1,721,048 research outputs found
Perancangan Media Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Flash (Studi Kasus : Kelas 3, 4, 5 Sd Negeri 01 Dayu)
Para siswa SD Negeri 01 Dayu dalam pembelajaran bahasa inggris seringkali merasa kesulitan dalam belajar. Rendahnya prestasi disebabkan oleh guru dan siswa itu sendiri, dari faktor siswa yaitu mengalami masalah secara komprehensip atau secara parsial. Faktor guru dalam menyampaikan materi terkesan monoton tanpa memperhatikan potensi dan kreativitas siswa, dan kurangnya modul pembelajaran. Sistem pembelajaran ini ditujukan untuk membuat pembelajaran interaktif bahasa inggris agar siswa dapat termotivasi dalam belajar. Dengan mengaplikasikan dengan alat bantu pembelajaran multimedia diharapkan siswa dapat memahami dan materi mudah untuk mengerti.
Metode pembelajaran dirancang dengan menggunakan macromedia flash 8 yang berperan sebagai alat untuk membangun aplikasi media pembelajaran bahasa inggris. Pengambilan data dilakukan secara langsung ke lapangan di SD Negeri 01 Dayu dengan mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap sarana yang digunakan dalam pengajaran dan pengambilan data terhadap obyek tersebut.
Didalam metode pembelajaran ini terdapat daftar materi bahasa inggris dari kelas 3 sampai kelas 5, dan latihan soal. Melalui program aplikasi ini hasil pengujian sistem dari rekapitulasi quisoner 70% siswa menyatakan paham terhadap materi yang terdapat pada program media ini dan 90% guru SD Negeri 01 Dayu karangpandan menyatakan tertarik untuk menggunakan sistem ini lebih lanjut
Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SDN 1 Dander Bojonegoro
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SDN 1 Dander Bojonegoro; untuk mengetahui bagaimana motivasi siswa dalam belajar pendidikan agama Islam di SDN 1 Dander Bojonegoro; untuk mengetahui ada atau tidaknya penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dalam upaya peningkatan motivasi belajar pendidikan agama islam di SDN 1 Dander Bojonegoro
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) Dengan Menggunakan Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas VI SDN 1 Pandeyan Jatinom Klaten Tahun Ajaran 2012/2013
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Pandeyan melalui metode problem solving. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroonm action research).
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Pandeyan. Sedangkan objek penelitian adalah hasil belajar PKn. Lokasi penelitian di SD Negeri I Pandeyan, Jatinom, Klaten.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklusnya memiliki komponen tindakan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode problem solving. Pembelajaran dengan penerapan metode problem Solving adalah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan jalan melatih anak untuk menghadapi masalah dari yang paling sederhana sampai kepada masalah sulit. Problem solving mencoba mengelompokkan dan mengerti masalah yang dihadapi dengan mengumpulkan banyak spesifikasi dan fakta konkrit tentang kemungkinan masalah, mengidentifikasi permintaan, rintangan dan tujuan yang realistik dalam menyelesaikan masalah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan catatan lapangan. Teknis analisis data yang digunakan diskriptif kualitatif dan diskriptif kuantitatif.
