1,720,965 research outputs found
PERENCANAAN DIKLAT BAGI PTK-PNF
The improvement of the quality of nonformal educators and educational personnel of nonformal educators can be conducted in several ways. One of them is through training programs. Trainings are effective, though they need a lot of financial support. In order to be effective, budget regarding the training programs should be carefully planned. The diversity of educators and educational personnel affect the structure of training curricula. In order to solve problems in practice, the design of the curricula should be needs-oriented. This would result a competency-based, goalbased curricula, and problem-based curricula
Pedoman pelaksanaan Bantuan Pemerintah Penyelenggaraan Kampung Literasi tahun 2020
Kampung Literasi (KL) adalah kawasan yang digunakan untuk mewujudkan masyarakat melek 6 literasi dasar yang meliputi: literasi baca tulis, literasi numerik, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan serta literasi lain sesuai dengan kondisi masyarakat setempat agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Bantuan KL adalah bantuan pemerintah yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kepada lembaga untuk membiayai operasional penyelenggaraan KL. Pelaksanaan KL berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kab/Kota. Pemilihan lembaga penerima bantuan KL bersifat penunjukan (top down).
Tujuan Pengembangan KL bertujuan untuk memberikan layanan pengetahuan, informasi dan keterampilan kepada masyarakat sehingga memiliki kecakapan dan wawasan yang luas serta keterampilan yang memadai; Menyediakan fasilitas layanan informasi dan pengetahuan di jalur pendidikan nonformal kepada masyarakat, berupa buku bacaan dan non-buku yang disediakan di TBM, pojok baca atau sejenisnya, serta dilengkapi dengan teknologi informasi; Tujuan terakhhir adalah mengembangkan minimal 3 (tiga) dari enam literasi dasar
Pedoman pelaksanaan Bantuan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tahun 2020, Keputusan Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1342/C6/KU/2020
Salah satu program Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus untuk pemerataan dan perluasan akses pendidikan adalah memberikan bantuan belajar bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang bertujuan untuk memperbesar peluang bagi peserta didik berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan.
Tujuan program bantuan adalah mengurangi jumlah peserta didik berkebutuhan khusus putus sekolah akibat permasalahan belajar, meringankan biaya pendidikan bagi peserta didik khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, dan mendukung penuntasan wajib belajar pendidikan dasar dan pendidikan menengah universal.
Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Bantuan Belajar ABK tahun 2020 akan menjadi acuan bagi sekolah, dinas pendidikan provinsi serta pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan Bantuan Pemerintah Bantuan Belajar ABK Tahun 2020. Dengan demikian diharapkan terdapat kesamaan pandangan dan persepsi dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program Bantuan Belajar ABK Tahun 2020
Pedoman pelaksanaan Bantua Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar Komunitas Adat Terpencil/Khusus tahun 2020
Berdasarkan data yang ada, sebagian besar persebaran penduduk buta aksara masih berada pada daerah kantong-kantong buta aksara atau yang masuk dalam kategori merah (angka persentase buta aksara di atas 4%). Selain itu, buta aksara juga terdapat di daerah terpencil dengan tantangan geografi s serta kearifan budaya lokal dan adat-istiadatnya. Oleh karena itu, untuk menuntaskan mereka dari buta aksara, tampaknya perlu disusun program pendidikan keaksaraan yang memperhatikan aspek-aspek pemenuhan kebutuhan dasar, realitas sosial dan latar budaya mereka, serta keterpaduan proses pengentasan buta aksara antara peserta didik, masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan keaksaraan. Keterpaduan penyelenggaraan pendidikan keaksaraan bukan saja dapat mengatasi masalah penyelenggaraan dan pengembangan keaksaraan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan arti pentingnya keaksaraan untuk menghadapi tantangan kehidupan yang mengglobal, serta dapat merangsang inspirasi bagi terjadinya transformasi sosial.
