai penyampai
berita yang mudah dan murah.
Dengan memanfaatkan komputer serta
menggunakan aplikasi penjawab automatis,
pengguna dapat mengautomatisasikan kegiatan
membalas SMS yang akan menyita waktu
apabila dilakukan secara manual. Aplikasi yang
dibuat adalah aplikasi penjawab pesan singkat
automatis menggunakan bahasa Python versi
2.3.3 dengan program basisdata MS Access.
Aplikasi ini mengolah SMS yang masuk dan
mengirimkan jawaban yang paling sesuai
menurut data yang ada dalam basis-data secara
automatis. Diharapkan dengan aplikasi ini bisa
membantu pengelola atau karyawan agar dapat
menjalankan tugasnya dengan lebih baik.
Bagaimanapun juga karena ketergantungan
aplikasi ini pada penyedia layanan SMS, maka
bila penyedia tersebut mengalami gangguan,
maka penerimaan dan pengiriman SMS juga
akan mengalami gangguan.
Kata kunci : Aplikasi Penjawab Pesan Singkat
Automatis, SMS, basis-data, Pytho
peer review - Perlunya Revitalisasi Kebijakan jaminan Kesehatan di Indonesia (Budi setiyono)
PENYEBAB KURANG TERAWATNYA SISTEM AIR PENDINGIN MESIN INDUK DI MT. BAUHINIA
ABSTRAK
Setiyono, Muhamad Budi. 2025, “Penyebab kurang terawatnya sistem air pendingin
mesin induk di MT. BAUHINIA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman
Saleh., M. Pd., pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho,S.SiT.M.Si.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh penyebab kurang terawatnya sistem air
pendingin mesin induk di MT. BAUHINIA hal ini menyebabkan terjadinya korosi di
dalam sistem air pendingin jacket cooling main engine.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor apa penyebab kurang sisitem air
pendingin jacket cooling mesin induk di MT. BAUHINIA, dampak kurang terawatnya
sistem air pendingin dan bagaimana upaya untuk mengatasi penyebab kurang terawatnya
sistem air pendingin jacket cooling mesin induk. Metode yang digunakan dalam
penulisan ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data SHEL.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kurang
terawatnya sistem air pendingin mesin induk karena kualitas air tawar yang kurang baik.
Dampak dari kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling adalah terjadinya
korosi di dalam sistem fresh water jacket cooling. Upaya untuk menjaga agar pendingin
mesin tetap bekerja secara optimal adalah dengan melakukan perawatan sesuai dengan
prosedur perawatan sistem peendingin fresh water jacket cooling. Saran untuk mengatasi
kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling dengan melaksanakan planed
maintenance system(PMS), dan mengoptimalkan prosedur pengawasan
PENYEBAB KURANG TERAWATNYA SISTEM AIR PENDINGIN MESIN INDUK DI MT. BAUHINIA
ABSTRAK
Setiyono, Muhamad Budi. 2025, “Penyebab kurang terawatnya sistem air pendingin
mesin induk di MT. BAUHINIA”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi
Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Muh. Harliman
Saleh., M. Pd., pembimbing II: Anicitus Agung Nugroho,S.SiT.M.Si.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh penyebab kurang terawatnya sistem air
pendingin mesin induk di MT. BAUHINIA hal ini menyebabkan terjadinya korosi di
dalam sistem air pendingin jacket cooling main engine.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi faktor apa penyebab kurang sisitem air
pendingin jacket cooling mesin induk di MT. BAUHINIA, dampak kurang terawatnya
sistem air pendingin dan bagaimana upaya untuk mengatasi penyebab kurang terawatnya
sistem air pendingin jacket cooling mesin induk. Metode yang digunakan dalam
penulisan ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data SHEL.
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kurang
terawatnya sistem air pendingin mesin induk karena kualitas air tawar yang kurang baik.
