1,720,987 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
KANDUNGAN MINERAL PADA SEDIMEN PANTAI DAN LAUT, HUBUNGANNYA DENGAN BATUAN SUMBER DI PESISIR KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH
Sedimen di sepanjang pantai Kabupaten Rembang terdiri atas sedimen muda (aluvial) dan sedimen tua (breksi dan batugamping). Sedimen muda merupakan sedimen lepas dan terdapat di daerah sedimentasi. Sedimen tua berupa sedimen kompak yang secara fisik mempunyai resisitensi tinggi terhadap abrasi
Batuan yang terdapat di kawasan pesisir adalah: pasir kuarsa, andesit, tras kaolin, batugamping, batubara dan lempung. Peta sebaran sedimen dasar laut perairan Kabupaten Rembang, menunjukkan dominasi endapan pasir, lanau (pasir halus) dan lanau pasiran (pasir halus - kasar).
Kandungan mineral yang terdapat di perairan Kabupaten Rembang terdiri dari: magnetit, pirit, hematit, zirkon, ilmenit diopsid, augit, hornblende, kuarsa, biotit, muskovit dan dolomit
Kata Kunci: sedimen, mineral, Rembang
The coastal sediment along the coastal of Rembang District consists of young sediment (alluvium) and old sediment (breccias and limestones). Young sediment is placer sediment that occupies the sedimentation area. Old sediment is massive sediment that has a high resistance to abrasion
Rocks content in the coastal zone area consist of quarzt sand, andesite, caoline, limestone, trass, coal and clay. Seafloor surficial sediments map of the Rembang water area shows the domination of sand deposits, silt (fine sand) and sandy silt (fine to medium sand).
Mineral content in Rembang waters area consists of magnetites, pyrites, hematites, zircons, ilmenite diopsides, augitse, hornblendas, quartzs, biotitse, muskovites and dolomites.
Keywords: sediment, mineral, Remban
KARAKTERISTIKA PANTAI DALAM PENENTUAN ASAL SEDIMEN DI PESISIR bAYAH KABUPATEN LEBAK, BANTEN
Karakteristika pantai di daerah penelitian terdiri atas pantai bertebing dan pantai landai. Pantai landai dicirikan oleh morfologi datar berupa pasir lepas, sedangkan pantai bertebing dicirikan oleh morfologi bergelombang disusun oleh batuan keras yang masif, seperi batuan intrusif, batupasir dan konglomerat. Data bor yang diperoleh dari 10 lokasi di sepanjang pantai Bayah, menunjukkan bahwa bagian atas merupakan sedimen lanau-pasirsedang dengan ketebalan antara 50 cm sampai 110 cm, sedangkan sedimen pasir kasar terdapat di bagian bawah dengan ketebalan antara 120 cm sampai 210 cm.
Kata Kunci: Karakteristika pantai, sedimen, Bayah, Banten
Coastal characteristics in the study area consists of the cliff and gentle coasts. The gentle coasts are characterized by flat morphology and placer sand sediments. While the cliff coasts are characterized by an undulated morphology composed by massive hard rocks.
Drilled data from 10 locations along Bayah coastal area, indicate that the upper part consists of silt-sand sediments with 50-110 cm in thickness, while coarse sand sediment found at the bottom part with 120-210 cm in thickness.
Keyword: coastal characteristics, sediment, Bayah, Bante
SEDIMENTASI PASIR SEPANJANG PANTAI KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pesisir Kulon Progo secara fisiografi merupakan bagian dari zona pegunungan selatan Jawa, berbatasan disebelah timur nya adalah zona Solo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses sedimentasi endapan pasir pantai dan kemungkinan batuan sumber, berdasarkan data pemetaan karakteristik pantai, pengambilan sedimen pantai, georadar, dan analisis kimia di sepanjang pantai Perairan Kulon Progo. Sedimen Pasir tipe 1, di sepanjang pantai Kulon Progo merupakan pasir abu-abu yang merupakan campuran mineral hitam, kuarsa dan pecahan terumbu karang, dimana geomorfologi pantai datar sampai bergelombang (0o–30o). Sedimen pasir tipe 2, merupakan pasir hitam didominasi pasir besi, sedikit mineral kuarsa menempati morfologi sedimen pasir pantai yang datar. Berdasarkan data georadar kondisi geologi bawah permukaan sedimen pasir pantai Kulon Progo terdiri dari 2 sekuen yaitu sekuen A dan sekuen B. Sekuen A