Adapun indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah jika 90% dari seluruh siswa memperoleh KKM ≥ 70. Sesuai dengan KKM yang telah ditentukan di SD Negeri I Pandeyan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode problem Solving hasil belajar PKn dapat meningkat. Meningkatnya hasil belajar ditandai pada pra siklus nilai rata-rata 51, siklus I rata-rata nilai 65 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 78 dan persentase pra siklus adalah 5,2%, siklus I meningkat lagi menjadi 47,6 dan siklus II menjadi 95
PENGUATAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT KAMPUNG 1001 MALAM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DI KELURAHAN DUPAK KREMBANGAN SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penguatan modal sosial yang dilakukan oleh masyarakat Kampung 1001 Malam dalam meningkatkan kualitas hidup dan faktor penghambat yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif menggunakan desain studi kasus. Subjek penelitian yaitu ketua Kampung 1001 Malam dan masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipan yang kemudian dianalisis menggunakan model Milles dan Huberman yang dicermati menggunkan teori struktural fungsional Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan lima upaya penguatan yang dilakukan masyarakat meliputi kepercayaan antar masyarakat di Kampung 1001 Malam sebagai upaya penyesuaian terhadap lingkungan. Dalam hal ini terdapat dua bentuk penguatan modal sosial kepercayaan yang ditemukan yaitu pemberian kepercayaan kepada tokoh kampung untuk memimpin serta mengarahkan terwujudnya tujuan bersama dan menjaga rasa saling percaya dan keutuhan kampung melalui komunikasi yang baik dan saling berbagi informasi. Selanjutnya menjadi lebih aktif berorganisasi untuk memperluas jaringan sosial di masyarakat, saling tolong-menolong dalam kegiatan rutin sebagai upaya menjaga kekompakkan antar masyarakat, mengontrol perilaku masyarakat terhadap aturan kampung dan bertegur sapa saat berpapasan. Hambatan yang dialami berupa rasa bosan hingga dipandang sebelah mata mempersulit dalam mewujudkan penguatan modal sosial. Penelitian ini bermanfaat untuk memperkuat teori struktural fungsional Talcott Parsons pada bagian fungsi adaptation, goal attainment, dan integration, sedangkan fungsi latency masih belum ditemukan sanksi yang tegas bagi pelanggar aturan. Hasil penelitian direkomendasikan menjadi referensi bagi penelitian sejenis dan sebagai bahan pertimbangan pemerintah Kelurahan Dupak untuk menetapkan kebijakan pembentukan RT serta kebijakan yang membantu peningkatan kesejahteraan
AKTIVITAS PENGAJIAN SEBAGAI UPAYA MENGUBAH CITRA MASYARAKAT KAWASAN EKS LOKALISASI BANGUNSARI SURABAYA
SIASAT PEMILIK WARUNG DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA DI WISATA JURANG KUPING SURABAYA: Siasat Pemilik Warung dalam Mempertahankan Eksistensinya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan siasat pemilik warung dalam mempertahankan eksistensinya di wisata Jurang Kuping Surabaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pemilik warung, dengan jumlah 3 orang. Peneliti menggunakan teknik informan dengan sampel random sampling. Penelitian bertempat di wisata Jurang Kuping Surabaya dengan alamat lengkap di kelurahan Benowo. Teknik pengumpulan data dari hasil penelitian adalah dengan cara wawancara mendalam terhadap para informan. Sedangkan untuk teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Fokus dari penelitian ini adalah melihat pada strategi pemilik warung yang ada di wisata Jurang Kuping dalam mempertahankan eksistensinya. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori strukturalisme dari Giddens (1984). Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa siasat dari para pedagang atau pemilik warung di wisata Jurang Kuping dalam mempertahankan eksistensinya adalah dengan melakukan siasat kepada petugas, wisatawan serta sesama pedagang. Siasat tersebut seperti melakukan penutupan wrung lebih awal, menyembunyikan barang dagangannya (minuman alkohol) serta menjual barang sesuai pesanan. Dianalisis dari teori struktural Giddens bahwa agen di sini sebagai pemilik warung melakukan tindakan sengaja untuk menyelesaikan tujuan-tujuan mereka pada saat yang sama, tindakan dari pemilik warung tersebut bertujuan agar aktivitas-aktivitas seperti menyembunyikan barang dagangan terlarang yaitu minuman beralkohol dapat dilakukan secara berulang-ulang.Kata Kunci: Siasat Pemilik Warung, Wisata Jurang Kuping, Eksistensi
Tindakan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya terkait Disiplin Protokol Kesehatan untuk Memutus Persebaran Covid-19 di Taman Bungkul: Tindakan Satuan Polisi Pamong Praja Taman Bungkul terkait Disiplin Protokol Kesehatan
Abstrak
