1,722,566 research outputs found
Komposisi karawitan "Buntet"
Komposisi karawitan "Buntet"
Karya: Wendo Setiyono, Ujian penyajian karawitan, Pendapa ISI Surakart
REPRESENTASI KEKUASAAN TOKOH INFORMAL DALAM NOVEL DASAMUKA KARYA JUNAEDI SETIYONO
Research on Representation of the Powers of Informal People in Novel Dasamuka Karya Junaedi Setiyono is trying to reveal the power of informalleaders. The selection of Dasamuka's novel by Junaedi Setiyono is based on theidea that the novel comprehensively describes the power of informal leaders in thereality of life recorded in the form of literary works.The problems studied in this research are the representation of dominance and the strength of informal leaders. This is based on the consideration that both represent the power of informal leaders used to explore the power of informalleaders in a literary work. The theory used in this research is literary hegemony byAntonio Gramsci.The method used in this research is descriptive qualitative with approach ofsociology of literature. The source data is a novel titled Dasamuka Junaedi Setiyono work. The form of data in the form of sentences, excerpts and sequences of stories in novels relating to research problems. Data collection in this researchusing the technique of documentation and analyzing using qualitative descriptive technique.Based on the result of the research, it can be concluded that there presentation of informal leaders in Dasamuka novel by Junaedi Setiyono is are presentation of domination and strength. Representation of the dominance of informal leaders is reflected in the dominance of actions, attitudes, speeches andthe role of informal leaders who describe the things that informal leaders do incontrolling social groups. The representation of the power of informal figures is illustrated in the power of ideas / powers of thinking, the power of managing tactics, the power of convincing others, and the risk-taking power that describes the power within the informal leaders in creating power. The value of education relevant to all of this research is as a means of analysis of the subject of sociology of literature
Pengaruh Saat Penanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Hasil
Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ubijalar (Ipomoea batatas L.) dapat dilakukan dengan penggunaan varietas
unggul dan rekayasa mikroklimat dengan pola tumpangsari. Tumpangsari ubijalar dengan kacang hijau dapat dilakukan.
Namun, harus dilakukan pengaturan saat tanam guna mengurangi persaingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
interaksi saat penanaman kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil ubijalar apabila ditanam dengan pola
tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Agroteknopark Universitas Jember pada bulan Maret sampai
Agustus 2013. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pengujian Duncan
Muliple Range Test (DMRT) 5% yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor pertama varietas yang terdiri dari
Sawentar, Beta-1, Beta-2, Antin-1, Sari, Kidal, Beni Azuma, dan Papua Salossa. Faktor kedua saat tanam kacang hijau
yang ditanam bersamaan dengan ubijalar (U1), kacang hijau ditanam pada hari ke-7 setelah penanaman ubijalar (U2),
kacang hijau ditanam pada hari ke-14 setelah penanaman ubijalar (U3). Jarak tanam ubijalar 40 x 80 cm dan jarak tanam
kacang hijau 40 x 80 cm. Variabel pengamatan yang dilakukan adalah panjang batang ubijalar, bobot total umbi, jumlah
umbi total, bobot umbi dapat dipasarkan, dan jumlah umbi dapat dipasarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat
tanam kacang hijau tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan ubijalar dan varietas ubijalar Beta-2
menghasilkan berat total umbi 554,2 gram/tanaman 12 ton/ha
PENGARUH WAKTU PENGOMPOSAN MEDIA DAN DOSIS KOTORAN
Bagian jamur merang yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi adalah bagian tubuh buah yang masih muda dan tudungnya belum
berkembang. Jerami merupakan bahan baku utama dalam budidaya jamur merang, karena mengandung selulosa dan hemiselulosa yang
cukup tinggi untuk menunjang pertumbuhan jamur. Jamur merang dapat tumbuh dengan baik pada media yang telah dikomposkan terlebih
dahulu. Tambahan nutrisi pada media tumbuh juga sangat diperlukan untuk proses pertumbuhan jamur misalnya kotoran ayam. Kotoran
ayam mengandung protein, karbohidrat, lemak dan senyawa organik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengomposan
dan dosis kotoran ayam pada media terhadap hasil dan kandungan protein jamur merang. Penelitian ini dilakukan di Kumbung Desa
Manggaran Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2014. Penelitian menggunakan
rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial dan di ulang 3 kali. Faktor pertama adalah dosis kotoran ayam terdiri 3 taraf. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa:(1)Tidak terdapat interaksi perlakuan antara waktu pengomposan media(P) dengan dosis kotoran ayam(D)
terhadap hasil dan kandungan protein jamur merang, (2)Perlakuan waktu pengomposan media(P) memberikan hasil berbeda nyata pada
parameter jumlah seluruh tubuh buah dan berat total tubuh buah jamur dan berpengaruh berbeda sangat nyata pada parameter lama periode
panen. dan (3)Perlakuan dosis kotoran ayam(D) yang diberikan berpengaruh tidak nyata terhadap hasil jamur meran
Pengaruh Jarak Tanam pada Sistem SRI dan Konsentrasi Pupuk Kalium Nitrat Secara Foliar
Padi merupakan komoditi penting karena merupakan makanan pokok hampir penduduk dunia termasuk Indonesia. SRI dipandang
mampu memberikan produktivitas lahan yang tinggi, efisien air, mampu mengendalikan hama tanaman secara ramah lingkungan. Jarak
tanam memberikan lingkungan tumbuh tanaman baik, mengurangi kompetisi antar dan dalam tanaman. Pupuk KNO3 bisa dijadikan solusi
untuk meningkatkan produksi tanaman padi. Penelitian bertujan untuk mengetahui : (1) Interakasi antara jarak tanam dan dosis pupuk
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (2) Jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (3) konsentrasi pupuk Kalium
Nitrat (KNO3) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan
rancangan petak terbagi yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama jarak tanam dengan 3 taraf yaitu P1 (30 x 35 cm), P2 (30 x 30 cm), P3
(35 x 35 cm). Faktor kedua konsentrasi pupuk KNO3 yang terdiri 4 taraf yaitu D0 (kontrol), D1 (2 gram/L), D2 (4 gram/L), D3 (6 gram/L)
dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati : tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat basah akar, berat basah brangkasan,
berat kering akar, berat kering brangkasan, hari keluarnya malai, jumlah cabang malai per tanaman, panjang malai, kadar air biji, berat biji
per tanaman, berat 100 biji, dan jumlah anakan. Data dianalisis dengan sidik ragam dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa terdapat interaksi pengaruh jarak tanam SRI dan konsentrasi pupuk KNO3 pada parameter tinggi tanaman, jumlah
cabang malai per tanaman, berat 100 biji dan jumlah anakan, sedangkan untuk hasil jarak tanam yang baik bagi petumbahan dan hasil padi
adalah jarak tanam P3 (35x35 cm) sementara konsentrasi pupuk KNO3 yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil padi adalah D3 (4 gram per
liter)
PENINGKATAN HASIL DAN KANDUNGAN KALSIUM JAMUR MERANG
Jamur merang (Volvariella volvaceae (Bulliard ex Fries) Singer) merupakan salah satu komoditas pertanian yang mempunyai masa depan baik untuk
dikembangkan. Dedak padi dan dedak jagung merupakan sumber karbohidrat yang mengandung banyak unsur karbon (C) dan nitrogen (N) yang dapat
digunakan sebagai tambahan nutrisi pada media tumbuh jamur merang. Penambahan serbuk sabut kelapa (cocopeat) pada media tanam dapat meningkatkan
kadar kalsium dalam tanah. Berdasarkan hal tersebut penggunaan serbuk sabut kelapa sebagai campuran media tanam jamur merang pada penelitian yang telah
dilakukan dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan bahan tersebut meningkatkan kandungan kalsium dalam tubuh buah jamur merang. Pemanfaatan
serbuk sabut kelapa dan penambahan sumber karbon memberikan pengaruh interaksi pada kecepatan panen, perlakuan M3V1 (jerami+cocopeat 1:2 dan
dedak padi) memberikan kecepatan panen tercepat yaitu 10 hst. Ditinjau dari segi penambahan sumber karbon, macam karbon yang dikombinasikan tidak
menunjukkan peningkatan hasil, namun apabila sumber karbon tidak dikombinasikan seperti perlakuan V2 (dedak padi+dedak jagung) memberikan pengaruh
terhadap berat total dan jumlah total tubuh buah jamur merang, perlakuan V3 (dedak jagung) dan V1 (dedak padi) merupakan perlakuan terbaik dengan berat
total tubuh buah jamur merang 455,44 g dan 433,06 g. Pemanfaatan serbuk sabut kelapa pada media tanam dapat meningkatkan kandungan kalsium jamur
merang, namun tidak pada semua perlakuan. Perlakuan V2 (dedak padi
Marketing Politik Pasangan Sehat (Setiyono – Raharto Teno Prasetyo) Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Pasuruan 2015.
