185 research outputs found

    MODEL TRANSMISI SCHISTOSOMIASIS JAPONICA PADA SAPI DENGAN TREATMENT PADA HOST DAN VEKTOR ONCOMELANIA HUPENSIS

    Full text link
    Schistosomiasis japonica adalah penyakit zoonotik yang disebabkan oleh cacing schistosoma japonicum yang menginfeksi manusia dan hewan reservoir. Sapi merupakan salah satu hewan reservoir yang bertanggung jawab terhadap transmisi penyakit ini ke manusia. Oleh karena itu, model transmisi Schistosomiasis japonica pada sapi dengan treatment pada sapi dan vektor Oncomelania hupensis (keong) dibahas pada penelitian ini. Sistem dinamik dengan enam kompartemen dikonstruksi disini. Kompartemen tersebut terdiri dari empat kompartemen sapi (sapi susceptible, exposed, infected dan treated dan dua kompartemen untuk keong (keong suceptible dan infected). Sapi yang terinfeksi yang di treatment akan dimasukan ke kompartemen treated. Analisis dinamik seperti eksistensi dari kondisi endemik, basic reproductive ratio, analisis kestabilan dan simulasi numerik dikaji disini. Basic reproductive ratio diperoleh dari spektral radius Next Generation Matrix (NGM) dari model. Dari hasil simulasi numerik dengan data yang dipilih menunjukan bahwa untuk menanggulangi Schistosomiasis japonica dengan treatment pada sapi dan keong bisa mereduksi jumlah populasi sapi terinfeksi secara signifika

    PEMANFAATAN CANGKANG BUAH KARET SEBAGAI ALTERNATIF CARBURIZER PADA PROSES PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH ST.37

    Full text link
    Abstrak Pack carburizing adalah proses menambahkan karbon ke permukaan benda dengan menggunakan media padat. Umumnya menggunakan serbuk besi sebagai sumber karbon aktif yang harganya relatif mahal. Pada penelitian ini benda uji menggunakan baja karbon rendah St. 37 dengan dimensi 50 mm x 30 mm x 12 mm. Pack carburizing menggunakan alternatif karbon aktif yang berasal dari arang cangkang buah karet dan serbuk besi 98 % karbon yang dilakukan pada temperatur 9500 C dengan holding time 60 menit. Case hardening dilakukan pada temperatur 9000 C, holding time 120 menit dan menggunakan air sebagai media pendingin quenching. Pengujian kekerasan menggunakan alat  Equotip2 Hardness Tester. Data hasil pengujian kekerasan, karbon aktif yang berasal dari arang cangkang buah karet terjadi peningkatan kekerasan dari 134 HV menjadi 362,39 HV sedangkan dari serbuk besi peningkatan kekerasan dari 134 HV menjadi 499,78 HV. Berdasarkan perhitungan perbandingan linier dengan mengacu pada pada karbon aktif dari serbuk besi 98 % karbon maka, diperkirakan kadar karbon aktif yang tedapat pada arang cangkang buah karet adalah 62,44 %. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa arang cangkang buah karet dapat digunakan sebagai carburizer pada proses pack carburizing

    Dual bioactivities of laurus nobilis essential oil / Nur Afiqah Saparin … [et al.]

    Full text link
    The evolution of cosmetic products results in the growing demands for cosmetics that are preservatives free. Plant essential oils were found to be a promising antimicrobial and also antioxidant agent. In this study, Cymbopogon citratus (lemongrass), Laurus nobilis (bay leaf) and Backhousia citriodora (lemon myrtle) essential oils were selected and evaluated for their antimicrobial properties. It was found that Laurus nobilis exhibited strong antimicrobial activity against the selected bacteria Streptococcus saprophyticus (ATCC 49619), Streptococcus aureus (ATCC 22923), Streptococcus pyogenes (ATCC 29436), Pseudomonas aeruginosa (ATCC 13048), Klebsiella pneumoniae (ATCC 700603), Escherichia coli (ATCC 22922) with MIC ranging between 7.8 ug/mL to 250 μg/mL. The antioxidant activity of selected essential oils was determined by antioxidant assays which were 1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl assay (DPPH), determination of ferric reducing antioxidant power assay (FRAP) and β-Carotene/linoleic acid bleaching assay. Backhousia citriodora and Laurus nobilis showed the highest antioxidant activity. n-Octanal and β-Selinene were identified to be the major components with peak area of 26.37 % and 13.92 % respectively in secondary metabolites analysis by Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GCMS)

    ANALISA KECEPATAN DAN PERCEPATAN POROS EKSENTRIK MESIN PENUMBUK BERAS ARUK

    Full text link
    Mesin penumbuk beras aruk merupakan alat bantu dalam pembuatan beras aruk sebagai bahan pangan alternatif. Mesin digerakkan oleh motor listrik dengan putaran 1400 rpm dan kemudian dihubungkan dengan reducer dengan rasio 1:20 dan elemen transmisi pulley dan belt dan selanjutnya menggunakan poros eksentrik untuk merubah gerak putar menjadi gerak translasi untuk menggerakkan batang penumbuk.Metode penelitian dengan mengolah data putaran, menganalisa kecepatan dan percepatan poros eksentrik berdasarkan kinematika dengan metoda trigonometri untuk mendapatkan kecepatan dan percepatan yang terjadi pada batang penumbuk. Dari hasil analisa didapatkan bahwa panjang lintasan yang ditempuh batang penumbuk sejauh 200 mm dengan gerakan turun naik.Kecepatan maksimum yang terjadi pada batang penumbuk sebesar 3,90 m/s terjadi pada saat poros eksentrik berputar pada sudut (α) 71,91°dan 288,09° dengan percepatan yang terjadi sebesar 0 m/s2. Sedangkan percepatan maksimum pada batang penumbuk sebesar 372,01 m/s2pada saat poros eksentrik berputar pada sudut (α) 0° dengan kecepatan yang terjadi sebesar 0 m/s. Percepatan yang tinggi pada saat posisi batang penumbuk menuju alas penumbuk akan menghasilkan gaya yang semakin besar yang diberikan oleh batang penumbuk ke adonan beras aruk
    corecore