274 research outputs found
Usulan Penentuan Lokasi Pusat Pembuatan Roti Dengan Menggunakan Metode Center Of Grafity Pada PT. Mawar Sari Bakery
PT. Mawar Sari Bakery merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam Roti dn Cake. Kegiatan penelitian pada PT. Mawar Sari Bakery bertujuan untuk mengetahui titik lokasi baru dengan memperhatikan letak outlets PT. Mawar Sari Bakery berada, dilakukan agar lebih terjangkau untuk pengiriman produk kesetiap outlets. Lokasi yang baru akan meminimumkan biaya pengiriman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Center of Gravity dan dengan bantuan google maps untuk menentukan jarak tempuh dari setiap outlets. Hasil perhitungan dengan metode center of gravity didapatkan titik koordinat x = = -6.215787096 dan y = 106.585644111 yang terletak di Jl. Pajajaran 9 138, RT.006/RW.004, Gandasari, Kec. Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten 15137. Dengan lokasi baru maka akan meminimalkan jarak tempuh, sehingga dengan adanya pengurangan total jarak tempuh maka biaya pengiriman akan semakin kecil
Analisis Tingkat Literasi Keuangan Dan Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhinya Dalam Rumah Tangga Petani Bunga Mawar Potong Di Desa Gunung Sari Kecamatan Bumiaji, Batu
Pertanian hortikultura merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek
menarik untuk dikembangkan. Salah satunya adalah usaha tani mawar yang terus
menerima permintaan dari negara Korea dan Jepang. Namun sayangnya, beberapa
tahun terakhir diketahui bahwa lahan budidaya mawar terus mengalami
penurunan. Permintaan dan harga mawar yang cenderung berfluktuatif menuntut
petani untuk menjadi manajer keuangan yang baik. Untuk itulah literasi keuangan
penting dilakukan. Literasi keuangan mampu mengevaluasi dan mencari solusi
bagaimana meningkatkan taraf hidup petani melalui tingkat dan faktor yang
berpengaruh sehingga nantinya fungsi lembaga dan jasa keuangan dapat berjalan
secara efektif.
Hasil dari penelitian ini ialah berupa: 1. Menganalisa nilai dari setiap
komponen penyusun literasi keuangan berupa pengetahuan, sikap dan perilaku
keuangan petani bunga mawar potong Gunung Sari 2. Menganalisa tingkat literasi
keuangan dalam rumah tangga petani bunga mawar potong Gunung Sari. 3.
Mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi petani yang mempengaruhi tingkat
literasi rumah tangga petani bunga mawar potong Gunung sari.
Penelitian ini dilakukan pada petani bunga mawar potong desa Gunung
Sari, Bumiaji, Batu. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive dengan
pertimbangan Gunung Sari merupakan salah satu sentra bunga mawar potong
terbesar di Jawa Timur, sehingga peneliti dapat dengan mudah menemukan petani
yang kebutuhan hidupnya bergantung dari usaha bunga mawar potong sebagai
responden. Metode penentuan responden ialah non probability melalui quota
sampling sejumlah 40 orang petani. Metode analisis yang digunakan ialah analisis
deskriptif dan analisis kuantitatif berupa regresi linier berganda.
Kondisi secara umum dari setiap komponen yang diteliti berupa
pengetahuan, sikap dan perilaku petani secara rata-rata menunjukkan hasil yang
tidak terlalu tinggi yakni 0,66 pada komponen pengetahuan, 0,63 pada komponen
sikap serta 0,57 untuk komponen perilaku. Skor pada masing-masing komponen
menunjukkan bahwa setiap komponen masih perlu ditingkatkan. Hal ini
dikarenakan pengetahuan, perilaku dan sikap keuangan tersebut akan
mempengaruhi tingkat literasi petani bunga mawar potong Gunung Sari.
