1,720,984 research outputs found
Dampak Penggunaan Kapasitor Pada Sistem Distribusi Yang Terkontaminasi harmonisa
Perkembangan teknologi memicu peningkatan penggunaan komponen semikonduktor pada sistem distribusi. Penggunaan komponen semikonduktor menyebabkan timbulnya harmonisa dan menurunnya faktor daya pada sistem distribusi. Paper ini membahas analisis penggunaan capacitor bank pada salah satu PCC di Gardu Induk “X” yang men-supply energi listrik ke industri peleburan baja. Dengan menggunakan software simulasi ETAP dan melakukan perhitungan didapat bahwa pada saat capacitor bank dipasang maka terjadi hubungan yang saling menguatkan antara kapasitor dan harmonisa yang terjadi sehingga menyebabkan resonansi pada saat pemasangan kapasitor 37.600 kVAR. Hal ini mengakibatkan VTHD sistem menjadi 31% dan ITHD menjadi 217% meskipun faktor daya menjadi 0,98 lagging. Untuk mengatasi resonansi yang terjadi maka dipasang filter harmonisa, yang difungsikan untuk mengatasi harmonisa yang timbul serta sebagai capacitor bank sehingga VTHD turun menjadi 0,42%, ITHD menjadi 5%, dan faktor daya menjadi 0,99 lagging
Aplikasi Katodik Proteksi Dengan Sistem Anoda Korban Untuk Mencegah Korosi Pada Pipa Logam
Ketika sebuah logam atau paduan mengalami korosi, maka akan ada bagian yang berfungsi sebagai anoda di mana korosi berlangsung, serta ada yang berfungsi selaku katoda di mana tidak berlangsungnya korosi. Arus listrik yang menjauhi logam mengarah ke elektrolit menyebabkan korosi, sedangkan arus listrik yang masuk ke logam tidak menyebabkan korosi. Berdasarkan gejala tersebut maka diharapkan seluruh logam berperan sebagai katoda sehingga logam tersebut akan tahan terhadap korosi. Perlakuan ini mengharuskan dilakukan pemindahan atau pemisahan bagian yang berperan sebagai anoda ke tempat lain dalam lingkungan elektrolitiknya yang sama dan menghubungkannya secara elektrikal dengan logam tersebut. Dalam keadaan terproteksi katodik, jika menggunakan sistem arus paksa maka logam yang terproteksi dialiri arus listrik lewat lingkungan dan anodanya menuju logam, sedangkan jika menggunakan sistem anoda korban maka logam dibanjiri dengan elektron. Dalam sistem anoda korban, logam yang lebih reaktif akan berfungsi sebagai anoda dan mengalami korosi, sementara elektron yang tertinggal pada logam akan mengalir lewat konduktor ke logam yang dilindungi atau katoda. Besaran arus listrik yang dihasilkan oleh anoda menentukan tingkat proteksi. Semakin besar arus listrik yang diproduksi, semakin tinggi tingkat proteksi di dalamnya. Arus listrik akan bertambah besar apabila anoda lebih besar atau perbedaan potensial di antara logam yang diproteksi dan anoda lebih tinggi. Hasil penelitian untuk pipa yang berdekatan digunakan sistem anoda korban karena lebih efektif melindungi pipa dari karat dengan menggunakan magnesium sebagai anodanya sedangkan untuk pipa baru digunakan sistem arus tanding sebesar 0,5 mA/m untuk melindungi pipa dari karat selama 20 tahun
The Impact of Using Capacitor on the Distribution System Contaminated With Harmonic
Abstrak Perkembangan teknologi memicu peningkatan penggunaan komponen semikonduktor pada sistem distribusi. Penggunaan komponen semikonduktor menyebabkan timbulnya harmonisa dan menurunnya faktor daya pada sistem distribusi. Paper ini membahas analisis penggunaan capacitor bank pada salah satu PCC di Gardu Induk “X†yang men-supply energi listrik ke industri peleburan baja. Dengan menggunakan software simulasi ETAP dan melakukan perhitungan didapat bahwa pada saat capacitor bank dipasang maka terjadi hubungan yang saling menguatkan antara kapasitor dan harmonisa yang terjadi sehingga menyebabkan resonansi pada saat pemasangan kapasitor 37.600 kVAR. Hal ini mengakibatkan VTHD sistem menjadi 31% dan ITHD menjadi 217% meskipun faktor daya menjadi 0,98 lagging. Untuk mengatasi resonansi yang terjadi maka dipasang filter harmonisa, yang difungsikan untuk mengatasi harmonisa yang timbul serta sebagai capacitor bank sehingga VTHD turun menjadi 0,42%, ITHD menjadi 5%, dan faktor daya menjadi 0,99 lagging. Kata kunci: capacitor bank, harmonisa, filter harmonisa.  