28 research outputs found
PERSPEKTIF SAFETY LEADERSHIP DALAM PENINGKATAN KINERJA KESELAMATAN KERJA
Safety leadership sangat berperan sebagai kunci keberhasilan dalam membangun budaya keselamatan yang kuat pada industri dan yang nantinya akan meningkatkan kinerja dari keselamatan kerja. Standard manajemen keselamatan internasional telah menjadi langkah besar dalam meningkatkan standar keselamatan. Efektivitas dari standard ini sangat tergantung pada bagaimana para pemimpin mengimplementasikannya. Untuk itu diperlukan adanya safety leadership dalam mencapai peningkatan kinerja keselamatan kerja.Safety leadership harus dimiliki oleh pimpinan suatu perusahaan untuk menunjang keberlangsungan kesehatan dan keselamatan pekerjanya.Dalam artikel ini dibahas perspektif dan karakteristik leadership untuk peningkatan safety performance berupa: model safety leadership; safety leadership meningkatkan keselamatan kerja; safety leadership membangun safety culture; safety leadership dan komitmen organisasi; safety leadership pada supervisor. Beberapa hal tersebut dapat meningkatkan keselamatan kerja di suatu organisasi perusahaan
ANALISIS KEBISINGAN AKIBAT AKTIFITAS TRANSPORTASI PADA KAWASAN PEMUKIMAN JALAN SUTOREJO-MULYOREJO SURABAYA
Salah satu penyebab kebisingan adalah meningkatnya aktifitas transportasi pada suatu kawasan. Pada area studi ini memiliki lebar jalan yang relatif sempit dan jumlah kendaraan yang relatif banyak sehingga aktifitas transportasi menjadi tinggi. Pengukuran tingkat kebisingan diwakili oleh 10 titik sampling. Pengukuran tingkat kebisingan dibagi menjadi dua, yaitu siang hari (Ls) dan malam hari (Lm). Pengukuran siang hari (Ls) pada selang waktu 06.00-22.00 dan malam hari (Lm) pada selang waktu 22.00-06.00. Hasil Lsm merupakan hasil perhitungan Ls dan Lm yang kemudian dibandingkan dengan tingkat baku yang ada di keputusan menteri lingkungan hidup yang tertuang dalam KEP-48/MENLH/11/1996 tentang baku mutu tingkat kebisingan untuk kawasan pemukiman. Hasil pengukuran tingkat kebisingan pada wilayah studi didapatkan nilai Lsm ekivalen maksimal 74,98 dBA dan Lsm ekivalen minimum 72,04 dBA. Nilai Lsm tersebut secara umum melebihi baku mutu tingkat kebisingan untuk kawasan pemukiman sebesar 58 dBA. Upaya pengendalian kebisingan dengan menggunakan barrier buatan lebih efektif mereduksi tingkat kebisingan dibandingkan dengan barrier alami. Hasil reduksi kebisingan dengan barrier buatan menjadi 57,28 dBA sehingga memenuhi baku mutu kebisingan untuk kawasan pemukiman.Kata Kunci: kebisingan transportasi, pemukiman, barrie
Pengaruh Manajemen Organisasi Dan Kondisi Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Perilaku Keselamatan Kerja Di Industri Manufaktur
Keselamatan di industri manufaktur merupakan salah satu yang berbahaya bagi pekerja di negara berkembang, khususnya Indonesia. Jamsostek menyebutkan bahwa 32% dari total kecelakaan kerja adalah pada bidang manufaktur dan konstruksi. Tingginya angka statistik ini memerlukan investigasi faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja. Salah satu penyebab kecelakaan kerja adalah perilaku keselamatan. Pada penelitian sebelumnya, perilaku keselamatan ini menjadi faktor penting. Manajemen organisasi juga merupakan hal yang penting dikarenakan merupakan hal yang sangat berpengaruh kuat terhadap keselamatan kerja dan produktivitas pekerja. Begitupun kondisi lingkungan kerja fisik yang ideal merupakan pendekatan yang didesain untuk meningkatkan performa keselamatan kerja secara langsung sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan. Dalam penelitian ini, peneliti berkeinginan untuk kontribusi dalam pengaruh hubungan manajemen organisasi dan kondisi lingkungan kerja fisik terhadap perilaku keselamatan di industri manufaktur. Penelitian menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Survey dilakukan dengan menggunakan kuisioner skala likert 1-6 kepada 421 pekerja industri manufaktur yaitu PT. ABC dan PT. XYZ. Berdasarkan hasil dari analisa kecocokan model dapat disimpulkan bahwa model SEM yang dihasilkan telah sesuai (fit). Manajemen organisasi berpengaruh positif terhadap kondisi lingkungan kerja fisik dengan nilai loading factor sebesar 0,727 (signifikan, p < 0,01). Manajemen organisasi berpengaruh positif terhadap perilaku keselamatan dengan nilai loading factor sebesar 0,498 (signifikan, p < 0,01). Kondisi lingkungan kerja fisik berpengaruh positif terhadap perilaku keselamatan dengan nilai loading factor sebesar 0,349 (signifikan, p < 0,01). Penelitian ini juga memberikan informasi bahwa manajemen organisasi yang baik dan kondisi lingkungan kerja fisik yang ideal berpengaruh positif terhadap perilaku keselamatan
