1,720,965 research outputs found
The Cross-Generations Response of Indonesian Muslimsto Ideological Issues in Online Media
This study aimed to provide an overview of the Muslims’ responses across generations to ideological issues related to Communism, LGBT and radical Islam in online media. The response to ideological issues by the Moslems is important because Islam is the majority religion in Indonesia. The responses from Muslims to the issues of Communism, LGBT, and radical Islam will determine the continuity of the Islam in Indonesia. The theories applied in this study were theory of the media role as agents of production, reproduction and distribution of knowledge to society; media influence mechanisms; and reception theory about the audience’s response to a stimulus. The research method used the reception analysis method. Data analysis was carried out through three main elements, namely: data collection, data analysis, and data interpretation. This data analysis involved three categories of responses, i.e. dominance, negotiation, and opposition and analysis of their social context. The results showed that the four categories across generations had different acceptance responses to the issues studied. The issue of Communism received a dominant acceptance response by the Baby Boomer generation and gen X, while gen Y and Gen Z were in opposition. For LGBT issues, the Baby Boomers, Gen X, Gen Y and Gen Z were all in opposition. For the issue of radical Islam, the Baby Boomers were in negotiations, while the Gen X was in opposition. Meanwhile, Gen Y and Gen Z were dominant. The digital native and digital immigrant generations both had a dismissive response to the LGBT issues. The digital native generation had good acceptance of the communism and radical Islam issues, while the digital immigrant generation rejected the communism and radical Islam issues. The environment and social interactions affected the respondents’ response to the ideological issues they received through online media.
Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran respon umat Islam lintas generasi terhadap isu-isu ideologis yang berkaitan dengan Komunisme, LGBT dan Islam radikal di media online. Respons terhadap isu-isu ideologis oleh umat Islam penting karena Islam adalah agama mayoritas di Indonesia. Tanggapan umat Islam terhadap isu Komunisme, LGBT, dan Islam radikal akan menentukan keberlangsungan Islam di Indonesia. Teori-teori yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teori peran media sebagai agen produksi, reproduksi dan distribusi pengetahuan kepada masyarakat; mekanisme pengaruh media; dan teori penerimaan tentang respons audiens terhadap stimulus. Metode penelitian menggunakan metode analisis penerimaan. Analisis data dilakukan melalui tiga elemen utama, yaitu: pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi data. Analisis data melibatkan tiga kategori respon, yaitu dominasi, negosiasi, dan oposisi dan analisis konteks sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kategori lintas generasi tersebut memiliki respons penerimaan yang berbeda terhadap isu-isu yang diteliti. Isu Komunisme mendapat respon penerimaan yang dominan oleh generasi Baby Boomer dan Gen X, sementara Gen Y dan Gen Z bertentangan. Untuk isu LGBT, generasi Baby Boomers, Gen X, Gen Y dan Gen Z semuanya berseberangan. Untuk masalah Islam radikal, para Baby Boomers memilih bernegosiasi, sementara Gen X bertentangan. Sementara itu, Gen Y dan Gen Z dominan. Generasi digital native dan digital immigrant sama-sama memiliki respons meremehkan isu LGBT. Generasi digital native memiliki penerimaan yang baik terhadap masalah komunisme dan Islam radikal, sementara generasi digital immigrant menolak masalah komunisme dan Islam radikal. Lingkungan dan interaksi sosial mempengaruhi respons responden terhadap isu ideologis yang mereka terima melalui media online
Inovasi e-Health Dinas Kesehatan Kota Surabaya
