1,720,981 research outputs found
Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terhadap Mutu Tepung Cabai (Capsicum annuum, L.)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama
pengeringan terhadap mutu tepung cabai.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan dua faktor, yaitu suhu pengeringan (50 °C, 60 °C, 70 °C, 80 °C) dan lama
pengeringan (12 jam, 14 jam, 16 jam, 18 jam). Parameter yang dianalisa yaitu
kadar air, rendemen, kadar vitamin C, uji organoleptik warna dan kepedasan.
Hasil penelitian menunjukkan suhu pengeringan berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, renderen, kadar vitamin C dan kepedasan, dan berbeda tidak nyata terhadap warna. Lama pengeringan berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, rendemen, kadar vitamin C dan kepedasan, dan berbeda tidak nyata terhadap wama Interaksi dari suhu dan lama pengeringan menunjukkan berpengaruh
berbeda nyata terhadap kadar air, rendemen dan kadar witamin C, dan berbeda
tidak nyata terhadap warna dan kepedasan70 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terbadap Mutu Tepung Cabai (Capsicum annuum, L)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama
pengeringan terhadap rnutu tepung cabai. .
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan dua faktor, yaitu suhu pengeringan (50°C, 60°C, 70 ()C, 80 ()C) dan lama
pengeringan (12 jam, 14 jam, 16 jam, 18 jam). Parameter yang dianalisa yaitu
kadar air, rendemen, kadar vitamin C, uji organoleptik warna dan kepedasan.
Hasil peuelitian menunjukkan suhu peugeringan berpeugaruh berbeda
sangat nyata terhadap kadar air, rendemen, kadar vitamin C dan kepedasan, dan
berbeda tidak nyata terhadap warna.
Lama pengeringan berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air,
rendemen, kadar vitamin C dan kepedasan, dan berbeda tidak nyata terhadap
warna.
Interaksi dari suhu dan lama pengeringan menunjukkan herpengaruh
berbeda nyata terhadap kadar air, rendemen dan kadar vitamin C, dan berbeda
tidak uyata terhadap warua dan kepedasan,70 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan terbadap Mutu Tepung Cabai (Capsicum annuum, L)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama
pengeringan terhadap rnutu tepung cabai. .
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan dua faktor, yaitu suhu pengeringan (50°C, 60°C, 70 ()C, 80 ()C) dan lama
pengeringan (12 jam, 14 jam, 16 jam, 18 jam). Parameter yang dianalisa yaitu
kadar air, rendemen, kadar vitamin C, uji organoleptik warna dan kepedasan.
Hasil peuelitian menunjukkan suhu peugeringan berpeugaruh berbeda
sangat nyata terhadap kadar air, rendemen, kadar vitamin C dan kepedasan, dan
berbeda tidak nyata terhadap warna.
Lama pengeringan berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air,
rendemen, kadar vitamin C dan kepedasan, dan berbeda tidak nyata terhadap
warna.
Interaksi dari suhu dan lama pengeringan menunjukkan herpengaruh
berbeda nyata terhadap kadar air, rendemen dan kadar vitamin C, dan berbeda
tidak uyata terhadap warua dan kepedasan,70 HalamanSkripsi Sarjan
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN POC TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)
ABSTRAK
Sawi merupakan sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Untuk memproduksi sawi perlu diperhatikan pengolahan lahan dan pemberian pupuk. Penelitian ini dilaksanakan di desa Mamas Kecamatan Darul Hasanah, memiliki topografi datar dengan ketinggian tempat ± 220 meter diatas permukaan laut. Suhu diareal penelitian diperkirakaan berkisar ± 25 – 300C. Penelitian dilakukan selama 24 hari. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu Pengolahan tanah dan pemberiaan pupuk organic cair, dengan simbol perlakuan sebagai berikut : T0 = Tanpa Olah Tanah (TOT) ; T1 = Pengolahan Tanah Minimum (Tanah 1 kali dicangkul); T2 = Pengolahan Tanah Maksimum (Tanah 1 kali dicangkul 1 kali digaru). Faktor kedua konsentrasi pupuk organik cair (S) yang terdiri dari 3 taraf pelakuan : S0 = Tanpa POC (Kontrol) ; S1 = 0.25 cc/ 1 liter air ; S2 = 0.75 cc/ 1 liter air. Parameter yang diamati tinggi tanaman (cm), jumlah daun ( helai), berat bersih tanaman (gram). Hasil penelitian dan pengujian sidik ragam diperoleh dari kombinasi pengaruh olah tanah dan POC berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat bersih tanaman.
