85 research outputs found

    The Syrian War: religious & political representations

    No full text
    Issue title: Preludes to the Islamic State: contextualizing the rise of extremism in the Syrian UprisingThe analysis of the social media content of: Syrian & foreign - opposition & loyalist - official & informal will allow us to understand the extent to which political claims can (or cannot) overlook religious antagonisms. Indeed, the intensity of sectarian content rapidly increased as a direct response to the level of brutality used by both sides.Publisher PD

    Socius

    No full text
    PERUBAHAN MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN\ud Model Teori dan Pendekatan dari Marvin Haris, AnthonyWallace, dan David C.Mcleland\ud \ud Oleh :\ud Muhammad Basir Said\ud \ud \ud Abstrak\ud \ud Artikel ini memuat tentang teori dan pendekatan mengenai proses perubahan masyarakat dan kebudayaan dari tiga ilmuan yakni Marvin Haris, Anthony Wallace, dan David C. McClelland. Marvin Haris melihat prubahan masyarakat dan kebudayaan dimulai dari perangkat kerasnya yang diistilahkan dengan infrastruktur yang bukan dari fenomena sosial yang mengarahkan ke kognisi dan symbol, tetapi dari teknologi, penduduk, dan binatang-binatang yang bisa mempengaruhi berkembang tidaknya suatu struktur sosial dan berubahnya nilai-nilai, ideology yang sudah ada. Anthony Wallace melihat perubahan masyarakat dan kebudayaan pada suatu masyarakat karena adanya tekanan atau kekacauan yang terjadi pada anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan yang dalam keadaan bagaimanapun harus diterima, yang disebutnya dengan mazeway yakni suatu strategi yang ada dalam pikiran individu untuk mengurangi stress. Sedangkan David C. McCLelland melihat perubahan masyarakat dan kebudayaan dari sudut pandang psikologi yakni keterkaitan antara perubahan sosial dengan factor kepribadian. Perubahan terjadi karena adanya motivasi berprestasi dari individu yang didistilahkan dengan ???need of achievement??? atau ???n ach???

    Ritual Kaago=ago: meramu relasi manusia, alam, dan makhluk gaib

    No full text
    Ritual kaago-ago merupakan salah satu ritual yang dilakukan masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara untuk meminta izin kepada penguasa tempat yang akan dijadikan area perladangan. Masyarakat Muna percaya bahwa setiap tempat ada penguasanya (supranatural), sehingga tidak boleh sembarangan menggunakan lokasi tanpa ada izin dari penguasa di luar kekuatan manusia. Sebuah ritual yang mempertegas adanya relasi yang kuat yang dibangun oleh manusia terhadap alam dan mahluk gaib. Sebuah relasi yang dapat menciptakan harmonisasi yang baik dalam kehidupan

    Fostering Inclusive Law Enforcement: Integrating Multicultural Education and Islamic Character Development at Indonesia’s Police Academy

    No full text
    This study aims to explore the integration of multicultural education and Islamic character development among police students at Sekolah Polisi Negara (SPN), Indonesia. Multicultural education plays a pivotal role in fostering inclusivity and understanding in diverse societies, particularly in a multicultural country like Indonesia. Given SPN's significance in shaping future law enforcement officers, understanding the role of multicultural education and Islamic character development is crucial. This qualitative study engaged with SPN students, instructors, and administrators to investigate the strategies and approaches employed in integrating multicultural education and Islamic values into the curriculum. Findings reveal a comprehensive approach that emphasizes cultural understanding, respect, and empathy among students while incorporating teachings from Islamic jurisprudence to align professional conduct with ethical principles. Through narrative analysis, this study sheds light on the multifaceted dimensions of multicultural education and Islamic character development at SPN, offering insights into the preparation of culturally competent and ethically grounded law enforcement officers in a diverse society

    A Critique of the Correction of Nizamiâs Khamseh by Basir Mozhdehi Compared with Corrections of Vahid Dastgerdi and Moscow

    No full text
    Until now we have been familiar with several corrections of Nizamiâs Khamseh like Vahid Dastgerdi, Moscow, Servatian and Barat Zanjani but in recent years a new correction has been published by Samieh Basir Mozhdehi (reviewed by Baha al-Din Khoramshahi) whose first and second imprints were published by Dustan publishing in 1383 and 1388 respectively. Such correction has been done based on the so-called version of Saâdloo (due to the fact that this version has been found in a family with the very name) which belongs to eight century (A.H) and via contrasting with versions of central library of Tehran University, Vahid Dastgerdi and Russian Academy of Science. The author thinks that her findings and understandings of the verses, using the most correct variants (in her view), considering the rules of rhyme, styles of poetry, prosody and other rhetorical techniques, and using the version of Saâdloo as the basis of her correction have altogether made her correction more authentic and closer to the main version of Nizamiâs work. It should be mentioned that although this correction is recent and could apply the results of new sciences besides having access to two authentic versions of Vahid and Moscow to provide a better work than the predecessorsâ, it is unfortunately one of the corrections with most mistakes and problems. While indicating to some verses in this correction and comparing it with the versions of Vahid and Moscow (that the corrector has acknowledged her correction has been contrasted particularly with these two ones), this research aims to show that such correction is not authentic. The important point is that, contrary to the words of author about paying attention to poetic styles and techniques, the reader finds out after close reading that unfortunately the corrector lacks sufficient knowledge about such rules and even the morphology and poetic space of Nizami

