47 research outputs found

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ARICESA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PGSD PADA MATAKULIAH PEMBELAJARAN IPA SD

    No full text
    ARCS memusatkan sumber motivasi pada individu sebagai unit analisis. Padahal terdapat faktor eksternal yang juga dapat mempengaruhi motivasi belajar, seperti adanya faktor kolaboratif terhadap kehadiran sosial, struktur pengalaman yang menyebabkan mengalirnya pembelajaran, serta kondisi lingkungan. Perluasan terhadap model ARCS, melalui Learner Motivation Systems Framework (LMSF), di mana ia mengembangkan model yang semula berupa ARCS kemudian menjadi ARCS I (Identity), SD (Social Dynamics), F (Flow), P (Plot Structure), AE (Aesthetic), SP (Space and Place). Di samping itu penulis memandang adanya keterkaitan antara pembentukan motivasi dengan kemampuan pemahaman materi pembelajaran yang dapat diketahui dari praktik belajar di kelas, di mana ketika peserta didik memilih untuk tidak belajar maka ia tidak akan dapat memahami konsep pembelajaran yang diberikan. Begitu pula ketika pembelajaran tidak menyediakan metode yang memotivasinya, maka pemahaman materi akan sulit diterima. Peluang perluasan ini dipandang menjadi sebuah kemungkinan yang dapat dilakukan, terlebih mengingat apabila permasalahan utama pada penelitian ini adalah mengenai peningkatan pemahaman konsep dasar IPA SD dan permasalahan motivasi belajar mahasiswa PGSD, yang dapat mempengaruhi lulusan PGSD dengan kompetensi profesional. Oleh karena itu peneliti merumuskan sebuah perluasan model ARCS melalui model ARICESA dengan menambahkan kategori I sebagai fase Inquiry yang mendorong pembelajaran untuk menyediakan peran yang lebih kepada peserta didik saat belajar; E sebagai fase Enjoyment yang lebih memperjelas bahwa pembelajaran haruslah berupa pembelajaran yang menyenangkan; serta A sebagai fase Self-Assessment yang mendorong adanya penilaian diri peserta didik sendiri sebagai kelanjutan adanya pembelajaran yang mendukung inkuiri

    PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NHT (Numbered Heads Together) PADA SISWA KELAS IV SD KAMPUNGDALEM 1 TULUNGAGUNG

    No full text
    Mata pelajaran matematika perlu diberikan pada semua siswa melalui proses pembelajaran mulai dari Sekolah Dasar, untuk membekali siswa dengan kemampuan berfikir logis, kritis dan kreatif serta mempunyai kemampuan bekerja sama. Hal tersebut diperlukan agar siswa dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, dan tidak pasti. Kajian pustaka yang akan peneliti sajikan merupakan landasan dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran serta menjadi rujukan dalam membahas hasil penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti, yang diantaranya meliputi jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi dan waktu penelitian, subyek penelitian, dan prosedur penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa. Penerapan Model Kooperatif NHT pokok bahasan mengenai matematika, terdiri dari tiga keterampilan yang diajarakan diantaranya keterampilan menyusun pertanyaan, keterampilan melakukan wawancara, dan keterampilan menyusun laporan. Penerapan Model NHT di siswa kelas IV SD Kampungdalem 1 Tulungagung pada Mata Pelajaran Matematika pada pokok bahasan mengenai masalah, dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil nilai rekapitulasi peningkatan pemahaman konsep masalah sosial dari siklus I ke siklus II yang mengalami peningkatan sebanyak 16%. Hingga akhir siklus II diketahui masih terdapat satu siswa yang belum tuntas dalam mengerjakan tes akhir siklus

    PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN METODE PERMAINAN DI KELAS VI SDN KAMPUNGDALEM 1 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    No full text
    Hasil pengamatan di dalam kelas saat pembelajaran matematika berlangsung, siswa kelas VI cenderung pasif dan aktivitas belajar matematika siswa sangatlah kurang. Untuk pelajaran matematika nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas VI pada materi pengukuran berat yang merupakan materi sebelum dilakukannya penelitian ini adalah 50,37 dan persentase jumlah siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar sebesar 33,33%. Nilai ini sangatlah jauh dari persentase jumlah siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar mengajar (SKBM) yang ditetapkan di SDN Kampungdalem 1, yaitu sebesar 60%. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan selama 2 bulan dengan menggunakan metode permaian dalam upaya meningkatkan aktivitas dan persetasi  belajar matematika siswa kelas VI  SDN Kampungdalem 1. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing terdiri dari dua pertemuan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut perencanaan, tindakan obervasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar pengamatan tiap pertemuan oleh observer untuk melihat data tentang aktivitas belajar, sementara data tentang hasil belajar diperoleh melalui nilai ulangan harian dan prestasi belajar matematika siswa di siklus 1, dan disiklus 2. Hasil yang diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui model metode permainan, memperlihatkan peningkatan hasil aktivitas siswa terutamapada aktivitas untuk menyiapkan tempat, bahan dan alat sebesar 55,56%, aktivitas untuk mengungkapkan gagasan sebesar 66,67% dan untuk aktivitas membaca aturan permainan dan buku-buku mengalami sebesar 74,04%. Berdasarkan data prestasi belajar matematika siswa diperoleh nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 69,62 meningkat menjadi 73,51 pada siklus II. Presentase jumlah siswa yang mencapai standar ketuntasan juga meningkat pada siklus I sebesar 88,88% (Kategori Baik), meningkat menjadi 100% (Kategori Istimewa) pada siklus II

    EFEKTIVITAS MEDIA POP UP BOOK PADA PEMBELAJARAN COOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan media Pop Up Book padapembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 1 Jepun. Menggunakanpendekatan kuantitatifdengan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dan desain NonequivalentControl Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 1 Jepun yangterdiridari 2 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 68 siswa. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 2sampel secara random yaitu dimana kelas A sebagai kelas exsperimen yang berjumlah sebanyak 34 siswadan satu kelas yaitu kelas B yang berjumlah sebanyak 34 siswa sebagai kelas kontrol. Adapun Teknik dalampengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode observasi dan metodetes. Berdasarkanhasil uji hipotesis menggunakan uji t diperoleh nilai derajat kebebeasan (df) N-2 sebesar 38. Hasil yangdiperoleh untuk ttabelsebesar 2,024 dan thitungsebesar 10,633. Nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karenanilaithitung>ttabel(10,633 >2,024) dan signifikan 0,000 <0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehinggadapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan efektivitas media pembelajaran Pop Up Book padapembelajaran cooperatiftipe Make A Match terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Jepu

    Analisis Nilai Karakter Religius Sila Ke-Satu Pancasila Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

    No full text
    Pancasila sebagai pedoman hidup pembentuk karakter bangsa serta pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan Pancasila berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsiskan dan juga menganalisis nilai karakter religius sila ke-satu Pancasila siswa kelas IV SDN 2 Mirigambar. Pendekatan kualitatif deskriptif yaitu dengan datang langsung dan mendeskripsikan kegiatan yang terjadi. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dari analisis nilai karakter religius meliputi empat indikator yaitu 1) berdoa sebelum pembelajaran dan berdoa sesudah pembelajaran, 2) sholat dhuha berjamaah, 3) pembacaan surat yasin, 4) kegiatan hari besar keagamaan (Pondok Ramadhan). Berdasarkan indikator tersebut menunjukkan hasil bahwa terdapat beberapa siswa yang belum memenuhi indikator nilai karakter religius. Beberapa siswa tersebut adalah siswa (APM, NOK, QAM) telah melaksanakan empat indikator nilai karakter religius dan siswa (NAZ, YAP, AKW, VIAW) belum memenuhi pelaksanaan nilai karakter religius karena sering melamun, sering diam (karena belum sarapan), menjahili temannya, asik berbicara sendiri, dan kurang fokus dalam mengikuti kegiatan. Simpulan dari penelitian yaitu dari keempat indikator masih terdapat siswa yang mengalami beberapa permasalahan seperti kurang fokus, jahil kepada temannya, asik bercanda, melamun dan berbicara sendir

