30 research outputs found
IMPLEMENTASI FLOOD DETECTOR MENGGUNAKAN NODE MCU DAN SENSOR WATER LEVEL BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau yang sering dikenal (BNPB) menyatakan bahwa angka bencana alam hingga 2021 kemarin mencapai 5.402 kejadian bencana alam, salah satunya yang paling signifikan yaitu banjir. Banjir bisa menerjang daerah pemukiman penduduk dan tak sedikit menelan korban jiwa. Menurut analisis Aqueduct Global Flood Analyzer, Indonesia menempati posisi keenam negara dengan 80 persen dari total populasi terdampak banjir setiap tahunnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuatlah alat untuk mendeteksi adanya ancaman banjir dengan menggunakan NodeMCU serta Sensor Water yang berguna sebagai pendeteksi ketinggian air agar mencegah adanya banjir. Cara kerja alat ini mempunyai 3 Level yang pertama siaga, yang kedua wasapada dan terkahir bahaya
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI KEDAI NUSANTARA JAGONGAN MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan akan keanekaragaman
suku, agama, budaya serta tentu saja minuman dan makanan. Di mana setiap daerah
mempunyai ciri khas tersendiri atas budayanya yang telah melekat sejak jaman
dahulu. Keanekaragaman minuman dan makanan tersebut dapat menjadi nilai plus
bagi masyarakat Indonesia yang justru dapat menjadikannya sebagai daya tarik bagi
wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki bermacam-macam hasil alam
serta kebudayaan yang apabila dikelola dengan benar dapat dijadikan sebagai peluang
bisnis yang menguntungkan. Diantara hasil kebudayaan tersebut terdapat suatu
makanan dan minuman khas daerah.
Semua daerah pasti mempunyai makanan dan minuman khas. dan banyak
orang memanfaatkan ke khas-an makanan dan mimuman tersebut menjadi sebuah
peluang bisnis yang menjanjikan, misalnya dengan membuka toko penjualan makanan
dan minuman khas suatu daerah.
Namun dewasa ini merebaknya restauran atau coffee shop dengan konsep
budaya barat di Indonesia telah sangat berpengaruh terhadap pelestarian makanan dan
minuman khas daerah. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih makan atau
minum hidangan dari barat dari pada hidangan dari dalam negeri. Hal ini sangat
mengkhawatirkan karena apabila terus – terussan terjadi, keanekaragaman makanan
dan minuman nusantara ini dapat hilang dan punah begitu saja. Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan akan keanekaragaman
suku, agama, budaya serta tentu saja minuman dan makanan. Di mana setiap daerah
mempunyai ciri khas tersendiri atas budayanya yang telah melekat sejak jaman
dahulu. Keanekaragaman minuman dan makanan tersebut dapat menjadi nilai plus
bagi masyarakat Indonesia yang justru dapat menjadikannya sebagai daya tarik bagi
wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki bermacam-macam hasil alam
serta kebudayaan yang apabila dikelola dengan benar dapat dijadikan sebagai peluang
bisnis yang menguntungkan. Diantara hasil kebudayaan tersebut terdapat suatu
makanan dan minuman khas daerah.
Semua daerah pasti mempunyai makanan dan minuman khas. dan banyak
orang memanfaatkan ke khas-an makanan dan mimuman tersebut menjadi sebuah
peluang bisnis yang menjanjikan, misalnya dengan membuka toko penjualan makanan
dan minuman khas suatu daerah.
Namun dewasa ini merebaknya restauran atau coffee shop dengan konsep
budaya barat di Indonesia telah sangat berpengaruh terhadap pelestarian makanan dan
minuman khas daerah. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih makan atau
minum hidangan dari barat dari pada hidangan dari dalam negeri. Hal ini sangat
mengkhawatirkan karena apabila terus – terussan terjadi, keanekaragaman makanan
dan minuman nusantara ini dapat hilang dan punah begitu saja.Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan akan keanekaragaman
suku, agama, budaya serta tentu saja minuman dan makanan. Di mana setiap daerah
mempunyai ciri khas tersendiri atas budayanya yang telah melekat sejak jaman
dahulu. Keanekaragaman minuman dan makanan tersebut dapat menjadi nilai plus
bagi masyarakat Indonesia yang justru dapat menjadikannya sebagai daya tarik bagi
wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki bermacam-macam hasil alam
serta kebudayaan yang apabila dikelola dengan benar dapat dijadikan sebagai peluang
bisnis yang menguntungkan. Diantara hasil kebudayaan tersebut terdapat suatu
makanan dan minuman khas daerah.