Tingkat literasi keuangan petani bunga mawar potong Gunung Sari
didominasi oleh petani yang masih kurang terliterasi (less literate) sebanyak
52,5%. Sedangkan 35 % dari keseluruhan petani bunga mawar ponong Gunung
Sari menunjukkan cukup terliterasi (sufficient literate). Sisanya sebanyak 4% dan
1% secara berturut-turut menunjukkan tingkat tidak terliterasi (not literate) dan
terliterasi dengan baik (well literate) yang masih sangat rendah.ii
Hasil analisis faktor yang berpengaruh terhadap tingkat literasi keuangan
petani bunga mawar potong Gunung Sari menunjukkan bahwa dari 7 variabel
faktor sosial ekonomi hanya terdapat 4 faktor yang memiliki pengaruh secara
signifikan. Faktor tersebut antara lain tingkat pendidikan(-0,87), jenis kelamin
(5,9), lama usahatani (-0,5) dan luas lahan (0,002). Sedangkan faktor berupa usia
(-0,8), jarak lembaga keuangan terdekat dengan rumah petani (-0,0002) dan
pendapatan (-0,00005) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat
literasi keuangan.
Saran yang diberikan peneliti berdasarkan kesimpulan yang ada ialah antara
lain untuk pemerintah dan OJK agar dapat memberikan layanan keuangan yang
sesuai untuk petani. Kelompok tani yang ada diharapkan memberi bimbingan dan
himbauan agar minat petani untuk mengakses layanan keuangan semakin tinggi.
Selain itu usaha peningkatan tingkat literasi keuangan melalui faktor-faktor yang
berpengaruh dapat dilakukan melalui pengadaan kelompok tani wanita dan
peningkatan pendidikan bagi anak dan generasi muda petani bunga mawar potong
Gunung Sari
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) SEBAGAI UPAYA PENGUATAN USAHA MINUMAN SARI MAWAR MERAH
UMKM merupakan sektor yang dapat dijadikan sebagai penggerak perekonomian pada suatu daerah dan menjadi salah satu penyumbang PDB terbesar di Indonesia. Salah satu komoditi yang dapat dikembangkan yaitu bunga mawar yang diolah menjadi sari mawar. Pemakaian model bisnis pada pengembangan usaha sari mawar dirasa penting agar proses bisnis dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu model bisnis yang bisa dikembangkan yaitu model BMC dimana model ini dirasa dapat menyederhanakan model bisnis yang rumit sehingga tercipta model usaha baru yang lebih tepat sasaran. Jenis penelitian ini merupakan peneitian deskriptif. Hasil analisis BMC pada usaha minuman Sari Mawar Merah yaitu: Consumen Segmentations, meliputi laki-laki, perempuan, usia remaja hingga lansia yang berasal dari berbagai suku dan daerah serta masyarakat yang sadar terhadap gaya hidup sehat; Value Propositions, antara lain kebaharuan penggunaan bahan baku, tidak menggunakan bahan pengawet buatan, pembuatan produk sesuai dengan permintaan konsumen, kemasan produk dengan botol praktis dan bisa dibawa kemana saja, harga yang lebih murah dari produk pesaing, produk dapat dibeli di toko-toko terdekat dan manfaat produk sebagai anti bakteria; Channels, melalui facebook, instagram, tiktok, aplikasi pesan antar gojek dan grab serta brosur yang dibagikan pada saat mengikuti kegiatan bazar; Costumer Relationships, dengan memberikan discount, bonus pembelian dan harga khusus untuk reseller; Revenue Streams, dengan sistem reseller yang dapat meningkatkan omset penjualan dan menjadi narasumber inspiratif; Key resources, ketersediaan bahan baku, sumberdaya modal yang berasal dari tabungan, perputaran kas dan karyawan kompeten; Key Acivities, meliputi ketersediaan bahan baku, higienitas pengolahan bahan baku, pengemasan produk dan penyimpanan produk serta pemasaran tepat sasaran; Key Partnerships, meliputi pemasok bahan baku dan kemasan serta reseller; Cost Structure, antara lain biaya produksi, biaya tenaga kerja dan biaya overhead
GAMBARAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN DAN SIKAP IBU PEKERJA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI POSYANDU MAWAR SARI ANTAPANI
