1,727,531 research outputs found
UV spectra of GLVs in the aqueous phase
UV spectra of the GLVs (1-penten-3-ol, (Z)-2-hexen-1-ol, and (E)-2-hexen-1-al) were presented in a recent review (Atmosphere, Sarang et al., 2021) and article (ES&T, Sarang et al 2021). The molar absorption coefficients were used to predict the photolysis of the compounds in the actinic region. The data recorded experimentally using double beam spectrophotometer is provided in form of PDF, Excel and CSV file format. The data presents molar absorption coefficients (ε) for the range from 210 – 400 nm, with uncertainty ∆ε as the standard deviation obtained from ten measurements (five different concentrations, two measurements per each concentration).</p
Reaction of GLVs with OH radical
The present data set consists of XYZ vacuum optimized files of all intermediates and substrates obtained within the mechanistic investigation of the reaction between Green leaf volatiles, 1-penten-3-ol, (Z)-2-hexen-1-ol, (E)-2-hexen-1-ol with OH radicals. The discussion of results and outcome will be published in the Ph.D. thesis work of Kumar Sarang and also as a publication.</p
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Sarang Burung Walet Persepketif Ekonomi Islam
Sarang burung walet memiliki peluang bisnis yang sangat besar, terutama di daerah-daerah yang banyak terdapat burung walet. Usaha sarang burung walet sangat menjanjikan, namun beberapa kendala dan tantangan harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peluang usaha sarang burung walet dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di desa Kampung Baru ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Kampung Baru memiliki potensi untuk melakukan usaha sarang burung walet dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Kampung Baru Katingan Kuala. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pendapatan pengusaha sarang burung walet yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan sebelumnya ketika belum membangun gedung walet. Peningkatan pendapatan usaha sarang burung walet tersebut dapat dilihat dari bertambahnya gedung walet yang dimiliki pengusaha sarang burung walet, dan meningkatnya tingkat pendidikan, serta meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Kampung Baru melalui sedekah, infak atau sumbangan. Perspektif ekonomi Islam terhadap usaha sarang burung walet adalah tidak ada praktik-praktik yang melanggar syariat yang dilakukan oleh pengusaha sarang burung walet. Upaya yang dilakukan pengusaha walet untuk meningkatkan pendapatan masyarakat merupakan upaya yang wajar yang dilakukan dengan niat dan usaha yang baik sehingga sejalan dengan syariat Islam
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Sarang Burung Walet Persepketif Ekonomi Islam
Sarang burung walet memiliki peluang bisnis yang sangat besar, terutama di daerah-daerah yang banyak terdapat burung walet. Usaha sarang burung walet sangat menjanjikan, namun beberapa kendala dan tantangan harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peluang usaha sarang burung walet dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di desa Kampung Baru ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Kampung Baru memiliki potensi untuk melakukan usaha sarang burung walet dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Kampung Baru Katingan Kuala. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pendapatan pengusaha sarang burung walet yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan sebelumnya ketika belum membangun gedung walet. Peningkatan pendapatan usaha sarang burung walet tersebut dapat dilihat dari bertambahnya gedung walet yang dimiliki pengusaha sarang burung walet, dan meningkatnya tingkat pendidikan, serta meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Kampung Baru melalui sedekah, infak atau sumbangan. Perspektif ekonomi Islam terhadap usaha sarang burung walet adalah tidak ada praktik-praktik yang melanggar syariat yang dilakukan oleh pengusaha sarang burung walet. Upaya yang dilakukan pengusaha walet untuk meningkatkan pendapatan masyarakat merupakan upaya yang wajar yang dilakukan dengan niat dan usaha yang baik sehingga sejalan dengan syariat Islam
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Sarang Burung Walet Persepketif Ekonomi Islam
