1,721,185 research outputs found
PEMANFAATAN AIR SUNGAI SAMPEAN BARU SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH WARGA DESA SAMPEAN KECAMATAN KLABANG
Dalam kehidupan manusia air sangatlah penting, terutama air bersih. Kekurangan air bersih pada saat ini menjadi salah satu permasalahan di tanah air kita. Oleh karena itu, penulis berfokus untuk mengkaji kualitas air sungai Sampean Baru, kecamatan Klabang. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi dengan meninjau parameter fisika dan kimia. Dimana sampel yang digunakan yaitu air sungai di daerah sekitar bendungan Sampean Baru. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu air tidak memiliki rasa, bau, warna, dan tidak keruh serta tercatat kadar nilai TDS adalah 218 ppm dan kadar nilai Ph adalah 7,9. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, kadar nilai TDS dan pH air sungai Sampean Baru menunjukkan layak digunakan dalam kebutuhan masyarakat desa Sampean sebagai air bersih dan air minum.
Kata kunci: Air bersih, kualitas air, sungai sampean
Pengaruh Sedimentasi Sungai Sampean Terhadap Usia Guna Waduk Bendung Sampean Baru Bondowoso,
Bendung Sampean Baru terletak pada DAS Sampean Baru, yang membendung Sungai Sampean yang mengalir melalui kota Bondowoso dan Situbondo. Bendung ini dibangun untuk pemenuhan kebutuhan irigasi, dan pembangkit listrik mikro. Perubahan tata guna lahan yang terjadi di wilayah DAS Sampean Baru menyebabkan erosi dan sedimentasi di Sungai Sampean yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan waduk.
Dalam studi ini, untuk mengetahui besarnya erosi menggunakan metode USLE ( Universal Soil Loss Equation ) untuk memprediksi besarnya erosi lahan yang terjadi. Metode ini melibatkan empat variabel, yaitu erosivitas hujan, erodibilitas tanah, kemiringan lahan, dan penggunaan lahan. Hasil perhitungan erosi akan digunakan dalam perhitungan besarnya sedimentasi berdasarkan metode SDR ( Sediment Delivery Ratio ) untuk mengetahui besarnya sedimen aktual yang masuk ke bendung. Variabel dalam metode SDR meliputi besarnya erosi hasil pe rhitungan dan sedimen hasil pengambilan sampel di lapangan.
Dari hasil perhitungan, laju erosi potensial DAS Sampean Baru adalah 18,0033 ton/ha/tahun. Berdasarkan debit banjir rencana, didapatkan nilai SDR 102,35% untuk kala ulang 2 tahun, 121,817% untuk kala ulang 5 tahun, 135,69% untuk kala ulang 10 tahun, 152,274% untuk kala ulang 25 tahun, dan 168,816% untuk kala ulang 50 tahun. Sementara bila digunakan debit rata-rata tahunan waduk, diperoleh nilai SDR 14,17%. Berdasarkan data waduk, laju sedimentasi waduk sebesar 26.086,96 m 3 /tahun, dengan volume sedimen waduk sampai tahun 2011 sebesar 678.260,88 m 3 dan sisa usia waduk 11,5 tahun. Bila digunakan data sedimen lapangan, laju sedimentasi waduk sebesar 73.474,89 m 3 /tahun, dengan volume sedimen waduk sampai tahun 2011 sebesar 820.424,67 m 3 dan sisa usia waduk sebesar 4,1 tahun. Sisa usia guna waduk yang digunakan untuk penanganan waduk adalah yang terpendek, yaitu 4,1 tahun.