Dampak dari kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling adalah terjadinya
korosi di dalam sistem fresh water jacket cooling. Upaya untuk menjaga agar pendingin
mesin tetap bekerja secara optimal adalah dengan melakukan perawatan sesuai dengan
prosedur perawatan sistem peendingin fresh water jacket cooling. Saran untuk mengatasi
kurang terawatnya sistem air pendingin jacket cooling dengan melaksanakan planed
maintenance system(PMS), dan mengoptimalkan prosedur pengawasan
Paradoks turystyki wiejskiej i łagodzenia ubóstwa
This research aims to analyze factors determining the competitiveness of rural tourism and assess its performance compared to the poverty level in each province in Indonesia. We employ four main pillars: enabling environment; travel and tourism policy and enabling conditions; infrastructure; and natural & cultural resources adopted from the Travel and Tourism Competitiveness Index of the World Economic Forum 2019. We conducted fieldwork in four provinces, namely Aceh, Bali, Central Java, and North Sulawesi, by spreading questionnaires and giving semi-structured interviews to obtain respondents’ insights. The poverty gap index measures the intensity level of poverty by employing an expenditure-based poverty line. This study discovers that infrastructure, natural & cultural resources, and enabling environment support rural tourism development in each province. We also find that the excellent performance of rural tourism competitiveness seems to have minimal impact on poverty. Bali has become the major icon of tourism in Indonesia; ironically, its poverty level is relatively higher than in other areas. Meanwhile, Central Java ranks as the second most competitive province after Bali, while the poverty level is the lowest. Our study offers community-based tourism (CBT) and corporate social responsibility (CSR) to resolve the situation. Niniejsze badanie ma na celu analizę czynników determinujących konkurencyjność turystyki wiejskiej i ocenę jej wyników w porównaniu z poziomem ubóstwa w każdej prowincji Indonezji. Praca opiera się na czterech głównych filarach: „środowisko wspomagające”, „polityka w zakresie podróży i turystyki oraz sprzyjające im warunki”, „infrastruktura” oraz „zasoby naturalne i kulturowe”, zaczerpniętych ze wskaźnika konkurencyjności podróży i turystyki (Travel and Tourism Competitiveness Index – TTCI) Światowego Forum Ekonomicznego 2019. Przeprowadzono badania terenowe w czterech prowincjach, a mianowicie: Aceh, Bali, Jawa Środkowa i Celebes Północny, rozprowadzając kwestionariusze i przeprowadzając częściowo ustrukturyzowane wywiady w celu uzyskania spostrzeżeń respondentów. Wskaźnik luki ubóstwa (ang. poverty gap index) mierzy poziom natężenia ubóstwa poprzez czastosowanie granicy ubóstwa opartej na wydatkach. Badanie to dowodzi, że infrastruktura, zasoby naturalne i kulturowe oraz środowisko wspomagające wspierają rozwój turystyki wiejskiej w każdej prowincji. Autorki uważają również, że doskonałe wyniki w zakresie konkurencyjności turystyki wiejskiej wydają się mieć minimalny wpływ na ubóstwo. Bali stało się główną ikoną turystyki w Indonezji; jak na ironię, jego poziom ubóstwa jest relatywnie wyższy niż na innych obszarach. Tymczasem Jawa Środkowa jest drugą najbardziej konkurencyjną prowincją po Bali, a poziom ubóstwa jest najniższy. Aby rozwiązać ten problem, autorki proponują rozwój turystyki opartej na społeczności (community-based tourism – CBT) i społeczną odpowiedzialność biznesu (corporate social responsibility – CSR)
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web di SMK Islam 1 Blitar
ABSTRAK Setiyono, Oni Budi. 2014. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pemrograman Web SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Suwasono, M.T., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M. Kom. Kata Kunci: project based learning, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dengan wawancara diketahui bahwa SMK Islam 1 Blitar menggunakan model pembelajaran Direct Instruction (DI) yang memiliki kelemahan yaitu guru menggunakan peranan pusat dalam model ini sehingga kesuksesan pembelajaran bergantung pada guru. Jika guru tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias dan terstruktur, hal ini akan menyebabkan siswa menjadi bosan, teralihkan perhatiannya dan pembelajaran akan terhambat. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui model pembelajaran berbasis proyek, siswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan dan pembiasaan untuk mandiri, mengembangkan pola pikir kritis, dapat memperoleh pengalaman secara langsung dan nyata. Ketika siswa bekerja dengan tim, mereka menemukan keterampilan merencanakan, mengorganisasi dan membuat rancangan serta pembagian tugas yang akan dikerjakan. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperiment tipe Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas X TKJ-1 sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan model project based learning dan kelas X TKJ-2 sebagai kelompok kontrol yang diberi perlakuan menggunakan model direct instruction. Teknik analisis data menggunakan uji ANOVA dua jalur (two ways ANOVA) karena terdapat dua faktor (variabel bebas), yaitu faktor variansi model pembelajaran dan faktor variansi tingkat kemampuan awal siswa (pre-test). Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) pada hasil uji anova dua jalur H01 yaitu nilai signifikansi kognitif, afektif, psikomotorik 0,05 pada kompetensi dasar 1 sedangkan kompetensi dasar 2 nilai signifikansi kognitif, afektif, psikomotorik 0,05 pada kompetensi dasar 1 dan 2. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi dan rendah, (2) terdapat pengaruh tingkat kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar kognitif dan psikomotorik siswa pada kompetensi dasar 1 yang diajar menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan Direct Instruction tetapi tidak terdapat perbedaan pada ranah afektif sedangkan pada kompetensi dasar 2 terdapat perbedaan hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor siswa dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar
THE EFFECT OF FACEBOOK AS MEDIA ON DESCRIPTIVE TEXT WRITING ACHIEVEMENT OF THE TENTH GRADE STUDENTS AT SENIOR HIGH SCHOOL
The purpose of this research was to know whether or not the use of Facebook
as media has significant effect on descriptive text writing achievement. Based on the
aim of this research, the researcher used experimental research design. In this
research, there would be two variables; dependent and independent variable. The
dependent variable was the students‘ writing achievement, while the independent
variable was media Facebook. More specifically, this research would use quasiexperimental
research with post-test only control group design. The research subject
was the tenth grade students of SMAN 1 Gambiran. There were two kinds of data in
this research, primary and secondary data. The primary data was taken from the test.
