60 research outputs found

    Dessy : desktop search and synchronization

    No full text
    Current smartphones have a storage capacity of several gigabytes. More and more information is stored on mobile devices. To meet the challenge of information organization, we turn to desktop search. Users often possess multiple devices, and synchronize (subsets of) information between them. This makes file synchronization more important. This thesis presents Dessy, a desktop search and synchronization framework for mobile devices. Dessy uses desktop search techniques, such as indexing, query and index term stemming, and search relevance ranking. Dessy finds files by their content, metadata, and context information. For example, PDF files may be found by their author, subject, title, or text. EXIF data of JPEG files may be used in finding them. User–defined tags can be added to files to organize and retrieve them later. Retrieved files are ranked according to their relevance to the search query. The Dessy prototype uses the BM25 ranking function, used widely in information retrieval. Dessy provides an interface for locating files for both users and applications. Dessy is closely integrated with the Syxaw file synchronizer, which provides efficient file and metadata synchronization, optimizing network usage. Dessy supports synchronization of search results, individual files, and directory trees. It allows finding and synchronizing files that reside on remote computers, or the Internet. Dessy is designed to solve the problem of efficient mobile desktop search and synchronization, also supporting remote and Internet search. Remote searches may be carried out offline using a downloaded index, or while connected to the remote machine on a weak network. To secure user data, transmissions between the Dessy client and server are encrypted using symmetric encryption. Symmetric encryption keys are exchanged with RSA key exchange. Dessy emphasizes extensibility. Also the cryptography can be extended. Users may tag their files with context tags and control custom file metadata. Adding new indexed file types, metadata fields, ranking methods, and index types is easy. Finding files is done with virtual directories, which are views into the user's files, browseable by regular file managers. On mobile devices, the Dessy GUI provides easy access to the search and synchronization system. This thesis includes results of Dessy synchronization and search experiments, including power usage measurements. Finally, Dessy has been designed with mobility and device constraints in mind. It requires only MIDP 2.0 Mobile Java with FileConnection support, and Java 1.5 on desktop machines

    Sistem Honorifik Bahasa Lapung Dialek Pesisi di Kabupaten Tanggamus (suatu kajian sosiolinguistik)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan bentuk, jenis, faktor sosial, dan kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif-naturalistik. Sumber data adalah para informan yang dijaring dengan teknik simak libat cakap (SLQ. Para informan berasal dari daerah-daerah di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini adalah penutur asli (informan) bahasa Lampung dialek Pesisir yang bertempat tinggal di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini berjumlah 14 penutur yang diambil secara acak 2 orang dari tiap lokasi penelitian. Sumber data lisan diambil melalui wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan cara: (1) perpanjangan kesertaan; (2) ketekunan pengamatan; (3) triangulasi; (4) pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata bentuk hononfik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi: (1) kata; (2) kelompok kata; (3) singkatan kata; (4) kelompok singkatan kata; dan (5) gabungan singkatan dan kata. Jenis honorifik meliputi hononfik: (1) kekerabatan; (2) kata ganti per­sona; (3) pangkat, jabatan, dan profesi; (4) gelar; (5) religius; (6) tokoh gaib; dan (7) umum. Faktor-faktor sosial penentu pemilihan honorifik meliputi faktor: (1) hubungan kekerabatan; (2) usia; (3) jenis kelamin; (4) status sosial; {5) latar belakang etnik; (6) situasi dan forum; (7) hubungan antarinterlokutor, (8) lokasi. tempat tinggal; dan (9) status perkawinan. Adapun kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi kaidah: (1) alternasi; (2) kookurensi; dan (3) sekuensi. Honorifik dapat menambah kekayaan bahasa Lampung. Pemilihan honorifik yang tepat merupakan salah satu cara atau strategi untuk menunjukkan sopan santun dan sikap hormat terhadap or­ang lain. Katakunci: sistem honorifik, bentukjenisfaktor sosial, kaidabpemakaian honorifik, kajian sosiolinguisti

    STRATEGI KESANTUNAN POSITIF DAN NEGATIF DALAM BENTUK TUTURAN DIREKTIF DI LINGKUNGAN STKIP MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG

    No full text
    In doing communication, polite behaviour is very influence in creating comfortableatmosphere. Polite behaviour can be in the form of verbal and nonverbal. Thisresearch described the positive and negative strategi that related to the unity of theform of direct speech at STKIP Muhammadiyah Pringsewu. This research wassosiopragmatic study with qualitative descriptive approach. The data analysistechnique used in his research was interactive model which was contain of datareduction, data serve, and conclution or verification. Based on the result of theresearch, the politeness strategy in the direct speech which was applied at STKIPMuhammadiyah Pringsewu Lampung were using positive and negative strategy.Based on the analysis result, they were some factors that influenced the positivestrategy happen. They were as follows: kind of attention, the solidarity betweenperson, the feeling of being appreciated and giving appreciation, giving praise,avoiding incompatibality and creating jokes. Meanwhile, the negative strategy wereinfluenced by some factors. They were as follows: indirect speech, pesimistic attitude,reducing coercion, using passive voice, apology, and using plural form. The positiveand negative strategy that happened was the effort to create the politeness in doingcommunication.Key Note: Strategi Kesantunan, tuturan direktif, sosiopragmatik</p

    Sistem Honorifik Bahasa Lapung Dialek Pesisi di Kabupaten Tanggamus (suatu kajian sosiolinguistik)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan bentuk, jenis, faktor sosial, dan kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif-naturalistik. Sumber data adalah para informan yang dijaring dengan teknik simak libat cakap (SLQ. Para informan berasal dari daerah-daerah di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini adalah penutur asli (informan) bahasa Lampung dialek Pesisir yang bertempat tinggal di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Subjek penelitian ini berjumlah 14 penutur yang diambil secara acak 2 orang dari tiap lokasi penelitian. Sumber data lisan diambil melalui wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan cara: (1) perpanjangan kesertaan; (2) ketekunan pengamatan; (3) triangulasi; (4) pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata bentuk hononfik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi: (1) kata; (2) kelompok kata; (3) singkatan kata; (4) kelompok singkatan kata; dan (5) gabungan singkatan dan kata. Jenis honorifik meliputi hononfik: (1) kekerabatan; (2) kata ganti per­sona; (3) pangkat, jabatan, dan profesi; (4) gelar; (5) religius; (6) tokoh gaib; dan (7) umum. Faktor-faktor sosial penentu pemilihan honorifik meliputi faktor: (1) hubungan kekerabatan; (2) usia; (3) jenis kelamin; (4) status sosial; {5) latar belakang etnik; (6) situasi dan forum; (7) hubungan antarinterlokutor, (8) lokasi. tempat tinggal; dan (9) status perkawinan. Adapun kaidah pemakaian honorifik bahasa Lampung dialek Pesisir di Kabupaten Tanggamus meliputi kaidah: (1) alternasi; (2) kookurensi; dan (3) sekuensi. Honorifik dapat menambah kekayaan bahasa Lampung. Pemilihan honorifik yang tepat merupakan salah satu cara atau strategi untuk menunjukkan sopan santun dan sikap hormat terhadap or­ang lain. Katakunci: sistem honorifik, bentukjenisfaktor sosial, kaidabpemakaian honorifik, kajian sosiolinguisti

    Persfektif Budaya Jawa dalam Syair Lagu Campursari dan Implementasinya pada Pembelajaran Sosiolinguistik

    No full text
    This study aims to describe the perspective of Javanese culture in the poetry of campursari songs and its implementation in sociolinguistic learning at the Muhammadiyah University of Pringsewu Lampung. The method used is the descriptive qualitative method. The results show that the Javanese cultural perspective consists of wayang mythology which includes the concepts of jumbuhing kawula gusti and sangkal paran; the slametan ritual includes social and religious aspects; Javanese ethics, namely the attitude of narima, being patient or aja kesusu-susu, tepa selira, aja ngaya, and aja srakah. This concept is implemented in the Sociolinguistics course by guiding language speakers (teachers) on how to use language in their lives by showing the language, variety of languages, or language styles used when talking to certain people at a specific place and time. In conclusion, the Javanese cultural perspective in the campursari song contains three aspects, namely wayang mythology, slametan, and Javanese ethics. Elements in the music become a guide on using language in life. Keywords: Javanese Culture, Sociolinguistics, Campursari Song Lyric

    Analisis Semiotik Dalam Lirik Lagu “Amin Paling Serius” Karya Sal Priadi & Nadin Amizah