Pengendalian laju sedimentasi waduk dan sungai untuk jangka panjang berupa pengendalian laju erosi yang meliputi perbaikan tata guna lahan, perluasan penghijauan, dan perbaikan lereng-lereng tanah, sedangkan untuk jangka pendek berupa pembangunan check dam , pengangkatan sedimen secara rutin, dan normalisasi sungai Sampean
Kehidupan beragama masyarakat Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
Penelitian ini berjudul “ Kehidupan Beragama Masyarakat Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan”. Adapun latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah yaitu membahas mengenai kondisi kehidupan beragama masyarakat yang dilihat dari pemahaman dan pengamalan terhadap ajaran agama, yaitu dilihat dari kebiasaan masyarakat yang nongkrong di kedai kopi dari pada mengerjakan ibadah kepada Allah SWT, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Penelitian ini berkaitan dengan kehidupan beragama, fungsi agama dalam masyarakat, faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan beragama masyarakat,usaha dalam meningkatkan aktivitas keberagamaan dan peran tokoh agama dalam meningkatkan aktivitas keberagamaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui kehidupan beragama tentang pengetahuan, pemahaman dan pengamalan beragama dalam kehidupan beragama masyarakat desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan, dan untuk mengetahui kehidupan berakidah, beribadah dan berakhlak masyarakat desa Sampean, Kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan masukan dan bahan informasi kepada masyarakat dalam meningkatkan kehidupan beragama masyarakat desa Sampean, bahan masukan untuk tokoh agama desa Sampean, bahan masukan untuk pemerintahan desa Sampean, dan bahan perbandingan kepada peneliti lain yang berkeinginan membahas pada pokok masalah yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sebagai responden penelitian ini adalah tokoh masyarakat, pemuka agama, dan masyarakat desa Sampean. Pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini observasi (pengamatan langsung di lapangan) dan wawancara. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil yang ditemukan di lapangan bahwa kehidupan beragama mayarakat desa Sampean kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan masih tergolong kurang baik disebabkan kurangnya pemahaman dan pengamalan masyarakat tentang ajaran-ajaran agama, yaitu kurangnya kehidupan berakidah masyarakat disebabkan masih banyak masyarakat yang percaya dengan mitos, tahayyul, begitu juga dengan kehidupan beribadah dan ahklak masyarakat desa Sampean yang masih tergolong kurang baik, karena masyarakat belum sepenuhnya melaksanakan ibadah shalat, puasa dan zakat
Ketimpangan Struktur Sosial di Masyarakat Kajang (Studi Kasus Perkebunan Karet di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba). Jurusan Sosiologi. Fakultas ilmu Sosial. Universitas Negeri Makassar. dibimbing oleh Dr. Firdaus W. Suhaeb, dan M. Ridwan Said Ahmad, M. Si.
ABSTRAK
Sampean, 2014. Ketimpangan Struktur Sosial di Masyarakat Kajang (Studi Kasus Perkebunan Karet di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba). Jurusan Sosiologi. Fakultas ilmu Sosial. Universitas Negeri Makassar. dibimbing oleh Dr. Firdaus W. Suhaeb, dan M. Ridwan Said Ahmad, M. Si.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak konflik agraria dan pola ketimpangan struktur sosial di masyarakat Kajang sebagai implikasi dari keberadaan PT PP Lonsum yang mengelola Perkebunan karet di kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di Perkebunan karet Kecamatan Kajang. Penentuan informan dalam penelitian yaitu menggunakan teknik purposive sampling dan jumlah informan 16 orang dengan kriteria memiliki wawasan terhadap objek teliti, pelaku Sengketa Tanah, pemangku Kebijakan, pekerjaan umur dan tempat tinggal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak konflik agraria di masyarakat Kajang mengakibatkan Petani kehilangan akses tanahnya, dominasi terhadap masyarakat, kemiskinan struktural, Pengerusan Nilai-nilai kearifan lokal, dan Polarisasi dalam masyarakat. Sedangkan Pola ketimpangan struktur yang terjadi dalam masyarakat Kajang adalah membentuk pelapisan sosial atau diferensiasi dalam masyarakat antara pemilik modal dan masyarakat petani dan mengubah sistem kepemilikan tanah. Pola kepemilikan tersebut menjadi Kepemilikan adat, kepemilikan rumah tangga dan Kepemilikan kapitalistik dilihat dari sosio-teknis agraris
Kualitas Air di Hulu Sungai Sampean di Kota Bondowoso
RINGKASAN
Kualitas Air di Hulu Sungai Sampean di Kota Bondowoso; Nanda Setiawan,
081903103026; 2013, 67 halaman; Program Studi Diploma III; Jurusan Teknik Sipil;
Fakultas Teknik; Universitas Jember.