Semua daerah pasti mempunyai makanan dan minuman khas. dan banyak
orang memanfaatkan ke khas-an makanan dan mimuman tersebut menjadi sebuah
peluang bisnis yang menjanjikan, misalnya dengan membuka toko penjualan makanan
dan minuman khas suatu daerah.
Namun dewasa ini merebaknya restauran atau coffee shop dengan konsep
budaya barat di Indonesia telah sangat berpengaruh terhadap pelestarian makanan dan
minuman khas daerah. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih makan atau
minum hidangan dari barat dari pada hidangan dari dalam negeri. Hal ini sangat
mengkhawatirkan karena apabila terus – terussan terjadi, keanekaragaman makanan
dan minuman nusantara ini dapat hilang dan punah begitu saja. Berbagai usaha telah digalakkan oleh pemerintah untuk menanggulangi hal
tersebut. Seperti menyelenggarakan berbagai festival makanan dan minuman daerah.
Namun tentu saja itu belum cukup, tanpa didasari kesadaran dari masyarakat itu
sendiri, semua usaha tersebut bisa dibilang percuma.
Apabila dilihat dari segi ekonomi, bisnis makanan dan minuman dalam negeri
juga tak kalah jika dibanding dengan makanan dan minuman barat. Disamping
sebagai sebagai lahan usaha, bisnis membuka sebuah restauran, kedai atau coffee shop
yang menyediakan makan dan minuman dalam negeri, ini berarti juga kedai atau
coffee shop tersebut telah ikut serta menjaga dan melestarikan keanekaragaman
kebudayaan Indonesia, khususnya keanekaragaman makanan dan minuman khas
Indonesia.
Kedai Nusantara Jagongan misalnya, Kedai Nusantara Jagongan merupakan
salah satu kedai makanan dan minuman yang berada di Kota Solo - Jawa Tengah,
tepatnya di Jalan Tirtosari 27 A, Purwonegaran, Solo yang menjual makanan dan
minuman tradisional Indonesia. Kedai Nusantara Jagongan merupakan sebuah tempat
nongkrong yang berkomitmen dan berusaha ikut serta melestarikan kekayaan
kebudayaan Nusantara Indonesia kepada generasi muda masa kini.
Kedai Nusantara Jagongan bisa dibilang satu - satunya kedai yang
menyediakan berbagai macam makanan dan minuman khas nusantara, serta sebuah
coffee shop yang memiliki konsep unik yaitu ikut serta mengembangkan unsur –
unsur budaya Indonesia baik dalam visi, misi ataupun desain ruangan kedai itu
sendiri.
Kendala yang masih dihadapi Kedai Nusantara Jagongan ini adalah masih
kurangnya informasi kepada masyarakat luas atau wisatawan tentang Kedai tersebut.
Karena masih minimnya promosi yang dilakukan oleh Kedai Nusantara Jagongan bahkan masyarakat Solo sendiri banyak yang belum begitu tahu ataupun kurang
peduli, apalagi dengan wisatawan lokal. Oleh karena itu sangat diperlukan kegiatan
promosi untuk meningkatkan penjualan dan lebih mengenalkan keberadaan kedai
makanan dan minuman khas Kedai Nusantara Jagongan melalui media komunikasi
visual
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Menggunakan Mobile Banking Dan E-Wallet Pada Mahasiswa Perbankan Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Tujuan Penelitian ini adalah guna mengetahui dan menganalisa pengaruh
dari 3 variabel yaitu persepsi kemudahan, manfaat dan risiko terhadap minat
mahasiswa menggunakan Mobile banking dan/atau E-wallet. Mobile banking
ialah merupakan pengembangan dari salah satu digitalisasi perbankan dan Ewallet
merupakan jenis dari Financial Technology yang dimana memungkinkan
untuk memudahkan segala bentuk transaksi tanpa perlu memakan banyak waktu
dan tenaga.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif
dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner
kepada mahasiswa Perbankan Syariah FEBI IAIN Syekh Nurjati Angkatan 2020.