Kata Kunci : Desa Mamas, Pengolahan tanah, POC
ABSTRACT
Mustard is a vegetable that is much in demand by the people of Indonesia. To produce mustard greens need to be considered land management and fertilizer application. This research was carried out in Mamas village, Darul Hasanah sub-district, having a flat topography with a height of ± 220 meters above sea level. The estimated diareal temperature in the range of ± 25 - 300C. The study was conducted for 24 days. This study uses a factorial randomized block design (RBD) with 2 factors, namely tillage and provision of liquid organic fertilizer, with the following treatment symbols: T0 = No Soil (TOT); T1 = Minimum Land Management (Land once hoe); T2 = Maximum Soil Processing (Soil is digested 1 time). The second factor is the concentration of liquid organic fertilizer (S) which consists of 3 levels of treatment: S0 = No POC (Control); S1 = 0.25 cc / 1 liter of water; S2 = 0.75 cc / 1 liter of water. The parameters observed were plant height (cm), number of leaves (strands), net weight of plants (grams). The results of research and testing of variance obtained from the combination of the effect of tillage and POC significantly affect all parameters observed, namely plant height, number of leaves, plant net weight.
Keywords: Mamas Village, Land Management, PO
INTERVENTION OF BANANA WEEVIL MOLECULES AND HUSK CHARCOAL FOR THE VEGETATIVE PHASE OF PAPAYA SEEDS (CARICA PAPAYA L.)
Papaya is one of the promising agricultural products. To increase Papaya production, we use organic fertilizers that are easily available and are often wasted by Southeast Aceh farmers. Our research aims to determine the effect of rice husk charcoal and banana weevil MOL on papaya seedlings (Carica Papaya L.). honey. This research was conducted in Alur Buluh Village, Southeast Aceh District, with a height of ± 245 m above sea level, which was carried out for 2 months. The design used was a Randomized Block Design (RBD) with two treatment factors, namely: Factor I: rice husk charcoal (A) consisting of 3 levels, namely: A0: 0 g / plant / 1,100g soil; A1: 150g / plant / 1,250g of soil; A2: 200 g / plant / 1,300g of soil. Factor II: MOL fertilizer for banana weevil (M) consisting of 3 levels, namely: M0: 0 ml / liter of water / plot; M1: 10 ml / liter of water / plot; M2: 30 ml / liter of water / plot. Variance analysis test results showed that the treatment level of rice husk charcoal dose had a very significant effect on plant height at 3 MSPB, 4 MSPB and 5 MSPB and stem diameters of 1, 3, 4, 5 and 6 MSPB. Whereas 2 and 6 MSPB significantly affected plant height, and stem diameter at 2 MSPB significantly affected. The effect of MOL administration of banana weevil has a very significant effect on plant height at ages 2 and 3 MSPB, stem diameter at 3 MSPB. In the interaction of the treatment of husk charcoal and MOL fertilizer the banana weevil had a very significant effect on the diameter of the stem at the age of 3 MSPB, and the stem diameter of 4 MSPB. We conclude the use of fertilizers derived from husk charcoal and banana weevil Mol are good for the growth of papaya seeds.
