1,721,000 research outputs found
Hubungan Efektivitas Pembelajaran Pengelolaan Kelas dan Kebermaknaan belajar Microteaching dengan Kesiapan Mengajar Bidang Pedagogik Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro 2014 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Pamungkas, Satrio Aji. 2019. Hubungan Efektivitas Pembelajaran Pengelolaan Kelas dan Kebermaknaan Belejar Microteaching terhadap Kesiapan Mengajar Bidang Pedagogik Mahasiswa S1 PTE 2014 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Kata Kunci : Efektivitas Pembelajaran Pengelolaan Kelas, Kebermaknaan Belajar Microteaching, Kesiapan Mengajar Bidang Pedagogik.Universitas Negeri Malang merupakan Lembaga Pendidikan yang bertujuan untuk mencetak calon guru yang memiliki kemampuan dan keahlian yang kompeten dalam bidang tertentu. Kesiapan mengajar merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh mahasiswa prodi S1 PTE FT-UM sebagai calon tenaga pendidik. Pengelolaan Kelas dan Microteaching merupakan matakuliah wajib yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk terjun di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kesiapan mengajar bidang pedagogik mahasiswa (Y); (2) mendeskripsikan efektivitas pembelajaran pengelolaan kelas (X1); (3) mendeskripsikan kebermaknaan belajar microteaching (X2); (4) mengetahui signifikansi hubungan antara X1 terhadap Y; (5) mengetahui signifikansi hubungan antara X2 terhadap Y; (6) mengetahui signifikansi hubungan secara simultan antara X1 dan X2 terhadap Y pada mahasiswa S1 PTE 2014 FT-UM.Penelitian ini merupakan jenis penelitian menggunakan metode ex post facto serta pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling dan rumus slovin dengan jumlah sampel 99 mahasiswa. Pengumpulan data masing-masing variabel menggunakan angket tertutup. Variabel efektivitas pembelajaran pengelolaan kelas (X1), kebermaknaan belajar microteaching (X2) dan kesiapan mengajar bidang pedagogik (Y) memiliki tingkat reliabilitas secara berurutan adalah 0,843, 0,898 dan 0,874. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan analisis regresi linier berganda, analisis uji prasyarat dan analisis sumbangan efektif-relatif dengan menggunakan bantuan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) X1, X2 dan Y dalam kategori cenderung sangat tinggi; (2) terdapat hasil analisis korelasi parsial antara X1 terhadap Y dengan nilai Phitung = 0,354, X2 terhadap Y dengan nilai Phitung = 0,000; (3) terdapat hasil analisis regresi linier berganda antara X1 dan X2 secara simultan terhadap Y dengan nilai Fhitung = 26,270; (4) terdapat kontribusi X1 sebanyak 1,6% terhadap Y dan kontribusi X2 sebanyak 33,8% terhadap Y.Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) hasil deskripsi pada tiap variabel dalam kategori sangat tinggi; (2) tidak terdapat hubungan positif dan signifikan secara parsial antara X1 terhadap Y; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan secara parsial antara X2 terhadap Y; (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan terhadap Y; (5) variabel X1 dan X2 berkontribusi 35,4% terhadap Y. bagi peneliti selanjutnya diharapkan meneliti variabel lain yang dapat mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan mengajar bidang pedagogik dan fakta-fakta yang belum terungkap
PEMBAGIAN HARTA WARIS SEBELUM PEWARIS MENINGGAL DUNIA MENURUT KOMISI FATWA MUI KABUPATEN TULUNGAGUNG (Studi Kasus Di Desa Campurdarat Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung)
Mochammad Satrio Aji. 12102183039, “Pembagian Harta Waris Sebelum
Pewaris Meninggal Dunia Perspektif Komisi Fatwa MUI Kabupaten Tulungagung (Studi Kasus di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung).” Jurusan Hukum Keluarga Islam, UIN Syayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022, Muhammad Mufti Al- Anam, M.H.I
Kata Kunci : Pembagian Harta Waris, Sebelum Pewaris Meninggal Dunia, Komisi Fatwa MUI.
