122 research outputs found
INTERAKSI ANTAR AKTOR DALAM PERUMUSAN RANPERDA PENANGGULANGAN BENCANA KABUPATEN AGAM
ABSTRAK
Taufik Saputra (0910833055) Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Padang, 2016. Judul Skripsi Interaksi Antar Aktor dalam Perumusan Ranperda Penanggulangan Bencana Kabupaten Agam. Dibimbing oleh Pembimbing I Kusdarini, S.IP, MPA dan Pembimbing II Irawati, S.IP, MA
Kabupaten Agam Merupakn Kabupaten yang mempunyai ragam jenis bencana, dengan landasan potensi bencana yang hadir ditengah masyarakat, Jemari Sakato yang merupkan lembaga non-pemerintah yang bergerak dalam bidang Good Governance menjalin kerjasama dengan BPBD Kabupaten Agam dalam melakukan penyadaran masyarakat dan mendorong perumusan Ranperda penanggulangan bencana untuk Kabupaten Agam. Dukungan BPBD Kabupaten Agam terhadap program yang dijalankan oleh Jemari Sakato mempermudah kerja masing-masing pihak dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. dengan adanya kerjasama dengan pihak pemerintah, Jemari Sakato dapat melaksanakan program pengurangan resiko bencana khususnya dalam bidang ketahanan ekonomi masyarakat. Jemari Sakato dan BPBD juga membuat beberapa kelompok yang berbasis di Nagari dan Kecamatan, ini guna menunjang partisipasi dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan oleh pemerintah. Meskipun ada sinergitas antara Jemari Sakato dan BPBD Kabupaten Agam tidak secara otomatis menjamin proses perumusan Ranperda penanggulangan bencana Kabupaten Agam berjalan lancar, perumusan sempat terhenti selama tiga tahun, tetapi Jemari Sakato kembali membangun pendekatan dengan pihak terkait dan memulai kembali perumusan yang tertunda, sehingga bisa masuk kedalam proses prolegda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah pengumpulan data sekunder, dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis etik dan emik yaitu data dari hasil studi dokumentasi dipetakan berdasarkan dari rentetan waktu proses perumusan Ranperda penanggulangan bencana Kabupaten Agam. Setelah dipetakan peneliti menghubungkannya dengan interpretasi hasil wawancara untuk menjelaskan Interaksi Antar Aktor dalam Perumusan Ranperda Penanggulangan Bencana Kabupaten Agam.
Kata Kunci: Jemari Sakato, BPBD Kabupaten Agam, Interaksi, Perumusan Kebijaka
ANALISIS PERANAN SUBSEKTOR PETERNAKAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH DI KABUPATEN AGAM ( PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT DAN SHIFT SHARE )
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan dan pertumbuhan subsektor peternakan terhadap pembangunan wilayah di Kabupaten Agam. Penelitian dilakukan di Kabupaten Agam pada tanggal 20 April sampai 20 Mei 2017. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data sekunder kurun waktu tahun 2011-2015 bersumber dari BPS Provinsi, BPS Kabupaten/Kota dan Bappeda Kabupaten Agam. Metode penelitian yang digunakan adalah Desk Study(studi Kepustakaan) dengan variable penelitian adalah Potensi Subsektor Peternakan, PDRB dan Pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan analisis Location Quotient dan analisis Shift Share. Berdasarkan hasil analisis LQ subsektor peternakan di Kabupaten Agam merupakan sektor basis. Nilai LQ rata-rata subsektor peternakan pada tahun 2011-2015 adalah 1,35 persen. Nilai Surplus Pendapatan subsektor peternakan pada tahun 2011 adalah 5.964,88 juta rupiah dan terjadi peningkatan tahun 2015 menjadi 7.487,04 juta rupiah. Pada analisis LQ terdapat 5 komoditi yang basis di Kabupaten Agam yaitu sapi perah, kerbau, sapi potong, itik dan ayam kampung. Berdasarkan analisis Shift Share subsektor peternakan berada pada kuadran IV berarti pertumbuhan subsektor peternakan di Kabupaten Agam mengalami pertumbuhan yang lambat. Tiga komponen yang mempengaruhi pertumbuhan subsektor peternakan. Pertama, pertumbuhan regional subsektor peternakan sebesar 55.177,73 juta rupiah atau 25,83 persen. Kedua, pertumbuhan proporsional sebesar -32.636,91 juta rupiah atau -15,28 persen. Dan ketiga, pertumbuhan pangsa wilayah sebesar 6.354,37 juta rupiah atau sebesar 2,23 persen. Berdasarkan ketiga komponen tersebut, sehingga nilai pergeseran bersihnya mengalami pertumbuhan sebesar 13,53 persen.