Diperlukan sampel sebanyak 65 responden dengan jenis Purpose Sampling.
Kemudian data diolah menggunakan alat bantu IBM SPSS versi 25 dengan
analisis data yang terdiri dari uji instrument, uji asumsi klasik, uji regresi linear
berganda, uji hipotesis, uji T, F dan Uji Koefisien Determinan.
Hasil penelitian ini ialah persepsi manfaat berpengaruh terhadap minat
pengguna Mobile banking dan/atau E-wallet, sedangkan kemudahan dan risiko
tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pengguna Mobile banking dan/atau
E-wallet dan secara bersama-sama persepsi kemudahan, manfaat dan risiko
berpengaruh terhadap minat menggunakan Mobile banking dan/atau E-wallet.
Kata kunci : Persepsi Kemudahan, Manfaat, Risiko, Financial Technolog
The Juridical Analysis of Ownership of Heritage Objects Types of Sharp Weapons
The provisions of Article 2 paragraph (1) and paragraph (2) of Emergency Law no. 12 of 1951. The sound of these two articles has the potential to give rise to legal interpretations, because in the formulation of these two articles it is never clearly explained what is meant by sharp weapons and heirlooms. If we examine in more depth the legal interpretations relating to control or possession of heirloom weapons from a criminal law perspective, especially those relating to the provisions of article 2 paragraph (1) and paragraph (2), then we must look into the aims and objectives of the provisions of article 18B paragraph (2) and 28I paragraph (3) of the NRI Constitution of 1945. This research aims to find out, explain and analyze the regulations regarding the prohibition on possessing sharp weapons and the juridical analysis of sharp weapons which can be categorized as heirlooms. The research uses a normative juridical approach, with the type of research being a statutory approach. The data sources used are primary, secondary and tertiary data. Data collection methods are through documentation studies and literature studies, as well as from the internet. The data obtained in this research was analyzed using qualitative juridical methods authentically, historically and systematically using law enforcement theory and legal certainty theory. The results of this research are that Emergency Law No. 12 of 1951 does not clearly describe sharp weapons in more detail. Then the rules regarding heirloom-type sharp weapons are still not regulated in Emergency Law no. 12 of 1951 because the article does not explicitly discuss the categorization of sharp weapons as heirlooms
Analisis Indeks Potensi Lahan Kawasan Strategis Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Berbasis Sistem Informasi Geografis
Gemolong Sub-district is characterized by mostly flat and sloping areas. Sloping areas have great potential for agricultural purposes. Gemolong Sub-district is experiencing massive regional development, but with the development of the times, changes in the spatial structure make the conversion of agricultural land into non-agricultural land and the decline in the productivity of agricultural products unavoidable. To support sustainable development by maintaining the agricultural sector and the productivity of agricultural products remains optimal, it is necessary to evaluate and analyze land potential so that land can be maintained and available. This study aims to (1) assess the distribution of land potential index in Gemolong Sub-district, (2) identify superior agricultural commodities in the area, (3) assess the productivity of agricultural land, and evaluate the production efficiency of superior commodities such as rice, corn, and peanuts. The research methodology uses a geographic information system (GIS) overlay approach, combining quantitative hierarchical analysis with scoring for each relevant factor. The higher and lower the score or value, the greater the influence on the land condition. Field surveys were conducted to ensure the accuracy of the research findings. The research results for Gemolong Sub-district categorize the Land Potential Index into three classes, namely low, medium, and high. The high land potential class covers 773.31 hectares, the medium land potential class covers 1658.50 hectares, and the low land potential class covers 1620.86 hectares. The productivity of agricultural commodities in 2022 rice production is 33,234 tons with a productivity of 6.31 tons per hectare, corn and peanut commodities are harvested with corn production reaching 1590 tons with an average production of 6.70 tons/ha and peanut production reaching 638 tons with an average production of 1.91 tons/ha. The efficiency of agricultural land in Gemolong Sub-district has a value of 100%, which means that the land condition is still very good and under control and produces the number of harvests with a percentage of agricultural land area
SOSIALISASI PEMBUATAN JARINGAN LOKAL DI SMK TRI DHARMA 3 KOTA BOGOR