dicirikan oleh citra rekaman georadar parallel sampai medium amplitudo, merupakan lapisan sedimen pasir. Sekuen B dicirikan oleh pola paralel sampai amplitudo lemah yang tidak menerus, mengindikasikan sebagai pelapukan batuan pasir. Berdasarkan analisa kimia kandungan Rutil (TiO2), Besi (Fe), (FeO) dan (Fe2O3) banyak ditemukan pada sedimen pasir pantai daerah penelitian. Besi (Fe) merupakan unsur logam yang banyak ditemukan di daerah ini, kandungan Fe antara 1,26% - 10,52%. Sedangkan Rutil (TiO2) kandungannya antara 0,98 % sampai 1,4%.Kata kunci: sedimentasi, pantai, sedimen, pasir, dan besi, Kulon Progo The coastal of Kulon Progo physiographically is part of the Southern Mountain Zone of Java, where to the east is bordered by the Solo Zone. The aim of the study is to know sand sedimentation process, based on coastal characteristics map data, coastal sediment sampling, georadar data, and chemical analysis along the coastline of the Kulon Progo. Sand sediments type 1 along the Kulon Progo coastal composed of gray sand that mixed with opaque mineral, quartz and coral reef fragments, where the geomorphology of the coast is flat to undulating (0o – 30o). Sand sediment type 2 composed of black sand dominated by iron sand and minor quartz occupies the flats sand sediments morphology. Based on georadar data, subsurface geological conditios consists of 2 sequences, namely sequence A and sequence B. Sequence A is characterized by georadar image of parallel - medium amplitude, indicating sand sediment. Sequence B is characterized by parallel to discontinous weak amplitude, indicating a weathered sandstone. Based on chemical analysis Rutil (TiO2), Iron (Fe), (FeO) and (Fe2O3) are found in coastal sand sediments in the study area. Iron (Fe) is a metal element that many found in this area, Fe content is between 1.26%-10.52%. While Rutile (TiO2) is contains between 0.98%-1.4%.Keywords: sedimentation, coastal, sediment, sand and iron Kulon Prog
PROSES SEDIMENTASI SUNGAI KALIJAGA, DAN SUNGAI SUKALILA PERAIRAN CIREBON
Berdasarkan hasil analisis besar butir sebanyak 36 percontoh sedimen permukaan dasar laut di Perairan Cirebon, didapatkan 4 jenis sedimen: lanau, lanau pasiran, pasir lanauan dan pasir. Sedimen lanau, lanau pasiran, dan pasir, tersebar di lepas pantai Cirebon dan muara Sungai Kalijaga, sedangkan pasir lanauan di muara sungai Sukalila.
Dari Peta Batimetri terlihat daerah dangkal di sekitar muara Sungai Kalijaga. Sedimen paling tebal terdapat di sekitar muara Sungai Kalijaga dan Sungai Sukalila. Sedimen tersebut tersebar ke arah lepas pantai dan ke daerah rencana lokasi pelabuhan.
Di muara Sungai Kalijaga sedimennya berupa pasir. Berdasarkan plot pada grafik antara ukuran besar butir terhadap persen frekuensi, didapatkan hasil sedimen dengan persen frekuensi yang tinggi antara 2.25 phi - 2.75 phi atau pasir sedang sampai pasir halus. Berdasarkan grafik frekuensi kumulatif terhadap besar butir terdapat 2 cara transpor yaitu traksi untuk butiran pasir sedang dan saltasi untuk kisaran butiran lanau sampai pasir halus.
Kata Kunci : S. Kalijaga, S. Sukalila, Cirebon, besar butir, sedimen
Based on grain size analysis of 36 seafloor surficial sediment samples from Cirebon Water; there are 4 types of sediments silt, sandy silt, silty sand and sand. Silt, sandy silt and sand are distributed offshore of Cirebon and in the river mouth of Kalijaga, while silty sand is in the river mouth of Sukalila.
From the bathymetric map the shallow water can be observed in Kalijaga river mouth. The thicker sediments are found in Kalijaga mouth and Sukalila river. These sediments have been transported to the offshore and to the proposed Harbour location.
Sediment in Kalijaga river mouth is sand. Based on graphic presentation between grain size and percent frequencies, it indicates that the percentage of higher frequencies ranges between 2.25 TO 2.75 phi.
Based on the cumulative frequency to grain size graphic, there are two transport modes: traction for medium size sand and saltation for grain size range silt to fine sand.