Kombinasi Media Tanam dan Dosis Urea pada Pertumbuhan Bayam Putih (Amarathus tricolor)
Dengan berkurangnya lahan pertanian yang produktif, maka dibutuhkan inovasi untuk penggunaan media tanam, sehingga dapat meminimalisir penggunaan tanah sebagai media tanam.Salah satunya adalah arang sekam. Arang sekam mudah didapatkan dan cukup melimpah.Riset ini memiliki maksud untuk melihat kombinasi media tanam dan dosis urea pada pertumbuhan bayam putih (Amarathus tricolor). Penelitian ini dilakukan di Desa Ujung Barat Kecamatan Babussalam, pada November sampai Desember 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan 6 perlakuan (Jenis Media Tanam : Sekam Padi, arang sekam 15 menit, arang sekam 30 menit, dan Dosis pupuk Urea: 10g/plot,15g/plot, 20g/plot) dengan 3 ulangan. Tes lanjutan yang digunakan adalah Beda Nyata Jujur (BNJ). Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Hasil observasi menunjukkan bahwa perlakuan jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 3 dan MST, diameter batang umur 2 MST dan jumlah daun pada seluruh umur pengamatan. Pemberian pupuk Urea berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun umur 2 dan 3 MST, dan diameter batang umur 1, 2 dan 3 MST. Pada interaksi perlakuan jenis media tanam dan pemberian pupuk Urea hanya berpengaruh nyata pada jumlah daun umur 3 MST dan diameter batang umur 3 dan 4 MST. Secara umum, penelitian ini kami simpulkan bahwa interaksi atau kombinasi antara perlakuan yang terbaik adalah pada perlakuan media sekam padi dan dosis urea 20 g (U1S3) pada setiap parameter
Kadar Air dan Vitamin C pada Proses Pembuatan Tepung Cabai (Capsium annuum L)
This study was conducted to determine the level of water and Vitamin C in the process of making chilli flour. The research used randomized completely design (RCD) with two factors, drying temperature (50 ° C , 60 ° C , 70 ° C , 80 ° C) and long drying (12 hours , 14 hours , 16 hours , 18 hours) , The results showed that the drying temperature had highly significant effect on the level of water and vitamin C; Long drying had a highly significant effect on the level of water and vitamin C; and the interaction of temperature and length of drying showed a significant different influence on the level of water and vitamin C
PENGARUH EKSTRAK BAWANG MERAH DAN AIR KELAPA SERTA LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STEK TEBU (Saccharum officinarum L.)
ABSTRACT Indonesian government has set a national self-sufficiency in sugar with a production target of 5.7 million tons of sugar by 2014. This activity has an impact on the need for large quantities of seeds. Vegetatively, the sugarcane plant is propagated using the technique of cuttings soaked with onion extract and coconut water. Our research aims to determine the effect of onion extract and coconut water and the duration of soaking on the growth of sugarcane cuttings, and to determine the presence or absence of the two factors. This research was conducted in Kati Jeroh Village, Deleng Phokisen District, Southeast Aceh Regency, starting from December 2020 to January 2021 .. This research used a factorial randomized block design (RAK), with two factors examined, namely the onion extract factor. (B) consists of 3 levels, namely: B1 = 15% soaked for 6 hours, B2 = 25% soaked for 12 hours and B3 = 50% soaked for 18 hours, Coconut water (K) consists of 3 levels, namely: K1 = Soaked 15% for 6 hours, K2 = 25% soaked for 12 hours and K3 = 50% soaked for 18 hours. The results showed that the effect of onion extract and kela water pa and soaking time on the growth of sugarcane cuttings had no significant effect on shoot length, number of shoots, number of leaves, root length and number of roots at ages 10, 20 and 30 DAS. There was a very real intaction of group replications on shoot lengths at 20 and 30 DAS, the number of leaves aged 20 and 30 DAS and there was a significant effect of group replications on the number of roots aged 30 DAS. This is thought to be the effect of a combination of shallot extract, coconut water concentration, different growing media for each replication. Keywords: Sugarcane (Saccharum officinarum L.), Red Onion Extract, Coconut Water ABSTRAKPemerintah Indonesia telah menetapkan swasembada gula nasional dengan target produksi 5,7 juta ton gula pada tahun 2014. Adanya kegiatan ini berdampak pada kebutuhan bibit dalam jumlah besar. Secara vegetatif tanaman tebu diperbanyak menggunakan teknik stek yang di rendam dengan ekstrak bawang merah dan air kelapa.Riset kami bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh ekstrak bawang merah dan air kelapa serta lama perendaman terhadap pertumbuhan bibit stek tebu,serta untuk mengetahui ada tidaknya intraksi kedua faktor tersebut.