Kata kunci : Subsektor Peternakan, Analisis Location Quotient, analisis Shift Shar
Kontribusi Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti bahwa : (1) Untuk melihat kontribusi kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam. (2) Untuk melihat kontribusi motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam. (3) Untuk melihat kontribusi kompensasi dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dengan kuesioner. pada auditor Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan sekunder yang dapat digolongkan sebagai variabel bebas dan variabel terikat. Kompesasi dan Motivasi Kerja (variabel kontribusi), dan Kepuasan Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam(variabel terkontribusi). Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : (1) Terdapat kontribusi positif dan signifikan antara kompensasi terhadapKepuasan Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam. (2) Terdapat kontribusi positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap Kepuasan Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam. (3) Terdapat kontribusi positif antara kompensasi dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap Kepuasan Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam
PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP DAKWAH BUYARISTAWARDIDATUKMARAJONANBATUNGKEK AMEH TENTANG KEARIFAN LOKAL DI NAGARI BATUPALANOKABUPATENAGAM
ABSTRAK
Nama :
Edo Saputra
Jurusan :
Manajemen Dakwah
Judul :
Persepsi Tokoh Masyarakat Terhadap Dakwah Buya Ristawardi Datuak Marajo Nan Batungkek Ameh Tentang Kearifan Lokal Di Nagari Batu Palano Kabupaten Agam.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menegetahui Presepsi tokoh masyarakat terhadap dakwah yang disampaikan melalui kearifan lokal oleh Buya Ristawardi DT Marajo Nan Batungkek Ameh.. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan merinci temuan-temuan utama mengenai persepsi masyarakat terhadap dakwah yang bertemakan kearifan lokal di Nagari Batu Palano. Dari hasil kesimpulan Persepsi terhadap Buya Ristawardi Dt Marajo Nan Batungkek Ameh antara lain persepsi visual, persepsi perabaan, persepsi auditori sangat baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat terhadap pesan dakwah yang di sampaikan oleh Buya Ristawardi Dt Marajo Nan Batungkek Ameh yang mengunakan kearifan lokal terkhusunya di Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam.
Kata Kunci : Persepsi, Tokoh Masyatkat, Kearifan Loka
PELAKSANAAN SEWA-MENYEWA TANAH ULAYAT NAGARI PADANG LAWEH OLEH RUMAH MAKAN SIMPANG RAYA KOTO BARU KABUPATEN AGAM
Tanah ulayat merupakan hal yang penting dan erat hubungannya dengan masyarakat adat. Keterikatan antara tanah ulayat dan Masyarakat adat tersebut berakibat pada pengelolaan tanah ulayat dan hak ulayat atas tanah yang sesuai hukum adat masyarakatnya. Dalam penulisan skripsi ini meneliti tentang sewa-menyewa tanah ulayat Nagari Padang Laweh Oleh Rumah Makan Simpang Raya Koto Baru Kabupaten Agam. Tujuan Penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya sewa-menyewa tanah ulayat Nagari Padang Laweh oleh Rumah Makan Simpang Raya Koto Baru Kabupaten Agam dan bagaimana proses pelaksanaan sewa-menyewa tanah ulayat Nagari Padang Laweh oleh Rumah Makan Simpang Raya Koto Baru Kabupaten Agam. Untuk menjawab perumusan permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode yuridis sosiologis, yaitu penelitian yang didasarkan pada suatu ketentuan hukum dan fenomena atau kejadian yang terjadi di lapangan. Penelitian ini lebih banyak dilakukan terhadap data yang bersifat primer yang di dapat dari objek yang diteliti disamping juga meneliti data yang bersifat sekunder yang ada di perpustakaan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa proses dan pelaksanaan sewa-menyewa tanah ulayat Nagari Padang Laweh ini diawali dengan kesepakatan antara pihak Nagari Padang Laweh dengan Pihak Rumah Makan Simpang Raya dimana Pihak Simpang Raya ingin membuka cabang Rumah Makan di Koto Baru Kabupaten Agam dengan memanfaatkan tanah ulayat Nagari Padang Laweh . Diatas tanah ulayat tersebut Gedung Rumah Makan Simpang Raya Koto Baru Kabupaten Agam dibangun dan bisa dioperasikan sampai saat sekarang. Instrumen hukum yang dapat dijadikan landasan untuk menyelesaikan proses dan pelaksanaan sewa-menyewa adalah melalui perjanian sewa-menyewa antara pihak Nagari Padang Laweh, masyarakat adat Nagari Padang Laweh, dengan Pihak Rumah Makan Simpang Raya. Dalam perjanjian tersebut telah diatur sejumlah ketentuan dan mekanisme yang akan ditempuh dalam proses pelaksanaan sewa-menyewa diantara para pihak
POLA REKRUTMEN PARTAI POLITIK (Studi: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Dalam Menetapkan Caleg Pada Pemilu Legislatif 2009 Di Kabupaten Agam)
ABSTRAK
Hasi penelitian ini menunjukan bahwa teori yang dikemukakan oleh Rush dan
Althoff, Pola rekrutmen DPC partai Demokrat kabupaten Agam dalam menetapkan
calon anggota legislatif untuk pemilu legislatif tahun 2009 di kabupaten Agam adalah
bersifat tertutup karena masih terdapat oligarki, dimana masih dominannya ketua
DPC dalam menetapkan Caleg.
