1,720,967 research outputs found
DESAIN TERAS REAKTOR RISET INOVATIF (RRI). ESTIMASI DAN ANALISIS DISTRIBUSI PANAS GAMMA
Panas gamma merupakan faktor yang sangat diperlukan untuk analisis keselamatan pada setiap fasilitas eksperimen yang akan dilakukan di teras reaktor nuklir. Panas gamma merupakan sumber panas internal yang harus dihitung dengan tepat, karena berkaitan dengan masalah keselamatan. Nilai panas gamma sangat bergantung pada karakteristik teras reaktor secara keseluruhan, sehingga setiap desain teras baru harus dilengkapi dengan penentuan nilai distribusi panas gammanya. Reaktor Riset Inovatif (RRI) merupakan reaktor riset desain baru yang harus dilengkapi dengan data keselamatannya, termasuk dalam hal ini nilai dan distribusi panas gammanya. Untuk keperluan tersebut, telah dilakukan perhitungan dan analisis distribusi panas gamma teras dan fasilitas iradiasi refletortor RRI dengan menggunakan program Gamset yang telah dimodifikasi dan divalidasi untuk model teras RRI. Diperoleh hasil bahwa di pusat teras reaktor memiliki nilai panas gamma yang cukup tinggi (11,75 W/g), jauh lebih besar dari reaktor RSG-GAS Akan tetapi penempatan semua fasilitas iradiasi di reflektor menunjukkan bahwa desain RRI jauh lebih aman untuk iradiasi dibanding dengan di RSG-GAS, karena memiliki panas gamma di reflektor yang sangat rendah. Disimpulkan bahwa berdasarkan nilai panas gamma di reflektor yang sangat rendah, desain teras reaktor RRI lebih aman untuk penggunaan berbagai jenis iradiasi. ABSTRACT The Gamma heating value is an important factor needed for safety analysis of each experiments that will be realized on research reactor core. Gamma heat is internal heat source occurs in each irradiation facilities or any material irradiated in reactor core. This value should be determined correctly because of the safety related problems. The gamma heating value is in general depend on reactor core characteristics, different one and other, and then each new reactor design should be completed by gamma heating data. The Innovative Research Reactor is one of the new reactor design that should be completed with any safety data, including the gamma heating value. For this reasons, calculation and analysis of gamma heating in the hole of reactor core and irradiation facilities in reflector had been done by using of modified and validated Gamset computer code. The result shown that gamma heating value of 11.75 W/g is the highest value at the center of reactor core, higher than gamma heating value of RSG-GAS. However, placement of all irradiation facilities in reflector show that safety characteristics for irradiation facilities of innovative research reactor more better than RSG-GAS reactor. Regarding the results obtained, and based on placement of irradiation facilities in reflector, can be concluded that innovative research reactor more safe for any irradiation used
ANALISIS PENGARUH POWER DAN PARTNERSHIP TERHADAP EFEKTIFITAS SALURAN DISTRIBUSI DRY- CONSUMER PRODUCT (STUDI'KASUS : DI PT.TIGARAKSA SATRIA Tbk SEMARANG JAWA TENGAH)
ABSTRACT
A Company is one of the subject which handle in growing up for national economy environment. Lastly people and consumer concern is crisis to solve every issues or even problem diplomatic which occurred in distribution activity for consumer goods, In the past few days, the distribution topic is booming because of economic crisis happended in the past two years. This issue about distribution come out because of bad distribution about some commodity after uncertainly situation about May 13-14, 1998. One of the impact because of bad handling consumer goods distribution is social inflication happened. The purpose of this research is knowing how much the impact of PT.Tigaraksa Satria Tbk, power and its partnerships toward distribution efectivity till product can be handed to every consumer as soon as possible, on time and as much as consumer needed.
This research has been analyzed to find the impact of the power and partnerships toward the efektivity distribution channel. The sample in this research is 100 responden.