Penelitian berikut menjadi penting untuk diteliti karena selama pandemi masih banyak masyarakat menghiraukan protokol kesehatan, dengan demikian Satuan Polisi Pamong Praja bersinergi memberlakukan tindakan tegas untuk membuat sentra pariwisata tetap aman ketika dikunjungi dalam masa pandemi. Penelitian berikut menganalisis tindakan Satuan Polisi Pamong Praja Pererintah Kota Surabaya terkait disiplin protokol kesehatan terhadap upaya memutus persebaran Covid-19. Substansi ini dicermati dengan teori tindakan sosial Max Weber. Lebih lanjut Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan. Subjek penelitian Satuan Polisi Pamong Praja meliputi, koordinasi lapangan dan satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas. Sementara itu lokasi penelitian berada di Jalan Taman Bungkul Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam terkait tindakan. Data yang terkumpul dianalisis mengacu pendapat Miles dan Huberman dengan mensandingkan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Hasil penelitian ditemukan beberapa tindakan yakni, tindakan optimalisasi dalam mengimbau pengunjung, tindakan imbauan berat imbauwan tersebut berangkat dari random rapid test, selajutnya tindakan dengan memberikan sanksi sosial, serta tindakan membangun kerja sama dengan Perlindungan Masyarakat dan Dinas Pariwisata. Hasil penelitian memperkuat teori tindakan sosial Max Weber terutama pada bagian tindakan optimalisasi terhadap pengunjung, karena tindakan ini banyak menekankan perubahan baru bersama tindak lanjut atas sanksi tegas. Hasil penelitian direkomendasikan sebagai pijakan bagi peneliti dengan kasus sejenis dan penegak disiplin protokol kesehatan untuk mewujudkan perubahan dimasa pandemi.Kata Kunci: Tindakan, disiplin protokol kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja  
Strategi Masyarakat Adat Sendi dalam Mempertahankan Eksistensinya : Studi Kasus di Desa Pacet Kabupaten Mojokerto: Strategi Masyarakat Adat Sendi dalam Mempertahankan Eksistensinya
Abstrak
Penelitian ini menyajikan strategi masyarakat adat Sendi dalam mempertahankan eksistensinya yang dicermati menggunakan teori Pilihan Rasional James Coleman (2012). Teori Pilihan Rasional mengasumsikan bahwa tindakan manusia mempunyai maksud dan tujuan yang dibimbing oleh hirarki yang tertata rapi oleh preferensi. Ada dua unsur utama dalam teori Coleman, yaitu aktor dan sumber daya. Dalam penelitian ini masyarakat adat Sendi sebagai aktor memiliki pilihan strategi yang bertujuan untuk mempertahankan eksistensinya dengan memanfaatkan sumber daya. Desain yang digunakan adalah studi kasus mengacu pendapat Cresswel (dalam Kusmarni, 2012). Fokus penulisan ini pada strategi masyarakat adat Sendi dalam mempertahankan eksistensinya, subjeknya adalah pemangku adat, kasepuhan dan sekretaris. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model dari Miles dan Huberman (dalam Emzir, 2010) melalui empat tahapan dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan mensandingkan perspektif teori Pilihan Rasional James Coleman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi yang dilakukan oleh masyarakat adat Sendi dalam mempertahankan eksistensinya (1) Strategi optimalisasi sumber daya melalui implementasi nilai budaya dalam kegiatan rutin dan insidental, di dalam strategi ini muncul beberapa cara a). Ritual basuhan dari yang sakral hingga menjadi wahana rekreasi b). Keteguhan dalam memegang identitas diri khas Sendi (sengkalaning diri) c). Melaksanakan hukum adat diadili di paseban agung hingga dikeluarkan dari masyarakat adat Sendi (2) Strategi optimalisasi sumber daya manusia sebagai tindakan membangun kerjasama dengan berbagai pihak, dalam strategi ini ditemukan cara a). Komunikasi dengan PPLH Seloliman Trawas dan WALHI b). Berkoordinasi dengan pemerintah setempat seperti bupati dan pemerintah desa (3) Strategi optimalisasi sumber daya manusia dalam rangka mengedukasi masyarakat umum, dalam strategi ini dilakukan dengan a). Menjalin relasi dengan masyarakat adat lain b). Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat umum maupun mengadakan kegiatan-kegiatan sendiri seperti festival budaya, pemanfaatan objek wisata dan peringatan kemerdekaan Negara Indonesia. Dalam konteks ini memperkuat pemikiran James Coleman terutama pada bagian unsur sumber daya yang dioptimalisasikan oleh aktor untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan pada aspek rasional perhitungan biaya bagi setiap jalur perilaku dalam pemilihan tindakan belum ditemukan. Beberapa hal yang dapat dipakai sebagai pijakan bagi penelitian lain yaitu strategi masyarakat adat dalam mempertahankana eksistensinya dilakukan melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki. Sedangkan untuk pemerintah dapat digunakan sebagai informasi data awal, perhatian, masukan, tambahan informasi maupun bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan eksistensi masyarakat adat Sendi.
