179,153 research outputs found

    ARTIKEL KARYA SENI PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI SEKAR JAGAT DI SMP NEGERI 10 DENPASAR

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran tari Sekar Jagat dan hasil validasi video pembelajaran tari Sekar Jagat melalui uji perorangan serta kelompok kecil. Data dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi: (1) proses pembuatan video pembelajaran tari Sekar Jagat; (2) hasil validasi video pembelajaran tari Sekar Jagat melalui uji perorangan; (3) hasil validasi video pembelajaran tari Sekar Jagat melalui uji kelompok kecil. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penyekoran, sedangkan data yang diperoleh berupa komentar dan saran dianalisis secara kualitatif. Tari Sekar Jagat diciptakan oleh Dr. N.L.N. Swasthi Widjaja Bandem, SST, M.Hum., ketika Yayasan Wastra Prema meminta beliau untuk menampilkan sebuah tari penyambutan untuk pembukaan pameran wastra Bali di Jakarta yang dibuka oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1993. Penciptaan tari Sekar Jagat ini terinspirasi oleh tarian Rejang di Karangasem yang kemudian dikembangkan dalam sebuah komposisi tari Sekar Jagat. Fungsi tari Sekar Jagat adalah sebagai hiburan. Iringan tari Sekar Jagat yaitu menggunakan iringan gamelan Gong Kebyar yang diciptakan oleh I Nyoman Windha. Setelah video pembelajaran terbentuk, maka dilakukan uji ahli untuk menilai video pembelajaran tari Sekar Jagat. Berdasarkan penilaian dari ahli seni tari dan ahli media pembelajaran diperoleh hasil bahwa VCD pembelajaran tari Sekar Jagat sangat layak dan tidak perlu direvisi. Penilaian VCD pembelajaran tari Sekar Jagat oleh guru seni tari SMP Negeri 10 Denpasar sangat layak. Selanjutnya VCD tersebut di uji coba pada siswa SMP yang mengikuti ekstrakurikuler seni tari. Hasil validasi pada perorangan dan kelompok kecil menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Sekar Jagat masuk dalam kategori sangat layak. Kata Kunci : Pengembangan, Video Pembelajaran, Tari Sekar Jaga

    Sekar, R C

    No full text

    Subchronic memantine induced concurrent functional disconnectivity and altered ultra-structural tissue integrity in the rodent brain: revealed by multimodal MRI

    No full text
    Background An effective NMDA antagonist imaging model may find key utility in advancing schizophrenia drug discovery research. We investigated effects of subchronic treatment with the NMDA antagonist memantine by using behavioural observation and multimodal MRI. Methods Pharmacological MRI (phMRI) was used to map the neuroanatomical binding sites of memantine after acute and subchronic treatment. Resting state fMRI (rs-fMRI) and diffusion MRI were used to study the changes in functional connectivity (FC) and ultra-structural tissue integrity before and after subchronic memantine treatment. Further corroborating behavioural evidences were documented. Results Dose-dependent phMRI activation was observed in the prelimbic cortex following acute doses of memantine. Subchronic treatment revealed significant effects in the hippocampus, cingulate, prelimbic and retrosplenial cortices. Decreases in FC amongst the hippocampal and frontal cortical structures (prelimbic, cingulate) were apparent through rs-fMRI investigation, indicating a loss of connectivity. Diffusion kurtosis MRI showed decreases in fractional anisotropy and mean diffusivity changes, suggesting ultra-structural changes in the hippocampus and cingulate cortex. Limited behavioural assessment suggested that memantine induced behavioural effects comparable to other NMDA antagonists as measured by locomotor hyperactivity and that the effects could be reversed by antipsychotic drugs. Conclusion Our findings substantiate the hypothesis that repeated NMDA receptor blockade with nonspecific, noncompetitive NMDA antagonists may lead to functional and ultra-structural alterations, particularly in the hippocampus and cingulate cortex. These changes may underlie the behavioural effects. Furthermore, the present findings underscore the utility and the translational potential of multimodal MR imaging and acute/subchronic memantine model in the search for novel disease-modifying treatments for schizophrenia