The technique of the analysis is using Structural Equation Model (SEM) that is used to examine two hyphotesis that has been developed. The result of the examination 'shoVirs "the poSitive impact between power toward distribution channel efektivity and partnerships toward distribution channel efektivity.
The acceptable test for signification test model have done by testing goodness of fit that is GFI (Goodness of Fit Index), AGFI ( Adjusted Goodness of Fit Index), RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation), TLI (Tucker Lewis Index).
ABSTRAKSI
Perusahaan adalah merupakan salah satu pelaku perekonomian bangsa yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Pada akhir - akhir ini masyarakat dan konsumen tampak semakin kritis dalam menanggapi setiap permasalahan atau penyimpangan yang terjadi dalam kegiatan penyaluran produk¬produk consumer. Belakangan ini distribusi menjadi topik pembicaraan yang hangat sehubungan dengan krisis ekonomi yang melanda selama periode 1997 sampai dengan sekarang. Persoalan mengenai distribusi ini mengemuka sehubungan dengan tidak lancarnya distribusi sejumlah komoditas pasca kerusuhan 13- 14 mei 1998. Dampak yang dapat ditimbulkan bib terjadi kesalahan dalam pengelolaan produk-produk consumer, salah satu diantaranya adalah terjadi keresahan sosial yang diakibatkan oleh kelangkaan produk, disuatu daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh power yang dimiliki PT.Tigaraksa Satria Tbk, dan partnership terhadap efektifitas saluran distribusi sehingga produk dapat sampai ke konsumen secara cepat, tepat dan menyeluruh sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
Pada penelitian ini telah dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh power dan partnership terhadap efektifitas saluran distribusi dry consumer product. Sampel yang diambil di dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden.
Telcnik analisis dengan menggunakan Struktural Equation Model digunakan untuk menguji 2 (dua) hipotesa yang telah dikembangkan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya pengaruh yang positif antara power terhadap efektifitas saluran distribusi dan antara partnership terhadap efektifitas saluran distribusi.
Hasil komputasi untuk pengujian model menunjukkan hasil yang dapat diterima dengan menggunakan Goodnes of Fit yaitu GFI (Goodness of Fit Index), AGFI (Adjusted Goodness of Fit Index), RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation), TLI (Tucker Lewis Index), dan CR (Critical Ratio)
EFEKTIVITAS PENERAPAN SANKSI DENDA E-TILANG BAGI PELANGGAR LALU LINTAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR REMBANG (Studi di Polres Rembang)
Sistem E-tilang akan menggantikan sistem tilang manual yang menggunakan blanko/surat tilang, dimana pengendara yang melanggar akan dicatat melalui aplikasi yang dimiliki personel kepolisian. Penelitian ini meneliti tentang Efektivitas Penerapan Sanksi Denda E-tilang Bagi Pelanggar Lalu Lintas Berdasarkan Undang Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Di Wilayah Hukum Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah Resor Rembang. Pelanggaran lalu lintas tidak dapat dibiarkan begitu saja karena sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan karena faktor manusia pengguna jalan yang tidak patuh terhadap peraturan lalu lintas. Salah satu cara untuk menekan pelanggaran adalah dengan melakukan sanksi administrative (tilang) yang dilakukan oleh pihak kepolisian, maka perlu adanya sebuah sistem informasi yang didukung oleh sebuah perangkat lunak berbasis jaringan atau website yang memungkinkan penyebaran informasi kepada setiap anggota kepolisian secara real time. Perangkat lunak yang dimaksud adalah sebuah program aplikasi berbasis android untuk pelaksanaan tilang secara elektronik. Kepolisian Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah Resor Rembang dalam menyelesaikan kejadian perkara pelangaran lalu lintas.