Sungai Sampean merupakan sungai periodik yang melintasi Kota Bondowoso
dan Situbondo, dengan banyak fungsi beragam bagi mahluk hidup baik secara
langsung maupun tidak langsung sebagai penerima air limbah domestik, pertanian,
industri dan lain sebagainya. Sehingga dari fungsi sungai dalam tataguna lahan yang
beragam tersebut menyebabkan munculnya permasalahan kualitas air. Jika kondisi
ini berlanjut akan menimbulkan gangguan, kerusakan dan ancaman bagi semua
makhluk hidup yang tergantung pada Sungai Sampean, maka perlu dilakukan
pemantauan kualitas air di sungai ini. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif
observasi, dengan pengambilan dan pengukuran sampel air menggunakan water test
kit. Tujuan penelitian ini menganalisis kualitas air Sungai Sampean berdasarkan
faktor fisika dan kimia secara langsung di lapangan. Dari sampel air Sungai Sampean
tersebut diukur pH air, temperatur air, temperatur udara
4
, PO
4
, NO
2
, NO
dan debit sungai. Selanjutnya hasil pengukuran dianalisa
dengan membandingkan kelas sungai berdasarkan kategori kelas dalam Peraturan
Daerah Propinsi Jawa Timur No. 2 Tahun 2008.
3
Penelitian ini dilakukan di lima
sebesar 0,090 mg/L, dan NO
3
vii
4
2
0.3098 mg/L, PO
sebesar 1,3904 mg/L masih memenuhi baku mutu kelas
4
III. Hal ini menunjukan bahwa secara keseluruhan Sungai Sampean tidak mengalami
perubahan kelas dari kelas sungai Sampean sebelumnya
2
telah melebihi semua baku mutu. Tinggi parameter NO
mengindikasikan adanya pencemaran di lokasi tersebut, dimana hasil observasi
diketahui bahwa sepanjang aliran sungai sebagian besar penduduk membuang limbah
domestiknya ke dalam badan sungai dan sepanjang pengaliran Sungai Sampean
selalu dikuti dengan tataguna lahan pertanian sehingga mempengaruhi peningkatan
NO
2
perairan Sungai Sampean.
.
vii
Studi Karakteristik Sedimentasi Waduk Sampean Baru Kabupaten Bondowoso
Waduk merupakan bangunan air yang mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
sebagai tempat wisata, menampung cadangan air, mengurangi ancaman banjir dan
pada waduk tertentu digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Waduk
Sampean Baru berlokasi daerah Tapen di Kecamatan Bondowoso. Waduk
sampean baru digunakan untuk Irigasi dan PLTA. Waduk Sampean Baru berperan
sangat penting untuk mencegah bencana Banjir dan kekeringan di wilayah
Bondowoso dan Situbondo. Keberfungsian waduk sangat penting untuk dijaga.
Salah satu hal yang dapat mengurangi keberfungsian waduk adalah sedimen.
Selain penggelontoran sedimen perlu diketahui cara mengurangi sedimen yang
masuk ke dalam waduk. Sedimen merupakan hasil dari erosi. Semakin tinggi
tingkat erosi lahan, semakin banyak juga sedimen yang dihasilkan. Penelitian
menganalisis kandungan sedimen waduk Sampean Baru menggunakan metode X-
ray diffraction (XRD) untuk mengetahui asal sedimen. Hasil uji analisis XRD
dilakukan dengan cara mencocokkan kandungan mineral di waduk dengan daerah
yang tingkat erosinya tinggi. Wilayah yang dipilih adalah 3 SubDas hulu dari
waduk Sampean Baru yang memiliki urutan tertinggi tingkat erosinya, yaitu:
SubDas Selokambang, SubDas Mincer, SubDas Kemuningan. Hasil Uji XRD
menghasilkan grafik XRD dan dianalisis secara kualitatif dengan cara mendeteksi
puncak – puncak grafik. Kecocokan antara kandungan mineral dominan sedimen
di waduk lebih besar pada SubDas Kemuningan yang berada di kecamatan Taman
Krocok
Kabupaten
Bondowoso.
