14,146 research outputs found
Kedudukan Perkawinan Semarga Dalam Klan Sembiring Pada Masyarakat Karo Di Desa Tanjung Pulo Kecamatan Tiga Nderket Kabupaten Karo
Adat (custom) is the reflection of the identity of a nation; it is the manifestation of its spirit of life from generation to generation. Each nation has its own adat, and up to the present adat law as an unwritten law has been still recognized as an effective law. It has been known in the Karonese community there is a prohibition to get married with the same clan. The objective of this research was to analyze the position of marriage in the same Sembiring clan in the Karonese community at TanjungPulo Village, TiganderketSubdistrict, Karo Regency. The formula of the problems was the reasons why it was allowed, the position, and its consequence.
The research used empirical juridical normative and descriptive analytic method. Primary legal materials were Law No. 1/1974 on Marriage, the result of the interviews with the adatKaronese community, while secondary data were obtained from books and tertiary legal materials such as dictionaries, and dictionaries on law.
The result of the research shows that the reasons why getting married with the same Sembiring clan is allowed are religion and the change in social values. It is considered legitimate and recognized when the stages of its procedures have been done such as beloselambar (proposal), ngantingmanuk (negotiation on marriage ceremony), kerjanerehempo (adat party), and mukul (its legitimation). Sembiring and Perangin-angin clans are specifically called limited eleutherogamy; that is, a person from a certain clan in Sembiring and Perangin-angin clans is allowed to get married with a person of the same sub-clan in different clan. The legal consequence if getting married with same Sembiring clan is the existence of sinereh (wife) will break off from her family. When the parents die, the brother of the late father takes the responsibility to raise the children, joint property will be property grouping, and Sembiring clan will be attached to the children who inherit it from their father and mother.Perkawinan Suku karo masih mempertahankan susunan kekerabatan patrilineal, sehingga system perkawinan yang dianut masyarakat suku karo adalah eksogami, yang berarti seorang pria harus mencari isteri diluar marga dan dilarang kawin dengan wanita semarga. Permasalahan penelitian ini adalah pertama,alas an diperbolehkannya perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo di Desa tanjung Pulo Kecamatan Tiga Nderket Kabupaten Karo, kedua kedudukan perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo di Desa Tanjung Pulo Kecamatan Tiga Nderket ditinjau dari hokum adat, dan ketiga akibat hokum dari perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo di DesaTanjung Pulo Kecamatan Tiga Nderket Kabupaten Karo.
Tesis ini menggunakan jenis penelitian hukum normative dan empiris yang bersifat deskriptif analitis, dengan menggunakan bahan hukum primer berupa Undang-Undang Perkawinan nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, keterangan hasil wawancara masyarakat adat karo, bahan hukum sekunder berupa buku-buku, dan tersier berupa kamus umum, kamus hukum.
