57 research outputs found

    Kelahiran Baru Di Dalam Kristus Sebagai Titik Awal Pendidikan Karakter Unggul

    Get PDF
    David Eko Setiawan, Superior character education is a conscious and planned effort that aims to internalize moral values, character which materialized in the implementation of good attitudes and behavior. To achieve these goals, it is necessary to think of an important event that must occur in human life. The event is called new birth. New birth is a spiritual event that can only be done by God through the Holy Spirit to people who believe in the preaching of the gospel. When the event occurs, God will give him a new life. At that time the old nature will be replaced with a new nature so that believers could be able to express a new life. The correlation of the new birth with superior character education is through new birth individuals experience very significant changes. These changes touch aspects such as mind, feeling and will so that one can have superior qualities in him. This is the key to radical change in a person so that eventually he can have a superior characterDavid Eko Setiawan, Pendidikan karakter unggul adalah usaha sadar dan terencana yang bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai moral, akhlak sehingga terwujud dalam implementasi sikap dan perilaku yang baik.  Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dipikirkan sebuah peristiwa terpenting yang harus terjadi dalam kehidupan manusia.  Peristiwa itu disebut kelahiran baru. Kelahiran baru merupakan peristiwa spiritual yang hanya dapat dikerjakan oleh Allah melalui Roh Kudus  kepada manusia yang percaya kepada pemberitaan Injil.  Ketika peristiwa tersebut terjadi, maka Allah akan memberikan kehidupan baru kepadanya.  Saat itu juga kodrat lama digantikan dengan kodrat yang baru sehingga orang percaya dapat dapat mengungkapkan hidup yang baru.  Korelasi kelahiran baru dengan pendidikan karakter unggul adalah melalui kelahiran baru individu mengalami perubahan yang sangat signifikan. Perubahan tersebut menyentuh aspek pikiran, perasaan dan kehendak sehingga seseorang dapat memiliki sifat-sifat unggul pada dirinya.  Ini  menjadi kunci perubahan yang radikal di dalam diri seseorang sehingga akhirnya dia dapat memiliki karakter unggul

    David Eko Setiawan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    David Eko Setiawan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    David Eko Setiawan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Profil Kemampuan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Menurut David Keirsey

    No full text
    Profil pemecahan masalah matematika adalah gambaran yang dilakukan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menggunakan 4 langkah pemecahan masalah menurut tahapan Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Masalah matematika adalah pertanyaan atau soal matematika yang dalam memecahkan masalah memerlukan pemahaman dan cara yang tidak biasa untuk menyelesaikannya. Kepribadian adalah susunan sistem psikofisis yang khas pada tiap individu yang didapatkan dari hasil penyesuaian dari lingkungannya dan dapat dibedakan dengan individu lainnya. Kepribadian yang digunakan pada penelitian ini adalah kepribadian menurut David Keirsey yang meliputi Guardian, Artisan, Idealis, dan Rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari tipe kepribadian menurut David Keirsey. Hal yang mendasari penelitian ini dilakukan karena masih banyak siswa yang masih merasa matematika adalah mata pelajaran yang sulit dan hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh cara guru dalam mengajar, sehingga diharapkan adanya penelitian ini menjadi panduan guru untuk mengubah cara mengajarnya yang disesuaikan lagi dengan kebiasaan-kebiasaan siswa. Soal cerita yang digunakan adalah sistem persamaan linear tiga variabel dan perbandingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas Alat Berat SMK Negeri 2 Jember dimana penelitian dimulai pada tanggal 15 Februari 2019 - 22 Februari 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes dan wawancara, dimana angket MBTI untuk kepribadian dan tes pemecahan masalah matematika. Berdasarkan validasi angket kepribadian, soal tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara, didapatkan rerata (Va) untuk angket kepribadian adalah , untuk tes pemecahan masalah adalah 2,875 sedangkan untuk pedoman wawancara adalah 2,83. Angket MBTI diberikan kepada seluruh siswa di salah satu kelas 10 yang kemudian dikelompokkan menjadi siswa guardian, artisan, idealis, dan rasional. Soal tes yang sudah dinyatakan valid dapat diberikan kepada subjek penelitian sebagai instrumen tes. Hasil pekerjaan siswa kemudian dianalisis berdasarkan empat tahap Polya selanjutnya dilakukan wawancara terhadap subjek penelitian yang dipilih yakni siswa kepribadian guardian, artisan, idealis dan rasional. Berdasarkan kemampuan pemecahan masalah siswa berkepribadian guardian pada tahap memahami masalah, siswa dapat menuliskan yang diketahui dan ditanyakan serta siswa dapat menggambarkan permasalahan sdengan tepat dan benar. Pada tahap merencanakan penyelesaian siswa mengetahui teori yang digunakan namun siswa tidak menyusun strategi atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah. Pada tahap melaksanakan rencana, siswa dapat melaksanakanrencana untuk menyelesaikan masalah hanya saja siswa kurang teliti sehingga hasil yang di dapat kurang tepat. Pada tahap memeriksa kembali, siswa tidak memeriksa kembali atau mempertimbangkan kembali pekerjaannya dan siswa hanya menemiliki satu alternatif penyelesaia