    Ancangan Sistem Informasi Administrasi Keuangan Pada Sanggar Tari Sekar Tanjung Kendal Berbasis Client Server

    No full text
    Pendorong penulis melakukan skripsi ini untuk menganalisis dan membuat suatu aplikasi mengenai perancangan sistem  informasi administrasi keuangan pada Sanggar Tari Sekar Tanjung Kendal Berbasis Client Server dengan mengamati langsung dari Sanggar Tari Sekar Tanjung dan melakukan perancangan sistem informasi keuangan. Metode yang digunakan dalam menganalisis ini adalah metode R n D, Kerangka berfikir, dan Diagram Use Case. Sedangkan metode yang digunakan dalam perancangan adalah dengan menggunakan diagram konteks, diagram dekomposisi, DFD, ERD, Flowchart, dan tampilan antar muka yang diajukan. Hasil dari analisis dan perancangan sistem ini, dapat mempermudah pihak bagian keuangan dalam melakukan pembayaran administrasi dan laporan keuangan sanggar tari sekar tanjung, sehingga dapat meningkatkan evektivan dan efesiensi dari bagian administrasi keuangan, selain itu juga dapat mengatasi masalah - masalah yang ada didalam sistem informasi administrasi keuangan pada Sanggar Tari Sekar Tanjung Kendal berbasis Client Server, Dengan itu penulis akan menerapkan Aplikasi Perancangan Sistem Informasi Adminitrasi Keuangan Pada Sanggar Tari Sekar Tanjung K endal Berbasis Client Server

    Tari Pancawarna Karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah Di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang

    No full text
    Penelitian ini berujudul Tari Pancawarna Karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang. Permasalahan padapenelitianiniadalahkeunikanyang terdapat padatariPancawarna yaitumenggabungkan dua rumpun tari Wayang dan tari Keurseus. Tari Pancawarna memiliki lima karakter, dan merupakan tarian jenis putra tunggal.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang penciptaan tari Pancawarna serta Bentuk Penyajian tari Pancawarna karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analisis dengan memaparkan gejala atau peristiwa yang sesungguhnya pada saat penelitian berlangsung. Temuan penelitian bahwatariPancawarnamerupakantarian jenis putra tunggal yang dapat ditarikan oleh perempuan maupun laki-laki dan termasuk ke dalam tari kreasi baru disebabkan tarian ini merupakan tarian hasil penggabungan dari tari Keurseus dan tari Wayang. Kesimpulannya, TariPancawarna Karya R. Efendi Lesmana Kartadikusumah di Padepokan Sekar Pusaka Sumedang merupakan sebuah tarian penggabungan dari dua jenis rumpun tari Wayang dan tari Keurseus. Tarian yang diambil dari rumpun Keurseus antara lain tari Lenyepan dan tari Gawil, sedangkan dari rumpun tari Wayang antara lain tari Jayengrana, tari Jakasona, dan tari Gandamanah.R. Effendi Lesmana dalam penciptaan gerak mengacu kepada filosofi-filosofi antara lain, Mahabrata, Serat Menak, Sejarah, Legenda, dan Ramayana. This research entittled Pancawarna Dance by R. Effendi Lesmana Kartadikusumah debeloped in Padepokan Sekar Pusaka, Sumedang. Problems emerged in this study is unique where the dancecombines two clumps which arePancawarna puppets dance and Keurseus dance. Pancawarna dance has five characters with single man dancer. The research aims to describe the background of dance creation and dance Presentation of Pancawarna dance by R. Effendi Pancawarna Lesmana Kartadikusumah in Padepokan Sekar Pusaka Sumedang. The research method used is descriptive method of analysis by describing the symptoms or the actual events during the study. The findings of the research is that Pancawarna dance is a dance that can be performed by women and men and belong to the new creation dance since this dance combines the Puppet dance andKeurseus dance.In conclusion, Dance Pancawarna by Efendi Lesmana R. Sekar Pusaka dwbwloped in Padepokan Kartadikusumah, Sumedang is an amalgamation of two types of dance clump which arw Puppet dance and Keurseus dance. Dance taken from the clump Keurseus include Lenyepan dance, Gawil dance, while from Puppet clumps are Jayengrana dance,Jakasona dance,and Gandamanah dance.R. Effendi Lesmana in the creation of motion refers to the philosophies of Mahabharata, Fiber Menak, History, Legend, and Ramayana