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kesiapan ibu dalam pemberian ASI eksklusif dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap ibu pekerja dalam pemberian ASI eksklusif. Seperti diketahui bahwa pemberian ASI eksklusif kepada bayi sangat penting mengingat banyak manfaat dari ASI, ibu pekerja tidak harus menghentikan pemberian ASI karena bisa mengelolaan ASI sebelum diberikan kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran Pengetahuan Keterampilan dan Sikap Ibu Pekerja dalam Pemberian ASI Eksklusif Di Posyandu Mawar Sari Antapani. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sample pada penelitian ini adalah ibu pekerja yang menjadi peserta di Posyandu Mawar Sari dengan jumlah 20 orang. Instrumen penelitian ini berupa angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran Pengetahuan Keterampilan dan Sikap Ibu Pekerja dalam Pemberian ASI Eksklusif Di Posyandu Mawar Sari Antapani menunjukan berada pada kriteria sangat siap dan siap. Rekomendasi penelitian ini diajukan kepada ibu pekerja sebagai peserta di Posyandu dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pengelolaan ASI eksklusif dengan cara bertukar pikiran dengan keluarga, rekan kerja, serta dukungan dari suami agar tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayi meskipun ibu bekerja.;-- This research based on the lack of readiness by the mother in the exclusive breast feeding in the aspect of knowledge, skills and attitudes the mother worker in exclusive breast feeding. As it known that exclusive breast feeding to babies is very important given the many benefits of breast milk, mother of workers do not have to stop breast feeding because managing ASI before given to the baby. This research aims to find out how the description of Knowledge skills and attitudes the mother worker in Exclusive breast feeding In Sari Rose Antapani Posyandu. This research method using descriptive method. Sample in this research is the mother of workers who become participants in the Posyandu Sari Rose with the number of 20 people. This research instrument in the form of the now. The results of this research show that the description of Knowledge skills and attitudes the mother worker in Exclusive breast feeding In Sari Rose Posyandu Antapani shows are on the criteria very well prepared and ready. The recommendations of the research proposed to the workers as participants at the Posyandu can improve knowledge, skills and attitude in the management of breast milk exclusively with ways of exchanging thoughts with family, coworkers, as well as support from the husband in order to stay could give exclusive breast milk to baby even though working moms
Integrasi Model Kano Dan Quality Function Deployment (QFD) Dalam Perencanaan Kualitas Produk Minuman Kemasan Sari Bunga Mawar Elviza Pada Home Industry Elviza, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang
Home industry Elviza merupakan salah satu industri pengolahan pangan di Kecamatan Dau Kabupaten Malang, dengan produk minuman kemasan yaitu Sari Bunga Mawar. Permasalahan pada home industry Elviza adalah kualitas produk yang rendah sehingga produk Sari Bunga Mawar kurang dapat bersaing dengan produk sejenis. Produsen menyadari jika pelanggan kurang puas terhadap kualitas produk Sari Bunga Mawar, namun produsen tidak dapat menentukan prioritas perbaikan atribut produk. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan atribut produk Sari Mawar Elviza yang dipertimbangkan dan menjadi prioritas dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen berdasarkan Model Kano serta perbaikan yang harus dilakukan oleh home industry untuk pengembangan kualitas produk Sari Bunga Mawar Elviza berdasarkan integrasi Model Kano dan QFD. Hasil dari penelitian ini yaitu, atribut yang dipertimbangkan dan menjadi prioritas dalam pemenuhan kebutuhan dan kepuasan konsumen Sari Bunga Mawar Elviza adalah atribut ukuran, daya tahan kemasan, daya simpan produk, kemudahan produk, dan informasi produk masuk kedalam kategori must-be, yaitu hal dasar yang harus dimiliki oleh produk. Atribut rasa, harga, dan desain kemasan termasuk kedalam kategori one-dimensional, dimana tingkat kepuasan konsumen sesuai dengan tingkat kinerja dari produk. Atribut manfaat kesehatan dan varian rasa termasuk kedalam kategori attractive, yaitu konsumen akan sangat puas jika kinerja dari atribut tersebut baik, namun tingkat kepuasan konsumen tidak akan menurun jika kinerja dari produk belum terpenuhi. Perbaikan yang dapat dilakukan oleh home industry untuk pengembangan kualitas produk Sari Bunga Mawar Elviza berdasarkan integrasi Model Kano dan QFD yaitu penambahan informasi produk, pemilihan jenis dan bahan kemasan, pengawasan proses pengemasan, pelatihan karyawan, komposisi bahan baku, meningkatkan relasi dengan pemasok bahan baku, dan yang terakhir penyebaran agen. Saran untuk Home Industry Elviza sebaiknya melaksanakan perbaikan kualitas sesuai dengan rekomendasi prioritas perbaikan yaitu penambahan informasi produk berupa tanggal kadaluwarsa, tanggal produksi, dan kandungan gizi. Mengganti bahan kemasan dengan ukuran yang lebih tebal, dan melakukan pengawasan pada saat proses pengemasan menggunakan cup sealer. Sedangkan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya disertai dengan rancangan biaya perbaikan dengan mempertimbangkan keterbatasan dana yang dimiliki oleh perusahaan. Selain itu, jumlah responden yang digunakan lebih banyak untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat
Proses Adopsi Inovasi dalam Pengembangan Agrowisata Petik Mawar di Desa Gunung Sari Kota Batu.
Agrowisata menjadi salah satu bentuk kegiatan pariwisata yang
memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata. Kegiatan agrowisata
semakin berkembang dan meningkat, membuat masyarakat maupun pengelola
usaha membuat sebuah inovasi. Agrowisata petik mawar salah satu agrowisata di
Kota Batu yang sedang melakukan pengembangan. Sehingga melalui
pengembangan agrowisata tersebut dilakukan inovasi oleh berbagai pihak untuk
mencapai tujuan dari agrowisata. Tujuan penelitian ini yaitu, (1) menganalisis
proses adopsi inovasi dalam pengembangan agrowisata petik mawar, dan (2)
menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi inovasi agrowisata
petik mawar.
Penelitian ini dilaksanakan pada Agrowisata Petik Mawar yang berlokasi di
Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penentuan responden
menggunakan metode saturated sampling yang artinya peneliti telah menetukan
satu populasi sebagai sample secara langsung. Sample pada penelitian ini
sebanyak 30 petani pengelola agrowisata sebagai responden. Penentuan informan
pada penelitian ini dilakukan dengan metode purposive kepada lima orang pihakpihak
yang memahami dengan jelas agrowisata petik mawar. Metode analisis
yang dipakai adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan model interaktif
Miles dan Huberman serta analisis Regresi Logistik yang dibantu oleh alat Stata
14.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi proses adopsi inovasi pada
pengelola dalam mengembangkan agrowisata petik mawar. Adapun proses yang
dilakukan oleh pengelola meliputi proses tahapan pengetahuan, persuasi,
keputusan, implementasi hingga konfirmasi. Proses adopsi inovasi tidak terlepas
dari sifat-sifat inovasi dan karateristik petani pengelola dalam menerima inovasi.
Hasil Regresi Logistik menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata
terhadap adopsi inovasi adalah variabel umur dan frekuensi petani mengikuti
penyuluhan, karena kedua faktor tersebut memiliki nilai signifikansi dibawah
10%.