    Pengembangan Media Pembelajaran Maket Rangkaian Listrik Sederhana Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar

    No full text
    Siswa pada jenjang SD memiliki tantangan tersendiri dalam mempelajari materi mata pelajaran IPA. Materi rangkaian listrik sederhana memerlukan media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan pembelajaran dengan baik, salah satunya yaitu media maket sebagai media yang tepat untuk mengaplikasikan konsep rangkaian listrik sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan, menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media pembelajaran maket rangkaian listrik sederhana. Metode penelitian menggunakan R&D (Research and Development) dengan model ADDIE. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengenai kevalidan produk dari ahli materi mendapatkan skor rata-rata 4,8 pada kriteria “sangat valid” dan ahli media memperoleh skor rata-rata 4,5 pada kriteria “sangat valid”. Uji coba lapangan dilaksanakan berdasarkan hasil observasi guru pada uji skala kecil mencapai skor 4,8 dengan kriteria “sangat praktis” dan pada uji coba skala besar memperoleh skor 4,8 dengan kriteria “sangat praktis”. Hasil N-Gain pada uji coba skala kecil sebesar 0,73 dengan kategori efektivitas “tinggi” sedangkan uji coba skala besar memperoleh 0,72 dengan kategori “tinggi”. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti bahwa produk yang dihasilkan dari pengembangan ini sangat baik sehingga dapat digunakan pada siswa kelas VI SDN 1 Keboireng Kabupaten Tulungagun

    PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI LITERASI SAINS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK TINGKAT SMA

    No full text
    This research aims to determine the effect of the Problem Based Learning model which is integrated with scientific literacy to improve critical thinking skills. This type of quasi-experimental research used random sampling techniques. The research subjects were class X students at Wahid Hasyim Karanggeneng High School using two classes, namely class X.E3 as the experimental class and X.E4 as the control class. The research instrument consists of an implementation sheet, test sheet and response questionnaire. The research results show that the Problem Based Learning model which is integrated with scientific literacy is implemented very well with an average percentage of 98.8%. The increase in critical thinking skills as measured by N-Gain obtained an average of 0.71, which means that the experimental class was in the high category, and a positive response was obtained from students with an average percentage of 92.2%, this shows that there is an influence Problem Based Learning model integrated with scientific literacy to improve critical thinking skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning yang diintegrasikan dengan literasi sains untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan teknik random sampling. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMA Wahid Hasyim Karanggeneng Lamongan dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas X.E3 sebagai kelas eksperimen dan X.E4 sebagai kelas kontrol. instrumen penelitian terdiri dari lembar keterlaksanaan, lembar tes dan angket respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning yang diintegrasikan dengan literasi sains dilaksanakan dengan sangat baik dengan persentase rata-rata sebesar 98,8%. Peningkatan keterampilan berpikir kritis yang diukur dengan N-Gain diperoleh rata-rata sebesar 0,71 yang artinya kelas eksperimen berada pada kategori tinggi, dan diperoleh respon positif dari peserta didik dengan  persentase rata-rata sebesar 92,2% hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Problem Based Learning yang diintegrasikan dengan literasi sains terhadap meningkatkan keterampilan berpikir kritis

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH MAKHLUK HIDUP BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA DAN PENDEKATAN SAINTIFIK SISWA SMP KELAS VIII

