1,721,212 research outputs found

    MASJID SUCIATI SALIMAN YOGYAKARTA DAN KRITIK SEKULARISASI

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang Masjid Suciati Saliman Yogyakarta ketika dalam konteks adanya sekularisasi. Pada dasarnya, masjid kerap dilihat perannya sebagai tempat peribadatan dan pengajaran pendidikan al-Qur‟an. Peran masjid yang lain baik dari sisi sosial, ekonomi, ideologi, atau pendidikan dalam bahasan berbeda, termasuk kemampuan masjid untuk merespons kondisi tertentudalam hal ini sekularisasi-melalui berbagai kegiatannya kerap tidak memperoleh ruang yang proporsional. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis lapangan dengan pendekatan sosiologis. Sumber data utama yang diperoleh peneliti adalah melalui wawancara dan observasi, yang selanjutnya diakumulasikan dengan data sekunder berupa literatur pendukung yang relevan. Penelitian ini juga berorientasi untuk melihat masjid secara komprehensif, tidak hanya dari sisi arsitektur maupun manajemennya, tetapi juga polemik yang terjadi di dalam masjid itu sendiri. Selain itu juga untuk melihat respons masjid melalui peran-peran lain yang kembali dioptimalkan sebagai jawaban terhadap adanya kondisi sekularisasi. Selanjutnya hasil dari penelitian ini menemukan bahwa konsep sekularisasi dari Pippa Noris dan Ronald Inglehart kurang memadai untuk membaca fenomena yang terjadi seperti di Masjid Suciati Saliman Yogyakarta. 1). Ibu Suciati sebagai pendiri masjid merupakan bagian dari masyarakat dengan kepemilikan kapital banyak, tetapi tetap religius, 2). Dikotomi ruang sakral dan profan di Masjid Suciati Saliman Yogyakarta dipengaruhi adanya sekularisasi yang menuntut adanya spesifikasi ruang dan peran, tetapi keduanya tetap saling berkaitan, 3). Pertumbuhan demografi jamaah di Masjid Suciati Saliman Yogyakarta tidak tinggi, 4). Kebijakan yang diambil di Masjid Suciati Saliman Yogyakarta pada setiap rapat atau momen-momen tertentu, dilakukan oleh Ibu Suciati, kedua anaknya, dan pengurus masjid yang memiliki kesejahteraan menengah ke atas, dan 5). Sekularisasi yang ada di Masjid Suciati Saliman Yogyakarta di satu sisi memang memicu munculnya diferensiasi baik dari sisi kajian maupun kerja pengurus masjidnya, akan tetapi di sisi lain juga memicu tumbuhnya sikap yang lebih moderat dalam menerima keragaman

    MANAJEMEN STRATEGI DAKWAH BIL HAL MASJID SUCIATI SALIMAN SLEMAN TAHUN 2019-2020

    Full text link
    Memasuki abad 21 ini, globalisasi memberikan dampak yang begitu kuat dalam setiap aspek kehidupan manusia. Tantangan yang kita hadapi sekarang adalah tantangan dakwah yang semakin hebat dan kompleks. Inilah yang menjadi perhatian dalam kalangan pendakwah, kemudian memunculkan strategi dakwah yang dikelola dengan baik. Salah satu strategi dakwah tersebut adalah dakwah bil hal. Dakwah bil hal yang di manajemen dengan baik akan menyentuhi secara langsung semua aspek kehidupan manusia. Strategi dakwah bil hal menciptakan suatu kegiatan yang nantinya sedikit demi sedikit akan menarik sasaran dakwah kedalam jalan Islam. Masjid Suciati Saliman adalah salah satu Masjid yang menggunakan kegiatan dakwah bil hal sebagai bentuk penyadaran sasaran dakwah agar melangkah kedalam koridor tuntunan Agama Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Masjid Suciati Saliman telah menerapkan manajemen startegi dakwah bil hal denga baik, hal tersebut dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, perencanaan dengan cara melakukan identifikasi masalah yang ada, dilanjutkan dengan merumuskan dan mengadakan pemecahan masalah, lalu menetapkan strategi pemecahan. Kedua Pengorganisasian, yakni melakukan pengelompokan berdasarkan bidang atau keilmuan yang dikuasai. Ketiga, Pelaksanaan, dimulai dengan penentuan tujuan dakwah, objek dakwah, materi dakwah dan yang terakhir adalah bidang garap Masjid Suciati Saliman yang berisi kegiatan dakwah bil hal. Keempat, Pengawasan, pengawasan dilakukan oleh setiap ketua bidang, kemudian setiap bidang akan melaporakan kepada ketua Dewan Kemakmuran Masjid Suciati dan dilanjutkan dengan proses evaluasi yang dilakukan pada saat rapat kepengurusan

