57 research outputs found
Pengaruh Permainan Kelompok dan Jenis Kelamin Terhadap Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar dan Keterampilan Interpersonal Anak Usia 6-8 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh permainan kelompok dan jenis kelamin terhadap kemampuan motorik kasar dan keterampilan sosial anak usia 6-8 tahun di Perumahan Regency 1, Tangerang. Kemampuan motorik kasar dan keterampilan sosial adalah aspek penting dalam perkembangan anak, dan permainan kelompok diperkirakan dapat mendukung kedua keterampilan ini secara signifikan.
Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan analisis multivariat untuk mengevaluasi pengaruh permainan kelompok dan perbedaan jenis kelamin terhadap variabel yang diuji. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan motorik kasar dan keterampilan interpersonal pada anak-anak yang berpartisipasi dalam permainan kelompok.
Hasil analisis menunjukkan bahwa permainan kelompok tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan motorik kasar (F = 0,010, Sig. = 0,921) maupun keterampilan interpersonal (F = 2,164, Sig. = 0,152), yang menunjukkan bahwa aktivitas kelompok tidak secara signifikan meningkatkan keterampilan tersebut. Namun, analisis menunjukkan pengaruh signifikan dari jenis kelamin terhadap kedua keterampilan, dengan nilai Pillai's Trace sebesar 0,307 (F = 5,976, Sig. = 0,007). Nilai Partial Eta Squared sebesar 0,307 menunjukkan bahwa jenis kelamin menjelaskan sekitar 30,7% dari variasi, yang merupakan kontribusi besar terhadap perkembangan kemampuan motorik kasar dan keterampilan sosial. Temuan ini konsisten dengan teori perkembangan yang menyatakan bahwa faktor sosial dan lingkungan yang berhubungan dengan gender memengaruhi perkembangan anak. Anak laki-laki lebih sering terlibat dalam aktivitas yang mendukung perkembangan motorik, sementara anak perempuan cenderung terlibat dalam aktivitas kolaboratif yang mendorong keterampilan sosial
Analisis Performa Turbin Angin Vawt Tipe Hybrid Savonius Darrieus Naca 4712
Kebutuhan sumber energi pada suatu negara memang sangat dibutuhkan
saat ini. Di masa global warming akibat polusi dari energi yang merusak
lingkungan, membuat para peneliti mencari sumber pemanfaatan energi yang
lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan. (Deskabelly dan Nuryadi, 2019:1).
Pemanfaatan energi ramah lingkungan yang banyak digunakan saat ini yaitu
energi angin. Energi ini bisa di manfaatkan untuk mengurangi penggunaan bahan
bakar minyak atau energi lain yang dapat merugikan. Salah satu pemanfaatan
energi bayu yang saat ini banyak di pakai yaitu turbin angin untuk pembangkit
energi listrik. (Mahendra dkk., 2013:2). Saat ini kebutuhan energi listrik sangat
dibutuhkan, bukan hanya di daerah perkotaan saja namun di daerah desa-desa juga
membutuhkan listrik, sehingga pembangunan energi listrik dilakukan hingga
pelosok-pelosok desa. (Aryanto dkk., 2013:51).
Suatu unsur yang dapat berpengaruh pada kondisi iklim dan cuaca adalah
angin. Adanya perbedaan tekanan udara pada suatu tempat atau daratan dapat
mengakibatkan hembusan atau tiupan angin. (Bactiar dan Hayattul, 2018:36)
Turbin angin mempunyai prinsip kerja yang sederhana yaitu merubah energi bayu
menjadi energi mekanik pada kincir, kemudian putaran pada kincir membuat rotor
pada generator dapat berputar dan menghasilkan listrik. (Kusbiantoro dkk.,
2013:1). Turbin angin memiliki 2 jenis yaitu vertical axis wind turbine dan
horizontal axis wind turbine. (Sulaiman dkk., 2020:47). Untuk membangun
sebuah turbin angin dibutuhkan angin yang cukup untuk memutar turbin angin.