Abstract The development of technology leads to increased applications of semiconductor components in electrical distribution system. The use of semiconductor components causes harmonic and power factor to decrease in the distribution system. This paper analyses the use of a capacitor bank at one of the PCC in the substation "X" that supplies the electrical energy for smelting steel industry. By using ETAP simulation software and performing calculations it was found that when the capacitor bank is installed, interaction occurs between the capacitor and harmonic causing resonances when the capacitor mounted to 37,600 kVAR. Consequently VTHD system increases to 31% and ITHD to 217%, even though the power factor comes to 0.98 lagging. To overcome the resonance that occurs, then harmonic filter was mounted to reduce harmonics and to function as capacitor banks, so that VTHD fell to 0.42%, ITHD to 5% and the power factor to 0.99 lagging. Keywords: Capacitor bank, Harmonic, Harmonic Filter   Â
Perubahan Tegangan Pada Kawat Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV Akibat Sambaran Petir
Sambaran petir dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sambaran petir langsung dan sambaran petir tak langsung. Tiang saluran distribusi yang rendah menyebabkan saluran 20 kV tidak pernah terkena sambaran petir langsung. Pada Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV sambaran petir tak langsung dapat mengakibatkan timbulnya tegangan induksi pada kawat saluran distribusi. Tegangan induksi ini dapat menyebabkan terjadinya tegangan berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik dan berbahaya bagi manusia. Dari hasil simulasi dengan menggunakan program MATLAB didapatkan bahwa besarnya tegangan induksi pada saluran distribusi bergantung pada besarnya arus sambaran dan jarak terjadinya sambaran. Ketinggian saluran distribusi sangat berpengaruh terhadap besarnya tegangan yang dapat menginduksi saluran
PERENCANAAN GAMBAR LISTRIK UNTUK RENOVASI KELISTRIKAN GEREJA “X” DI SURABAYA
Gereja “X” berencana melakukan renovasi sistem kelistrikan bangunan. Renovasi sistem kelistrikan tersebut bertujuan untuk mengganti dan menata ulang sistem kelistrikan di bangunan gereja. Sebelum merancang sistem kelistrikan bangunan terlebih dahulu dilakukan penataan sistem pencahayaan dengan bantuan software calculux indoor 5.0b untuk mensimulasikan sistem pencahayaan yang baru. Hasil simulasi menunjukkan pencahayaan pada rancangan baru sudah memenuhi standar SNI pencahayaan dengan rata – rata selisih keseluruhan ruangan sebesar 3,22%. Dalam pengerjaan rancangan sistem kelistrikan yang baru, terdapat 5 panel meliputi 1 LVMDP (Low Voltage Main Distribution Panel) dan 4 SDP (Sub Distribution Panel). Untuk SDP, panel A dan B mengatur beban penerangan dan stop kontak lantai 1 dan 2, panel C mengatur beban yang menyala pada malam hari, panel D mengatur beban air conditioner
KONTROL LAMPU PJU YANG DISUPLAI SOLAR CELL DENGAN ARDUINO
Solar cell berfungsi untuk menangkap cahaya matahari yang akan diubah menjadi energi listrik melalui proses photovoltaic. Listrik yang dihasikan oleh solar cell langsung disimpan di dalam baterai. Saat solar cell bekerja (mengecas), tegangan solar cell dinaikkan maka kondisi relay dalam keadaan tertutup dan baterai dalam proses diisi. Jika proses pengisian energi dari solar cell ke baterai sudah penuh maka kondisi relay dalam keadaan terbuka secara otomatis. Sistem charging/discharging dan on / off lampu PJU menggunakan 2 relai yang dikendalikan oleh microcontroller yaitu Arduino Mega yang menerima, mengelola, dan mengirim data dari pembacaan sensor. Hasil dari pembacaan akan ditampilkan pada LCD yang telah terpasang. Pengujian dilakukan dengan melakukan beberapa percobaan yaitu dengan mengambil data pengisian menggunakan solar cell untuk sistem charge/discharge. Secara keseluruhan alat yang dibuat dapat bekerja dan berfungsi sebagaimana yang diharapkan tetapi kekurangan alat ini adalah menggunakan solar cell dimana daya pengisiannya kecil saat musim hujan. Berdasarkan perhitungan analisa kecukupan dibutuhkan minimal panel surya 135 Wp untuk dapat memenuhi kebutuhan energi lampu PJU dan membuat baterai tidak terkuras habis yang dapat merusak komponen baterai