Dinas Kesehatan Kota Surabaya berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dengan mengadopsi inovasi di bidang kesehatan dalam bentuk e-Health. Keberhasilan penerapan e-Health sebagai sebuah inovasi sangat ditentukan oleh keberhasilan pengkomunikasian/pendifusiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Inisiasi inovasi e-Health oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya sebagai obyek dapat ditempatkan sebagai sebuah kasus. Hasil penelitian menemukan bahwa proses pengkomunikasian e-Health dilakukan secara struktural dan kultural. Secara struktural dengan mengoptimalkan semua perangkat SKPD yang relevan hingga kecamatan dan kelurahan. Secara kultural dengan edukasi masyarakat terkait dengan informasi dan penggunaan e-Health. Sedangkan penerapan e-Health selain dengan menyediakan fasilitas e-Health dalam bentuk e-Kios yang ditempatkan di kantor kelurahan, puskesmas dan tempat pelayanan umum, aplikasinya sangat mudah dan informatif dengan menggunakan tiga bahasa yaitu, bahasa Indonesia, Jawa, dan Madura sesuai karakteristik sosiologis masyarakatnya
Konstruksi Budaya Dalam Iklan: Analisis Semiotik Terhadap Konstruksi Budaya Dalam Iklan "Viva Mangir Beauty Lotion"
Sebuah Man tidak hanya menyampaikan pesan penjualan . Man penuh dengan bahasa simbolik, baik pada aspek verbal maupun visualnya . Pendekatan semiotik dapat digunakan untuk menelaah lebih dalam makna di balik kata-kata dan gambar . Konstruksi budaya dalam ikian "Viva Mangir Beauty Lotion" makin mempertegas subordinat perempuan dalam budaya patriarki . Konstruksi kecantikan tubuh perempuan adalah yang memiliki kulit halus, lembut, segar, dan bercahaya . Citra yang ditampilkan memperkuat bahwa perempuan Jawa harus bisa macak, di samping masak dan manak
Literasi Konten Radikal di Media Online
Merebaknya konten radikal di media online menimbulkan keprihatinan banyak kalangan. Upaya meminimalisir pengaruh negatif konten radikal di media online salah satunya adalah melalui kemampuan literasi. Penelitian ini mencoba melihat kemampuan literasi mahasiswa aktifis Islam dalam kaitannya dengan koten radikal di media online. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode etnografi terhadap tiga mahasiswa aktifis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan memiliki cukup ketrampilan dalam bermedia khususnya dalam memilih, memahami dan mensikapi media online yang memuat konten radikal. Informan menanggapi konten radikal secara moderat dalam relasinya dengan kehidupan bersama melalui sikap menghargai, toleransi dan menerima hidup bersama dalam konteks NKRI. Sikap ini terbentuk dari lingkungan sosial yang terintegrasi dengan baik dan pemahaman keagamaan yang moderat
Praktik Sosiokultural dalam Wacana Legenda dan Mitos “Tanah Mangir” Desa Mangir Bantul
Masalah penelitian ini adalah relevansi legenda dan mitos dalam masyarakat modern serta pola pengkomunikasiannya di masyarakat. Tujuan penelitian untuk menemukan praktik sosiokultural dalam komunikasi wacana legenda dan mitos “Tanah Mangir” Desa Mangir Kabupaten Bantul. Metode penelitian menggunakan metode etnometodologi. Hasil penelitian wacana legenda dan mitos tanah Mangir terkait dengan cerita rakyat Ki Ageng Mangir Wanabaya. Praktik sosiokultural dalam pola pengkomunikasian diwariskan secara lintas generasi baik melalui cerita tutur di lingkungan keluarga, komunitas maupun abdi dalem keraton. Masyarakat Mangir sangat mempercayai mitos kesaktian Ki Ageng Mangir dan mitos tanah Mangir sebagai tanah perdikan yang bebas. Ki Ageng Mangir adalah sosok pribadi yang protagonis. Panembahan Senapati adalah sosok yang antagonis. Ki Ageng Mangir tewas akibat nafsu politik Panembahan Senapati untuk menguasai tanah Mangir melalui siasat politik apus karama. Relevansi sebagai bentuk ajaran moral, pengukuhan jati diri, pelestarian warisan leluhur, tradisi dan lingkungan alam. Fungsi mitos sebagai sarana pendidikan. Kontribusi penelitian memberikan pengayaan pengetahuan masyarakat terhadap khasanah kearifan lokal yang bersumber dari sejarah masa lalu, mengukuhkan jati diri masyarakat setempat, dan kebijakan dalam melestarikan dan memelihara tradisi dan warisan budaya
Interpretasi budaya dalam Iklan :: Studi semiotik tentang identifikasi dan representasi seksualitas dalam iklan rokok Djarum Black versi BLACK dan versi Gadis tepi pantai
- …