Saran yang diberikan penulis bagi pengelola agrowisata khususnya
BUMDES dapat melakukan pengembangan agrowisata dengan mempertimbangan
kebutuhan serta kemampuan petani dalam pengembangan agrowisata petik
mawar. Pemerintah khususnya kepada Dinas terkait lebih intensif dalam
mengadakan penyuluhan dan pendampingan kepada petani, melihat pada
penelitian ini variabel yang signifikan adalah frekuensi petani mengikuti
penyuluhan. Petani khususnya yang masih muda dapat lebih aktif dalam
pengembangan agrowisata dan dapat mengajak petani muda lainnya ikut
berpartisipasi. Peneliti selanjutnya dapat mengambil topik mengenai proses adopsi
inovasi di Gunung Sari menggunakan variabel lain yang belum digunakan pada
penelitian ini seperti jumlah tanggungan keluarga, hama penyakit dan teknologi
Pengaruh Ekuitas Merek dan Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Roti dan Kue pada PT. Mawar Sari Bakery Taman Cibodas, Kota Tangerang
Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui pengaruh Ekuitas Merek dan Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian pada PT. Mawar Sari Bakery.
Dalam penelitian ini digunakan metode survie, populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Mawar Sari Bakery, Kota Tangerang yang berjumlah 86 responden. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik sampling aksidental, yaitu bertujuan untuk mendapatkan sampel secara kebetulan agar lebih efisien dalam pengumpulan sampel, untuk mengambil jumlah sampel digunakan rumus Slovin. Teknik pengolahan dan analisis data meliputi uji validitas kuisioner, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan analisis koefisien determinasi.
Hasil uji statistik T disimpulkan bahwa Thitung>Ttabel (8,895>1,663), dengan nilai signifikasi 0,000Ttabel (-5,265>1,663), menunjukan Pelayanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, dengan nilai signifikansi 0,000Ftabel
(41,663>3,110), dengan nilai signifkansi 0,000<0,05 menunjukan Ekuitas Merek dan Pelayanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN MAWAR
Sistem pakar (expert system) adalah system yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli di bidang tertentu. Salah satu penerapan system pakar adalah Sistem pakar untuk Diagnosa Penyakit Pada Tanaman Mawar yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah.
Faktor kepastian (Certainty Factor) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menangani ketidakpastian dalam sistem pakar. Faktor kepastian diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN. MYCIN, sistem pakar untuk mendiagnosa infeksi bakteri pada darah, menggunakan metode certainty factor ini untuk mengatasi ketidakpastian.
Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Tanaman Mawar ini memudahkan para petani agar bisa lebih cepat menanggulangi segala penyakit yang dialamami tanaman mawarnya. Dengan diberikan penyebab dan cara pengendaliannya bagi tanaman mawar yang sudah terserang penyakit maka para petani akan lebih mudah mengatasi tanaman mawar yang sedang terkena penyakit.
Kata kunci : Sistem Pakar, Certainty Factor, Tanaman Mawa
Pengaruh Perbandingan Sari Buah Nanas dengan Sari Wortel Selama Penyimpanan Terhadap Mutu Fruit Tea
ARILIN dan ERA YUSRAINI.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi perbandingan terbaik antara
sari buah nanas dan sari wortel untuk menghasilkan minuman teh rasa buah (Fruit Tea)
yang berkualitas dan bergizi serta disukai oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini
menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu perbandingan
sari buah nanas dan sari wortel (S) : (100%:0%), (75%:25%), (50%:50%), (25%:75%)
dan (0%:100%) dan lama penyimpanan (L) : (0 hari), (5 hari), (10 hari), dan (15 hari).