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan system E-tilang di Resor Rembang bisa dikatakan efektif apabila diiringi dengan kemampuan masyarakat dan aparat dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi komunikasi dan didampingi dengan sosialisasi yang baik dengan seluruh lini masyarakat serta kerjasama yang baik antara Polres Rembang dengan Penyedia layanan jasa komunikasi dual band yang digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan data pada aplikasi. Penerapan E-tilang akan menjadi sangat efektif apabila mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi komunikasi dan didampingi dengan sosialisasi yang baik dengan seluruh lini masyarakat. Masih banyak dari mereka yang belum tahu mengenai adanya E-tilang sehingga perlunya sosialisasi yang lebih gencar dan merata kepada masyarakat. Belum banyaknya masyarakat yang memiliki aplikasi E-tilang ini dikarenakan sosialisasi yang kurang sehingga hal ini mengindikasikan bahwa perlunya sosialisasi agar masyarakat tahu mekanisme E-tilang yang benar dan manfaatnya bagi masyarakat. Permasalahan integrasi data kendaraan yang menyajikan data kendaraan yang berbeda-beda membuat penerapan E-tilang tidak optimal sehingga perlu untuk mengoptimalkan updating data Kepolisian tentang kepemilikan kendaraan yang terintegrasi dengan data dari lintas daerah baik regional maupun nasional. Meningkatkan keamanan data base dan ditanggulangi sejak awal, serangan ini bisa merusak seluruh rencana yang sudah disusun Polri untuk memperbaiki sistem di Kepolisian.
Kata Kunci : Sistem E Tilang, Pelanggaran Lalu Lintas, Denda Tilang
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBELI DALAM SENGKETA TANAH DAN BANGUNAN AKIBAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI
ABSTRAK
Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Dalam Sengketa Tanah dan Bangunan Akibat Perjanjian Pengikatan Jual Beli
Perjanjian pengikatan jual beli dibuat sebagai akibat belum terpenuhinya persyaratan yang ditentukan oleh Undang-undang berkaitan dengan jual beli atas tanah. Permasalahan terkadang terjadi akibat wanprestasinya salah satu pihak sehingga megakibatkan pihak yang lain merasa dirugikan. Fakta-fakta yang ada di lapangan membuktikan bahwa posisi konsumen berada pada bagian yang lemah serta perlindungan hukum terhadapnya belum terjamin.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepastian hukum terhadap perjanjian pengikatan jual beli yang dibuat oleh developer dan konsumen, serta perlindungan hukum terhadap pembeli dalam sengketa tanah dan bangunan akibat perjanjian pengikatan jual beli dalam prakteknya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dan bersifat deskriptif analistis, dengan subyek yang diteliti adalah para pihak yang terkait dalam kasus sengketa tanah dan bangunan akibat perjanjian jual beli, antara lain Hakim Pengadilan Negeri dan Hakim Mahkamah Agung, Notaris, serta para pihak yang melakukan perjanjian pengikatan jual beli.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian pengikatan jual beli yang dibuat antara developer dan konsumen pada dasarnya merupakan perjanjian pendahuluan sebelum dilaksanakan pembuatan akta jual beli. Kepastian hukum dalam perjanjian pengikatan jual beli tergantung dari bentuk perjanjian itu sendiri, perjanjian jual beli yang dibuat dihadapan Notaris mempunyai kekuatan pembuktian yang lebih kuat daripada yang dibuat secara di bawah tangan; Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen memberikan perlindungan hukum terhadap pembeli dalam sengketa tanah dan bangunan akibat perjanjian pengikatan jual beli dalam bentuk penyelesaian melalui kesepakatan para pihak, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan melalui Pengadilan.