    Get PDF
    Research uses the lyrics of the song "Amin Paling Serius" by Sal Priadi and Nadin Amizah. Aims to find out the signifiers and signifieds in song lyrics using Ferdinand De Sausurre's semiotic theory based on the object system of signifiers and signifieds. This research uses a descriptive qualitative method, by reading and taking notes to find out the system of signs contained in the lyrics of the song "Amin Paling Serius" by Sal Priadi and Nadin Amizah. Based on the results of the analysis based on the system of signs in the lyrics of the song "Amin Paling Serius" by Sal Priadi and Nadin Amizah, there are signs and signifiers that point to romance. Where in it there is an ideal form of harmony. This form of love has three components, namely passion, intimacy and commitment. This is an ideal form of true love.Penelitian ini menggunakan lirik lagu “Amin Paling Serius” karya Sal Priadi dan Nadin Amizah. Bertujuan untuk mengetahui penanda dan petanda dalam lirik lagu dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand De Sausurre berdasarkan objeknya sistem penanda dan petanda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara membaca dan mencatat untuk mengetahui sistem tanda-tanda yang terdapat dalam lirik lagu “Amin Paling Serius” karya Sal Priadi dan Nadin Amizah. Berdasarkan hasil analisis dengan mendasarkan sistem tanda-tanda dalam lirik lagu “Amin Paling Serius” karya Sal Priadi dan Nadin Amizah terdapat penanda dan petanda yang mengarah ke romansa. Di dalamnya terdapat bentuk keharmonisan yang ideal. Bentuk cinta yang terdapat tiga komponen, yaitu gairah, keintiman, dan komitmen. Hal itu merupakan bentuk cinta sejati yang sangat ideal

    Interfensi dan Integrasi Tuturan pada Penjual dan Pembeli di Pasar Bandung Baru

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemakaian bentuk-bentuk interferensi dan integrasi pada tuturan penjual dan pembeli di Pasar Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk interferensi morfologis, interferensi fonologis, interferensi semantis, interferensi sintaksis, integrasi audial, integrasi visual, integrasi penerjemah konsep, dan integrasi penerjemah langsung. Tuturan yang mengandung interferensi sebanyak 26 bentuk interferensi dan integrasi sebanyak 12 bentuk integrasi. Interferensi yang paling banyak ditemukan adalah interferensi morfologis dan fonologis sedangkan integrasi paling banyak ditemukan adalah integrasi audial dan penerjemah langsung. Simpulan, pemakaian interferensi dan integrasi pada tuturan penjual dan pembeli di Pasar Bandung Baru terdapat interferensi morfologis, fonologis, sintaksis, semantik, sedangkan dalam integrasi audial, visual, penerjemah langsung dan penerjemah konsep. &nbsp; Kata Kunci: Integrasi, Interferensi, Pembeli, Tuturan Penjua

    Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu dengan melakukan analisis terhadap nilai-nilai pendidikan karakter &nbsp;yang terdapat dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara terdiri atas: 1) Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan (religius) 31 kutipan; 2) Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri (moral) 52 kutipan; 3) Nilai karakter dalam hubunganya dengan sesama (sosial) 33 kutipan, dan; 4) Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan 4 kutipan. Adapun nilai pendidikan karakter yang paling banyak terdapat dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara &nbsp;adalah nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri (moral) dan yang paling sedikit adalah nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan. Banyaknya nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam novel ini sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra di sekolah. &nbsp; &nbsp; Kata kunci: Nilai-nilai, Pendidikan Karakter, Nove