    DAVID STONE’S AGGRESSION AGAINTS CIA DEPICTED IN HIS NOVEL THE ECHELON OF VENDETTA: AN ANALYSIS OF EXPRESSIVE APPROACH

    No full text
    The Echelon of Vendetta is the first novel by David Stone. The main character depicted the author’s life as an agent of CIA. This thesis tries to analyze David Stone’s aggression against CIA reflected on the character Micah Dalton. This study is conducted to know the social condition that influences David Stone’s aggression against CIA depicted on Micah Dalton in the novel. The second is to describe David Stone’s aggression against CIA depicted on Micah Dalton in the novel. Furthermore, this thesis uses qualitative method to collect the data. The data are taken from several resources concerning with aggression and the author. The Echelon of Vendetta novel is the source data and other references related to the object of the study such as, internet. M.H. Abrams book The Mirror and Lamp is the theory that is used to breakdown the data. The steps of analysis begin from classifying narrations and dialogues about the social condition that stimulate Micah Dalton to do aggression toward CIA taken from the novel. Then, all the data are analyzed by using expressive approach. The results of this study shows that David Stone depicts his life as an agent of CIA through the character named Micah Dalton, who feels disappointed with CIA in the novel The Echelon of Vendetta

    DAVID STONE’S AGGRESSION AGAINTS CIA DEPICTED IN HIS NOVEL THE ECHELON OF VENDETTA: AN ANALYSIS OF EXPRESSIVE APPROACH (AGRESI DAVID STONE MELAWAN CIA YANG TERGAMBAR DALAM NOVELNYA BERJUDUL THE ECHELON OF VENDETTA: SEBUAH ANALIS DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF)

    No full text
    The Echelon of Vendetta is the first novel by David Stone. The main character reflects the author’s life as an agent in CIA. This study tries to analyze David Stone’s aggression against CIA reflected on the character Micah Dalton and to know the social condition that influences David Stone’s aggression against CIA as seen in the novel. Furthermore, this study uses qualitative method to collect the data. The data are taken from several resources concerning with aggression and the author. The Echelon of Vendetta novel is the source data and other references related to the object of the study such as, internet. M.H. Abrams book The Mirror and Lamp is the theory that is used to breakdown the data. The steps of analysis begin from classifying narrations and dialogues about the social condition that stimulate Micah Dalton to do aggression toward CIA taken from the novel. Then, all the data are analyzed by using expressive approach. The results of this study shows that David Stone depicts his life as an agent in CIA through the character named Micah Dalton, who feels disappointed with CIA in the novel The Echelon of Vendetta

    Refleksi Pastoral terhadap Konsep Keselamatan dalam Universalisme Ditinjau dari Soteriologi Kristen

    No full text
    Universalisme adalah salah satu paham yang secara nyata telah mempengaruhi Kekristenan. Sejarah mencatat bahwa ada beberapa tokoh gereja yang terpengaruh dan mengajarkannya sehingga menimbulkan penyesatan. Penyesatan ini berdampak pada iman sebagaian orang Kristen yang kemudian menyimpang dari iman yang ortodoks. Dan fakta menunjukkan bahwa pengaruh Universalisme masih dapat dirasakan sampai sekarang.Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis tergerak untuk membuat tulisan tentang refleksi pastoral terhadap Universalisme. Melalui tulisan ini, penulis ingin merefleksi ajaran-ajaran universalisme tentang keselamatan berdasarkan Soteriologi Kristen bagi pelayanan pastoral sehingga dapat menemukan jalan keluar bagi para jemaat yang telah terpengaruh oleh pengajaran tersebut

    Dampak Injil Bagi Transformasi Spiritual Dan Sosial

    Get PDF
    Abstract: The presence of the Gospel in the midst of human life is very interesting subject to study. Humans with all the complexity of their needs turn out to need something that can provide absolute answers. Abraham H. Marslow showed that in addition to material needs, humans also have social and spiritual needs. Through the gospel the needs are answered. Even the gospel can have a very significant impact on everyone who accepts it. The purpose of this research is to explain the impact of the gospel on spiritual and social transformation. The method used in this research is the literature study methode. The conclusion of  this research is that the gospel was able to transform the humans' spiritual and social lives.Abstraksi: Kehadiran Injil ditengah-tengah kehidupan manusia sangatlah menarik untuk ditelaah. Manusia dengan segala kompleksitas kebutuhannya ternyata membutuhkan sesuatu yang dapat memberikan jawaban secara utuh. Abraham H.Maslow menunjukkan bahwa selain kebutuhan yang bersifat materi, manusia juga memiliki kebutuhan yang bersifat sosial dan spiritual. Melalui Injil yang diberitakan kebutuhan-kebutuhan tersebut terjawab. Bahkan injil mampu memberikan dampak yang sangat signifikan bagi setiap orang yang mau menerimanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dampak Injil bagi transformasi spiritual dan sosial Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah  bahwa injil mampu untuk mentransformasi kehidupan spiritual dan sosial manusia

    MEMAHAMI POTENSI POSITIVE SELF-TALK SEBAGAI ALAT DALAM KONSELING PASTORAL: ANALISIS STUDI KUALITATIF

    Get PDF
    The technique of positive positive self-talk is often used as one of the methods in counseling to help clients overcome their emotional and spiritual problems. This research aims to evaluate the effectiveness of positive self-talk technique as a tool in pastoral counseling using the library research method and data analysis through content analysis. This study involves an analysis of the literature related to positive self-talk technique and pastoral counseling and conducting content analysis of the collected data to evaluate the effectiveness of positive positive self-talk technique as a tool in pastoral counseling. The results of the research show that positive positive self-talk technique is effective in helping clients overcome their emotional and spiritual problems and has great potential as a tool in pastoral counseling. The implication of these findings is that positive positive self-talk technique can be effectively used by pastoral counselors to help their clients overcome their problems and achieve a better self-understanding
    corecore