Kepastian hukum serta perlindungan hukum bagi konsumen dapat terjamin dengan adanya pemberian jaminan Bank Garansi oleh developer yang digunakan untuk menjamin agar developer memenuhi kewajibannya kepada konsumen berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli yang telah disepakati oleh kedua belah pihak
Analisis Yuridis Jual/Beli Tanah Yg Dilaksanakan Dengan Perjanjian Di Bawah Tangan Terhadap Proses Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah (Analisis Putusan Nomor: 17/Pdt.G/2013/Dpk)
Sesuai dengan “Pasal 37 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanahâ€, Jual beli tanah yang benar yaitu dengan bentuk pembuatan akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), yang nantinya digunakan sebagai syarat untuk pendaftaran peralihan hak atas tanah/balik nama sertifikat ke Kantor Pertanahan setempat. Namun dalam prakteknya di dalam masyarakat saat ini masih banyak dijumpai kegiatan jual beli tanah yang dilakukan tidak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Yaitu proses Jual beli tanah yang dilaksanakan dengan perjanjian di bawah tangan. Penelitian yang dilaksanakan mempergunakan metodelogi pendekatan yuridis normatif yang berupa penelitian kepustakaan. Data yang dipakai dalam melaksanakan penelitian ini yaitu menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa status jual beli tanah yang dilaksanakan dalam sebuah perjanjian di bawah tangan merupakan perbuatan hukum dapat dikategorikan tetap syah, karena Perjanjian jual beli di bawah tangan tersebut pada prinsipnya telah memenuhi syarat-syarat yang diatur di dalam “Pasal 1320 KUHPerdata†yg merupakan syarat sahnya suatu perjanjian. dan jual beli dimaksud juga telah memenuhi syarat-syarat materiil, baik terkait penjual, pembeli ataupun tanahnya. Namun, agar perbuatan hukumnya dapat didaftarkan pada Kantor Pertanahan untuk melakukan perubahan data kepemilikan/balik nama sertifikat, hal ini memerlukan putusan dari pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum yg bersifat tetap/ingkrah. Putusan pengadilan dapat dipergunakan sebagai syarat untuk pendaftaran peralihan hak atas tanah/balik nama sertifikat ke Kantor Pertanahan. Sesuai dengan “Pasal 37 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanahâ€. Namun sebagai akibat hukum dari “putusan pengadilan negeri depok nomor: 17/PDT.G/2013/PN.Dpk†yaitu para pihak harus tunduk untuk mematuhi dan melaksanakannya. Terhadap putusan tersebut, Kantor Pertanahan Kota Depok harus menjalankan isi dari putusan tersebut, dalam hal ini merubah data kepemilikan/menjalankan proses balik nama atas sertifikat ke atas nama pemegang hak terakhir yaitu pembeli. Peranan dari putusan pengadilan negeri adalah sebagai dasar hukum pendaftaran peralihan hak atas tanah/balik nama sertifikat dapat dilihat dalam “Pasal 55 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tana
Pembuatan Aransemen Lagu Daerah "Gundul-Gundul Pacul" Untuk Kwintet Tiup Logam Dengan Iringan Combo Band
Bangsa Indonesia memiliki begitu banyak lagu-lagu tradisional, antara lain lagu Gundul Pacul karya R.C. Hardjosoebrata, berlirik bahasa Jawa dan merupakan lagu dolanan yang sangat populer di kalangan masyarakat dan biasanya dinyanyikan oleh anak-anak
Karya tulis ini mengetengahkan proses penggarapan aransemen ditujukan untuk memperkenalkan lagu tersebut dan juga permainan musik dalam bentuk kuintet tiup logam dengan iringan combo band dalam format 2 trompet, I horn, I trombon, 1 tuba, 1 gitar bass dan 1 drumset.
Karya tulis ini berisi pula riwayat hidup pencipta lagu serta pengertian kuintet secara umum. Dalam lagu Gundul Pacul ini hanya menganalisis bentuknya saja sedanckan syair hanya sebagai pelengkap. Aransemen ini terdiri dari 2 bagian yaitu AABB dengan jumlah birama 16, menggunakan tempo moderato dalam sukat 4/4. Kemudian aransemen ini disusun dalam 5 bagian terdiri dari unsur- unsw• sebagai berikut: introduksi, lagu (song), bagian tengah development, interlude, lagu' dan sedikitfi/er. Dalam aransemen ini menggunakan gaya bosanova dan waltz.
