7 research outputs found
PENERAPAN NILAI-NILAI KETELADANAN OLEH GURU SERTA IMPLIKASINYA BAGI PERILAKU SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 054874 DESA SELAYANG KECAMATAN SELESAI-LANGKAT
Penelitian ini bertujuan hendak mengetahui cara dan bentuk serta persepsi siswa terhadap penerapan nilai-nilai keteladanan oleh Guru dan implikasi yang dihasilkan dalam mengubah perilaku siswa di sekolah dasar negeri 054874 desa selayang kecamatan selesai kabupaten langkat.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui penelitian lapangan ( Field reseach) yaitu peneliti melakukan penelitian langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan dan mengumpulkan data yang diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftifkualitatif yang merupakan metode yang bertujuan untuk memperoleh informasiyang berkaitan dengan tujuan penelitian yakni tentang nilai-nilai keteladanan oleh Guru, danbagaimana persepsi siswa terhadap nilai-nilai keteladanan yang diterapkan guru di sekolah.Hasil dan kesimpulan yang peneliti dapatkan di lapangan menyatakan bahwa penerapan nilai-nilai keteladanan yang diterapkan oleh guru ternyata disambut baik oleh para siswa, hanya saja belum seluruh siswa mengamalkannya dan masih terlihat adanya siswa yang suka berbicara kasar, baik kepada guru maupun teman-temanya di sekolah. Ada juga yang masih menunjukkan sikap yang kurang sopan dalam pergaulannya. Seluruh responden yang diwawancarai mengatakan bahwa perilaku negatif siswa tersebut disebabkan bahwa sikap dan perilaku siswa tersebut merupakan kebiasaaan yang mereka dapatkan di lingkungan masyarakat dan keluarga. Yang terbawa-bawa ke sekolah. Mereka menganggap bahwa lingkungan di sekolah sama dengan lingkungan dimasyarakat dan keluarganya.Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan selalu memantau perubahan siswa dari hari kehari, mengadakan kerja sama dengan orang tua siswa agar ikut serta dalam mengawasi perkembangan perilaku dan pergaulan anaknya di lingkungan masyarakat. Guru dan orang tua siswa hendaknya selalu memberikann contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari, guru bertanggung jawab memberikan contok positif dan memantau perkembangan perilaku siswa, sedangkan orang tua bertanggung jawab memberikan contoh positif dan memantau perkembangan anaknya di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat
KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD ABDUH
Kelahiran seorang tokoh seperti Muhammad Abduh merupakan produk sejarah dari hasil integrasi pendidikan, kebudayaan dan sosial masyarakat yang mengitarinya. Terlahir dari keluarga petani sederhana di sebuah perkampungan Nasr, daerah Subrakhit, dari propinsi Buhairah (Mesir bawah). Yang terpaksa harus meninggalkan kampung halamanya untuk merubah kehidupan perekonomian yang lebih baik dikarenakan tindakan para penguasa dinegerinya, setelah beberapa tahun, beliau bersama keluarganya kembali kekampung halamannya. Disana ayahanya menikah lagi dengan wanita-wanita lain dan memiliki banyak anak, sehinmgga Muhammad abduh hidup dalam rumah yang bersama dengan saudara-saudara yang tak seibu denganya. Hal ini lah yang melatar belakangi pemikiran Muhammad abduh untuk memperbaiki pemikiran kehidupan masyarakat mesir.Syekh Muhammad Abduh adalah termasuk pembaharu agama dan sosial di Mesir pada zaman modern. Dialah penganjur yang sukses dalam membuka pintu ijtihad untuk menyesuaikan Islam dengan tuntutan zaman modern. Walaupun pada saat itu ia diserang oleh orang-orang yang memandang bahwa pembaharuan dan pendapat-pendapatnya membahayakan kaum Muslim (penentangan yang dilakukan sebelum pembaharuan ini dilaksanakan), musuh-musuhnya sendiri sangat diragukan kebersihan niat mereka, dan kebersihan pribadinya, dan pembelaan terhadap agama ini. Kata Kunci : Pendidikan (Education), Islam, Pemikiran, Pembaharuan (Tajdid), Akida
The Role of The Madrasah Head In Improving Teachers' Work Ethic In Teaching at MTs Al-Washliyah Tandam Hilir, Hamparan Perak, Deli Serdang
This research aims to describe the role of the madrasa head in improving the work ethic of teachers at MTs Al-Washliyah Tandam Hilir. The method used in this research is qualitative descriptive research. Data collection uses observation, interviews and documentation studies methods. The results of this research show that the role of the madrasa head in improving the work ethic of teachers in teaching at MTs Al-Washliyah is by meeting the teacher's financial needs, then the madrasa head also gives rewards to teachers who are considered the most active in terms of attendance and discipline in carrying out their duties. Another thing that is done is providing training in curriculum development for subjects according to the field of study, in order to improve the professional quality of teachers, so that teachers can improve their work ethic in teaching. The obstacle faced is that there are still teachers who often arrive late and lack discipline in teaching. Then there are still some teachers who are not academically aligned with the subjects they teach. The solution offered as an improvement effort in overcoming the obstacles that occur is that the head of the madrasah provides punishment or administrative sanctions for teachers who are undisciplined and often come to school late. Discuss with the madrasa supervisors regarding policies for teachers who are not yet aligned with their academic fields
