6 research outputs found
Studi Numerik Berbasiskan Metode Elemen Hingga Untuk Menghitung Nilai Kekakuan, Kekuatan Maksimum Dan Energi Dissipasi Peredam Fuse (Fuse Damper) Akibat Pembebanan Bolak-Balik
Peredam fuse merupakan suatu alat dissipasi energi. Alat ini digunakan pada struktur bangunan untuk menyerap energi getaran yang disebabkan oleh gempa. Peredam fuse diharapkan hancur jika mendapatkan goncangan gempa yang besar. Sehingga getaran yang dialami struktur diserap oleh peredam fuse yang menyelamatkan struktur utama bangunan dari kerusakan.
Tugas akhir ini bertujuan untuk menemukan sebuah peredam fuse yang efektif dari dua model yang diujikan. Untuk nilai kekakuan peredam fuse ini didapatkan menggunakan program sodana berbasiskan metode elemen hingga. Pada tugas akhir ini peredam fuse dipasangkan diantara dua kolom bangunan dengan posisi miring. Struktur bangunan ini dimodelkan sebagai elemen frame dua dimensi. Untuk beban dinamik diterapkan beban gempa untuk melihat perbandingan respon dari model bangunan tanpa dan dengan peredam fuse.
Hasil yang didapatkan dari tugas akhir ini menunjukkan bahwa peredam fuse efektif mengurangi getaran yang terjadi pada struktur bangunan.
Kata Kunci : Gempa, Peredam Fuse, Respon Dinamik, Metode Elemen Hingg
Hak Anak Dalam Menjalani proses hukum menurut UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak
v.; 65 hal.; bibl.; 21 c
Penegakan Hukum Pidana dalam Penanganan Tindakan Pidana Pencurian Tabung Gas 3 Kg di Tembilahan Riau
Pencurian adalah suatu kejahatan yang mengambil barang milik orang lain secara tidak sah dan tanpa persetujuan dari pemilik barang. kasus pencurian,pencurian adalah suatu tindakan mencuri yang dilakukan seseorang dengan mengambil suatu barang atau sejenisnya milik orang lain dengan melanggar hukum. Kesaksian merupakan suatu unsur dalam kasus pencurian yang telah dijelaskan dalam Pasal 362 KUHP. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan jenis penelitian hukum normatif yang didukung dengan data empiris dan penelitian hukum normatif ini menggunakan hukum sebagai landasan teori. Selain itu penulis menggunakan pendekatan dengan metode deskriptif analisis dengan bahan penelitian yaitu bahan hukum primer sekunder dan tersier. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif analisis. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pencurian tabung gas LPG di Tembilahan (2) Apa faktor Penyebab yang mempengaruhi maraknya pencurian tabung gas LPG di Tembilahan. dan hsil penelitian dan pembahasan adalah (1) Implementasi penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pencurian tabung gas LPG di Tembilahan telah dilaksanakan dengan baik oleh pihak kepolisian,hal ini dapat dilihat pada beberapa kasus yang telah dilampirkan diatas dimulai dari kasus pencurian yang kerugian kecil hingga kerugian besar pun telah ditangani dengan baik dan pelaku telah ditangani oleh pihak yang berwajib (2) Adapun faktor yang mempengaruhi maraknya pencurian tabung gas LPG di Tembilahan adalah faktor ekonomi, kekurangan sistem keamanan, pengawasan yang terbatas, penyalahgunaan narkoba dan kebutuhan yang mendesak serta adanya kesempatan dalam kesempitan.Theft is a crime that takes someone else's property illegally and without the consent of the owner of the goods. theft cases, theft is an act of stealing carried out by someone by taking an item or something similar belonging to someone else in violation of the law. Testimony is an element in theft cases that have been explained in Article 362 of the Criminal Code. In this writing, the researcher uses a type of normative legal research supported by empirical data and this normative legal research uses law as a theoretical basis. In addition, the author uses an approach with a descriptive analysis method with research materials, namely primary, secondary and tertiary legal materials. The data analysis used in this study is descriptive analysis. The formulation of the problem in this study is (1) How is the implementation of law enforcement against perpetrators of criminal acts of theft of LPG gas cylinders in Tembilahan? (2) What are the causal factors that influence the rampant theft of LPG gas cylinders in Tembilahan. and the results of the research and discussion are (1) The implementation of law enforcement against perpetrators of criminal acts of theft of LPG gas cylinders in Tembilahan has been carried out well by the police, this can be seen in several cases that have been attached above starting from cases of theft with small losses to large losses have been handled well and the perpetrators have been handled by the authorities. (2) The factors that influence the rampant theft of LPG gas cylinders in Tembilahan are economic factors, lack of security systems, limited supervision, drug abuse and urgent needs as well as opportunities in adversity
PENGARUH PENGALAMAN AUDITOR DAN KOMPETENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT
Research is classified
into quantitative research. This research was conducted by means of sampling.