Sarang burung walet memiliki peluang bisnis yang sangat besar, terutama di daerah-daerah yang banyak terdapat burung walet. Usaha sarang burung walet sangat menjanjikan, namun beberapa kendala dan tantangan harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peluang usaha sarang burung walet dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di desa Kampung Baru ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Kampung Baru memiliki potensi untuk melakukan usaha sarang burung walet dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Kampung Baru Katingan Kuala. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pendapatan pengusaha sarang burung walet yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan sebelumnya ketika belum membangun gedung walet. Peningkatan pendapatan usaha sarang burung walet tersebut dapat dilihat dari bertambahnya gedung walet yang dimiliki pengusaha sarang burung walet, dan meningkatnya tingkat pendidikan, serta meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Kampung Baru melalui sedekah, infak atau sumbangan. Perspektif ekonomi Islam terhadap usaha sarang burung walet adalah tidak ada praktik-praktik yang melanggar syariat yang dilakukan oleh pengusaha sarang burung walet. Upaya yang dilakukan pengusaha walet untuk meningkatkan pendapatan masyarakat merupakan upaya yang wajar yang dilakukan dengan niat dan usaha yang baik sehingga sejalan dengan syariat Islam
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Sarang Burung Walet Persepketif Ekonomi Islam
Sarang burung walet memiliki peluang bisnis yang sangat besar, terutama di daerah-daerah yang banyak terdapat burung walet. Usaha sarang burung walet sangat menjanjikan, namun beberapa kendala dan tantangan harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peluang usaha sarang burung walet dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di desa Kampung Baru ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Kampung Baru memiliki potensi untuk melakukan usaha sarang burung walet dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Kampung Baru Katingan Kuala. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pendapatan pengusaha sarang burung walet yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan sebelumnya ketika belum membangun gedung walet. Peningkatan pendapatan usaha sarang burung walet tersebut dapat dilihat dari bertambahnya gedung walet yang dimiliki pengusaha sarang burung walet, dan meningkatnya tingkat pendidikan, serta meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Kampung Baru melalui sedekah, infak atau sumbangan. Perspektif ekonomi Islam terhadap usaha sarang burung walet adalah tidak ada praktik-praktik yang melanggar syariat yang dilakukan oleh pengusaha sarang burung walet. Upaya yang dilakukan pengusaha walet untuk meningkatkan pendapatan masyarakat merupakan upaya yang wajar yang dilakukan dengan niat dan usaha yang baik sehingga sejalan dengan syariat Islam
Sarang semut berantas panyakit maut
Buku ini memberikan informasi lengkap mengenai khasiat tanaman sarang semut secara jelas dan sistematis mulai dari deskripsi tanaman, varietas dan sebaran, proses kemunculan, kandungan senyawa, khasiat dan manfaatnya untuk kesehatan, kemampuan mengobati kanker, cara mengolah dan petunjuk pemakaiannya.vi, ; 69 hal. : ilus, ; 23 c
Non-Tariff Barrier Tiongkok terhadap Perdagangan Sarang Burung Walet 2012- 2015
Sarang burung walet adalah komoditas yang berasal dari kawasan Asia Tenggara,
komoditas ini memiliki pasar yang sangat spesifik yaitu Tiongkok, kepeminatan ini
berlangsung sejak Dinasti Ming. Hingga saat ini hanya terdapat dua negara yang
mampu memproduksi komoditas sarang burung walet, harganya yang mencapai
ribuan dollar perkilogram membuat komoditas ini sangat eksklusif, di tahun 2011
Tiongkok yang merupakan destinasi utama sarang burung walet memutuskan untuk
berhenti mengimpor sarang burung walet dengan alasan keamanan kesehatan dan
memepercayakan inspeksi ke pihak Hongkong, isu virus H5N1 yang dibawa
Tiongkok berhasil membuat harga sarang burung walet terjun bebas, disini peneliti
menggunakan pendekatan mercantilisme dan pasal – pasal yang dirangkum oleh
WTO untuk menelaah fenomena diskriminasi impor Tiongkok, peneliti membuka
topik ini dengan pertanyaan “Apa yang melatarbelakangi diskriminasi impor sarang
burung walet Tiongkok?”. Penelitian ini penting untuk diteliti karena bagaimana
sebuah komoditas kecil seperti sarang burung walet dapat menentukan arah kebijakan
industrialisasi negara sebesar Tiongkok, dalam koridor ilmu Hubungan Internasional
sebuah kebijakan ekonomi negara dapat menentukan siapa calon aliansi negara
tersebut agar rancangan ekonomi dapat sesuai target yang ditentukan. Dalam
penelitian ini ditemukan bahwa terdapat motif kepentingan nasional dan pengamanan
pasar domestik Tiongkok menyangkut komoditas sarang burung walet, motif ini
terrefleksi melalui usaha Tiongkok untuk melakukan industrialisasi produk turunan
sarag burung walet yang didasari oleh meningkatnya kemampuan konsumsi
masyarakat Tiongkok. Sehingga penting untuk Tiongkok dapat memenuhi konsumsi
ini dengan cara yang mandiri dan tidak berkiblat dengan harga yang diberikan namun
mengatur harga pasar