Berdasarkan data kecepatan angin rata-rata di Indonesia pada tahun 2016 yaitu
3,5-7 m/s. (Saputra, 2016:75).Muhammad Trifiananto, S.T., M.T(Pembimbing I)
Ir.Mochamad Edoward Ramadhan S.T., M.T. (Pembimbing II
UPAYA PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KM. DOBONSOLO MELALUI OPTIMALISASI KEGIATAN EMBARKASI DAN DEBARKASI PENUMPANG
ABSTRAKSI
Irvan Fadillah Nurwantoro NIT: 51145220 N, 2019, "Upaya Pencegahan
Keterlambatan KM. DOBONSOLO Melalui Optimalisasi Kegiatan
Embarkasi dan Debarkasi Penumpang", Skripsi Program Studi Nautika,
Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Capt. Ali Imran Ritonga, MM, M.Mar. dan Pembimbing II: H. Mustholiq,
MM.
Pelaksanaan embarkasi dan debarkasi yang cepat dan aman serta lancar
merupakan tujuan utama para penumpang. Upaya tersebut di maksudkan agar kapal
dan muatan serta keselamatan para penumpang bisa terjamin saat proses embarkasi
dan debarkasi. Proses embarkasi dan debarkasi yang terjadi di kapal KM.
DOBONSOLO sewaktu di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya adalah kurang
efisiennya manajemen untuk mengatur penumpang yang akan naik dan turun, serta
kurangnya fasilitas yang memadai di terminal pelabuhan.Sehingga para penumpang
saling berdesakkan dan dapat mengakibatkan atau membahayakan jiwa para
penumpang tersebut. Sedangkan PT. PELNI sebagai penyedia sarana transportasi
pun tidak meningkatkan pelayanan–pelayanan diatas kapal, bahkan terkesan hanya
mencari keuntungan tanpa memperdulikan kualitas pelayanan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, menunjukkan
beberapa faktor-faktor yang menghambat jalannya proses embarkasi dan debarkasi
penumpang. Faktor-faktor tersebut adalah maraknya pedagang asongan dan tidak
tertibnya buruh-buruh bagasi dalam pengangkutan barang milik
penumpang,merebaknya pengantar dan pengunjung yang tidak mengindahkan
peraturan serta pengumuman yang telah dilakukan oleh pihak kapal sehingga
terkadang mereka terbawa dalam pelayaran yang sering disebut Penumpang Tanpa
Tiket (PTT), faktor yang lain adalah keterlambatan kapal sewaktu tiba di pelabuhan
tujuan, faktor terakhir adalah barang bawaan penumpang yang berlebih (Over
Baggage).
Adapun upaya yang dilakukan oleh pihak kapal dan petugas darat adalah
dengan meningkatkan kerja sama yang baik antara petugas darat dan petugas kapal
sehingga dapat mendukung kelancaran proses embarkasi dan debarkasi.
ABSTRACT
Irvan Fadillah Nurwantoro NIT: 51145220 N, 2019, "Upaya Pencegahan
Keterlambatan KM. DOBONSOLO Melalui Optimalisasi Kegiatan
Embarkasi dan Debarkasi Penumpang", Nautical Study Program,
Diploma IV Program, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, 1st
Advisor: Capt. Ali Imran Ritonga, MM, M.Mar. and 2nd Advisor: H.
Mustholiq, MM.
The fast and safe and smooth implementation of embarkation and
debarkation is the main goal of the passengers. The effort is intended so that the
ship and cargo and the safety of passengers can be guaranteed during the
embarkation and debarkation process. The process of embarkation and debarkation
that occurs on KM ships. DOBONSOLO while at the port of Tanjung Perak
Surabaya was management inefficient to regulate passengers who were going up
and down, as well as the lack of adequate facilities at the port terminal. So that
passengers crowded together and could cause or endanger the lives of these
passengers. Whereas PT. PELNI as a means of transportation also does not improve
services on board, even seems to only seek profits regardless of service quality.