    Static Disassembly Of Stripped Binaries

    No full text
    Disassembly of binaries plays an important role in computer security.Tools for binary analysis and reverse engineering rely heavily on staticdisassembly. Current disassemblers are not able to reliably disassembleexecutables or libraries that contain data (or junk bytes) in the midst ofcode, or make extensive use of indirect jumps or calls. These features cancause these tools to fail silently, thus making them inappropriate forapplications that critically depend on correct disassembly, e.g., binaryinstrumentation. An incorrectly disassembled binary can lead to incorrectinstrumentation, which can in turn cause the instrumented program to fail,or more generally, exhibit differences in behavior from the originalbinary. In this thesis, we analyze existing disassembly approaches, theirshortcomings, and propose a technique to overcome these shortcomings. Weinvestigate the use of static data flow analysis and type analysis toovercome the many challenges posed by disassembly of commercial off-the-shelfsoftware binaries.Advisor(s): Sekar R. Committee Member(s): Robert Johnson; C R. Ramakrishnan.Stony Brook University Libraries. SBU Graduate School in Department of Computer Science. Lawrence Martin (Dean of Graduate School)

    Static Disassembly Of Stripped Binaries

    No full text
    Disassembly of binaries plays an important role in computer security.Tools for binary analysis and reverse engineering rely heavily on staticdisassembly. Current disassemblers are not able to reliably disassembleexecutables or libraries that contain data (or junk bytes) in the midst ofcode, or make extensive use of indirect jumps or calls. These features cancause these tools to fail silently, thus making them inappropriate forapplications that critically depend on correct disassembly, e.g., binaryinstrumentation. An incorrectly disassembled binary can lead to incorrectinstrumentation, which can in turn cause the instrumented program to fail,or more generally, exhibit differences in behavior from the originalbinary. In this thesis, we analyze existing disassembly approaches, theirshortcomings, and propose a technique to overcome these shortcomings. Weinvestigate the use of static data flow analysis and type analysis toovercome the many challenges posed by disassembly of commercial off-the-shelfsoftware binaries.Advisor(s): Sekar R. Committee Member(s): Robert Johnson; C R. Ramakrishnan.Stony Brook University Libraries. SBU Graduate School in Department of Computer Science. Lawrence Martin (Dean of Graduate School)

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    TARI GATOTKACA GANDRUNG KARYA R. ONO LESMANA KARTADIKOESOEMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA SUMEDANG