KATA KUNCI
Kata Kunci: Partai Politik - Rekrutmen Politik - Calon Anggota Legislati
POLA REKRUTMEN PARTAI POLITIK (Studi: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Dalam Menetapkan Calek Pada Pemilu Legislatif 2009 Di Kabupaten Agam)
Partai politik mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dalam sistem
demokrasi. Partai politik memainkan peran sebagai penghubung yang sangat strategis
antara proses-proses pemerintahan dengan warga negara. Setiap partai politik memiliki pola
rekrutmen yang berbeda, dimana pola perekrutan anggota partai disesuaikan dengan sistem
politik yang dianutnya. Dalam melakukan perekrutan Caleg pada tahun 2004, DPC partai
Demokrat kabupaten Agam tidak memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh
warga negara untuk ikut bersaing dalam proses penyeleksian Caleg.
Teori yang digunakan adalah mekanisme rekrutmen dari Rush dal Althoff yang
memilila dua sifat, yaitu: terbuka dan tertutup. Dengan memakai tiga indikator yakni penyediaan rekrutmen, kriteria dan kontrol Caleg. Jenis pendekatan yang digunakan adalah
kualitatif dengan memakai metode studi kasus untuk mendeskripsikan dan menganallsis
pola rekrutmen Partai Demokrat Kabupaten Agam dalam menetapkan calon legislatif.
Hasil peneliiian mi menunjukan bahwa adanya pertimbangan yang diambil oleh menetapkan Caleg berdasarkan JUKLAK Nomor: 03/Juklak/DPP.PD/VII/2008 tentang mekanisme penjaringan Caleg. Perihal ini partai Demokrat memberikan kebebasan yang sama kepada semua warga negara untuk menjadi Caleg. Ini berdasarkan 3 indikator pola rekrutmen Rush dan Althoff yaitu- pertama
penyediaan rekrutmen politik terhadap Caleg, DPC partai Demokrat menyediakan
kesempatan yang sama kepada semua orang untuk mencalonkan diri. Kedua Kriteria
rekrutmen politik pemimpin, syarat/ kriteria Caleg oleh Partai Demokrat. Ada beberapa
kriteria yang tidak terpenuhi oleh Caleg, seperti pendidikan masih banyak yang belum SI
popularitas, akseptabilitas dan kapabilitas belum terpenuhi. Ketiga, kontrol rekrutmen
politik dilakukan pada: Bakal calon Legislatif dari internal dan ekstemal partai. Ada
beberapa kendala yang dihadapi DPC partai Demokrat dalam merekrut Caleg, antara lain banyak Balon yang meminta nomor urut kecil, meminta Dapil, dan black campign.