Parameter yang dianalisis adalah total soluble solid, nilai pH, kadar vitamin C, total
asam, total mikroba, uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbandingan sari buah nanas dan
sari wortel (S) memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap total soluble solid,
nilai pH, kadar vitamin C, total asam, total mikroba, nilai hedonik rasa. Lama
penyimpanan (L) memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai pH, kadar
vitamin C, total asam, total mikroba, dan nilai hedonik rasa. Interaksi kedua faktor
memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total mikroba. Produk Fruit
Tea terbaik adalah produk dengan perlakuan perbandingan sari buah nanas dan sari
wortel (75% : 25%) dan lama penyimpanan 5 hari memberikan hasil terbaik untuk mutu
Fruit Tea.This study was performed to determine the best ratio of pineapple juice and
carrot juice to produce qualified and nutritious fruit flavored tea drinks (Fruit Tea) and
prefered by people. Method of this study was completely randomized design with two
factors i.e. the ratio of pineapple juice and carrot juice (S): (100%:0%), (75%:25%),
(50%:50%), (25%:75%) and (0%:100%) and storage time (L) : (0 days), (5 days), (10
days), and (15 days). The analyzed parameters were total soluble solid, pH, vitamin C,
total acid, total microbes, organoleptic value of colour, flavor, and taste.
The results showed that the effect of ratio of pineapple juice and carrot juice had
highly significant effect on total soluble solid, pH, vitamin C, total acid, total microbes,
organoleptic value of taste. Storage time had a highly significant effection total soluble
solid, pH, vitamin C, total acid, total microbes, organoleptic of taste. The interaction of
the two factors had highly significant effect on total microbes. The best composition
which gave the best effect on Fruit Tea was ratio of pineapple juice and carrot juice of
(75%:25%) and 5 days of storage.84 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Perbandingan Sari Buah Nanas dengan Sari Wortel Selama Penyimpanan Terhadap Mutu Fruit Tea
ARILIN dan ERA YUSRAINI.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi perbandingan terbaik antara
sari buah nanas dan sari wortel untuk menghasilkan minuman teh rasa buah (Fruit Tea)
yang berkualitas dan bergizi serta disukai oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini
menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu perbandingan
sari buah nanas dan sari wortel (S) : (100%:0%), (75%:25%), (50%:50%), (25%:75%)
dan (0%:100%) dan lama penyimpanan (L) : (0 hari), (5 hari), (10 hari), dan (15 hari).
Parameter yang dianalisis adalah total soluble solid, nilai pH, kadar vitamin C, total
asam, total mikroba, uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbandingan sari buah nanas dan
sari wortel (S) memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap total soluble solid,
nilai pH, kadar vitamin C, total asam, total mikroba, nilai hedonik rasa. Lama
penyimpanan (L) memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap nilai pH, kadar
vitamin C, total asam, total mikroba, dan nilai hedonik rasa. Interaksi kedua faktor
memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap total mikroba. Produk Fruit
Tea terbaik adalah produk dengan perlakuan perbandingan sari buah nanas dan sari
wortel (75% : 25%) dan lama penyimpanan 5 hari memberikan hasil terbaik untuk mutu
Fruit Tea.This study was performed to determine the best ratio of pineapple juice and
carrot juice to produce qualified and nutritious fruit flavored tea drinks (Fruit Tea) and
prefered by people. Method of this study was completely randomized design with two
factors i.e. the ratio of pineapple juice and carrot juice (S): (100%:0%), (75%:25%),
(50%:50%), (25%:75%) and (0%:100%) and storage time (L) : (0 days), (5 days), (10
days), and (15 days). The analyzed parameters were total soluble solid, pH, vitamin C,
total acid, total microbes, organoleptic value of colour, flavor, and taste.
The results showed that the effect of ratio of pineapple juice and carrot juice had
highly significant effect on total soluble solid, pH, vitamin C, total acid, total microbes,
organoleptic value of taste. Storage time had a highly significant effection total soluble
solid, pH, vitamin C, total acid, total microbes, organoleptic of taste. The interaction of
the two factors had highly significant effect on total microbes. The best composition
which gave the best effect on Fruit Tea was ratio of pineapple juice and carrot juice of
(75%:25%) and 5 days of storage.84 HalamanSkripsi Sarjan
- …