Optimalisasi Pemakaian HDPE dan PP Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar Terhadap Kuat Tarik dan Kuat Tekan Beton
Semakin meningkatnya perkembangan teknologi baik di bidang infrastruktur maupun non infrastruktur, maka kebutuhan akan prasarana seperti gedung, jalan, jembatan, dan prasarana lain pada saat ini pun terus meningkat. Kebutuhan akan mutu dan jenis beton pun bervariasi sesuai permintaan di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalisasi dan mengevaluasi seberapa besar kemampuan beton dengan penggantian sebagian agregat kasar (split) oleh agregat kasar plastik (HDPE) dan (PP) terhadap kuat tarik dan kuat tekan beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di Laboratorium dengan membuat benda uji berupa silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat taik dan kuat tekan beton. Kemudian dilakukan pengujian kuat tarik dan kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan menggunakan Mesin CTM (Compression Testing Machine) setelah melalui tahap perawatan (curing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai slump adukan beton terus mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan persentase penggantian agregat kasar (split) dengan agregat kasar plastik yaitu berkisar antara 9,50 � 14,2 cm akibatnya kadar air dalam campuran beton meningkat sehingga berpengaruh terhadap mutu beton yang dihasilkan semakin menurun. Semakin meningkat persentase penggantian agregat kasar (split) oleh agregat kasar plastik terhadap campuran beton normal, kuat tekan beton mengalami penurunan sebesar 8% atau sebesar 18,752 Mpa.. Terjadi peningkatan nilai kuat tarik pada persentase campuran 2% kemudian cenderung menurun seiring dengan meningkatnya persentase agregat kasar pengganti pada campuran beto
Implementasi Smart Farming 4.0 dengan PLTS Off Grid di Kebun Hidroponik Perpusda Jatim
Perpustakaan berbasis inklusi sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memfasilitasi akses informasi dan kesempatan berkarya. Transformasi perpustakaan ini juga mendukung program pembangunan berkelanjutan dan merupakan seruan dari International Federation of Library Associations (IFLA). Pada saat ini, pertanian tradisional membutuhkan lahan yang luas dan konsumsi air yang tinggi. Oleh karena itu, pengembangan teknologi pertanian seperti hidroponik dengan energi terbarukan menjadi solusi yang efektif. Penelitian ini mengembangkan sistem Smart Farming 4.0 dengan PLTS Off Grid di Kebun Hidroponik Perpusda Jatim. Sistem ini menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama pompa untuk pengairan tanaman hidroponik sehingga tidak bergantung pada listrik jaringan konvensional. Energi yang dihasilkan panel surya pada siang hari langsung didistribusikan ke beban dan disimpan dalam baterai untuk digunakan pada malam hari atau cuaca buruk. Penelitian ini bertujuan untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan sistem baru dalam pertanian dan mendorong produksi pertanian yang berkualitas sepanjang tahun dengan dampak negatif yang lebih rendah terhadap lahan dan energi listrik konvensiona
PERENCANAAN GAMBAR LISTRIK UNTUK RENOVASI KELISTRIKAN GEREJA “X” DI SURABAYA
Gereja “X” berencana melakukan renovasi sistem kelistrikan bangunan. Renovasi sistem kelistrikan tersebut bertujuan untuk mengganti dan menata ulang sistem kelistrikan di bangunan gereja.
Sebelum merancang sistem kelistrikan bangunan terlebih dahulu dilakukan penataan sistem pencahayaan dengan bantuan software calculux indoor 5.0b untuk mensimulasikan sistem pencahayaan yang baru. Hasil simulasi menunjukkan pencahayaan pada rancangan baru sudah memenuhi standar SNI pencahayaan dengan rata – rata selisih keseluruhan ruangan sebesar 3,22%.
Dalam pengerjaan rancangan sistem kelistrikan yang baru, terdapat 5 panel meliputi 1 LVMDP (Low Voltage Main Distribution Panel) dan 4 SDP (Sub Distribution Panel). Untuk SDP, panel A dan B mengatur beban penerangan dan stop kontak lantai 1 dan 2, panel C mengatur beban yang menyala pada malam hari, panel D mengatur beban air conditione
- …