PERAN ORGANISASI REMAJA MASJID DALAM MENGURANGI KEBIASAAN PENGURUS BERMAIN SMARTPHONE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran organisasi Remaja Masjid Baiturrahman Kelurahan Limau Sundai dalam mengurangi kebiasaan anggotanya pada menggunakan Smartphone. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi analisis. Informan penelitian adalah Ketua Remaja Masjid, Ketua BKM, dan beberapa anggota Remaja Masjid. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan organisasi Remaja Masjid baiturrahman ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan seperti Maulid dan Isra’ Mi’raj Nabi, gotong royong lingkungan masjid, majelis ta’lim, magrib mengaji dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak mengikat. Tingkat ketergantungan remaja pada Smartphone di Remaja Masjid Baiturrahman Limau sundai ini pada dasarnya tergolong tinggi karena durasi penggunaan waktu dengan kegiatan-kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap harinya. Walaupun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti rasa gelisah saat Smartphone mereka tertinggal, menganggap hidup menjadi terhormat berdasarkan kepemilikan Smartphone sesuai mereknya dan hal-hal lainnya. Organisasi Remaja Masjid berperan dalam mengurangi kebiasaan remaja pada Smartphone melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dengan tujuan agar nilai-nilai agama dan ibadah remaja lebih baik lagi sehingga diharapkan dapat menjadi media dalam mengurangi dampak negatif Smartphone
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Fardhu Kifayah di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat
Fardhu kifayah merupakan kewajiban kolektif umat Islam yang tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, pelaksanaan fardhu kifayah menghadapi kendala serius karena pemahaman warga yang masih terbatas serta tingginya ketergantungan pada figur Bilal mayit sebagai tokoh sentral. Kondisi ini menimbulkan risiko sosial ketika tokoh tersebut berhalangan hadir. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan berbasis multimetode berupa ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi interaktif. Kegiatan melibatkan 60 warga yang dipilih dengan purposive sampling, dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan model Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara singkat, praktik simulasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana warga yang memahami seluruh tahapan fardhu kifayah meningkat dari 15% menjadi 70%, sementara yang tidak memahami sama sekali turun dari 40% menjadi 5%. Selain itu, pelatihan ini mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa fardhu kifayah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas individu tertentu. Temuan ini membuktikan bahwa pendidikan nonformal berbasis praktik mampu menjadi strategi efektif dalam mengurangi ketergantungan pada figur tunggal sekaligus memperkuat kaderisasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi Islam
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KITAB TARBIYATUL ABNA OLEH SYAIKH MUSTHOFA AL ADAWI
This research aims to analyze the values of Islamic education contained in the book Tarbiyatul Abna by Syaikh Musthofa Al-Adawi and its relevance in children's education in the modern era. This research uses the library research method, by analyzing the text of the book Tarbiyatul Abna and various related literary sources that support understanding of Islamic education. The main focus of this research is on three aspects of education taught by Shaykh Musthofa Al-Adawi, namely education on faith, worship, and morals. The research results show that the values of Islamic education in Tarbiyatul Abna are very relevant to be applied in children's education today. Faith education that emphasizes monotheism provides a solid spiritual foundation amidst the challenges of globalization. Worship education, such as prayer, fasting, and reading the Koran, helps children maintain discipline and balance between the worldly and the spiritual. Moral education, which teaches honesty, patience and compassion, is very important for forming good moral character. Methods such as example, habituation and wise advice are also effective in the digital era. Overall, the values in Tarbiyatul Abna can be a guide for forming a generation of Muslims who have noble character and are ready to face the challenges of the times
ANALISIS MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DI SMP PANCA BUDI MEDAN
Inadequate infrastructure and facilities can have a detrimental effect on teacher effectiveness and student learning motivation. Therefore, schools need to have a structured and sustainable facilities and infrastructure management system. In this case, the school should continuously analyse the facilities and infrastructure management system that has been implemented at SMP Panca Budi Medan and identify areas that need improvement. In this research, the author uses Qualitative Research Method by using observation approach and conducting direct interview with the Principal to find out information about facilities and infrastructure in SMP Panca Budi.The instrument used in this research is using observation sheet which consists of four aspects, namely: Based on the results of observations carried out at SMP Panca Budi Medan, there are several things that can be concluded, namely: the availability of facilities and infrastructure in the school is complete; the condition of the available facilities is good after comparing the availability and ideal needs; the condition of the available infrastructure is good, although there is one aspect that needs to be added, namely toilets; and that SMP Panca Budi Medan already has inventory documents and long-term development planning so that it will facilitate school development