    RASIONALITAS JAMAAH MASJID SUCIATI SALIMAN TERHADAP RELIGIUSITAS JAMAAH

    Full text link
    Masjid di Indonesia mengalami kemunduran yang ditandai dengan fenomena sepi jamaah. Representasi masjid yang sepi jamaah kini telah meramb ah hingga masjid di pedesaan. Fenomena ini disebabkan karena masjid tidak lagi menjadi pusat kemakmuran umat. Minimnya fasilitas dan kenyamanan saat ibadah di masjid menjadi salah satu faktor jamaah malas beribadah dan berkegiatan di masjid . Masjid Suciati Saliman salah satu masjid di Yogyakarta yang berhasil mengatasi permasala han tersebut dengan mengutamakan kenyamanan para jamaahnya melalui strategi dakwah rasional, yakni dengan mengakomodasi keb utuhan jamaah sebagai manusia sekaligus sebagai hamba. Penelitian ini akan menitikberatkan pada pengujian bagaimana rasionalitas dan motivasi jamaah Masjid Suciati Saliman dapat mempengaruhi religiusitasnya . Data penelitian dihimpun melalui pengumpulan angket atau kuesioner, observasi, studi pustaka ( library research ) dan wawancara. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis melalui uji regresi dengan software IBM SPSS 25 . Hasilnya diperoleh n ilai koefisien determinasi sebesar 0,074, atau 0,74% religiusitas jamaah dipengaruhi oleh rasionalitasnya, dan sebesar 0,152 atau 15,2% religiusitas dipengaruhi oleh motivasi jamaah . S ecara simul tan rasionalitas dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap religiusitasnya dengan nilai F hitung 11,075 > 3,069 dan nilai signifikansi 0.000 < 0,05 , sehingga seluruh hipotesis diterima Besaran peng a ruh yang diberikan variabel rasionalitas dan motivasi secara bersmaan terhadap r eligiusitas jamaah adalah 0,152 atau 15,2%. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Thoulles yang menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat religiustitas seseorang adalah f aktor sosial, berupa sugesti dan pendidikan ; ser ta f aktor kehidupan, untuk memenuhi kebutuhan hidup yang aman, nyaman, selamat dan takut akan kematian . Sejalan dengan penelitian di atas, saran bagi peneliti selanjutnya, hendaknya dapat lebih memperluas variabel penelitian atau faktor faktor lain dan objek yang kiranya dapat menjadi faktor keberhasilan dalam pemakmuran M asjid Suciati Saliman. H endaknya juga mengkaji lagi secara mendalam terkait penelitian yang mengangkat tema pemakmuran masjid sebagai sumbangan pemikiran untuk Dewan Kemakmuran Masj id di Indonesia . Kedua, dalam dalam mengatasi permasalahan pemakmuran masjid hendaknya lebih meningkatkan aspek dakwah rasional disertai cara cara yang dapat menumbuhkan motivasi jamaah secara bersamaan guna mengembalikan wajah masjid seperti masa Rasulullah SAW, yaitu masjid menjadi pusat kegiatan dakwah dan pembinaan umat secara komprehensif baik dari segi pendidikan, sosial dan ekonomi

    MANAJEMEN MASJID SUCIATI SALIMAN SLEMAN YOGYAKARTA PADA MASA PANDEMI COVID 19

    Full text link
    Masjid adalah suatu organisasi dakwah yang mempunyai peranan penting di masyarakat, sebagai sebuah organisasi, masjid juga harus menerapkan fungsi manajemen dalam pengelolaannya, sehingga bisa menjadi suatu organisasi yang efektif dan efisien dalam melakukan kegiataanya khususnya pada saat pandemic Covid 19. Masjid Suciati Saliman Sleman Yogyakarta, menjadi tempat penelitian karena masjid ini merupakan salah satu masjid yang cukup terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di kecamatan sleman kabuaten Sleman. Dalam masa Pandemi masjid ini tetap melaksanakna fungsi manajmen nya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif, sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu Ketua sekretariat, pengurus bagian divisi dewan kemakmuran masjid, dan pengurus bagian divisi pendidikan, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen dan foto-foto kegiatan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu Credibilitas, Transferability, Confirmability. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitan ini menunjukan bahwa penerapan manajemen di Masjid Suciati Saliman Sleman Yoogyakarta pada masa pandemi sudah menerapkan fungsi manajemmen dengan baik dimulai dari Perencanaan yang dibuktikan dengan diadakannya musyawarah, pengorganisasian dengan melaksanan kegiatan yang didasarkan dari visi dan misi dari Masjid Suciati Saliman Yogyakarta, penggerakan dengan diadakannya proses bimbingan, pengawasan yang dibuktikan dengan proses mengevaluasi hasil pekerjaan dari semua divisi bredasarkan tugasnya masing-masing

    Step-up three phase double converter / Nor Azira Mohd Saliman

    No full text
    This project is dealing with AC-DC-DC three phase converter. The first part consists of double rectifier (AC-DC) involving with twelve ideal switches by applying pulse­ width modulation (PWM) as switch control. The second part consists of step- up/boost converter (DC-DC). Simulation studies have been carried in MATLAB/SIMULINK. The results presented the performance of overall system in terms of total harmonic distortion (THD)
    corecore