    PENGEMBANGAN E-MODUL KETERAMPILAN MEMBACA-MENULIS BIPA 2 BERANCANGAN PENDEKATAN INTEGRATIF BERBASIS MULTIKULTURAL

    Get PDF
    PENGEMBANGAN E-MODUL KETERAMPILAN MEMBACA-MENULIS BIPA 2 BERANCANGAN PENDEKATAN INTEGRATIF BERBASIS MULTIKULTURAL Dessy Senjawati Universitas Pendidikan Indonesia [email protected] ABSTRAK Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk E-Modul keterampilan membaca-menulis BIPA 2 berancangan pendekatan integratif berbasis multikultural. Latar belakang dilaksanakannya penelitian pengembangan E-Modul BIPA 2 adalah karena bahan ajar BIPA 2 masih sangat terbatas jumlahnya. Sementara itu, pemelajar BIPA tersebar di seluruh dunia sehingga dibutuhkannya bahan ajar elektronik agar bisa diakses di mana saja. Penelitian ini menggunakan pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) oleh Branch dipilih penulis dalam mengembangkan produk. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan wawancara. Analisis kebutuhan produk dari para pengajar dan pemelajar menunjukkan bahwa dibutuhkannya sebuah bahan ajar elektronik BIPA 2 berbasis multikultural. Pada tahap desain, disusun sebuah peta materi pembelajaran sebagai dasar penyusunan E-Modul. Pada tahap pengembangan, dihasilkan sebuah produk E-Modul BIPA 2 yang memiliki delapan unit pembelajaran, enam tokoh E-Modul, dan muatan multikultural. Pada tahap ini juga mendapatkan validasi dari ahli media dengan nilai kelayakan 89% dan ahli materi 89%. Penelitian ini menghasilkan sebuah E-Modul dengan 8 unit, 6 tokoh, dan berbasis multikulturalisme. Hasil dari proses implementasi yaitu kelayakan dari pemelajar serta pengajar BIPA 2 yang secara langsung menggunakan produk dengan hasil kelayakan dari pemelajar BIPA 2 sebesar 93% dan pengajar BIPA 2 sebesar 91,5%. Penilaian dari seluruh responden dapat disimpulkan bahwa E-Modul yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Kata kunci: BIPA 2, E-Modul, Multikultural, Pendekatan Integratif, Keterampilan Membaca-Menulis THE DEVELOPMENT OF BIPA 2 E-MODULE READING-WRITING SKILLS USING INTEGRATIVE APPROACH AND MULTICULTURAL BASED Dessy Senjawati Universitas Pendidikan Indonesia [email protected] ABSTRACT The aim of this research and development is to produce an E-Module product for BIPA 2 reading and writing skills designed with a multicultural-based integrative approach. The background of this study is that BIPA 2 teaching materials are still very limited in quantity. Meanwhile, BIPA students are spread throughout the world, so electronic teaching materials are needed to be accessed anywhere. This research uses the development of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) by the Branch chosen by the author in developing the product. Data collection techniques use questionnaires and interviews. Analysis of product needs from teachers and students shows that there is a need for multicultural-based BIPA 2 electronic teaching materials. At the design stage, a learning material map is prepared as a basis for preparing the E-Module. At the development stage, a BIPA 2 E-Module product is produced which has eight learning units, six E-Module characters, and multicultural content. At this stage, this research receives validation from media experts with a feasibility score of 89% and material experts 89%. This research produced an E-Module with 8 units, 6 figures, and multiculturalism content. The results of the implementation process are the feasibility of BIPA 2 students and teachers with the feasibility results of BIPA 2 students being 93% and BIPA 2 teachers being 91.5%. The assessment of all respondents can be concluded that the E-Module developed is very suitable for use. Keywords: BIPA 2, E-Module, Multicultural, Integrative Approach, Reading-Writing Skill

    Kedwibahasaan pada Masyarakat Desa Kacamarga

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe kedwibahasaan berdasarkan klasifikasi tingkat dan konteksnya, serta faktor penyebab terjadinya kedwibahasaan pada masyarakat Desa Kacamarga Kecamatan Cukuhbalak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data penelitian&nbsp; diperoleh dari hasil observasi, wawancara, rekam, dan simak. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 255 KK dan sampel 30 KK. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa untuk kedwibahaan berdasarkan tingkatnya ada 19 tuturan (63%) tipe koordinatif, 11 tuturan (37%) tipe majemuk, dan untuk tipe subordinatif tidak ada. Jika dilihat berdasarkan konteksnya semua tuturan tersebut termasuk dalam tipe alamiah, sedangkan untuk &nbsp;sedangkan jika dilihat dari kedwibahasaan berdasarkan konteksnya hanya ada tipe alamiah saja, yaitu 30 tuturan (100%). Faktor penyebab terjadinya kedwibahasaan pada masyarakat Desa Kacamarga karena pengaruh penggunaan lebih dari satu bahasa daerah, yakni bahasa Lampung, Jawa, dan Sunda dalam berkomunikasi sehari-hari sehingga terjadi transfer bahasa secara alamiah antarwarga, terutama yang tempat tinggalnya berdampingan. Simpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas tuturan kedwibahasaan berdasarkan tingkatnya untuk tipe koordinatif lebih tinggi daripada tipe majemuk, dan dilihat dari konteksnya hanya ditemukan tipe alamiah saja. &nbsp; Kata Kunci: Faktor Kedwibahasaan, Tipe Kedwibahasaan &nbsp
    corecore