4 research outputs found
TERMOSTABILITAS ANTOSIANIN DARI BUAH BASELLA RUBRA YANG DIMIKROENKAPSULASI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui termostabilitas pigmen antosianin dari Basella rubra yang dimikroenkaspulasi dengan maltodekstrin. Metode yang digunakan adalah ekstraksi pigmen, mikroenkapsulasi dengan menggunakan maltodekstrin 25% dan kristalisasi dengan menggunakan vacuum drying, uji termostabilitas dengan pemanasan 100 °C, dan analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan KLT. Hasil penelitian diperoleh kandungan antosianin pada ekstrak buah sebesar 0,632 mg/g dan yang sudah dimikroenkapsulasi sebesar 0,051 mg/g. Pada pemanasan selama 60 menit dengan suhu 100 °C terjadi penurun konstentrasi antosianin 0,003 mg/g pada menit ke-50 dan 60. Dapat disimpulkan jika pigmen antosianin pada buah dapat dimikroenkapsulasi dan memiliki kestabilan hingga pada menit ke-40
ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) KARYAWAN PT. KAWASAN BERIKAT NUSANTARA (Persero)
Budaya merupakan sesuatu yang pasti ada dalam suatu kelompok manusia atau organisasi. Kita pun hidup dalam lingkungan masyarakat pasti memiliki suatu budaya yang tentunya berbeda-beda dengan budaya lingkungan masyarakat lainnya. Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu lingkungan masyarakat baik secara sadar maupun tidak sadar akan mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat itu sendiri dalam berbagai aspek kehidupannya. Demikian pada sebuah organisasi yang didalamnya terdapat budaya sebagai ciri khas dari organisasi itu sendiri, budaya tersebut akan mempengaruhi sikap dan perilaku semua anggota organisasi.
Budaya adalah sistem aspek bersama yang diharapankan dapat membangun individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda atau berada di tingkatan yang tidak sama dalam organisasi dapat memahami budaya organisasi yang ada dengan pengertian yang serupa. Dengan adanya pengertian aspek bersama dari budaya inilah yang akan menjadikan budaya sebagai alat potensial untuk menuntun dan membentuk perilaku seseorang. Dalam kaitannya perilaku seseorang atau individu telah dituntut dan dibentuk di dalam suatu budaya organisasi yang sama, dimana tidak hanya perilaku in-role, tetapi juga perilaku extra-role. Perilaku extra-role ini disebut juga dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB).
Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan sikap atau perilaku individu yang secara sadar dan sukarela untuk bekerja secara ekstra melebihi dari job deskripsi yang dimilikinya. Namun, secara tidak langsung atau eksplisit sikap tersebut tidak dapat dikenali di dalam suatu sistem kerja yang formal tetapi mampu meningkatkan efektivitas fungsi organisasi. Organisasi pada umumnya percaya bahwa untuk mencapai keunggulan harus mengusahakan kinerja individual yang setinggi-tingginya, karena pada dasarnya kinerja individual mempengaruhi kinerja tim atau kelompok kerja dan pada akhirnya mempengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis melakukan penelitian pada PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) dengan memberikan kuesioner kepada 40 orang karyawan. Dimana dari 40 orang karyawan tersebut merupakan jumlah populasi yang digunakan sebagai sumber data melalui pengambilan sampel sebanyak 21 orang karyawan yang digunakan oleh penulis dan didalamnya terdapat 30 pertanyaan yang berkaitan dengan pengaruh budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior karyawan. Adapun indikator yang digunakan pada penelitian untuk
mengukur budaya organisasi adalah unsur kejelasan, unsur kohesi, inovatif, komitmen, unsur intensitas, unsur ritual, dan unsur kinerja. Indikator yang digunakan pada penelitian untuk mengukur organizational citizenship behavior karyawan adalah semangat kerja, komitmen, kerja sama, loyalitas, moral, kepemimpinan. Untuk menganalisis data yang digunakan dengan metode kuantitatif yaitu korelasi Rank Spearman 0,75 yang artinya terdapat pengaruh yang kuat antara budaya organisasi dengan OCB karyawan. Berdasarkan hasil uji hipotesis, karena tritung > 4,94 maka Ho ditolak, H, diterima yang artinya adalah terdapat pengaruh antara budaya organisasi dengan OCB karyawan.
Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan salah satu faktor terpenting yang dapat menjadi penentu dalam peningkatan OCB karyawan. / Culture is a definite feature of any human group or organization. We live in a society that naturally has a culture that differs from other communities. The culture of a society, whether consciously or unconsciously, influences the attitudes and behavior of that society in various aspects of life. Likewise, in an organization where culture is a distinctive characteristic, that culture will influence the attitudes and behavior of all members.
Culture is a system of shared aspects that is expected to enable individuals from different backgrounds or at different levels within the organization to understand the existing organizational culture with a common understanding. Understanding these shared aspects of culture makes culture a potential tool to guide and shape individual behavior. In this context, individual behavior is demanded and shaped within a shared organizational culture, encompassing not only in-role behavior but also extra-role behavior. This extra-role behavior is also known as Organizational Citizenship Behavior (OCB).
Organizational citizenship behavior (OCB) is the attitude or behavior of individuals who consciously and voluntarily go the extra mile beyond their job description. However, this attitude, whether indirectly or explicitly recognized within a formal work system, can increase the effectiveness of organizational functions. Organizations generally believe that achieving excellence requires striving for the highest individual performance, as individual performance fundamentally influences the performance of teams or work groups, and ultimately, the organization's overall performance.