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kati Jeroh Kecamatan Deleng Phokisen Kabupaten Aceh Tenggara yang di mulai dari bulan Desember 2020 sampai dengan bulan Januari 2021..Riset ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial,dengan dua faktor yang di teliti yaitu factor ekstrak bawang merah (B) terdiri atas 3 taraf yaitu : B1 = 15% direndam selama 6 jam, B2 = 25% direndam selama 12 jam dan B3 = 50% di rendam selama 18 jam, Air kelapa (K) terdiri dari 3 taraf yaitu : K1 = 15% di rendam selama 6 jam, K2 = 25% di rendam selama 12 jam dan k3 = 50% di rendam selama 18 jam.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh ekstrak bawang merah dan air kelapa serta lama perendaman terhadap pertumbuhan bibit stek tebu berpengaruh tidak nyata terhadap panjang tunas, jumlah tunas,jumlah daun, panjang akar dan jumlah akar pada Umur 10, 20 dan 30 HST. Terdapat intraksi sangat Nyata ulangan kelompak terhadap panjang tunas umur 20 dan 30 HST , jumlah daun umur 20 dan 30 HST dan terdapat pengaruh nyata ulangan kelompok terhadap jumlah akar umur 30 HST. Hal ini diduga adanya pengaruh kombinasi ekstrak bawang merah, kosentrasi air kelapa, media tanam yang berbeda setiap ulangan. Kata Kunci : Tebu ( Saccharum officinarum L.), Ekstrak Bawang Merah, Air Kelapa
Edukasi Peningkatan Imunitas Tubuh pada Masyarakat Kelurahan Lorok Pakjo di Masa Pandemi Covid-19
Olah raga senam merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan disukai banyak orang tidak terkecuali para ibu. Gerakan gerakan senam yang bervariasi bisa menambah kesehatan dan membuat hati gembira sehingga imunitas tubuh meningkat. Untuk menambah imunitas tubuh, maka perlu diadakan edukasi senam kesegaran jasmani agar terhindar dari resiko terinfeksi Virus Covid 19. Kesadaran ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Cempaka untuk berolah raga khususnya senam sangat tinggi. Setiap Hari Minggu 80-90% dari keseluruhan anggota PKK ambil bagian untuk ikut senam bersama. Dengan mengikuti kegiatan olahraga senam ini, ibu-ibu PKK ini semakin sehat dan semakin akrab satu sama lain. Kegembiraan dan perasaan bahagia yang diperoleh lewat olah raga senam ini di bawa ke dalam keluarga. Aura positif setelah senam terpancar di wajah mereka yang ikut senam dan dapat dirasakan oleh setiap orang yang mereka temui. Kegiatan Senam kesegaran jasmani di kelurahan lorok pakjo harus tetap dilaksanakan agar imunitas warga tetap optima
APPLICATION OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER AND NPK BLUE ON THE GROWTH OF PEANUT (Arachis hypogea L.)
Peanuts make a significant contribution in meeting the needs of legumes, especially in Southeast Aceh Regency. This research was conducted in Kisam Village, Bambel District, Southeast Aceh, with an altitude of ± 220 m above sea level. The aim of the study was to determine the application of liquid organic fertilizer and the dose of NPK fertilizer on the growth and development of peanut (arachis Hypogea L.) plants. The design used in this study was a Randomized Block Design (RAK) which was arranged in a factorial manner with 9 treatment combinations with 3 (three) replications. The treatment consisted of 2 (two) factors, namely the first treatment of liquid organic fertilizer (P1) 2cc/l water, (P2) 4 cc/l water and (P3) 8 cc/l water, while the second factor was the dose of NPK fertilizer (N1 ) 1.25 g/plant, (N2) 1.75gr/plant and (N3) 2.25 g/plant. The observed variables were plant height, number of branches, number of petioles and number of leaves. The results showed that the application of liquid organic fertilizer (P1) gave the best results on plant height, number of branches, number of petioles and number of leaves. Dosage of NPK (N3) fertilizer gave the best results on plant height, number of leaves. The interaction of treatment with liquid organic fertilizer (P1) and dose of NPK fertilizer (N3) gave the best effect on the growth and production of peanut plants. The results of the analysis of variance showed that there was no significant interaction between the treatment of giving liquid organic fertilizer (Pocnasa) and chemical fertilizer (NPK Biru) to all observed variables
- …