In this journal, we explain about the socialization of making a local network based on Cisco Packet Tracer at Tri Dharma 3 Vocational School, Bogor City. We start by providing background on the importance of understanding computer network technology in today's digital era, and why we chose to use Cisco Packet Tracer as a learning tool. Next, we explain the socialization process that we carried out, from planning and preparation to the implementation of the activity. We also provide a description of the material that we convey during the outreach, including an explanation of how to use Cisco Packet Tracer and how to create a local network using Cisco Packet Tracer software. In addition, we also provide an evaluation of the socialization activities that we carry out, including feedback from students who take part in the socialization. We conclude that the socialization of making a local network based on Cisco Packet Tracer at Tri Dharma 3 Vocational School, Bogor City can be considered a success because students can understand the material provided and show a high interest in computer network technology. We also hope that this activity can be one of the efforts to improve the quality of information technology education in schools. Keywords : Information technology, local network, digital era
[1] Abstrak
Dalam jurnal ini, kami menjelaskan tentang sosialisasi pembuatan jaringan lokal berbasis Cisco Packet Tracer di SMK Tri Dharma 3 Kota Bogor. Kami memulai dengan memberikan latar belakang tentang pentingnya memahami teknologi jaringan komputer di era digital saat ini, serta mengapa kami memilih menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai alat bantu pembelajaran. Selanjutnya, kami menjelaskan tentang proses sosialisasi yang kami lakukan, mulai dari perencanaan dan persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Kami juga memberikan deskripsi tentang materi yang kami sampaikan selama sosialisasi, termasuk penjelasan tentang cara menggunakan Cisco Packet Tracer dan bagaimana cara membuat jaringan lokal menggunakan perangkat lunak Cisco Packet Tracer. Selain itu, kami juga memberikan evaluasi terhadap kegiatan sosialisasi yang kami lakukan, termasuk umpan balik dari siswa yang mengikuti sosialisasi. Kami menyimpulkan bahwa sosialisasi pembuatan jaringan lokal berbasis Cisco Packet Tracer di SMK Tri Dharma 3 Kota Bogor dapat dianggap sukses karena siswa dapat memahami materi yang diberikan dan menunjukkan minat yang tinggi terhadap teknologi jaringan komputer. Kami juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan teknologi informasi di sekolah.
Kata Kunci: Teknologi Infromasi, Jaringan lokal, era digital
Bridging The Gap Of Information Source And Access To Dialysis Services With Klikdialisis.Com, As An Integrated Digital Communication Platform
ABSTRACTThe diagnosis and management of CKD, incredibly advanced CKD, can have a major impact on the patient's life due to the limitations of daily activities that the patient experiences, whether at work, traveling, or socializing. The author formulates the research design and methodology, as seen in Figure 2.2. In this research, both the external and internal analysis plays an important role in defining the clear gap of dialysis access and barriers and understanding the competitive advantages of klikdialisis.com. KlikDialisis.com is a health application platform based on socioeconomics by connecting patients, especially kidney patients, with dialysis service providers and other kidney health facilities
PENERAPAN TERAPI MENGGAMBAR PADA NN. E DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI KECAMATAN CIBITUNG KABUPATEN SUKABUMI
An auditory hallucination is a person who is unable to distinguish real life from fake life. When the
symptoms are severe, it can lead to social isolation and low self-esteem. One of the non-pharmacological
treatments used is occupational drawing therapy, which is useful for reducing the hallucination score using
a questionnaire sheet, helping people with physical, mental, or psychological disorders or disabilities to
the environment to achieve improvement, improvement, and maintenance of quality of life. The purpose of
writing this scientific paper is to provide nursing care and provide the application of drawing therapy to
clients with auditory hallucinations. The benefit of this therapy is to overcome problems in clients with
hallucinations. The method used in writing this paper is a case study. Data collection techniques used
consisted of observation, interviews, and documentation. The client in this case was Ms. E. Drawing
therapy was carried out for three consecutive days on April 25-27 2023. This implementation was carried
out for 45 minutes in each meeting. Clients experience signs and symptoms such as hearing a voice that
invites them to speak. Before the action, the authors measured the hallucination questionnaire score of the