=============================================================================================Safety in the manufacturing industry is one that is harmful to workers in developing countries, especially Indonesia. Jamsostek said that 32% of workplace accidents are on the manufacturing and construction. The high number of these statistics require investigation of the factors that affect workplace accidents. One of the causes of accidents is safety behavior. In previous studies, the safety behavior is an important factor. The organization's management is also an important thing because is a very strong influence on safety and productivity. Physical working environments is an approach that is designed to improve the safety performance directly so as to prevent accidents. In this study, researchers wanted to contribute to the influence of organizational management and physical working environment to the safety behavior in the manufacturing industry. This research used Structural Equation Modeling (SEM). The survey was conducted using 1-6 likert scale questionnaire to the 421 workers manufacturing industry, namely PT. ABC and PT. XYZ. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the model has fit. The organizational management has positive influence on the physical working environment with the value of loading factor of 0.727 (significant, p <0.01). The organizational management has positive influence on safety behavior with loading factor value of 0.498 (significant, p <0.01). Physical working environment has positive influence on safety behavior with loading factor value of 0.349 (significant, p <0.01). This study also provides information that good organizational management and good physical working environment give positive effect on safety behavior
Tong Sampah dari ban bekas
This article contains the making of trash cans from used tires. The purpose of this article is toincrease public awareness of the implementation of building materials & environmental hygiene andhow to Utilize used materials in the neighborhood to be used as a garbage bin. This research is doneby direct method of making and questionnaire. From this article can be concluded that the communityto utilize the used materials is still lacking. So, there are still many untapped tires.Keywords: trash bin, community, used tires
Perancangan Alat Pembentuk Pasak dengan Pendekatan Ergonomi guna Meningkatkan Produktivitas dan Menurunkan Kelelahan Kerja
Nelayan adalah seseorang yang melakukan aktivitas penangkapan ikan. Perahu yang dipakai untuk menangkap ikan tersebut adalah perahu pancing. Hampir semua komponen-komponennya terbuat dari bahan kayu salah satunya pasak kayu. Pembuatan pasak saat ini masih menggunakan alat manual. Dilihat pada sitem kerja alat ini masih kurang produktif dimana hasil pembentukan pasak kayu ini banyak menguras tenaga, resiko cedera, dan pembuatan pasak lambat. Untuk mengetahuai permaslahan oprator maka penulis melakukan penelitian bertujuan perancangan sebuah alat pembentukan pasak perahu kayu dengan menggunakan metode yang meliputi, antropometri, kelelahan fisik %CVL dan analisis produktifitas. Hasil pembuatan alat pembentuk pasak mampu menurunkan tingkat kelelahan kerja pada oprator pembentuk pasak sebesar 5,48% dari alat sebelumnya sebesar 40.52% dan jumlah pembantukan pasak yang dilakukan sebelum perancangan alat diperoleh output standar sebesar 204 unit/jam. Sedangkan output standar setelah perancangan diperoleh sebesar 450 unit/jam. Maka produktivitas mengalami peningkatan sebesar 68,45%
ANALISIS BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PADA PEKERJA UD. NURAJI POT
Berdasarkan pengamatan dan wawancara terhadap pemilik dan juga pekerja, pekerja memiliki keluhan selama melakukan pekerjaan karena beban kerja yang tidak merata serta terdapat beban kerja yang melebihi batas normal seperti pekerja merasa lesu, kurang fokus, penglihatan kabur, mengantuk, dan lain sebagainya, serta pemilik UD. Nuraji Pot mengatakan bahwa terdapat pekerja yang sering izin tidak masuk kerja dengan alasan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja fisik dan mental yang dialami oleh Pekerja. Pada penentuan beban kerja fisik metode yang digunakan adalah dengan metode analisis cardiovascular load (CVL), yaitu perbandingan peningkatan denyut nadi dengan denyut nadi maksimum. Sedangkan untuk mengukur beban kerja mental dapat digunakan metode NASA TLX, yaitu berdasarkan persepsi subyektif responden yang mengalami beban kerja tersebut. Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah UD. Nuraji Pot dengan pekerja produksi bak mandi, untuk pengumpulan data primer yaitu menggunakan metode wawancara, observasi yang terbagi menjadi peta proses kerja, waktu proses produksi, waktu longgar, data pengamatan pekerja dalam proses produksi, biaya tenaga kerja, dan metode kuisioner. Untuk data sekunder meliputi jumlah pekerja, umur, jenis kelamin. Perhitungan beban kerja didapatkan dari pekerja stasiun kerja gerinda 105% - 152%. Pekerja di UD. Nuraji Pot klasifikasi beban kerja yang sedang dengan range %CVL 30% - 60% dihitung dengan metode cardiovascular load. Dihitung dengan metode NASA-TLX, dimana untuk klasifikasi agak tinggi terdapat 2 pekerja, sedangkan untuk klasifikasi tinggi terdapat 10 pekerja, dan klasifikasi tinggi sekali terdapat 3 pekerj