Keywords : Kalijaga River, Sukalila River, Cirebon, grain size, sedimen
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
MINERAL CONTENT OF SURFICIAL SEDIMENT OF THE RANGSANG ISLAND AND ITS SURROUNDING AREA, MERANTI REGENCY, ARCHIPELAGO RIAU PROVINCE
According to the regulation No 4 of 2009 of Mineral and Coal Mining Management stated that the requirement of an inventory for mineral resources data was created to support the establishment of mining area. This study is intended to obtain mineral resources content and surficial sediment data, Geographically the study area belongs to Meranti Archipelago Regency, Riau Province. it is located between 102o00'00" - 103o 15'00" E and 00o35'00" - 01o28'00" N. Grain size analyses result show that surficial sediment in the study area consists of silt, silty sand and sand which is dominated by silt. Based on the mineral identification, some of the minerals such as quartz, cassiterite, magnetite, hematite, dolonite, biotite and zircon have been found. Silt distribution is very wide started from estuarine southeast part northen part of Rangsang Island toward southeast of rangsang island. Sandy silt only found at the southeast of Rangsang Island, while sand sediment is found at the south and southeast of Rangsang Island. The presence of silt and sand grains is influenced by moderate to strong currents and wave patterns, so that the silt and sand grains sediment was transported along coastal to offsore area, while the fine grained (clay - silt) are deposited in the valley at the western part of Rangsang Island.Keywords: mineral, surficial sediment, Rangsang Island Berdasarkan Undang Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara, disebutkan bahwa inventarisasi data sumber daya mineral diperlukan dalam rangka mendukung penetapan Wilayah Pertambangan (WP). Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data kandungan sumber daya mineral dan sedimen dasar laut. Daerah penelitian, secara geografis termasuk dalam Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, dan terletak pada koordinat antara 102o00'00" - 103o15'00" BT dan 00o35'00" - 01o28'00" LU. Hasil analisis besar butir menunjukkan sedimen permukaan dasar laut di daerah penelitian terdiri atas lanau, lanau pasiran dan pasir yang didominasi oleh lanau. Berdasarkan identifikasi mineral pada sedimen permukaan dasar lautnya menunjukkan kehadiran mineral kasiterit, magnetit, hematit, dolomit, biotit, zirkon dan kuarsa. Penyebaran lanau sangat luas dimulai dari daerah estuari barat laut dan bagian utara Pulau Rangsang, hingga ke sebelah tenggara Pulau Rangsang. Lanau pasiran hanya terdapat di tenggara Pulau rangsang, sedangkan pasir hanya terdapat di daerah di bagian selatan - tenggara Pulau Rangsang. Adanya butiran lanau - pasir dipengaruhi oleh pola arus dan gelombang yang sedang sampai kuat, sehingga butiran berukuran lanau - pasir dapat terangkut ke arah lepas pantai, sedangkan butiran halus (lempung) mengendap di daerah lembah di bagian barat Pulau Rangsang. Kata kunci: mineral, sedimen permukaan dasar laut, Pulau Rangsan
MAJUNYA GARIS PANTAI YANG DIAKIBATKAN OLEH PROSES SEDIMENTASI DI SEPANJANG PANTAI PERAIRAN KABUPATEN REMBANG
Majunya garis pantai yang terjadi di sekitar pantai perairan Rembang melingkupi daerah yang luas. Kondisi ini disebabkan morfologi pantai yang sangat landai dan pasokan sedimen yang tinggi terutama di sekitar muara sungai Pasokan sedimen dari sungai yang mengalir ke pantai utara Rembang membentuk endapan sedimen permukaan dasar laut. Sedimen tersebut juga menimbulkan akrasi sepanjang pantai Berdasarkan pemetaan karakteristik pantai perairan Rembang terdiri dari pantai berpasir, pantai berlumpur, pantai berbatu dan terumbu. Akrasi terjadi pada pantai berpasir dan terumbu. Kata Kunci: Majunya garis pantai, Sedimen, Rembang The emerging land in Rembang coastal area is very widely distributed. This is due to a very flat coastal morphology and very high sedimentary supply especially found around river mouth area. Sediment supply from rivers mouthed to north Rembang coast form sea bottom surficial sediment. The sediment is also causing emerging land or accretion along the coastal area of Rembang. Based on coastal characteristics mapping Rembang coastal area consisted of sandy coast, muddy coast, rocky beach and reefy coast. Accretion occurred at sandy beach and reefy coast Keyword: Emerged Land, Sediment, Remban
KETERDAPATAN MINERAL DAN UNSUR JARANG PADA SEDIMEN PANTAI DAN PERMUKAAN DASAR LAUT DI PERAIRAN SELAT PULAU BATAM DAN PULAU BINTAN
Sedimen dasar laut Selat Batam - Bintan tersusun oleh pasir kerikilan yang terdapat di sepanjang pantai dan lepas pantai P. Batam, dan kerikil pasiran yang dijumpai di sepanjang dekat pantai P. Bintan. Pasir menempati bagian tengah daerah selidikan. Sebaran sedimen tersebut menunjukkan bahwa sumber sedimen berasal dari Pulau Batam dan P. Bintan, dengan ukuran butir menghalus ke arah lepas pantai. Hasil analisa mineral berat menunjukkan bahwa terdapat 12 jenis mineral berat di daerah selidikan Magnetit, Kasiterit, Zirkon, Monasit, Hornblenda, Tourmalin, Pirit, Ilmenit, Hematit, leokosen, augit, diopsid. Mineral magnetit dominan terdapat pada sedimen Pasir lanauan (BT-34), dan pasir (BT-11), sedangkan mineral kasiterit dominan terdapat pada sedimen pasir kerikilan (BT-4) dan pasir lanauan (BT-34). Analisis kandungan unsur jarang sepanjang pantai barat P. Batam menunjukkan bahwa kandungan Barium (561 ppm) lebih tinggi dibandingkan unsur Sn (16 ppm), Sr (42 ppm), Nb (13 ppm) dan Zn (186 ppm). Sedangkan di pantai P. Bintan Timur Kandungan dijumpai tinggi unsur Ba (761 ppm), Nb (480 ppm) Sr (200ppm) dan Zr (300 ppm) pada contoh Pbn-1
- …