client and obtained a value as high as 32 (severe category) and after the action, the calculation results
showed a value of 19 (moderate category). The results obtained by complaining of hearing a voice that
asked him to talk and told him to do something were reduced. So, it can be concluded that the application
of drawing therapy is effective in reducing hallucination scores in clients with auditory hallucination
problems. The author hopes that the application of drawing therapy can be followed and applied by the
client family and clients in controlling hallucination
MENINGKATKAN MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA PADA PARA PENGRAJIN DAN PENGUSAHA LANTING DI KEBUMEN
Berbagai motivasi menjadi latarbelakang seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan sesuatu baik tindakan poistif maupun negatif. Motivasi juga yang memungkinkan seseorang untuk tetap bertahan melakukan tindakan tersebut. Motivasi berusaha menjadi salah satu faktor yang menjadi pertimbangan seseorang untuk berwirausaha atau menjadi selfemployee. Desakan ekonomi, usaha turunan, atau bahkan minimnya tingkat pendidikan menjadi alasan atau motivasi seseorang akhirnya memutuskan menjadi wirausaha. Lanthing (sering kali disebut klanthing), merupakan makanan ringan sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong berbentuk angka delapan atau lingkaran kecil seperti cincin. Rasa makanan ringan tersebut awalnya hanya mempunyai rasa yang gurih dan asin tetapi sekarang banyak variasi aneka rasa dari rasa asin, asin pedas, rasa keju, sampai manis pedas. Lanthing berkembang di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan salah satunya Kabupaten Kebumen, lanting sebagai salah satu makanan khas daerah tersebut. Sentra produksi lanting di Kabupaten Kebumen ada 12 kecamatan. Usaha turun temurun akhirnya membuat para penerusnya kurang termotivasi untuk dapat memajukan usaha yang telah ada sehingga cenderung menjalankan bisnis seadanya. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi kembali dan menunjukkan bahwa memiliki motivasi yang jelas dapat membantu para pengusaha melihat sisi lain persaingan dan juga bagaimana menjalankan usaha kedepannya
Kesesuaian Prediksi Penggunaan Lahan Tahun 2025 Di Kabupaten Sukoharjo Terhadap Rencana Pola Ruang Kabupaten Sukoharjo 2011-2031 Menggunakan Ca-Markov
Sukoharjo Regency is experiencing population growth which causes land use activities to also increase land use changes. Changes in use in Sukoharjo Regency there are deviations due to incompatibility with the Spatial Pattern Plan, causing problems in spatial planning. Prediction of land use is carried out in order to monitor and control changes in use so that there are no deviations. The research objectives include analyzing land use changes in 2010-2020, predicting land use in 2025 and analyzing the suitability of the predictions against the 2011-2031 spatial pattern plan in Sukoharjo Regency. The research method used is image processing with on-screen digitization, besides that indirect observation is also carried out to test accuracy, the analytical method used is Spatial Process Analysis and Quantitative Descriptive. The results of the study indicate that during the period 2010-2020 the increased land use was residential, industrial and dry land, while the decreased land use was rice fields, plantations and forests as well as waters that did not change. In 2020, rice fields have the largest area, namely 46.81%, settlements 38.01%, fields 10.45%, plantations 1.68%, industry 1.50%, waters 0.89% and forests 0.66% . In 2025, it is predicted that land use will still have the same pattern as in 2020, rice fields will be the most extensive, namely 43.9%, settlements 30.25%, fields 10.67%, industry 1.9%, plantations 1.65%, waters 0.89% and forests 0.66%. Decreased land use, namely rice fields with the largest area of decline in Gatak District, declining forest occurred in Weru District, declining plantations in Polokarto District. Meanwhile, land use increased, namely residential land, which increased a lot in the northern part of Sukoharjo Regency because it was directly adjacent to Surakarta City, industrial land increased in all sub-districts except Weru District which did not have an industry. which has not changed. The variable that most influences the change is the distance to the road, then the variable center of activity, strategic area, river and city center. The level of suitability of land use predictions in 2025, which is 78.48% is in accordance with the direction, 11.92% is not appropriate and 9.59% is not suitable. This needs to be a concern for the government to avoid mismatches in land use, cooperation from all levels of society is needed to realize the planned spatial arrangement.
Keyword: Land Use Change, Land Use Prediction, Suitability, Space Pattern Pla