    No full text
    Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru yang diterapkan pada bidang pendidikan di Indonesia. Dalam penerapan kurikulum merdeka dibutuhkan suatu bahan ajar serta pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik untuk menyampaikan materi pembelajaran. Pada mata pelajaran IPA di SMPN 1 Boyolangu dalam menyampaikan pembelajaran di kelas masih menggunakan bahan ajar kurikulum 2013, dimana guru membutuhkan 2 bahan ajar kurikulum 2013 untuk menyampaikan matari dalam satu Capaian Pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengembangkan bahan ajar berdasarkan kurikulum merdeka dan pendekatan saintifik materi struktur dan fungsi tubuh makhluk hidup pada kelas VIII. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation) dalam mengembangkan produk bahan ajar. Berdasarkan hasil penelitian produk bahan ajar ini memperoleh nilai kevalidan dan kepraktisan yang tinggi, produk bahan ajar ini memperoleh rata-rata nilai kevalidan dari ahli materi sebesar 83% dengan kriteria “Sangat Valid” dan memperoleh rata-rata nilai sebesar 86,36% dengan kriteria “Sangat Valid” untuk nilai validasi ahli media. Sedangkan pada penilaian kepraktisan guru dan peserta didik memperoleh nilai rata-rata sebesar76,1% dengan kategori “Praktis”. Dengan demikian Bahan Ajar materi struktur dan fungsi tubuh makhluk hidup berdasarkan kurikulum merdeka dan pendekatan saintifik ini layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA di kelas

    NFLUENCE OF COOPERATIVE LEARNING MODE TYPE COURSE REVIEW HORAY AN STUDENT LEARNING OUTCOMES OF GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL IN SD NEGERI GUGUS IV SUMBERGEMPOL DISTRICT TULUNGAGUNG REGENCY TEACHING YEAR 2017/2018

    No full text
    Proses pembelajaran yang biasa dilaksanakan masih menggunakan pembelajaran konvensional dan aktivitas siswa dalam pembelajaran masih sangat minim bahkan siswa hanya cenderung diam dan mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru mereka. Dalam hal ini siswa tidak berperan sebagai subyek belajar yang aktif dan kreatif melainkan sebagai objek pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Experimentaldengan desain Nonequivalent Control Group Design.Data hasil belajar dianalisis dengan dan uji t dengan bantuan SPSS 24.0. Dari hasil analisis data menunjukkan besar thitungsebesar 9,275 ttabel pada df = 40 dengan taraf signifikasi 5% diperoleh sebesar 2,022 yang berarti H0ditolak dan Haditerima. Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkan “terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe course review horay terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA materi energi alternatif dan penggunaannya pada siswa kelas IV di SD Negeri Gugus IV Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung tahun ajaran 2017/2018.Kata kunci: Hasil Belajar, Mata Pelajaran IPA, Model Pembelajaran Course Review Hora

    Analisis Efektivitas dan Respon Peserta Didik terhadap Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pada Materi Usaha dan Energi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi energi dan usaha, serta menganalisis respon peserta didik terhadap model tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental pre-test post-test control group. Sampel terdiri dari dua kelas XI di SMA Negeri 1 Bluluk yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan angket respon. Data dianalisis dengan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Keterlaksanaan pembelajaran PBL mencapai rata-rata 93,2% dengan kategori sangat baik. (2) Analisis uji-t berpasangan, N-Gain, dan effect size menunjukkan model PBL lebih efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dibandingkan pembelajaran konvensional. (3) Respon peserta didik terhadap penerapan PBL sangat positif dengan persentase rata-rata di atas 85% untuk semua aspek yang dinilai. Jadi, model PBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan mendapat respon sangat baik dari peserta didik pada pembelajaran materi energi dan usaha.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi energi dan usaha, serta menganalisis respon peserta didik terhadap model tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental pre-test post-test control group. Sampel terdiri dari dua kelas XI di SMA Negeri 1 Bluluk yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan angket respon. Data dianalisis dengan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Keterlaksanaan pembelajaran PBL mencapai rata-rata 93,2% dengan kategori sangat baik. (2) Analisis uji-t berpasangan, N-Gain, dan effect size menunjukkan model PBL lebih efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dibandingkan pembelajaran konvensional. (3) Respon peserta didik terhadap penerapan PBL sangat positif dengan persentase rata-rata di atas 85% untuk semua aspek yang dinilai. Kesimpulannya, model PBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan mendapat respon sangat baik dari peserta didik pada pembelajaran materi energi dan usaha.   Kataikunci: Efektifitas, Problem Based Learning, Respon Peserta Didik, Kemampuan Pemecahan Masalah &nbsp
    corecore