Kata Kunci Strategi, Masyarakat Adat Sendi, James Coelman
Abstract
This study presents the strategy of the Sendi indigenous people in maintaining their existence which is observed using James Coleman's Rational Choice theory (2012). Rational Choice Theory assumes that human actions have goals and objectives that are guided by a neat hierarchy of preferences. There are two main elements in Coleman's theory, namely actors and resources. In this study, the Sendi indigenous people as actors have a choice of strategies that aim to maintain their existence by utilizing resources. The design used is a case study referring to Cresswel's opinion (in Kusmarni, 2012). The focus of this writing is on the strategy of the Sendi indigenous people in maintaining their existence, the subjects are traditional stakeholders, Kasepuhan and secretaries. The data collection technique used passive participatory observation, in-depth interviews and documentation. The collected data were analyzed using a model from Miles and Huberman (in Emzir, 2010) through four stages starting from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions by juxtaposing the perspective of James Coleman's Rational Choice theory. The results of the study indicate that there are three strategies carried out by the Sendi indigenous people in maintaining their existence(1) The strategy of optimizing resources through the implementation of cultural values ??in routine and incidental activities, this strategy appears in several ways a). Washing ritual from sacred to being a vehicle for recreation b). Firmness in holding the distinctive self-identity of the Joints (self-sengkalaning) c). Implementing customary law on trial in Paseban Agung until being expelled from the Sendi customary community (2) Strategies for optimizing human resources as an act of building cooperation with various parties, in this strategy a) method was found. Communication with PPLH Seloliman Trawas and WALHI b). Coordinate with local governments such as regents and village governments (3) Strategies for optimizing human resources in order to educate the general public, this strategy is carried out by a). Establishing relationships with other indigenous peoples b). Participating in activities organized by the general public as well as holding their own activities such as cultural festivals, utilization of tourist objects and commemoration of the independence of the State of Indonesia. In this context it strengthens James Coleman's thinking, especially on the part of the resource elements that are optimized by actors to achieve a goal, while in the rational aspect of calculating the cost for each path of behavior in selecting actions, it has not been found. Several things can be used as a basis for other research, namely the strategy of indigenous peoples in maintaining their existence through optimization of their resources. Meanwhile, the government can be used as initial data information, attention, input, additional information as well as consideration material in determining policies related to the existence of Sendi indigenous peoples.