Dari aransemen ini diharapkan dapat merangsang dan menjembatani para musisi-musisi tanah air untuk lebih aktif dalam mengolah karya-kacya lagu dolanan anak khususnya kedalam bentuk musik kuintet tiup logam atau ansambel bras
PENGARUH VARIASI JUMLAH LUBANG DAN SUSUNAN LUBANG SECARA ZIG-ZAG DAN TERATUR PADA TUNGKU BRIKET BATUBARA TERHADAP TEMPERATUR DAN GAS CO HASIL PEMBAKARAN
Tungku briket batubara masih kurang penggunaanya untuk
keperluan rumah tangga dan industri kecil. Hal ini disebabkan tungku briket batubara proses penyalaannya lama, dan memiliki kekurangan seperti temperatur yang dihasilkan masih rendah. Maka dibutuhkan usaha untuk meningkatkan temperatur hasil pembakaran, yaitu dengan perlakuan pemasukan jumlah udara pembakaran supaya dapat
menghasilkan pembakaran yang sempurna. Dalam penelitian ini menganalisa tungku briket batubara dengan variasi 10, 25, dan 40 lubang secara zig-zag dan teratur terhadap temperatur pembakaran. Tahap dari penelitian ini yaitu (1) uji karakterisasi pembakaran tungku briket batubara susunan lubang teratur. (2) uji karakterisasi pembakaran tungku briket batubara susunan lubang zig-zag. Dari pengujian ini akan didapatkan data berupa temperatur dan karbon monoksida (CO) hasil pembakaran. Dari hasil penelitian pada tungku briket batubara dengan dinding 10 lubang pada susunan teratur temperatur tertinggi 276 0C dengan CO terendah 305 PPM sedang pada susunan zig-zag temperatur tertinggi 284
0C dengan CO terendah 234 PPM sedang dinding 25 lubang pada
susunan teratur temperatur tertinggi 207 0C dengan CO terendah 200 PPM sedang pada susunan zig-zag temperatur tertinggi 365 0C dengan CO terendah 163 PPM dan dinding 40 lubang pada susunan teratur temperatur tertinggi 581 0C dengan CO terendah 37 PPM sedang pada susunan zig-zag temperatur tertinggi 626 0C dengan CO terendah 64 PPM
ANALYSIS OF GAMMA HEATING AT TRIGA MARK REACTOR CORE BANDUNG USING PLATE TYPE FUEL
ABSTRACT In accordance with the discontinuation of TRIGA fuel element production by its producer, the operation of all TRIGA type reactor of at all over the word will be disturbed, as well as TRIGA reactor in Bandung. In order to support the continuous operation of Bandung TRIGA reactor, a study on utilization of fuel plate mode, as used at RSG-GAS reactor, to replace the cylindrical model has been done. Various assessments have been done, including core design calculation and its safety aspects. Based on the neutronic calculation, utilization of fuel plate shows that Bandung TRIGA reactor can be operated by 20 fuel elements only. Compared with the original core, the new reactor core configuration is smaller and it results in some empty space that can be used for in-core irradiation facilities. Due to the existing of in-core irradiation facilities, the gamma heating value became a new factor that should be evaluated for safety analysis. For this reason, the gamma heating for TRIGA Bandung reactor using fuel plate was calculated by Gamset computer code. The calculations based on linear attenuation equations, line sources and gamma propagation on space. Calculations were also done for reflector positions (Lazy Susan irradiation facilities) and central irradiation position (CIP), especially for any material samples. The calculation results show that gamma heating for CIP is significantly important (0,87 W/g), but very low value for Lazy Susan position (lest then 0,11 W/g). Based on this results, it can be concluded that the utilization of CIP as