It deals with students‘ English scores. Meanwhile, the secondary data was taken from
the results of writing test and observation. The collected data were analyzed
statistically by using t test formula. This analysis was useful to know whether the
mean difference was significant or not between the experimental group and the
control group.
Based on the result of data analysis, it can be said that using Facebook as
media in teaching learning process gave a significant effect on writing achievement
of the tenth grade students of senior high school. It was proved by the results of the
output of independent sample t-test by using SPSS on previous section, the
significant column value of t-test was 0.000 and it was less than 0.05. It indicated that
the result of t-test analysis was significant.
From table scores of posttest, it can be seen that the experimental group who
was taught writing by using Facebook as media in teaching learning process got
better scores compared to the control group who was taught writing without
Facebook. Based on the result, the students in the experimental group were more
active than the students in the control group. It happened because the students in the
experimental group were so interested in writing a descriptive text using Facebook
group. It helped them write the description easily.
It was suggested that the English teacher of the tenth grade of senior high
school apply Facebook as the teaching media, especially in teaching writing. It was
easier for students to organize their ideas especially in a descriptive text by using
Facebook. Besides, the use of Facebook as media in teaching learning process were
interesting and providing stimulus to the students for using language in productive
skills, especially in writing
A EFEKTIVITAS PENGAJARAN MENULIS TEKS RECOUNT DENGAN MENGGUNAKAN TIKTOK UNTUK SISWA KELAS SEPULUH SMA HASANUDDIN WAJAK
EFEKTIVITAS PENGAJARAN MENULIS TEKS RECOUNT DENGAN MENGGUNAKAN TIKTOK UNTUK SISWA KELAS SEPULUH SMA HASANUDDIN WAJAK
Ulfatul Khasanah1, Enis Fitriani2, Jasuli3
1Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Budi Utomo Malang
e-mail : [email protected]
2 Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Budi Utomo Malang
e-mail : [email protected]
3 Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Budi Utomo Malang
e-mail : [email protected]
Informasi Artikel
ABSTRACT
Submit : 06-08-2022
Diterima : xx-xx-2022
Dipublikasikan : xx-xx-2022
This research is aimed to determine whether classes taught using Tiktok have better results than classes taught without using Tiktok. Students today are familiar with Tiktok because of its easy and flexible access. By using Tiktok students can create their writings so that they are more interesting to read and can be seen by many people. This is a quasi-experimental research. The experimental group was taught using Tiktok and the control group was taught without using Tiktok. The author used a pre-test to find out that both groups had relatively the same background knowledge in the research variables and a post-test to find an increase in scores as a measure of achievement. The author uses tests to calculate and hypothesize.
Keywords : Writing, Recount Text, Tiktok
Penerbit
ABSTRAK
IKIP Budi Utomo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelas yang diajarkan menggunakan Tiktok memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelas yang diajar tanpa menggunakan Tiktok. Siswa pada era sekarang banyak mengenal Tiktok karena aksesnya yang mudah dan fleksibel. Dengan menggunakan Tiktok siswa dapat mengreasikan hasil tulisannya agar lebih menarik untuk dibaca dan dapat dilihat banyak orang. Ini adalah penilitian quasi eksperimen. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan Tiktok dan kelompok kontrol diajar tanpa menggunakan Tiktok. Penulis menggunakan pre-test untuk mengetahui bahwa kedua kelompok mempunyai latar belakang pengetahuan yang relatif sama dalam variable penelitian dan post-test untuk menemukan peningkatan nilai sebagai ukuran prestasi. Penulis menggunakan test untuk menghitung dan menghipotesis.
Kata Kunci : Menulis, Teks Recount, Tiktok
 
Korupsi, Transisi Demokrasi & Peran Organisasi Civil Society (CSO): Sebuah Tinjauan Teoritis
Abstract
Corruption is a problem in countries around the world. Nevertheless, corruption exists in these countries in many different ways including causes, forms, degrees and consequences. Subsequently, an effective effort to curb corruption needs to accommodate multiple socio-political contexts that may be factors in the problem of corruption, especially in transitional democracies where the situation is typically more complex.
Studies on corruption in transitional democracies —and more broadly in the developing world— have increased since the last two decades following the end of the Cold War. This increased attention is partly driven by awareness among experts across disciplines that corruption potentially hampers economic development, reduces the quality of public services, and distorts democratic values in general. In most developing countries, corruption undermines and jeopardises the democratic transition processes that are taking place.
Recent studies generally have recognised the importance of understanding the social context of corruption and try explicitly to pinpoint the social situations that make corruption more likely to occur in transitional democracies. As well, such studies offered recommendations that suited specific social dynamics of the countries. Many of the studies generally consider that CSOs carry out a significant —if not central— position in the struggle against corruption; for two reasons: (1) Civil society leaders have become leading actors in terminating authoritarian regime, so they could continue their role in consolidating democracy, including combatting corruption; and (2) CSOs need to step forward in fighting corruption because of the failure of the state in dealing with the problem.
Keywords: corruption, democracy, civil societ
- …