Secara teori yang dikemukakan oleh Rush dan Althoff, Pola rekrutmen DPC partai
Demokrat kabupaten Agam dalam menetapkan calon anggota legislatif untuk pemilu
legislatif tahun 2009 di kabupaten Agam adalah bersifat tertutup karena masih terdapat
oligarki, dimana masih dominannya ketua DPC dalam menetapkan Caleg
HUBUNGAN TINGKAT SERANGAN Spodoptera frugiperda J.E. Smith (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) DAN KEHILANGANHASIL PADA TANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN AGAM
Spodoptera frugiperda merupakan hama invasif yang menyerang tanaman jagung. Serangan S. frugiperda dapat menyebabkan kerugian secara ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat serangan S.frugiperda dan kehilangan hasil pada tanaman jagung di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni hingga Oktober 2024. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lubuk Basung dan Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan cara survey, metode pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling. Kriteria lahan berupa luas lahan minimal 300 m2, varietas yang digunakan sama, umur jagung 3 minggu setelah tanam, dan terdapat gejala serangan S. frugiperda. Pada penelitian ini masingmasing kecamatan diambil 2 lahan sebagai sampel. Pada setiap lahan diambil 5 plot. Setiap plot terdiri dari 10 tanaman jagung. Pengamatan intensitas serangan S. frugiperda dilakukan sebanyak 4 kali yaitu ketika umur jagung 3 miggu setelah tanaman (MST), 5, 9, dan 11 MST. Pada saat jagung berumur 15 MST dilakukan pemanenan. Kehilangan hasil dihitung dengan cara membandingkan produksi plot jagung yang tidak terserang dan terserang S. frugiperda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi yang paling sesuai untuk menggambarkan hubungan intensitas serangan S. frugiperda dan kehilangan hasil jagung adalah model regresi power/ kepangkatan dengan Y=6,522X0,677
GUGUAH BATINGKAH Komposisi Karawita Kesenian Dikia Rabano Di Jorong Lasi Mudo Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat
Kesenian dikia rabano di jorong Lasi Mudo, Kenagarian Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, dalam permainan pola rabano pada lagu barakato lagi, pola rabano dimainkan dengan batingkah dan struktur garap musikalnya yang masih kurang tergarap. Dari kasus musikal tersebut pegkarya mendapat ide untuk mengembangkan pola tingkah rabano yang masih kurang tergarap menjadi bervariasi baik dari warnya bunyi dan pola ritmenya. pengkarya terinspirasi dari pola tingkah rabano pada lagu barakato lagi. Guguah batingkah merupakan sebuah istilah yang pengkarya adopsi dari penyebutan dari pola tingkah rabano pada lagu barakato lagi. Dari pola tingkah rabano maka pengkarya mengembangkan pola-pola tingkah rabano yang terdapat pada lagu barakato lagi dengan garapan baru yang berbeda dari tradisinya. Bedasarkan dari pengamatan pengkarya terhadap pola tingkah rabano tersebut masih belum tergarap secara variatif sehingga timbul ide dari pengkarya untuk menggarap kesenian dikia rabano Lasi kedalam garap komposisi dengan pendekatan tradisi, dengan beberapa instrumen seperti, rabano, kompang, dan pano sebagai bentuk pengembangan garap sekaligus sentuhan rasa yang lebih variatif dan tidak menoto
KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN AGAM DAN KOTA BUKITTINGGI
AbstrakPendapat masyarakat bahwa pengangkatan guru menjadi kepala sekolah didasarkan pada kedekatan hubungan dengan dinas pendidikan, bukan karena kinerja mereka yang baik selama 2 tahun terakhir menjadi dasar penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei kuantitatif deskriptif. Data penelitian berasal dari Kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Agam dan seluruh Kota Bukittinggi, Pengawas Sekolah Dasar di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas kuesioner berada pada kisaran 0,302-0,788 dengan reliabilitas 0,958. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi yaitu dengan menggunakan berbagai sumber yaitu menyebarkan kuesioner kepada 123 kepala sekolah, wawancara penulis dengan salah satu tenaga administrasi di UPT TK / SD Agam dan pengawas SD 3 Agam Kabupaten Agam, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kepala sekolah dasar di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi baik dengan nilai rata-rata 204,9 atau 74,51%. Prestasi tertinggi kepala sekolah dasar ada pada aspek keterampilan mental yaitu 84,4% sedangkan terendah pada aspek prestasi yaitu 60,7%. Hal ini menunjukkan bahwa pengangkatan guru sebagai kepala sekolah didasarkan pada kinerja bukan karena kedekatannya dengan dinas pendidikan. Kata Kunci: Kepala Sekolah, Kinerja, Sekolah Dasar AbstractThe community's opinion that the appointment of teachers to be school principals is based on the close relationship with the education office, not because of their good performance over the past 2 years is the basis for this research. The research method used is a descriptive quantitative survey method. The research data came from primary school principals in Agam Regency and throughout Bukittinggi City, elementary school supervisors in Agam Regency and Bukittinggi City as well as education and culture offices. The data collection tools used were questionnaires, interview guides, and documentation. The data processing technique is descriptive quantitative. The data analysis used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the questionnaire was in the range 0.302-0.788 with a reliability of 0.958. While the data validity technique used triangulation, namely using various sources, namely distributing questionnaires to 123 principals, interviewing the author with one administrative staff at the Agam TK / SD UPT and 3 Agam District Elementary School supervisors, and documentation. The results showed that the performance of primary school principals in Agam District and Bukittinggi City was good with an average score of 204.9 or 74.51%. The highest performance of primary school principals was in the mental skill aspect, namely 84.4%, while the lowest was in the achievement aspect, namely 60.7%. This shows that teachers who are appointed as school principals are based on performance not based on their closeness to the education office. Keywords: School Principal, Performance, Elementary Schoo
- …
