1,720,960 research outputs found
Hubungan Fatigue dengan Kejadian Excessive Daytime Sleepiness pada Perawat
Nurses hold an important responsibility for maintaining patients’safety. It has been known that fatigue and sleepiness may result in errors with negative consequences for patient safety. The purpose of this study was to examine the relationship between fatigue and excessive daytime sleepiness among nurses. This research design is descriptive correlation. The total sample in this study was 36 nurses. This research was conducted at the Special Eye Hospital Medan. Sampling using purposive sampling. Data collection using the Three-Dimensional Work Fatigue Inventory (3D-WFI) and The Epworth Sleepiness Scale. Data analysis using the Chi-Square test. The results of this study indicate that the majority of nurses experience tired fatigue as many as 22 respondents (61.1%) compared to 14 respondents (38.9%) not tired. Chi Square test showed an association between fatigue and excessive daytime sleepiness (EDS) in nurses (P = 0.000 <α 0.05). This study recommends nurses to optimize the work hours of nurses to overcome daytime sleepiness, and for nurses to maintain conditions in order to avoid excessive sleepiness which can cause adverse event
Gambaran Kejadian Shivering Post Spinal Anestesi Pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia Di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap
<p><em><span>Anestesi spinal memicu vasodilatasi yang memfasilitasi pusat tubuh untuk meredistribusi panas ke perifer serta memicu ambang shivering. Kejadian<span> </span>shivering<span> </span><span>menyebabkan</span><span> </span>ketidaknyamanan<span> </span>bagi<span> </span>pasien. Hal<span> </span>ini menimbulkan peningkatan laju metabolisme menjadi lebih dari 40% dan meningkatkan intensitas nyeri pada daerah luka akibat tarikan luka operasi. Selain itu, dapat juga menyebabkan peningkatan konsumsi oksigen yang signifikan (hingga 40%), peningkatan produksi<span> </span>CO2 (hiperkarbia), meningkatkan hipoksemia arteri, asidosis laktat, dan dapat menyebabkan gangguan irama jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian shivering pasca spinal <span><span> </span></span>anestesi pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Pendekatannya yaitu cross sectional. Sampel berjumlah 32 sampel dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa u</span><span>sia yang paling dominan yaitu usia 46-55 tahun (50%), lama operasi yang paling dominan dengan kategori cepat (68,8%) dan IMT yang paling dominan dengan kategori normal (68,8%). </span><span>Kejadian shivering pasca spinal anestesi yang paling dominan dengan kategori tidak shivering (59,4%). Berdasarkan karakteristik sebagian besar tidak mengalami shivering dengan usia 46-55 tahun (34,4%), berdasarkan lama operasi dengan shivering yang paling dominan tidak mengalami shivering dengan lama operasi cepat (53,1%), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian shivering sebagian besar dengan IMT normal (46,9%). Kesimpulan didapatkan bahwa karakteristik usia, lama operasi dan IMT pasien tidak mengalami shivering.</span></em></p>
Hubungan Jumlah Dosis Pemberian Opioid Dengan Waktu Pulih Sadar Pasien General Anestesi Di RSUD Cilacap
Waktu pemulihan setelah general anestesi yaitu keadaan bagaimana obat keluar dari tubuh setelah pemberian dihentikan, yang disebut prinsip farmakokinetik. Selain itu, faktor lain yang memengaruhi pemulihan adalah cara obat bekerja dalam tubuh. Untuk mengetahui hubungan antara jumlah dosis pemberian opioid dengan waktu pulih sadar pada pasien general anestesi. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 98 responden. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden berada dalam kelompok usia 12-25 sebanyak 40 responden (40.8%) dan jenis kelamin responden yang paling banyak yaitu perempuan sebanyak 50 responden (51.0%) serta IMT kategori yang paling banyak adalah normal sebanyak 82 (92,9%). Pengunaan dosis dengan kategori yang paling banyak yaitu tepat sebanyak 81 responden (82,7%). Waktu pulih sadar pada pasien general anestesi di RSUD Cilacap dengan kategori terbanyak yaitu 5-30 menit sebanyak 81 responden (85,7%. Setelah dilakukan uji bivariat dengan metode spearman rho menunjukkan nilai 0.667 atau p > 0,05. Tidak ada hubungan antara jumlah dosis pemberian opioid dengan waktu pulih sadar pada pasien general.