Terkait dengan hal tersebut, maka pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus menyediakan berbagai perangkat pembelajaran dan dana bantuan operasional bagi setiap warga masyarakat yang buta aksara untuk mengikuti pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar komunitas adat terpencil/khusus
Pedoman pelaksanaan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar pada daerah terpadat buta aksara tahun 2020
Untuk menuntaskan masyarakat dari buta aksara, tampaknya perlu disusun program pendidikan keaksaraan yang memperhatikan aspek-aspek pemenuhan kebutuhan dasar, realitas sosial dan latar budaya mereka, serta keterpaduan proses pengentasan buta aksara antara peserta didik, masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan keaksaraan. Keterpaduan penyelenggaraan pendidikan keaksaraan bukan saja dapat mengatasi masalah penyelenggaraan dan pengembangan keaksaraan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan arti pentingnya keaksaraan untuk menghadapi tantangan kehidupan yang mengglobal, serta dapat merangsang inspirasi bagi terjadinya transformasi sosial. Terkait dengan hal tersebut, maka pemerintah menyediakan berbagai perangkat pembelajaran dan dana bantuan operasional bagi setiap warga masyarakat yang buta aksara untuk mengikuti pembelajaran pendidikan keaksaraan dasar
Pedoman pelaksanaan Bantuan Pemerintah Penyelenggarakan Gerakan Indonesia Membaca Tahun 2020
GIM merupakan upaya pemerintah dalam mengkoordinasikan masyarakat dan pegiat literasi di tingkat Kabupaten/Kota untuk membangun budaya baca masyarakat melalui pengembangan 6 literasi dasar menyongsong abad 21. Bantuan pemerintah penyelenggaraan GIM adalah dana bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN tahun 2020 yang diberikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk membantu biaya penyelenggaraan kegiatan GIM terutama dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan Literasi Masyarakat dan publikasi pelaksanaan dan hasil kegiatan GIM. Penyalura dana bantuan GIM bersifat penunjukan (top down)
Gerakan Indonesia Membaca bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat untuk mendukung gerakan literasi masyarakat yang meliputi 6 literasi dasar yaitu literasi baca tulis, literasi numberik, sains, literasi finansial, literasi digital, dan literasi budaya dan kewargaan; mendorong partisipasi masyarakat untuk berperan serta dalam meningkatkan jumlah melek huruf; Tersosialisasinya Gerakan Literasi Masyarakat; memfasilitasi penyusunan Rencana Induk pengembangan literasi masyarakat tahun 2020-202
LITERASI UNTUK MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL ABAD 21
LITERASI UNTUK MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL ABAD 2
Pedoman pelaksanaan bantuan pemerintah penyelenggaraaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) tahun 2020
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan layanan pengembangan keberaksaraan masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat/kegemaran membaca guna mewujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Untuk mendorong dan memfasilitasi lembaga dan atau/penggiat literasi dalam pengembangan layanan TBM sejah tahun 2016, Direktorat Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas tahun 2019 memberikan bantuan stimulasi kepada TBM, PKBM, dan Satuan Pendidikan Non Formal lainnya dalam bentuk bantuan pemerintah,
Melalui bantuan TBM, diharapkan akan tumbuh aksarawan yang cerdas, kreatif dan produktif serta mampu melestarikan dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, sehingga mendorong terciptanya masyarakat pembelajar sepanjang hayat
Pedoman pelaksanaan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Multikeaksaraan tahun 2020
Menurut Permendikbud Nomor 42 Tahun 2015, Pendidikan Multikeaksaraan merupakan pendidikan keaksaraan lanjutan yang menekankan peningkatan keberagaman keberaksaraan dalam segala aspek kehidupan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan profesi, pekerjaan atau kemahiran yang dimiliki dan diminati peserta didik. Pendidikan multikeaksaraan diarahkan sesuai dengan minat peserta didik tentang wawasan keilmuan dan teknologi, kesehatan dan olahraga, seni, budaya, atau politik dan kebangsaan, serta pekerjaan atau profes
Asesmen Kebutuhan Peningkatan Kemampuan Tutor dalam Pembelajaran Keaksaraan Fungsional
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan standar kemampuan tutor keaksaraan fungsional, 2) mengembangkan instrumen asesmen kebutuhan, 3) mengetahui profil kemampuan tutor dalam pembelajaran keaksaraan fungsional, dan 4) menentukan priontas kemampuan yang diperlukan dalam program in-service training. Standar kemampuan dikembangkan dengan menggunakan teknik Delphi. Instrumen asesmen kemampuan tutor dikembangkan berdasarkan standar kemampuan. Profil kemampuan tutor dideskripsikan ke dalam kelompok baik sekali, baik, kurang, dan kurang sekali dengan acuan kriteria sekor ideal yang dapat dicapai oleh instrumen. Pengelompokan kemampuan tutor menggunakan data sampel sebanyak 93 orang tutor dari populasi sebesar 120 orang. Penentuan prioritas kemampuan yang perlu ditingkatkan berdasarkan pada rerata sekor tiap butir kemampuan. Kemampuan yang diprioritaskan dalam program in-service training adalah butir kemampuan yang termasuk dalam kategori kurang dan kurang sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, standar kemampuan tutor terdiri dari kualiflkasi integritas kepribadian dan kualifikasi kemampuan teknis. Integritas kepribadian ditekankan pada aspek sikap terhadap warga belajar. Kemampuan teknis lebih ditekankan pada pengelolaan proses pembelajaran yang partisipatif, pengembangan bahan bacaan dan pengembangan jaringan kerja. Kedua, instrumen asesmen kemampuan tutor terdiri dari: 1) tes uraian untuk mengukur pemahaman konsep keaksaraan fungsional, 2) laporan diri (self-report) untuk mengukur aspek perencanaan, proses pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan 3) portofolio untuk mengetahui kinerja tutor dalam penerapan pendekatan keaksaraan fungsional. Ketiga, sebagian besar tutor memiliki kemampuan yang masih kurang, terutama pada aspek pemahaman konsep, pengelolaan proses pembelajaran, dan penerapan pendekatan keaksaraan fungsional. Pada aspek perencanaan dan evaluasi pembelajaran sebagian besar kemampuan tutor sudah baik. Keempat, kemampuan tutor yang perlu diprioritaskan dalam program in-service training adalah pada aspek pemahaman konsep keaksaraan fungsional dan proses pembelajaran. Peningkatan kemampuan pada pengelolaan proses pembelajaran diprioritaskan pada pengembangan bahan belajar, teknik pembelajaran menulis dan pengembangan jaringan kerja dengan instansi atau nara sumber. Kata kunci: asesmen kebutuhan, tutor, keaksaraan fungsiona
- …