Based on the results of the research that the author has done, it shows several
factors that hinder the process of embarkation and debarkation of passengers. These
factors are the rise of hawkers and the disorderly practice of baggage workers in
transporting passenger property, widespread outreach and visitors who do not heed
the rules and announcements made by the ship so that sometimes they are carried
on a cruise which is often called a Passenger Without Tickets ( PTT), another factor
is the delay of the ship when it arrives at the destination port, the last factor is excess
baggage (Over Baggage).The efforts made by the ship and land officers are to increase good
cooperation between land officials and ship officers so that they can support the
smooth process of embarkation and debarkation
FIG. 5 in A New Genus and Two New Species of Arboreal Toads from the Highlands of Sumatra with a Phylogeny of Sundaland Toad Genera
FIG. 5.—Habitat of Sigalegalephrŋnus mandailinguensis—a view of the rainforest at the edge of an inactive solphatara field on the northeastern slope of Gunung Sorikmarapi where the holotype was found (upper); and first author at the entrance of the subterranean hollow where the holotype was collected (lower).Published as part of Smart, Utpal, Sarker, Goutam C., Arifin, Umilaela, Harvey, Michael B., Sidik, Irvan, Hamidy, Amir, Kurniawan, Nia & Smith, Eric N., 2017, Herpetologica 73 (1) on pages 63-75, DOI: 10.1655/Herpetologica-D-16-00041, http://zenodo.org/record/771643
ANALISIS PERFORMA TURBIN ANGIN VAWT (VERTICAL AXIS WIND TURBINE) TIPE HYBRID SAVONIUS DARRIEUS NACA 4712
A wind turbine is a device that converts wind energy into mechanical energy to produce electric power. Wind turbines have a simple working principle, which is to convert wind energy into mechanical energy in the windmill, then the rotation of the turbine0makes the rotor on the generator rotate and generate electricity. There are 2 types of wind turbines: vertical axis wind turbine and horizontal axis wind turbine. This study aims to determine the performance of the medium-scale VAWT hybrid savonius darrieus NACA 4712 wind turbine. The hybrid wind turbine is a combination of savonius and darrieus wind turbines to increase efficiency by utilizing the drag of the savonius turbine and lift force from the darrieus wind turbine. This study used an experimental method. The fan is used to vary the wind speed. The wind speed used ranges from 5, 5.5, 6, 6.5, 7, 7.1,7.2,7.3 m/s. This savonius darrieus hybrid wind turbine can produce efficiency of 0.037 at wind speed of 5 m/s with an initial torque of 0.088 N/m. The maximum rotation in this hybrid turbine study 118 Rpm was obtained at a wind speed of 7.3 m/s
Effect of agitation on methanogenesis stage of two-stage anaerobic digestion of palm oil mill effluent (POME) into biogas
STRATEGI KOLABORASI DALAM SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL DI KABUPATEN SUBANG
Abstrak Kesenian tradisional memegang peranan dalam pencirian dan menjadi kekhasan suatu daerah. Bagi wilayah administratif yang menjadi cikal bakal suatu kesenian daerah tentu saja tidak sulit untuk menyebut istilah kesenian khas dan menjadi milik daerah tersebut. Lain halnya dengan wilayah administratif yang tidak memiliki kesenian daerah sehingga akan berusaha menciptakan sebuah kesenian untuk dijadikan sebagai kesenian khas bagi daerahnya. Beruntunglah bagi Kabupaten Subang yang menjadi cikal bakal beberapa kesenian yang terlahir dan besar di daerahnya. Tidak hanya sampai disitu, Pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional tampak serius dilakukan. Hal tersebut terlihat dari papan nama berbagai kesenian (tradisional) di beberapa ruas jalan dalam wilayah Kabupaten Subang. Seiring berjalannya waktu tampak jelas terlihat adanya perubahan dalam pernak pernik atau tahapan pertunjukan pada beberapa seni pertunjukan tradisional. Kondisi tersebut pada akhirnya mengundang keingintahuan mengenai strategi kolaborasi apa yang membuat seni pertunjukan tradisional masih tetap diminati masyarakat Subang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis yang didukung dengan data lintas waktu baik dari sumber sekunder maupun dari pernyataan informan mengenai seni pertunjukan tradisional di Kabupaten Subang. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kolaborasi yang dilakukan meliputi kolaborasi lintas waktu dan lintas ruang yang masih dibatasi oleh seperangkat aturan agar kolaborasi tidak melenceng dari identitas ketradisionalannya.AbstractTraditional arts play a role in the characterization of a region. The Regency of Subang became the pioneer for inventing and creating some traditional arts. They were born and grew in the area, and their preservation and development are seriously taken into consideration. It is evident that some changes occurred over time, for example in the accessories or phase of performances at several traditional performing arts. ThisNaskah Diterima: 28 Februari 2013Naskah Disetujui: 2 April 2013condition makes the author curious about the strategy of collaboration that makes the people of Subang interested in traditional performing art. The author conducted descriptive analytical method supported by cross-time data either from primary or secondary sources. The result shows that the strategy of collaboration across time and space in traditional performing</jats:p