Estimasi Ketinggian Sarang Terhadap Luas Sisiran Sarang Total, Sisiran Sarang Madu Dan Sisran Sarang Anakan Lebah Hutan (Apis Dorsata) Di Hutan Harapan Pt. Reki Jambi
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08 Agustus sampai 08 Oktober 2012 di PT.REKI yang berlokasi di Hutan Harapan, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akurasi luas sisiran sarang total, luas sisiran sarang madu, dan luas sisiran sarang anakan Apis dorsata pada berbagai ketinggian sarang. Manfaat penelitian adalah untuk mendapatkan nilai luas sisiran sarang total, luas sisiran sarang madu, dan luas sisiran sarang anakan Apis dorsata pada puncak pohon atau ujung dahan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 10 sisiran sarang yang masih menempel pada cabang pohon untuk dilakukan pengukuran ketinggiannya dan sisiran sarang yang telah di turunkan guna dilakukan pengukuran berat sisiran sarang Apis dorsata sehingga di dapatkan luas sisiran sarang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode observasi langsung di lapangan. Pengamatan yang dilakukan adalah mengukur ketinggian sarang yang masih menempel pada cabang pohon dengan menggunakan alat digital rangefinder dan pengamatan berikutnya yaitu menimbang berat sarang. Hasil pada uji analisis regresi diperoleh nilai R Square sebesar 0,388 menunjukkan bahwa ketinggian sarang berpengaruh sebesar 38,8% terhadap luas sisiran sarang, sedangkan 61,2% dijelaskan oleh faktor lain diluar penelitian ini. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan Ŷ = 14370,847– 312,241X yang menunjukkan bentuk hubungan antara ketinggian sarang dengan luas sisiran sarang total Apis dorsata yang dapat diartikan bahwa ketinggian sarang memiliki pengaruh terhadap terjadinya perubahan luas sisiran sarang total Apis dorsata. Hasil regresi diperoleh persamaan Ŷ=14370,847 – 312,241X. Memiliki arti bahwa setiap penambahan 1 meter ketinggian pohon memiliki pengaruh terhadap perubahan luas sisiran sarang Apis dorsata sebesar- 312,241 cm2. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan Ŷ = 3107,904- 62,095X yang menunjukkan bentuk hubungan antara ketinggian sarang dengan luas sisiran madu Apis dorsata yang dapat diartikan bahwa ketinggian pohon berpengaruh negatif terhadap terjadinya perubahan luas sisiran madu Apis dorsata. Semakin tinggi sarang maka semakin mengecil luas sisiran madu Apis dorsata, ketinggian sarang cukup berpengaruh terhadap luas sisiran sarang Apis dorsata. Hasil regresi diperoleh persamaan Ŷ = 3107,904 - 62,095X memiliki arti bahwa setiap penambahan 1 meter ketinggian sarang memiliki pengaruh terhadap perubahan luas sisiran sarang madu Apis dorsata sebesar -62,095 cm2. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan Ŷ = 13221,316–305,779X yang menunjukkan bentuk hubungan antara ketinggian sarang dengan luas sisiran anakan Apis dorsata, dapat diartikan bahwa ketinggian sarang memiliki pengaruh negatif terhadap ixterjadinya perubahan luas sisiran sarang Apis dorsata. Hubungan antara ketinggian sarang dengan luas sisiran sarang anakan Apis dorsata adalah Ŷ = 13221,316– 305,779X dapat diartikan bahwa setiap perubahan satu meter ketinggian tempat sisiran sarang akan menyebabkan terjadinya perubahan luas sisiran sarang anakan Apis dorsata sebesar -305,779 cm2. Disimpulkan bahwa prediksi luas sisiran sarang total, sisiran sarang anakan dan sisiran sarang madu Apis dorsata pada berbagai ketinggian tempat sisiran membentuk suatu garis lurus negatif, sehingga semakin tinggi tempat sisiran sarang, maka terdapat penurunan terhadap luas sisiran sarang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui hubungan antara ketinggian tempat sisiran sarang dengan luas sarang total, luas sarang anakan, dan luas sarang madu Apis dorsata
MATERIAL SARANG SARANG BURUNG BAWAH TAJUK
ABSTRAK Burung bawah tajuk merupakan kelompok burung yang beraktivitas di bawah tajuk, bersembunyi di semak yang rimbun, dan sulit diidentifikasi secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi material sarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilaksanakan di dua kawasan konservasi yang berbeda, yaitu HPFU Samarinda Kalimantan Timur dan Tahura R. Soerjo Jawa Timur pada bulan Desember 2017 sampai Juni 2018. Pengamatan sarang dilakukan dengan metode jelajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material sarang ada dua kategori, yaitu material yang digunakan oleh burung bawah tajuk di hutan HPFU Samarinda adalah jenis rerumputan, seperti Panicum repens (rumput Lempuyangan) dan Eragrotis uniloides (rumput udang), sedangkan di kawasan Tahura R. Soerjo Jawa Timur adalah jenis lumut daun Homaliodendron flabellatum sebagai material utama untuk membangun sarang. Kata kunci: material, sarang, burung bawah taju
- …