Kandungan
mineral
dominan
SubDas
Kemuningan sebesar 19,487% memiliki kecocokan dengan kandungan mineral
dominan di waduk sebelah kiri sebesar 20,96% dan kandungan mineral doinan di
waduk sebelah kanan sebesar 41,935%
ANALISIS DAN EVALUASI KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI SAMPEAN BONDOWOSO DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM HEC-RAS 4.1
Kabupaten Bondowoso adalah sebuah kawasan yang banyak dilewati oleh beberapa aliran sungai dengan sungai induknya adalah Sungai Sampean sering mengalami banjir. Banjir yang terjadi pada kawasan ini disebabkan oleh karena limpasan dari bagian hulu kemudian kapasitas penampang sungai tidak mampu menampung sehingga air sungai meluap dan menggenangi daerah disekitarnya. Maka perlu dilakukan sebuah analisa kapasitas penampang sungai mulai dari bagian hulu sampai dengan hilir Sungai Sampean dengan menggunakan program bantu HEC-RAS 4.1. tujuan dari penelitian ini mengetahui debit banjir puncak yang terjadi di Sungai Sampean Bondowoso, mengevaluasi kapasitas penampang Sungai Sampean dengan program bantu HEC-RAS Versi 4.1, engetahui alternatif penanggulangan banjir yang terjadi di sepanjang Sungai Sampean. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal : Debit puncak banjir Sungai Sampean di dapat dari hasil perhitungan sebesar 356.587 m3/s dengan periode ulang 5 tahun. Dari hasil analisa kapasitas penampang Sungai Sampean menggunakan HEC-RAS, didapat beberapa titik yang mengalami banjir. Banjir terparah terjadi pada River Sta.41 dengan tinggi 4.45 meter
PERENCANAAN BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN PADA SUNGAI SAMPEAN
Sedimen adalah material atau pecahan dari batuan, mineral dan material
organik yang hanyut dan bergerak mengikuti arah aliran air sungai. Sedimentasi pada
DAM Sampean Baru yang terjadi sebesar 184,812 m3/tahun mengakibatkan
pendangkalan sehingga mengurangi kapasitas tampungan air pada DAM Sampean
Baru. Pembangunan Sabo Dam merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan
guna mengendalikan sedimentasi pada sungai.
Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan desain bendung pengendali
sedimen yang aman terhadap stabilitas dengan volume tampungan sedimen terbesar.
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membandingkan desain
hidrolis bangunan Sabo pada dua lokasi yang ditentukan (TP 80 dan TP 71),
kemudian dilakukan analisis stablilitas berdasarkan gaya-gaya yang terjadi dan
volume sedimen yang bisa ditampung.
Berdasarkan hasil analisis stabilitas pada dua lokasi, didapatkan hasil bahwa
pada TP 80 bendung aman terhadap geser, guling, daya dukung dan piping. Volume
sedimen yang dapat ditahan sebanyak 905074,74 m3 dan Sabo akan penuh dengan
sedimen setelah 5 tahun. Sedangkan pada lokasi TP 71 sedimen yang dapat ditahan
sebanyak 575373,21 m3 dan akan penuh setelah 3 tahun. Pembangunan Sabo Dam
pada TP 80 diharapkan mampu mengurangi sedimentasi yang terjadi pada DAM
Sampean Baru
Studi Normalisasi Sungai Sampean Sebagai Upaya Pengendalian Banjir
Daerah Aliran Sungai Sampean adalah suatu DAS regional dengan luas 1.277,388 km2 mencakup wilayah Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. Daerah hulu berada di kompleks Gunung Argopuro dan kompleks Gunung Raung, Kabupaten Bondowoso. Adapun muaranya berada di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Salah satu permasalahan yang terjadi pada Sungai Sampean adalah banjir. Dengan kondisi DAS Sampean yang berbentuk kipas, sungai utama dan anak sungai yang banyak dan relatif pendek serta curam, mengakibatkan konsentrasi aliran, akibat hujan relatif cepat dan kecepatannya tinggi, sehingga banjir yang terjadi sebagian besar merupakan banjir bandang (flash flood). Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah kapasitas Sungai Sampean pada kondisi eksisting tidak mampu menampung Q50th sehingga menjadi penyebab banjir. Upaya penanggulangan banjir direncanakan menggunakan perbaikan penampang sungai atau normalisasi dan pembuatan tanggul. Analisa profil aliran dilakukan dengan menggunakan paket program HEC-RAS Version 4.1.0. Untuk analisa stabilitas lereng tanggul. Dalam kajian ini analisa stabilitas lereng tanggul menggunakan program Geoslope Student Version. Dalam kajian ini perencanaan pengendalian banjir menggunakan debit banjir rancangan Q50th, pemilihan Q desain didasarkan atas banjir historis yang pernah terjadi di outlet Bendung Sampean Lama adalah 2400 m3/detik yang setara dengan debit banjir rancangan Q50th sebesar 2809,64 m3/detik untuk keamanan desain penanganan pada Outlet Muara DAS Sampean dalam perencanaan pengendalian banjir digunakan Q50th. Setelah adanya upaya normalisasi dengan pelebaran penampang sungai dengan bentuk penampang sungai direncanakan trapesium dengan lebar 40 m; kemiringan lereng 1 : 1, ternyata masih didapati air sungai yang melimpas pada beberapa ruas sungai. Upaya selanjutnya dilakukan penanganan dengan cara pembuatan tanggul. Hasil perencanaan tanggul setinggi (hair + tinggi jagaan), tinggi jagaan 1,2 m, lebar mercu tanggul 5 m, lebar berm 3 m, kemiringan lereng 1 : 1, maka dari hasil running program HEC-RAS Version 4.1.0 dapat diketahui Sungai Sampean mampu menampung debit banjir dengan kala ulang 50 tahun. Dari analisis stabilitas tanggul yang telah dilakukan menggunakan program Geoslope Student Version didapatkan angka keamanan yang memenuhi persyaratan untuk keamanan terhadap kelongsoran
STUDI PERENCANAAN HIDROLIS PELIMPAH SAMPING DAM SAMPEAN LAMA SITUBONDO
Curah hujan yang cukup tinggi sebesar 280 mm pada daerah tangkapan
hujan Sungai Sampean. Debit yang terjadi sebesar 1960 m
3
/det , kapasitas di hilir
Bendungan Sampean baru tidak mampu menerima debit sebesar itu. Besar debit
yang tidak dapat ditampung sebesar 600 m
3
/det debit tersebut melimpas dan
meruntuhkan tanggul di hulu sebelah kanan Dam Sampean Lama yang
kapasitasnya sebesar 1360 m
3
/det. Mengakibatkan banjir dan genangan di Kota
Situbondo, ratusan rumah hancur, ribuan hektar sawah rusak dan beberapa buah
jembatan putus dan tergerus pondasinya. Untuk itu sebagai salah satu alternative
untuk memperkecil timbulnya kerugian akibat banjir tersebut dengan
pembangunan Pelimpah Samping pada bagian hulu Dam Sampean Lama.
Perencanaan ini terdiri dari beberapa analisis yang meliputi: analisis
hidrologi, hidrolika dan analisa stabilitas. Analisis hidrologi digunakan untuk
menentukan besarnya debit banjir rancangan sebagai dasar perencanaan bangunan
pelimpah, sedangkan untuk mengetahui karakteristik aliran sepanjang bangunan
pelimpah dilakukan analisis hidrolika. Disamping itu perlu dilakukan kontrol
stabilitas untuk memenuhi syarat-syarat keamanan bangunan.
Dari hasil perencanaan bangunan pelimpah ini diperoleh besar debit banjir
rancangan yang merupakan penjumlahan debit total dari debit banjir rencana DAS
Sampean Lama ditambah debit hasil penelusuran lewat sungai dari outflow
pelimpah Bendungan Sampean Baru pada Q
50th
sebesar 2076 m
3
/det. Debit yang
dilimpahkan melalui Pelimpah Samping sebesar 716 m
3
/det pada elevasi + 43,170
m. Sedangkan untuk Q
100th
sebesar 2309 m
3
/det pada elevasi + 43,655 m dengan
debit yang dilimpahkan sebesar 949 m
3
/det Lebar total Pelimpah Samping
direncanakan 36 m dengan tinggi ambang pelimpah 2,8 m. Untuk kontrol
stabilitas tubuh pelimpah dengan daya dukung tanah ijin
σ = 436,636 t/m
,
ditinjau pada kondisi air kosong, normal dan banjir dengan keadaan gempa dan tanpa gempa, stabilitas terhadap guling, geser, daya dukung tanah dan piping
aman.
Kesimpulan yang didapat dari hasil analisa data dan pembahasan adalah
Pelimpah Samping dengan bentuk ambang tipe Ogee dan kolam olakan USBR IV
dengan debit banjir rancangan Q
dan dikontrol pada debit banjir rancangan
Q
100th
50th
, aman digunakan untuk perencanaan Pelimpah Samping
- …