Analisis Penerapan Akuntansi Pada SMP Rusqah Di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru
The accounting process at SMP Rusqah Pekanbaru only record transactions, do not do journals. Starting recording financial transactions into the daily cash book, then transferred to the book recapitulation of receipts and disbursements of funds. Prepared financial reports SMP Rusqah Pekanbaru, namely profit and loss reports and balance reports. The purpose of this research is to find out how the accounting applied by Rusqah Pekanbaru Middle School is in accordance with generally accepted accounting principles. The required data type is data primary and secondary data, data collection techniques by way of direct interviews and documentation. The findings of this study are Rusqah Pekanbaru Middle School, not making journal, does not calculate the depreciation of fixed assets owned by the school. Based on research conducted by the author that SMP Rusqah Pekanbaru have not applied generally accepted accounting principles
KEBERADAAN KAMPUNG SENI JELEKONG DALAM MENUNJANG KEBUTUHAN EKONOMI RUMAH TANGGA
ABSTRAKKampung Seni Jelekong telah lama menapakkan kiprahnya dalam bidang industri kreatif berbasis kebudayaan. Hasil yang dicapai adalah ketenaran Jelekong hingga ke mancanegara sebagai kelurahan di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang memproduksi lukisan dan kerajinan wayang golek. Berdasarkan pengalaman tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung memberikan predikat Desa Wisata melalui SK Nomor 556.42/Kop.71 – Dispopar/2011. Pengalaman yang telah dicapai sebagai kampung seni tentunya harus melalui proses yang cukup panjang. Di samping itu juga ada kiat-kiat tertentu yang menjadi pedoman mereka untuk tetap menekuni industri berbasis kebudayaan tersebut. Kiat-kiat yang tentunya harus memperhatikan unsur hobi, kemahiran, dan sektor pendapatan yang mereka terima selama bekerja sebagai seniman di Kelurahan Jelekong. Penelitian yang menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif ini menemukan adanya aspek ketekunan, strategi pemasaran, dan pola pembagian kerja yang bervariasi. Aspek ketekunan dicapai oleh para pelopor seni yang secara intensif mengajarkan pada warga Jelekong untuk berkecimpung dan mencari nafkah melalui pemberdayaan produk seni. Strategi pemasaran menuntut kreativitas mereka semaksimal mungkin baik melalui modifikasi karya seni maupun memperbanyak relasi mulai dari strategi door to door hingga membuka galeri seni. Pola pembagian kerja yang fleksibel, yaitu segi kualitas dan kuantitas seniman menjadi tolak ukur besaran pendapatan yang mereka terima untuk nantinya digunakan mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. AbstractJelekong has been famous for its creativity in culture-based industry, especially in producing wayang golek paintings and handicrafts. It was awarded Desa Wisata (Village of Tourism) by the government of Regency of Bandung in 2011. This village has certain tips that guide them running the business, tips that combine many elements like hobby, skill, and income that they receive during they are working as artists in the village. By conducting descriptive method and qualitative approach, the author finds that combination of persistence, marketing strategy and division of work are indirect factors for the artists to rely on art as their main income.</jats:p
Ramli Abdul Wahid and His Thoughts on Islamic Education
Ramli Abdul Wahid and His Thought on Islamic Education. This paper discusses the biography of Ramli Abdul Wahid, a North Sumatra scholar who has multidisciplinary thinking. He is a Hadith expert, but discusses various disciplines and one of them is Islamic education. This research is a qualitative research with a character study approach. From the research conducted, the author concludes that Ramli Abdul Wahid's Islamic education thinking is motivated by his educational history and his position as chairman of the fatwa commission at the Indonesian Ulama Council of North Sumatra (MUI SU) and Al-Jam'iyatul Washliyah Medan. Therefore, the orientation of Islamic education according to him is that it must be in accordance with Islamic values based on the Qur'an and Hadith
- …