Based on the above description, the author conducted research at PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) by administering questionnaires to 40 employees. The 40 employees constituted the population used as a data source through a sampling of 21 employees. The questionnaire included 30 questions related to the influence of organizational culture on employee organizational citizenship behavior. The indicators used in the study to measure organizational culture were clarity, cohesion, innovation, commitment, intensity, ritual, and performance. The indicators used in the study to measure employee organizational citizenship behavior were work enthusiasm, commitment, cooperation, loyalty, morale, and leadership. Quantitative methods were used to analyze the data, with a Spearman Rank correlation of 0.75, indicating a strong influence between organizational culture and employee OCB. Based on the results of the hypothesis test, since the triquantum is > 4.94, Ho is rejected and H0 is accepted, indicating that there is an influence between organizational culture and employee OCB.
From these research results, it can be concluded that organizational culture is one of the most important factors that can determine the increase in employee OCB
PRODUKSI ANTOSIANIN DARI DAUN MIANA (Plectranthus scutellarioides) SEBAGAI PEWARNA ALAMI
Miana (Coleus scutellaroides) is an ornamental plant of single leaf a purple color. The purple color found from miana leaves is an indicator of the presence of anthocyanin pigments. Anthocyanin from miana leaves can be utilized as a natural pigment for various staining purposes especially in the food industry, anthocyanin harvesting on miana leaves can be done at any time and does not depend on the season due to its abundant availability in nature.The aims of this study were to isolate, identify, and microencapsulated anthocyanin pigments of miana leaves. The result, pigment extracted from miana leaves had characteristic of purple color and having maximum absorbance at wavelength 529 nm, suspected as anthocyanin derivative (cyanidin-3-routosida).The total microcapsulated anthocyanim was 0.149542 mg / g. Thermostability of encapsulated anthocyanin pigment from miana leaves stable with heat exposure temperature 100C up to 60 minutes. Based on those collected information, encapsulated miana leaves pigment could be used as an additional natural coloring in food industries.Keywords: anthocyanin, miana, microencapsulation, pigment, thermostability. ABSTRAKMiana (Coleus scutellaroides) termasuk ke dalam tanaman hias yang berdaun tunggal dan berwarna ungu. Warna ungu yang terdapat pada daun miana adalah indikator keberadaan pigmen antosianin.Pemanfaatan daun miana sebagai sumber antosianin dapat dimanfaatkan sebagai pigmen alami untuk berbagai keperluan pewarna terutama dalam industri pangan, pemanenan antosianin pada daun miana dapat dilakukan setiap saat dan tidak bergantung pada musim dikarenakan ketersediannya yang selalu melimpah di alam.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan mikroenkapsulasi pigmen antosianin dari daun miana.Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa ekstrak pigmen daun miana memiliki karakteristik warna nampak ungu dan serapan maksimum absorbansinya berada pada panjang gelombang 529 nm, pigmen diduga sebagai turunan antosianin yaitu sianidin-3-rutinosida.Total antosianim yang sudah dimikroenkapsulasi sebesar 0.149542 mg/g. Dari hasil uji thermostabilitas pigmen terenkapsulasi maltodekstrin, stabilitas pigmen antosianin dari daun miana cenderung stabil dengan adanya pemaparan panas suhu 100C hingga 60 menit.Berdasarkan hasil dan pengujian, pigmen daun miana terenkapsulasi dapat menjadi pertimbangan produk untuk digunakan sebagai bahan tambahan pewarna dalam industri pangan.Kata kunci: antosianin, miana, mikroenkapsulasi, pigmen, termostabilitas
ISOLASI, ANALISIS, DAN MIKROENKAPSULASI ANTOSIANIN DARI SEMANGGI UNGU (Oxalis triangularis)
Oxalis triangularis atau semanggi ungu adalah tanaman hias yang memiliki warna ungu. Warna ungu yang terdapat pada daun adalah indikator keberadaan pigmen antosianin. Antosianin dapat dimanfaatkan sebagai pigmen alami untuk makanan dan minuman. Makanan dan minumuan yang ditambahkan antosianin akan mendapat nilai tambah berupa warna yang menarik dan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan mikroenskapsulasi pigmen antosiani dari O. triangularis. Metode yang digunakan adalah esktraksi pigmen dengan aquades, identifikasi pigmen dengan KLT dan Spektrofotometer UV-Vis, mikroenkapsulasi pigmen dengan maltodekstrin, dan pengujian termostabilitas dengan pemanasan selama 0 – 50 menit pada suhu 100°C. Hasil yang diperoleh terdapat 2 fraksi warna dari hasil KLT, dan 2 puncak serapan berdasar pemindaian dengan spektrofotometer UV-Vis. Total antosianin sebesar 1,073569 mg/g untuk ekstrak pigmen dan 0,147799 mg/g untuk mikroenkapsulasi pigmen. Hasil uji termostabilitas, menunjukan pigmen antosianin termikroenkapsulasi stabil di suhu panas. Dengan kandungan antosianin yang cukup tinggi, bisa dimikroenkapsulasi, dan memiliki termostabilitas yang baik maka bisa dijadikan sumber pigmen alami untuk makanan dan minuman.' DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.244