Hasil penelitian ini, alasan diperbolehkannya perkawinan semarga dalam klan sembiring pada masyarakat karo menurut penelitian adalah karena agama dan rasa cinta. Kedudukan hukum adat karo dalam perkawinan sesama marga sembiring dianggap sah dan diakui apabila telah dilakukan menurut tata cara perkawinan adat karo yaitu melewati tahapan maba belo selambar (lamaran), nganting manuk (musyawarah tentang upacara perkawinan), kerja nereh empo (pesta adat), dan mukul (syarat sahnya perkawinan). Khusus untuk marga Sembiring dan Perangin-nangin adalah eleutherogami terbatas yaitu seseorang marga tertentu dari Sembiring dan Perangin-angin hanya diperbolehkan kawin dengan orang tertentu dari marga yang sama namun tertentu pula asal klannya berbeda. Akibat hokum dari perkawinan semarga dalam klan sembiring mempunyai akibat hokum layaknya perkawinan pada umumnya yaitu meng akibatkan si isteri putus hubungan dengan keluarganya, terhadap anak yang dilahirkan dari perkawinan semarga sehingga ketika orang tuanya meninggal mengakibatkan saudara si ayah bertanggung jawab mendapat hak asuhnya, terhadap harta perkawinan mengakibatkan pengelompokan harta, perkawinan semarga sembiring membawa tutur yang melekat dalam dirinya yang diwarisinya dari pihak ayah dan ibunya.Tesis Magiste
Efektifitas dan Perlindungan Hukum Dalam Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum terhadap Peserta Bpjs Kesehatan Studi Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana realisasi hak dan kewajiban rumah sakit serta pasien dalam pelayanan kesehatan, berdasarkan UU Nomor 44 Tahun 2009, serta bagaimana efektifitas dan perlindungan hukum dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit umum terhadap peserta BPJS kesehatan studi rumah sakit umum sembiring deli tua. Hasil penelitian yaitu Hak dan kewajiban rumah sakit serta pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan, telah diatur secara jelas dalam berbagai peraturan dan Undang-Undang di Indonesia. Pasien umum dan peserta BPJS memiliki hak yang sama dalam mendapatkan akses dan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman. Namun, peserta BPJS memiliki kewajiban membayar iuran dan harus mengikuti sistem rujukan yang ditetapkan. Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua beroperasi sesuai dengan berbagai peraturan dan Undang-Undang, termasuk sistem rujukan pelayanan kesehatan. Selama periode Juli, RSU Sembiring berhasil melayani 8318 pasien BPJS. Meskipun demikian, tantangan dan hambatan di lapangan tetap ada dan memerlukan perhatian dari pembuat kebijakan. RSU Sembiring secara umum berhasil dalam melayani peserta BPJS Kesehatan dengan efektif dan mematuhi hukum. RSU Sembiring merupakan contoh bagaimana fasilitas kesehatan harus terus beradaptasi dan bekerja sama dengan BPJS dan pemerintah untuk mencari solusi terhadap tantangan yang ada, demi memastikan pelayanan kesehatan yang efektif dan perlindungan hukum bagi peserta BPJS
Pengaruh Keseimbangan Kehidupan-Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Perawat di RSU Sembiring Delitua
Pekerjaan dan keluarga adalah domain paling penting di dalam kehidupan. Kedua peran tersebut sering menimbulkan konflik antara pekerjaan dengan keluarga, seperti jam kerja yang panjang, mengurangi keberadaan dirumah, melewatkan aktivitas pribadi dan kebersamaan keluarga. Semakin terlibat dengan pekerjaan, maka semakin meningkat konflik antara pekerjaan dan keluarga dan menurunkan komitmen. Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki pengaruh keseimbangan kehidupan-kerja terhadap komitmen organisasi pada perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan partisipan adalah 176 perawat yang bekerja kurang dari 4 tahun di RSU Sembiring Delitua. Data diperoleh melalui dua alat ukur, yaitu skala keseimbangan kehidupan-kerja dan skala komitmen organisasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien determinasi adalah (R square) 0.285 dengan p = 0.000 yang berarti terdapat pengaruh positif yang signifikan antara keseimbangan kehidupan-kerja terhadap komitmen organisasi pada perawat dan besarnya pengaruh sebesar 28.5 %. Hasil tambahan penelitian menunjukkan bahwa 65,3% perawat memiliki keseimbangan kehidupan-kerja yang tinggi dan 64,2% perawat memiliki komitmen organisasi di kategori sedang . Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam hal penyusuan kebijakan rumah sakit terkait komitmen organisasi pada perawat.Work and family are the most important domains in life. Both of these roles often conflict between work and family, as long working hours, reducing the presence of at home, skip the personal activity and family togetherness. Increasingly involved with the job, then increased conflict between work and family and lower commitment. The purpose of this study to investigate the influence of work-life balance on organizational commitment to the nurse. This research is a quantitative study with participants were 176 nurses who worked less than 4 years in RSU Sembiring Delitua. Data is obtained through two measuring instruments, the scale of work-life balance and the scale of organizational commitment. The analytical method used is simple regression analysis. The analysis shows the coefficient of determination is (R square) 0.285 with p = 0.000, which means there is a significant positive effect between work-life balance on organizational commitment to nurses and the magnitude of influence of 28.5%. Additional results of the study showed that 65.3% of nurses had a high work-life balance and 64.2% of nurses had organizational commitment in the medium category. The results of this study contribute to the organization of hospital policy related to organizational commitment of nurses.126 HalamanSkripsi Sarjan
Analisis wacana doa Tifatul Sembiring untuk Presiden Jokowi
Salah satu doa yang akhir-akhir ini marak diperbincangkan publik adalah milik Tifatul Sembiring, salah seorang anggota parlemen yang terpilih menjadi pembaca doa di malam rapat kerja sehari sebelum hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Doa yang dipanjatkan oleh Tifatul Sembiring dan diamini oleh seluruh pejabat yang menghadiri rapat tersebut menuai kontroversi; di satu sisi doa tersebut dianggap menyindir kepala Negara, sementara di sisi lain doa itu dinilai mengungkapkan kondisi masyarakat yang sebenarnya di bawah pemerintahan Jokowi. Penelitian ini berupaya mengkaji doa Tifatul Sembiring dengan melihat pengucapan doa tersebut berdasarkan waktu, tempat, dan peristiwa yang terjadi bersamaan melalui perspektif Fairclough dan Grice. Analisis linguistik ini melihat hubungan antara teks dan wacana secara intertekstual dalam konteks sosial dan sejarah terjadinya peristiwa tutur tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa doa Tifatul Sembiring dapat dilihat bukan sebagai sindiran namun justru sebagai bentuk dukungan pada pemerintahan Presiden Jokowi
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Andragogi terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di PKBM Sembiring Center Kota Binjai
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pembelajaran andragogi terhadap hasil belajar peserta didik di PKBM Sembiring Center Kota Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretest-posttest, yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran andragogi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga belajar program Paket C di PKBM Sembiring Center. Sampel penelitian berjumlah 35 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, yang terdiri dari pretest sebelum diberikan perlakuan dan posttest setelah diberikan perlakuan berupa pembelajaran andragogi. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji regresi, analisis deskriptif, dan uji-t untuk mengukur signifikansi pengaruh pembelajaran andragogi terhadap hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang diperoleh bersifat normal dan homogen, sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Dengan kata lain, penerapan metode pembelajaran andragogi terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik.
 
PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN KETERAMPILAN KELUARGA SEMBIRING DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KURSUS MENJAHIT DI KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kegiatan yang dilakukan Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) , metode yang dilakukan dalam pengajaran, promosi dan pembiayaan serta mengetahui kondisi perekonomian masyarakat setelah mengikuti program yang di adakan oleh LPK Keluarga Sembiring. Penelitian ini merupakan peneltitian kualitatif dengan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Kegiatan LPK berupa kursus menjahit. Metode yang digunakan LPK Keluarga Sembiring adalah 30 % teori dan 70% praktek. Strategi promosi yang dilakukan LPK Keluarga Sembiring adalah dengan menggunakan brosur, radio dan media sosial. Biaya belajar kursus menjahit adalah Rp. 4.000.000. kondisi perekonomian keluarga yang merupakan lulusan LPK Keluarga Sembiring semakin meningkat
PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN KETERAMPILAN KELUARGA SEMBIRING DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KURSUS MENJAHIT DI KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kegiatan yang dilakukan Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) , metode yang dilakukan dalam pengajaran, promosi dan pembiayaan serta mengetahui kondisi perekonomian masyarakat setelah mengikuti program yang di adakan oleh LPK Keluarga Sembiring. Penelitian ini merupakan peneltitian kualitatif dengan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Kegiatan LPK berupa kursus menjahit. Metode yang digunakan LPK Keluarga Sembiring adalah 30 % teori dan 70% praktek. Strategi promosi yang dilakukan LPK Keluarga Sembiring adalah dengan menggunakan brosur, radio dan media sosial. Biaya belajar kursus menjahit adalah Rp. 4.000.000. kondisi perekonomian keluarga yang merupakan lulusan LPK Keluarga Sembiring semakin meningkat.</p
Pengujian Kesesuaian Metode Omision Plot dan Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi terhadap Padi Sawah (Oriza Sativa L. Muer) pada Inceptisol di Desa Bah Jambi Dua Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Sumatera Utara
Beras merupakan makanan pokok sebahagian besar penduduk Indonesia, peningkatan produksi beras pada mulanya tidak dapat mengimbangi peningkatan jumlah penduduk, maka oleh pemerintah dikembangkan metode. Intensifikasi vdengan program Intensifikasi pemupukan nntuk mengimbangi pemakaian varietas unggul yang respon dengan pemupukan yang tinggi. Efek pemupukan yang tinggi itu, baru dirasakan beberapa waktu ini, ditandai dengan tidak responnya tanaman padi dengan pemupukan yang diberikan dan terjadi penimbunan hara tanaman(Soil Sickness), karena pemupukan yang melebihi kebutuhan tanaman. Dipihak lain meningkatnya harga pupuk karena dicabutnya subsidi pupuk oleh pemerintah sehingga kesejahteraan petani semakin berkurang. Maka dikembangkan sistem pemupukan yang lebih efisiens dan memiliki keuntungan bagi petani yaitu pemupukan Spesifik Lokasi, sehingga pupuk yang diberikan tidak berlebihan dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah petani di desa Bah Jambi Dua Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Dengan membuat petak omisi N, P dan K untuk melihat kebutuhan tanaman akan hara kemudian membandingkan pengelolaan hara para petani dengan pengelolaan hara spesifik lokasi yang dikembangkan oleh IRRI. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan tanah dan lingkungan cukup tinggi mensuplay hara P dan K, tetapi rendah pada N dan Pengelolaan Hara cara petani tidak berbeda nyata dengan Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi pada variable agronomi tetapi berbeda nyata pada variable ekonomi, dengan perlakuan yang terbaik PHSLI (target 6 ton/ha)101 HalamanTesis Magiste
Analisis Faktor Resiko Kejadian Infertilitas Pada Perawat di RSU Sembiring
Latar Belakang: Infertilitas atau Infekunditas merupakan suatu penyakit pada sistem reproduksi yang dapat didefinisikan sebagai kegagalan untuk mencapai kehamilan klinis setelah 12 bulan atau lebih berhubungan seksual tanpa penggunaan alat kontrasepsi. Infertilitas pada pasangan usia subur di seluruh dunia diperkirakan sekitar 50-80 juta. Di Indonesia, 10-15% jumlah penduduk mengalami infertilitas. Prevalensi wanita usia subur yang mengalami infertilitas diperkirakan mencapai 6,08%. Prevalensi infertilitas tertinggi terdapat pada usia 20-24 tahun sebanyak 21,3%. Sedangkan prevalensi infertilitas terendah pada usia 40-44 tahun yaitu 3,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor resiko kejadian Infertilitas pada Perawat di RSU. Sembiring dengan variabel penelitian (Umur, Masa Kerja, Status Gizi, Infeksi Organ Reproduksi dan Paparan rokok). Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah crossectional study dengan pendekatan retrospektif. Pengumpulan data akan dilakukan melalui wawancara yang berpedoman pada kuesioner yang telah memenuhi unsur validitas dan reliabilitas dan pengukuran Body Mass Index (BMI). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang Perawat di RSU. Sembiring, Delitua, Deli Serdang. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariate. Hasil aanalisis statistik pada tahapan Multivariat menunjukkan bahwa terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan kejadian Infertilitas pada perawat di RSU. Sembiring yaitu Masa Kerja dengan nilai sig.0,006, Status Gizi dengan nilai sig.0,029 dan Infeksi pada Organ Reproduksi dengan nilai sig. 0,003
- …