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN SANDAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOT FOR LOT (LFL) DAN PERIOD ORDER QUANTITY (POQ) DI CV SINAR MAS
CV Sinar Mas is a company in the Footwear manufacturing sector. Based on data, demand for footwears fluctuates, causing CV Sinar Mas difficulty in producing the number of raw materials for footwears ordered. The company also has not used an optimal raw material inventory control system. Therefore, the company experienced an excess of raw materials which occurred in November-December 2023, resulting in a buildup of raw materials which caused high production costs and decreased quality because it was too piled up in the warehouse. So, there must be planning and control of the availability of raw materials in order to obtain minimal costs and maintain the quality of raw materials. This research uses the Lot Sizing method, namely LFL (Lot For Lot) and POQ (Period Order Quantity). The goal is to determine the order quantity with minimal costs
RELAYOUT GUDANG FITTING PIPA DENGAN METODE SHARED STORAGE DI PT. TJAKRINDO MAS
This analysis illustrates how changes in warehouse structure affect the smooth operation of a company or factory. At PT. Tjakrindo Mas, there is an irregular arrangement of finished product storage. causing a pile of goods that are not in accordance with the type so that during the retrieval process using a forklift there are difficulties due to the area that is not large so that it must be assisted with a hand pallet to carry the product to a wider area so that it can be reached by a forklift. That way it will waste a lot of time just because of the difficulty of wanting to transport goods. The method to be applied in the storage arrangement is the shared storage method, organised by placing finished products based on the FIFO (First In First Out) principle. This will minimise transport time as well as ensure efficient use of space
Pengolahan Buah Mangrove menjadi Sirup Mangrove “Bogem” di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Surabaya
Hutan mangrove menghasilkan buah yaitu buah pedada yang dapat diolah menjadi produk olahan. Bapak Mohson adalah penemu produk sirup “Bogem”. Sirup mangrove Bogem ini diproduksi oleh Kelompok Tani Mangrove Wonorejo sebagai oleh-oleh khas sehingga meningkatkan kearifan lokal kawasan wisata hutan mangrove Wonorejo Surabaya. Permasalahan pada usaha sirup mangrove Bogem ini adalah Proses produksi pembuatan sirup Bogem terdapat hambatan pada saat proses pemerasan dengan manual yang membutuhkan banyak tenaga dan penyimpanan sirup Bogem dan buah pedada saat musim panen serta agar buah tidak cepat busuk. Pengelolaan usaha yang masih sangat tradisional dan tidak memiliki pembukuan/pengelolaan keuangan usaha. Kurangnya wawasan mengenai penjualan secara online dan offline agar dapat memperluas dan meningkatkan penjualan. Solusi permasalahan adalah membuatkan/pengadaan alat pemeras hasil rebusan buah Bogem sehingga tidak memperlambat proses produksi dan pengadaan mesin pendingin agar buah Bogem dapat disimpan saat musim panen dan tidak mudah busuk serta sirup lebih awet; melakukan pelatihan dan pendampingan pengelolaan usaha, dan pengelolaan keuangan; meningkatkan pemasaran dengan cara pelatihan teknik dan strategi pemasaran secara online dan offline
PENGOLAHAN BUAH PEDADA MENJADI SIRUP “BOGEM” DI KAWASAN WISATA HUTAN MANGROVE SURABAYA
Hutan mangrove menghasilkan buah yaitu buah pedada yang dapat diolah menjadi produk olahan.Bapak Mohson adalah penemu produk sirup “Bogem”. Sirup mangrove Bogem ini diproduksi olehKelompok Tani Mangrove Wonorejo sebagai oleh-oleh khas sehingga meningkatkan kearifan lokalkawasan wisata hutan mangrove Wonorejo Surabaya. Permasalahan pada usaha sirup mangroveBogem ini adalah Proses produksi pembuatan sirup Bogem terdapat hambatan pada saat prosespemerasan dengan manual yang membutuhkan banyak tenaga dan penyimpanan sirup Bogem danbuah pedada saat musim panen serta agar buah tidak cepat busuk. Pengelolaan usaha yang masihsangat tradisional dan tidak memiliki pembukuan/pengelolaan keuangan usaha. Kurangnyawawasan mengenai penjualan secara online dan offline agar dapat memperluas dan meningkatkanpenjualan. Hasil dari pengabdian ini adalah membuatkan alat pemeras hasil rebusan buah Bogemsehingga tidak memperlambat proses produksi dan pengadaan mesin pendingin agar buah Bogemdapat disimpan saat musim panen dan tidak mudah busuk; pelatihan dan pendampinganpengelolaan usaha dan pengelolaan keuangan; pelatihan teknik dan strategi pemasaran secaraonline dan offline