    No full text
    Tari Gatotkaca Gandrung karya R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah diciptakan pada tahun 1957. Dalam pertunjukannya terdapat empat tokoh, yaitu; Gatotkaca, Pergiwa Pergiwati, dan Cakil. Struktur pertunjukan terbagi menjadi tiga adegan dengan bentuk tari pethilan yang menggambarkan kegandrungan Gatotkaca kepada Pergiwa Pergiwati sebagai jelmaan dari Cakil. Penelitian ini dibatasi pada permasalahan mengenai bagaimana estetika tari Gatotkaca Gandrung karya R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah di Padepokan Sekar Pusaka Sumedang. Landasan konsep pemikiran mengunakan teori estetika instrumental, karena dianggap relevan sebagai pisau bedah dalam membahas permasalahan. Untuk mengimplementasikan teori digunakan metode deskriptif analisis. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi dan analisa data. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan bahwa ditinjau dari estetika, tarian ini terdiri atas wujud tari, bobot tari, dan penampilan. Wujud tari meliputi bentuk dan struktur, di antaranya struktur koreografi, struktur iringan tari, tata rias tari, tata busana tari dan properti tari. Bobot tari meliputi gagasan penciptaan, suasana, dan pesan tari. Penampilan meliputi bakat, keterampilan, dan sarana. Ketiga unsur tersebut berkesinambungan menjadi sebuah pembentuk estetika tari yang menjadi identitas tari Gatotkaca Gandrung. ABSTRACT GATOTKACA GANDRUNG DANCE BY R. ONO LESMANA KARTADIKOESOEMAH AT PADEPOKAN SEKAR PUSAKA SUMEDANG, June 2023. Gatotkaca Gandrung Dance by R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah was created in 1957. In the show there are four characters, namely; Gatotkaca, Periwa Perwati, and Cakil. The structure of the performance is divided into three scenes in the form of a pethilan dance which depicts Gatotkaca\u27s passion for PeriwaPergiwati as the incarnation of Cakil. This research is limited to the problem of how the aesthetics of the Gatotkaca Gandrung dance by R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah at Padepokan Sekar Pusaka Sumedang. The basis of the concept of thought is using instrumental aesthetic theory, because it is considered relevant as a scalpel in discussing problems. To implement the theory used descriptive analysis method. This research is qualitative in nature with data collection carried out through literature, observation, interviews, documentation and data analysis. Based on the results of the analysis, it can be concluded that in terms of aesthetics, this dance consists of dance form, dance weight, and appearance. The form of dance includes form and structure, including choreographic structures, dance accompaniment structures, dance make-up, dance dress and dance properties. The weight of the dance includes the idea of creation, atmosphere and message of the dance. Appearance includes talents, skills, and means. These three elements continue to form a dance aesthetic which is the identity of the Gatotkaca Gandrung dance. Keywords: Gandrung Gatotkaca Dance, R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah, Instrumental Aesthetics

    TARI TOPENG KLANA KARYA R. ONO LESMANA KARTADIKOESOEMAH DI PADEPOKAN SEKAR PUSAKA SUMEDANG

    No full text
    ABSTRAKTari Topeng Klana karya R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah diciptakan pada tahun 1942, terinspirasi dari Topeng Cirebon. Dalam pertunjukannya ada hal yang menarik untuk dijadikan objek penelitian yakni terdapat koreografi yang harus menyesuaikan dengan  prolog. Penelitian ini dibatasi pada struktur tari Topeng Klana karya Ono di Padepokan Sekar Pusaka Kabupaten Sumedang. Untuk menjawabnya digunakan teori struktur yang dianggap relevan sebagai pisau pembedah dalam membahas permasalahan. Untuk mengimplementasikan teori  digunakan metode deskriptif analisis. Strategi pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa ditinjau dari strukturnya tarian ini terdiri atas bentuk tari dan isi tari. Bentuk tari meliputi koreografi, karawitan tari, tata rias, dan busana tari sedang isi tari di antaranya latar belakang cerita, gambaran tarian, nama tarian, karakter tari dan unsur filosofis. Berdasarkan hasil analisis terdapat kesinambungan antara bentuk dan isi tarian. Selain itu, berdasarkan isi prolognya tarian ini dipertunjukan untuk kepentingan penyambutan tamu.Kata Kunci: Tari Topeng Sumedang, R. Ono Lesmana Kartadikusumah, Struktur. ABSTRACTKlana Mask Dance by R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah in Regency of Sekar Pusaka Sumedang, June 2020. Klana Mask Dance which was created by R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah in 1942, was inspired by the Cirebon Mask. In the show there is an interesting thing  to be the object of research namely the choreography that must adjust to the prologue. This research is limited to the structure of Ono\u27s Klana Mask dance in regency of Sekar Pusaka Sumedang. To answer this, the structural theory is considered relevant to be used as an operation tool in discussing the problems. To implement the theory, the descriptive analysis method is used. The strategy in collecting data was carried out through literature study, interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that in terms of structure this dance consists of dance form and dance content. The dance forms include choreography, dance music, make-up, and dance costume, while the dance contents include the background of the story, dance descriptions, dance name, dance characters and philosophical elements. Based on the analysis there is a continuity between the form and content of the dance. In addition, based on the contents of the prologue this dance is performed for the benefit of welcoming guests.Keywords: Sumedang Mask Dance, R. Ono Lesmana Kartadikusumah, Structure.
    corecore