Pada pemilukada serentak tahap pertama yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015, Kota Pasuruan menyelenggarakan Pemilukada langsung sebagai bentuk perwujudan dari demokrasi. Pemilukada tersebut diikuti oleh tiga pasangan calon, antara lain Yus Syamsul Hadi Subakir dan Agus Wibowo (Pasangan Iya), Setiyono dan Raharto (Pasangan sehat), dan Hasani dan M. Yasin (Pasangan Berhasil). Pilkada tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Pasangan Setiyono dan Raharto (Pasangan Sehat). Kemenangan Pasangan sehat menarik untuk dikaji, hal ini dikarenakan prosentasi partisipasi masyarakat Kota Pasuruan menduduki posisi tertinggi di Jawa Timur dengan perolehan sebanyak 79.61%. Maka dari itu, penulis melakukan penelitian strategi marketing politik Pasangan Sehat (Setiyono – Raharto Teno Prasetyo) dalam Pemilukada Kota Pasuruan Tahun 2015. Penelitian kualitatif ini menggunakan konsep marketing politik 4Ps menurut Niffenneger dalam menganalisis strategi yang digunakan Pasangan sehat. Strategi marketing politik 4Ps Pasangan sehat tersebut antara lain mencakup Pertama, produk politik (product) yang terdiri dari, platform partai-partai koalisi hebat, past record Setiyono dan Raharto, dan karakteristik personal Pasangan Sehat. Kedua, Promosi (promotion) yang terdiri dari advertising, event debat, sosialisasi langsung, dan kampanye akbar dengan artis. Ketiga, harga (price) yang terdiri dari biaya ekonomi, biaya psikologi, dan efek image nasional. Keempat, tempat (place) yang terdiri dari pendekatan personal masyarakat seperti di daerah pelabuhan dan daerah rawan bencana, dan program volunteer. Selain itu segmentasi juga hal yang harus ditentukan oleh Pasangan Sehat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meunjukkan bahwa strategi yang digunakan Pasangan sehat mampu membuat masyarakat memberikan dukungannya. Pasangat Sehat didukung oleh Koalisi Hebat yang terdiri dari beberapa partai minoritas yang mendukungnya. Selain itu, promosi yang dilakukan Pasangan sehat mampu diterima masyarakat dan tepat sasara
PENGARUH DOSIS PEMUPUKAN BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL
National corn production and productivity are still low, so they need an improvement. Planting corn on the sidelines of rubber trees in
agroforestry system is needed considering the decline in agricultural land for corn cultivation. In order to obtain high growth and yield of corn
plants in agroforestry system, it is necessary to apply appropriate dosage of fertilizer and the use of appropriate varieties. The research in
purpose of gaining the most influential dose of Bokashi and varieties on the growth and yield of composite corn in agroforestry system of
rubber trees was conducted in Gunung Terong Plantation, Kalibaru, Banyuwangi. The research used split plot design, randomized complete
block design with three replications. The main plot was composite corn varieties: Bisma, Lamuru and Penjalinan. The subplot was bokashi
fertilizer dosages: 0, 5, 10 and 15 ton/ha. Data were analyzed by analysis of variance and Duncan's multiple range test (α, 5%). The results
showed that there was an interaction between dose of bokashi fertilizer and varieties of some parameters of plant growth and yield. Bisma
variety with bokasi fertilizer dosage of 15 tons/ha had the best yields on plant height, leaf breadth, shoot dry weight, cob length, and plant
productivity with consecutive values: 291.56 cm, 5029.06 cm2, 74.29 g , 18.13 cm and 9.53 tons/ha
RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN KADAR GULA
Salah satu upaya peningkatan produktivitas tanaman tebu adalah memperbaiki cara budidaya melalui pemupukan. Unsur N sangat penting
bagi pertumbuhan dan hasil tebu. Peran utama nitrogen (N) bagi tanaman tebu adalah untuk memacu pertumbuhan secara keseluruhan,
khususnya batang, anakan, dan daun. kekurangan nitrogen menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman, produksi dan kwalitasnya
sedangkan kelebihan N akan menyebabkan sintesis protein pada tanaman tebu akan meningkat sehingga menurunkan rendemen (Kadar
gula). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan dan perlakuan 7 taraf suplai N,
yaitu N1 = 231, N2=252, N3= 273, N4= 294, N5= 315, N6= 336 dan N7= 357 dengan menggunakan varietas bululawang. Hasil sidik
ragam data pertumbuhan vegetatif dan kadar gula tanaman tebu terhadap suplai nitrogen. suplai pupuk N pada tanaman tebu berbeda sangat
nyata pada parameter brix nira, lilit batang tebu. Dan berbeda nyata terhadap berat segar batang dan kadar klorofil, serta berbeda tidak nyata
terhadap panjang batang tanaman teb
- …