Keywords: Strategy, Indigenous Peoples Sendi, James Coelman
EKSISTENSI PETANI DALAM MENGHADAPI INDUSTRIALISASI DI DESA MOJODELIK KECAMATAN GAYAM KABUPATEN BOJONEGORO
Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang eksistensi petani dalam menghadapi Industrialisasi di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan pendekatan fenomenologi eksistensial. Metode fenomenologi eksistensial digunakan untuk melacak dan menjelaskan pengalaman dan pemaknaan eksistensial petani Desa Mojodelik dalam menghadapi industrialisasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi, informasi tersebut diperoleh melalui enam informan kemudian dinalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengalaman terletak pada saat subjek petani mempertahankan lahan pertaniannya dan beradaptasi dalam pembangunan industrialisasi atau hanya menjadi penonton dalam pembangunan industrialisasi. Sedangkan di posisi pemaknaan, seorang petani mampu mendapatkan sekaligus mengukuhkan identitasnya sebagai seorang pemilik lahan pertanian disaat subjek berada di arena industrialisasi. Disisi lain, juga terdapat petani yang mengukuhkan identitasnya sebagai seorang tukang, karyawan industri dan wirausaha parkiran kendaraan bermotor. Kata Kunci: Eksistensi petani, industrialisasi, petani Desa Mojodelik. Abstract This study examines the existence of the existence of the farmers in the face of the industrialization in the village of mojodelik sub-district of bojonegoro regency gayam with existential phenomenology approach. Existential phenomenological method is used to track and explain the meaning of existential experiences and farmers roundabout in the face of the industrialization. Data collection techniques used are observation, interviews, and, in-depth interviews to get information,the information obtained though six informants then analysed using an interactive model analysis. The results of research showing that its experience located at a time the subject of farmers maintain the farm land and adapt in the construction of industrialization or only be a spectator in the construction of industrialization.While in the position of purport; a farmer able to get at once confirmed his identity as an owner of land agriculture when the subject of being in the arena industrialization.At the other side there is also a husbandman confirmed his identity as an artisan, industry employees and entrepreneurial the parking lot of a motor vehicle. Keywords: farmer's Existence, industrialization, Mojodelik Village farmers
KONSTRUKSI MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 ILMU HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TENTANG FASHION
AbstrakKonstruksi mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tentang fashion adalah salah satu tempat untuk mengekspresikan busana seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum Unesa tentang fashion ketika di lingkungan kampus dan di luar kampus. Hal itu disebabkan karena kampus adalah salah satu ruang sosial multi identitas untuk mengekspresikan busana mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Lokasi penelitian Program Studi Hukum, Jurusan Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian mengambil lima informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan keabsahan data. Hasil penelitian, yaitu: fashion dipahami sebagai penyampaian nilai-nilai yang dikomunikasikan melalui apa yang ditampilkan, fashion juga sebuah bentuk dari ekspresi individualistik, bahwa fashion dapat memberi kepuasan pada seseorang karena mereka dapat menampilkan busananya dengan percaya diri, dan fashion juga sebagai cara yang dilakukan oleh seorang individu untuk membedakan dirinya dengan orang lain dengan menampilkan keunikan yang dimilikinya, selain fashion juga dimaknai sebagai identitas pakem yang diterapkan pada diri sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kenyamanan tetap mendominasi pertimbangan informan dalam busana kesehariannya demikian pula dengan ukuran nyaman dan sopan.Kata kunci: Konstruksi, Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum Unesa, FashionAbstractConstruction students course s1 of jurisprudence state university surabaya about fashion is one place to express fashion someone. This report aims to understand construction students course s1 of jurisprudence unesa about fashion when within the campus and outside campus. That is because campus is one of the spaces social multi identity to express fashion students. Methods used is research by design phenomenology qualitative. Research locations course of study law, of law, the faculty of social and law, State University Surabaya. Data was gathered using observation, interview, and documentation. Informants research take five sources by using purposive sampling technique. Data analyzed using a technique data collection, presentation of data, withdrawal conclusions and the validity of data. The results of the study: fashion understood as delivery of values communicated through that which is displayed, fashion also a form of expression individualistik, that fashion can provide satisfaction in someone because them to display fashion with confidence, and fashion also as a way undertaken by an individual to distinguished himself with others in displaying the unique available, but fashion also seen as the identity pattern applied to yourself . Conclusion of the study is comfort fixed dominated consideration informants in fashion his routine this also happened to size comfortable and polite .Keywords: Construstion, Students Course S1 of Jurisprudence Unesa, Fashio
- …