EDUKASI DAN PELATIHAN MANDIRI DETEKSI DINI PREEKLAMSIA MELALUI PEMERIKSAAN MEAN ARTERIAL PRESSURE PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TALUN CIREBON
Preeklamsia merupakan gangguan kehamilan yang terkait dengan hipertensi, dengan disertai proteinuria tinggi. Dengan salah satu penyebab terjadinya yaitu iskemik uteroplasenta. MAP sebagai salah satu pencegahannya bisa dilakukan dengan deteksi dini pemeriksaan MAP. Pemeriksaan MAP ini sangat mudah dilakukan dan bisa dilakukan secara mandiri oleh ibu hamil. Pemeriksaan MAP juga sangat penting karena dengan melakukan pemeriksaan secara teratur bagi Ibu hamil untuk mendeteksi dini preeklamsia sejak awal kehamilan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius dan terjadi HELLP Syndrome. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang Preeklamsia dan perhitungan MAP untuk deteksi dini preeklamsia. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan demonstrasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilakukan di Balai Desa Kecomberan kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Peserta yang hadir berjumlah 26 ibu hamil. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan preeklamsia dan kemampuan menghitung MAP. Luaran Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa booklet dan publikasi jurnal pengabdian kepada Masyarakat
Perbedaan Tingkat Kecemasan Pre-Sectio Caesarea Pada Pasien Primigravida Dan Multigravida
Kecemasan pada masa sebelum operasi caesar merupakan masalah psikologis yang umum terjadi dan dapat memengaruhi pengalaman persalinan serta hasil kesehatan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan tingkat kecemasan pre-sectio caesarea pada pasien primigravida dan multigravida.Penelitian ini melibatkan 44 responden yang terdiri dari 22 pasien primigravida dan 22 pasien multigravida di salah satu rumah sakit di Indonesia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan adalah kuesioner State-Trait Anxiety Inventory-S (STAI-S), yang dirancang untuk mengukur kecemasan situasional pada saat tertentu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Mann-Whitney U untuk membandingkan tingkat kecemasan antara kedua kelompok. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,066 (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan secara statistik dalam tingkat kecemasan pre-sectio caesarea antara pasien primigravida dan multigravida. Meskipun demikian, hasil ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk dukungan sosial, pengalaman masa lalu, dan faktor psikologis lainnya yang tidak diukur dalam penelitian ini. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan perlunya intervensi yang dipersonalisasi untuk mengelola kecemasan pada pasien yang akan menjalani sectio caesarea, terlepas dari status kehamilannya
GAMBARAN KUALITAS PEMULIHAN PADA PASIEN PASCA GENERAL ANESTESI DI RUMAH SAKIT JATIWINANGUN PURWOKERTO
Abstrak : Gambaran Kualitas Pemulihan Pada Pasien Pasca General Anestesi Di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto. General anestesi dapat menyebabkan pasien kehilangan sensasi dan mengalami amnesia ketika pembedahan berlangsung. Pasien juga dapat mengalami komplikasi pasca operasi dengan General anestesi yang tidak segera ditangani akan berdampak kematian pasien. Maka dari itu, pemulihan pasca General anestesi menjadi satu hal yang penting untuk dinilai sebagai hasil akhir pelayanan anestesia. Salah satu instrumen yang sering digunakan adalah kuesioner Quality of Recovery-40 (QoR-40). Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian diskriptif dengan desain survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling melibatkan 37 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Quality of Recovery-40 (QoR-40). Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden pada pasien pasca General anestesi mayoritas berusia 26-35 tahun (37,8%) berjenis kelamin laki-laki (54,1%) memiliki tingkat pendidikan SMA (43,2%) dan berstatus ASA I (54,1%). Kualitas pemulihan pada pasien pasca General anestesi mayoritas dalam kategori baik (83,8%). Kesimpulan penelitian menunjukan kualitas pemulihan pada pasien pasca General anestesi mayoritas dalam kategori baik
THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE ABOUT STROKE AND HEALTHY BEHAVIOR IN HYPERTENSION PATIENTS AT KARANGJAMBU HEALTH CENTER
Hypertension or high blood pressure is a condition where the systolic blood pressure has increased above 140 mmHg and the diastolic blood pressure is above 90 mmHg with measurement twice in a calm body condition within a span of five minutes. One of the complications of hypertension that poses a threat is stroke. Attempts that can be done to reduce the rates of death and disability due to stroke, namely preventions by increasing knowledge of stroke and implementing healthy behavior for people with hypertension. This study was aimed to determine the relationship of knowledge about stroke with healthy behavior in patients with hypertension at Karangjambu Health Center. This study used quantitative methods with descriptive correlation design and used a cross sectional approach. The sampling technique used nonprobability accidental sampling with 66 respondents. Data were collected using the SRQ questionnaire for knowledge of stroke and HPLP II for the healthy behavior. Univariate analysis used descriptive correlation and bivariate analysis used the spearman rank test. Statistical test results obtained p value 0.001. It is concluded that there is a relationship between knowledge of stroke and healthy behavior in patients with hypertension at Karangjambu Health Center. The better the respondent\u27s knowledge, the better the healthy behavior that is applied, thus the results of this study are important for Health Center officers in attempts to prevent stroke complications in patients with hypertension.
Â
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