irradiation facilities need to consider of gamma heating as data for safety analysis report. Keywords: gamma heating, nuclear reactor, research reactor, reactor safety. ABSTRAK Dengan dihentikannya produksi elemen bakar reaktor jenis Triga oleh produsen, maka semua reaktor TRIGA di dunia terganggu operasinya, termasuk juga reaktor TRIGA 2000 di Bandung. Untuk mendukung pengoperasian reaktor TRIGA Bandung, telah dilakukan kajian penggunaan bahan bakar jenis pelat seperti yang digunakan oleh RSG-GAS. Berbagai langkah analisis telah disiapkan, termasuk perhitungan desain teras, dan sistem keselamatannya. Penggunaan elemen bakar tipe pelat menghasilkkan reaktor dapat dioperasikan hanya dengan 20 elemen bakar. Dibandingkan teras aslinya, nampak bahwa teras baru menjadi lebih kecil dan kompak, rapat dayanya naik, tetapi menyisakan beberapa ruang kosong yang dimungkinkan untuk menempatkan fasilitas iradiasi di teras. Dengan adanya fasilitas iradiasi di dalam teras, maka pembangkitan panas gamma di teras menjadi faktor baru yang harus diperhatikan. Untuk alasan ini, telah dilakukan perhitungan pembangkitan panas gamma teras reaktor Triga 2000 Bandung mengunakan program Gamset. Perhitungan didasarkan pada persamaan atenuasi liner, sumber garis dan arah perambatan tiga dimensi. Selain panas gamma di teras, akan dihitung juga panas gamma di reflektor (Lazy Susan), dan di CIP untuk berbagai jenis bahan. Diperoleh hasil bahwa panas gamma di CIP cukup signifikan (0,87 w/g), tetapi di posisi Lazy Susan relatif kecil, rata-rata hanya 0,11 w/g. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan CIP untuk iradiasi perlu mempertimbangkan panas gamma dalam perhitungan LAK nya. Kata kunci: panas gamma, reaktor nuklir, reaktor penelitian, keselamatan reaktor </jats:p
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING UMKM
Strategi pemasaran mempunyai peran penting bagi UMKM. Peran penting dari strategi pemasaran yang tepat akan mampu meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan UMKM. Dalam upaya menuyusun strategi pemasaran dibutuhkan informasi yang lengkap berkaitan dengan pasar, konsumen maupun produk yang dibutuhkan. Tidak adanya informasi yang mendukung dalam penentuan strategi pemasaran tentu saja membuat UMKM sulit bersaing. Ketika UMKM tidak mampu bersaing maka keberlangsungan keberlangsungan UMKM akan terancam bangkrut. Penentuan strategi pemasaran dalam upaya peningkatan daya saing UMKM sangat dibutuhkan. Dalam penentuan strategi membutuhkan informasi yang akurat berkaitan dengan pasar, produk yang dibutuhkan konsumen serta informasi internal dari UMKM. Informasi internal dari pelaku UMKM yang akan dikupas dalam penentuan strategi pemasaran.Adapun perumusan masalah dalam penelitan ini adalah sebagai berikut: “Bagaimana strategi pemasaran dalam upaya peningkatan daya saing UMKMâ€. Tujuan penelitian adalah sebagai berikut: “Untuk mengetahui strategi pemasaran dalam upaya peningkatan daya saing UMKMâ€.Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan dekriptif dengan metode kualitatif dimana dilakukan dengan cara mencari hubungan secara menyeluruh dan teliti dari suatu keadaan, kemudian untuk merumuskan data yang ada sehingga memberikan gambaran dan informasi yang jelas mengenai kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman serta masalah daya saing yang kemudian disajikan dengan analisis SWOT sebagai cara untuk merumuskan strategi pemasaran bagi UMKM.Kata kunci: Strategi Pemasaran, Daya Saing UMK
- …