Penelitian ini dilatar belakangi adanya pembagian harta warisan sebelum pewaris meninggal di Desa Campurdarat Kecamatan Campurdarat kabupaten Tulungagung. Umumnya proses pewarisan dengan cara memberikan harta warisan kepada ahli waris setelah pewaris meninggal dunia. Namun dapat dijumpai pembagian harta waris itu dapat dilaksanakan ketika si pewaris masih hidup. Proses pemberian barang-barang harta benda oleh orang tua kepada anaknya dalam masyarakat, seringkali sudah dilakukan ketika orang tua (pewaris) masih hidup.
Pemberian harta yang dilakukan semasa hidup oleh orang tua terkadang saat orang tua meninggal dunia menjadi masalah diantara para ahli warisnya. khususnya bagi para ahliwaris yang tidak mendapatkan harta pemberian dari orang tuanya. Keadaan demikian itu tentunya tidak selaras dengan maksud dari harta pemberian yang sesungguhnya dan juga mengakibatkan kesan kurang baik. Tidak jarang masalah harta pemberian tersebut ditemukan setelah orang tua meninggal dunia yang pada akhirnya menjadi sumber sengketa diantara para ahli warisnya.
Rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah : 1)Bagaimana praktik pembagian harta waris sebelum pewaris meninggal dunia pada masyarakat Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung? 2)Bagaimana praktik pembagian harta waris sebelum pewaris meninggal dunia pada masyarakat Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung menurut komisi fatwa MUI Kabupaten Tulungagung?Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah 1)Untuk mengetahui praktik pembagian harta waris sebelum pewaris meninggal dunia di kalangan masyarakat Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. 2)Untuk mengetahui praktik pembagian harta waris sebelum pewaris meninggal dunia di kalangan masyarakat Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung perspektif komisi fatwa MUI Kabupaten Tulungagung
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, teknik pengumpulan data berupa Observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan data Collecting, data editing, data verifikasi, dan data kongklus, Teknik keabsahan data digunkan dalam penelitian ini adalah Trianggulasi yang menggabungkan dari dua teknikpengumpulan data dan dari sumber yang telah ada
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Praktik pembagian harta waris di kecamatan campurdarat kabupaten tulungagung, hal ini berbeda dengan ajaran islam dan latar belakang dalam pembagian harta waris sebelum pewaris meninggal itu dikarenakan rasa kasihan orang tua dan menyegerakan anak segera mengelolanya untuk dasar kebetuhan hidup memnag dalam hal ini tidak ada dalam huku faradi atau kewarisan islam, dan bilamana diberikan sebelum meninggal itu jatuhny adalah harta hibah bukan warisam 2) praktik pembagian harta waris sebelum pewaris meninggal dunia di kalangan masyarakat Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung perspektif komisi fatwa MUI Kabupaten Tulungagung, hukum waris dalam islam merujuk dalam kitab faraid bilamana dibagikan sebelum pewaris meninggal status hukumnya dapat dibatalkan walaupun itu dilakukan atas dasar kasih sayang, bilamana diberikan sebelum meninggal itu jatuhnya adalah hibah atas ketetapan hukumnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bidang bimbingan dan konseling telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Banguntapan selama dua bulan. Tujuan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran di sekolah; memberikan kesempatan mengenal, mempelajari, menghayati permasalahan sekolah; meningkatkan kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai.
Pelaksanaan PPL dimulai pada tanggal 15 Juli 2016 sampai dengan 15 September 2016. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi observasi di SMA Negeri 1 Banguntapan sebagai bahan acuan dalam menyusun program kerja PPL dan pembuatan program kerja PPL secara individu. Program kerja meliputi pemberian layanan mencakup 4 aspek yaitu : pribadi, sosial, belajar, dan karir. Pelaksanaan pemberian layanan bimbingan dan konseling meliputi : (1) Pelayanan dasar yang terdiri dari bimbingan klasikal, pelayanan orientasi, pelayanan informasi, dan pelayanan pengumpulan data (2) Pelayanan responsive yang meliputi konseling individual.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat memenuhi target jam yang telah ditetapkan sebanyak masuk minimal 4 kali mengajar terbimbing. Adapun hambatan yang terjadi selama kegiatan PPL adalah kurang memperhatikannya siswa saat disampaikan materi layanan sehingga praktikan harus memberikan materi layanan yang lebih interaktif dan inovatif agar siswa lebih memperhatikan materi layanan yang diberikan
- …
