1,721,053 research outputs found

    Peran Pola Sosial Untuk Meningkatkan Kecerdasanemosi Anak

    Full text link
    Peran Pola Permainan Sosial Oalam Meningkatkan Kecerdasan Emosi Anak (Nurul Hartini, Hawaim Machrus, Oewi Retno Suminar, Seger Handoyo, 2000, 27 Halaman) Dalam Penelitian Ini Peneliti Ingin Mengetahui (1) Benarkah Pola Permainan Sosial Berpengaruh Pada Peningkatan Keceerdasan Emosi Anak., (2) Besamya Pengaruh Pola Permainan Sosial Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosi Anak Dan (3) Besarnya Efektifitas Penggunaan Pola Permainan Sosial Dalam Sistem Pendidikan Taman Kanakkanak. Tujuan Yang Ingin Dicapai Dalam Penelitian Ini Adalah : (1) Mengetahui Apakah Benar Pola Pennainan Sosial Berpengaruh Pada Peningkatan Kecerdasan Emosi Anak, (2) Melihat Bcsamya Pengaruh Pola Permainan Sosial Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosi Anak Dan (3) Mengetahui Besamya Efektifitas Penggunaan Pola Pennainan Sosial Dalam Sistem Pendidikan Taman Kanak-Kanak

    Keluarga: Awal membangun karakter bangsa. In: Pendidikan Karakter: Perspektif guru dan psikolog

    Full text link
    Keluarga terutama orang tua diharapkan dapat berperan sebagai character builder, character enabler, dan character enginer dalam keluarganya sehingga proses pembangunan dan pengembangan karakter anak bangsa yang berkualitas atau berakhlaqul karimah dapat dicapai. Dibutuhkan komitmen yang kuat pada keutuhan keluarga, agar anak-anak bangsa mendapatkan tempat yang sehat untuk menumbuhkembangkan karakter yang kuat dan positif. Anak-anak bangsa yang cerdas secara intelektual,emosi, berdaya juang dan bermoral spiritual serta mengimplementasikan nilal-nilal luhur universal adalah modal utama bangsa ini untuk berdaya saing di era globalisasi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Keluarga: Awal membangun karakter bangsa

    Full text link
    Keluarga terutama orang tua diharapkan dapat berperan sebagai character builder, character enabler, dan character enginer dalam keluarganya sehingga proses pembangunan dan pengembangan karakter anak bangsa yang berkualitas atau berakhlaqul karimah dapat dicapai. Dibutuhkan komitmen yang kuat pada keutuhan keluarga, agar anak-anak bangsa mendapatkan tempat yang sehat untuk menumbuhkembangkan karakter yang kuat dan positif. Anak-anak bangsa yang cerdas secara intelektual,emosi, berdaya juang dan bermoral spiritual serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur universal adalah modal utama bangsa ini untuk berdaya saing di era globalisasi

    Identifikasi Kekuatan Penentu Dan Pendorong Perilaku Inovasi Serta Intervensinya Untuk Kemajuan Pengembangan Pariwisata di Nusa Tenggara Barat

    Full text link
    Pengembangan perilaku inovatif perlu dilakukan untuk meningkatkan industri pariwisata tanah air terutama destinasi pariwisata prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Nusa Tenggara Bara merupakan salah satu provinsi yang menjadi destinasi pariwisata prioritas. Keindahan alam dan keelokan budaya di Nusa Tenggara Barat yang tidak kalah jika dibandingkan dengan Bali tetangga terdekatnya, membuat pariwisata NTB memiliki peluang besar untuk berkembang pesat. Perilaku inovatif adalah salah satu faktor penunjang keberhasilan industri pariwisata. Perilaku inovatif akan dapat diharapkan kemuncuIannya jika teridentifikasi faktor penentu dan faktor pendorongnya (determinants and driving forces). Penelitian tahun pertama ini juga dilakukan melalui dua tahap. Tahapan pertama adalah mengidentifikasi faktor pendorong dan penentu perilaku inovatif di industry pariwisata Nusa Tenggara Barat. Jumlah karyawan yang menjadi subyek penelitian adalah 3 orang, yang merupakan penvakilan dari unsur pemerintah, Hasil dari tahapan pertama adalah sebagai berikut: Faktor pendorong rnunculnya perilaku inovatif pada karyawan industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat adalah: I . Persaingan 2. Tuntutan Konsumen 3. Model industri sejenis 4. Produk Pengganti 5. Keberlanjutan perusahaan Sedangkan faktor penentu perilaku inovatif pada karyawan industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat adalah: 1. Kesadaran berinovasi 2. Inisiatif berinovasi 3. Adanya dukungan pemerintah dalam berinovasi 4. Adanya dukungan perusahaan dalam berinovasi 5. Pentingnya sumber daya manusia dalam berinovasi 6. Pentingnya penguatan positif untuk berinovasi Tahapan kedua penelitian ini adalah melakukan survei pada 96 orang karyawan industry pariwisata untuk mengetahui hubungan antara modal psikologis dengan perilaku inovatif. Dari hasil data menunjukkan bahwa ada hubungan antara modal psikologis dengan perilaku inovatif pada karyawan industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Hasil dari penelitian tahun pertama ini akan digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan model intervensi pengembangan perilaku inovatif pada karyawan industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pembuatan Norma Tes Penalaran Untuk Kelompok Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Surabaya

    Full text link
    Penelitian mengenai pe~huatan norma tes Penalaran memang bukanlah ha l yang baru di Indonesia. Bag~imanapun , be l um ada pembuatan norma tes itu yang menggunakan sampe l kelompok sis~a Sekolah Lanjutan .Tingkat At as di Surabaya. Norma yang dibuat pada populasi yang spaaifik saringkali diparlukan untuk penginterpretasian yang lebih fair. Karenanya r umusan masalah dalam peneliti:an ini adalah: Bagaimana Norma Tes penalaran Untuk Kelompok Siawa Sekolah Lanjutan Ti ngkat Atas di Surabaya? Penelitian ini bertujuan untuk menyusun suatu norma Penalaran bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di baya Penelitian yang bersifat diskriptif ini menggunakan populasi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat A~as di Surabaya. Penarikan sampel sebayak 563 siswa dilakukan dengan Aooidental Sampling. Meskipun dsmikia.n, tingkat representativeness-nya bisa diharapkan. karena sampel berasal-dari berbagai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Surabaya. Data diambil dari hasil pemeriksaan psikologik bakat mereka yang dilakukan oleh lembaga konsultasi psikologi di Surabaya. Analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik diskriptif, perhitungan z-score, T-score, dan persentil. berupa Performance individual dalam ~anyak tes psikologis dicatat dalam bentuk skor kasar. Skor kasar yang diperoleh itu belum bisa diinterpretasikan. Untuk itu diperlukan suatu norma tes. Cara menetapkan suatu norma ada dua, yaitu dengan menetapkan standart atau kriteria eksternal dan membandingkan skor yang diperoleh testae dengan kriteria tersebut, dan dengan membandingkan skor yang diperoleh testae dengan skor dari sekelompok testee tertentu pada tes yani sama. Norma tes Penalaran untuk siswa Sekolah lanjutan Tingkat Atas di Surabaya telah berhasil dibuat dengan sampel yang cukup besar menggunakan cara kedua. Di kemudian hari, seiring dengan pertambahan data yang dimiliki, perlu untuk dilakukah pengujian .kembali norma tes yang telah dibuat. Selanjutnya juga diharapkan selain berlingkup l okal, bisa dibuat norma tes yang berlingkup nasional dengan semua subtes yang dimiliki oleh Differential Aptitude Tests
    corecore