The samples used were senior auditors and junior auditors at the Padang City
public accounting firm. And the population is all Auditors who are in the
Public Accountant Office in the City of Padang. 66 respondents used
questionnaires as a measure in collecting basic data. The sample and population
in this study are all the senior auditors and junior auditors who were
respondents in this study at 7 public accounting firms in the city of Padang.
But there is one public accounting office that does not give a response
regarding the research permit that the author submits to the public accounting
firm, namely Public Accountant Office Hertanto, Grace & Karunawan, then
from the 7 public accounting firms there are only 6 public accountants who
provide responses regarding the research permit. . The questionnaire that the
author distributed was as many as 66 questionnaires. Based on the results of
this study, it can be concluded that there is a positive influence on auditor
experience and competence on audit quality at the public accounting firm in the
city of Padang</i
PENJUALAN PRODUK OLAHAN DURIAN DAN KONTES BUAH UNGGUL SEBAGAI ATRAKSI WISATA BARU KAMPUNG BATU BUSUK
oai:logista.fateta.unand.ac.id:article/839Batu Busuk merupakan kampung yang memiliki potensi ekowisata, wisata peninggalan bersejarah, agrowisata dan wisata budaya. Tujuan kegiatan ini adalah mengangkat dan mempromosikan potensi wisata Batu Busuk melalui penjualan kuliner olahan dan kontes buah durian. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan meliputi kegiatan penyuluhan, demonstrasi, pelatihan dan pendampingan sesuai dengan jenis kegiatan yang berlangsung. Kedua kegiatan yaitu penjualan produk olahan dan kontes buah durian memberikan pengalaman baru bagi pengunjung karena unik dan tidak ditemui pada daerah tujuan wisata lainnya di Sumatera Barat. Dengan demikian kedua atraksi wisata ini dapat menjadi salah satu aktivitas promosi wisata Batu Busuk yang efektif. Seluruh wisatawan yang berkunjung menganggap penting bahwa kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan. Seluruh responden (42 orang) kontes durian, baik dari stakeholder, pengunjung dan peserta kontes setuju bahwa kegiatan kontes seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga di masa mendatang pemerintah daerah sudah harus mengambil peran yang lebih besar untuk kemajuan wisata Batu Busuk.
Kata kunci: agrowisata, atraksi, keberlanjutan, kuliner, promosi
ABSTRACT
Batu Busuk is a village with the potency for nature tourism, historical heritage, agro-tourism and culture tourism. This activity aims to raise and promote the tourism potency of Batu Busuk through the sale of processed culinary delights and a durian fruit contest. The community service method applied includes extension services, demonstrations, training and mentoring in line with ongoing activities. The two activities, namely the sale of durian processed products and the durian fruit contest, provide new experiences for visitors because they are unique and sole tourism destination in West Sumatra. Thus, these two tourist attractions can effectively promote Batu Busuk tourism activities. All tourists consider it crucial that similar activities are carried out sustainably.
All respondents (42 people) of the durian contest, including stakeholders, visitors and contestants, agreed that the contest activities should become the responsibility of the local government; hence hereafter, the local government should take a more significant role in the progression of Batu Busuk tourism.
Keywords: agrotourism, attraction, sustainability, culinary, promotio
Sosialisasi Pembuatan POC dari Limbah Buah-Buahan dan Aplikasinya di Nagari IV Koto Pulau Punjung, Dharmasraya
Limbah buah-buahan biasanya dibuang secara open dumping tanpa pengolahan lebih lanjut sehingga memunculkan berbagai masalah, seperti menjadi sumber penyakit, serta menyebabkan polusi air dan udara. Di sisi lain, adanya keluhan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) di Nagari IV Koto Pulau Punjung tentang kurangnya kesuburan tanah sehingga tanaman sayuran dan palawija yang mereka tanam tidak tumbuh dengan optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi KWT dan masyarakat di Nagari lV Koto Pulau Punjung tentang pemanfaatan limbah buah-buahan sebagai bahan dasar dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat menyuburkan tanah dan tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Jorong Tanjung Limau, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya dengan sasarannya yaitu KWT dan masyarakat di nagari tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan berupa ceramah, diskusi, praktek pembuatan POC dari limbah buah-buahan, dan pengaplikasiannya pada tanaman sayuran yang ditanam oleh KWT. Mahasiswa yang terlibat adalah sebanyak tujuh orang. Adanya forum tanya jawab (diskusi) pada kegiatan ini membuat masyarakat lebih tertarik menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi. Setelah sosialisasi dilakukan, masyarakat diajak untuk turut serta dalam pembuatan POC dari limbah buah-buahan, kemudian juga ikut turun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan cara pengaplikasian POC yang telah siap pakai ke tanaman yang mereka tanam. Penyuluhan tentang pembuatan dan pengaplikasian POC dari limbah buah-buahan berjalan lancar dengan tersampaikannya informasi kepada pihak sasaran kegiatan. Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan limbah buah-buahan sebagai bahan dasar pembuatan POC dan pengaplikasinnya sehingga dapat menyuburkan tanah dan tanaman