    PENERAPAN KURIKULUM 2013 DALAM MATA PELAJARAN PAI DI SMKN 1 BANJARMASIN

    No full text
    Said Hafizi; 2014. PENERAPAN KURIKULUM 2013 DALAM MATA PELAJARAN PAI DI SMKN 1 BANJARMASIN, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: (1) Drs. H. Abdul Basir, M. Ag. Penelitian ini digali berdasarkan rumusan masalah meliputi, bagaimana penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran pendidikan islam, kendala-kendala penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam pendidikan agama islam di SMKN 1 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam yang meliputi: pendekatan scientific, model pembelajaran, jenis penilaian autentik, dan buku guru dan murid. Kendala-kendala penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran pendidikan agama islam yang meliputi:kebiasaan guru, keterbatasan buku guru dan murid, kemampuan penilaian guru, sarana dan prasarana, dan keaktifan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field reseacrh) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif kualitatif. Subjek penelitian ini ada 2 orang guru mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas X dan XI, sedangkan objek penelitian ini adalah penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam dan kendala-kendalanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, dokumenter, dan triangulasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, tabulasi, penyajian data, verifikasi, triangulasi, dan interpretasi data dengan menggunakan analisis deskriptif kaulitatif dan teknik penarikan kesimpulan secara induktif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kurikulum 2013 dalam mata pelajaran pendidikan islam di SMKN 1 Banjarmasin dengan metode yang bervariatif menerapkan pendekatan scientific secara utuh, model pembelajaran yang digunakan adalah berbasis masalah sebanyak, guru menggunakan penilaian autentik tertulis dan portofolio, guru menggunakan buku pelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi inti. Kendala utama penerapan pembelajaran kurikulum 2013 mata pelajaran PAI di SMKN1 Banjarmasin adalah masalah buku dari segi distribusi, sarana dan prasarana yang mempengaruhi kualitas penilaian, dan kemampuan penilaian guru dari segi teknis

    PEMAHAMAN MULTIKULTURALISME DALAM HUBUNGAN ANTAR SUKU BANGSA

    No full text
    Keanekaragaman suku bangsa, organisasi-organisasi kemasyarakatan, kelompok-kelompok sosial, warga masyarakat, ketimpangan dan masalah keadilan sosial di suatu Negara Bangsa (nation state) selalu menjadi isu penting. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal yakni (I) menciptakan pendukung bagi terciptanya negara kesatuan sehingga diperlukan suatu upaya untuk senantiasa rnemperhatikannya, (2) memiliki potensi konflik sebagai akibat perbedaan isi, aspirasi dan orientasi politik, (3) konflik pun dapat terjadi sebagai akibat dinamika perubahan sosial ekonomi di suatu daerah. \ud Sejarah manusia banyak menceritakan bahwa isu kesukubangsaan menjadi isu nasional di banyak Negara dan berdimensi global. Apa yang pernah terjadi di beberapa belahan dunia seperti di Asia, Afrika, dan bahkan di Eropa dan Amerika sudah menjadi sejarah kelabu terhadap kehidupan kesukubangsaan.Keanekaragaman suku bangsa, organisasi-organisasi kemasyarakatan, kelompok-kelompok sosial, warga masyarakat, ketimpangan dan masalah keadilan sosial di suatu Negara Bangsa (nation state) selalu menjadi isu penting. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal yakni (I) menciptakan pendukung bagi terciptanya negara kesatuan sehingga diperlukan suatu upaya untuk senantiasa rnemperhatikannya, (2) memiliki potensi konflik sebagai akibat perbedaan isi, aspirasi dan orientasi politik, (3) konflik pun dapat terjadi sebagai akibat dinamika perubahan sosial ekonomi di suatu daerah. \ud Sejarah manusia banyak menceritakan bahwa isu kesukubangsaan menjadi isu nasional di banyak Negara dan berdimensi global. Apa yang pernah terjadi di beberapa belahan dunia seperti di Asia, Afrika, dan bahkan di Eropa dan Amerika sudah menjadi sejarah kelabu terhadap kehidupan kesukubangsaan

    KAJIAN SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI PADA LINGKUNGAN PEMUKIMAN KUMUH DI KOTA MAKASSAR

    No full text
    ABSTRAK EKOSOSBUDKUM 2008Kawasan kumuh perkotaan menarik untuk diteliti, paling tidak karena tiga hal, yakni berdasarkan dimnesi fisik, dimensi sosial ekonomi dan dimensi moral. Bahkan dimensi kesehatan juga sering menjadi bagian di dalamnya, namun dalam tulisan ini hanya digambarkan begaimana kondisi fisik dan kondisi sosial ekonomi. Kondisi fisik diwujudakan dalam pola tataruang pemukunan kumuh yakni tataruang rumah yang menyatu antara ruang tamu, ruang tidur, dan dapur. Sedangkan kondisi sosial ekonomi digambarkan pada pola hubungan sosial yakni hubungan kerabat dan daerah asal, hubungan pertemanan, hubungan tetangga, dan hubungan dalam kegiatan-kegiatan tertentu yakni gotong royong dan tolong-menolong dalam hal kedukaan dan kesukaan. Kondisi ekonomi lebih banyak menyoroti pada aspek adaptasinya terhadap lingkungan dalam hal pekerjaan, yakni sebagai tukang becak, buruh bangunan, pemulung dan jual-jualan

    LAPORAN AKHIR HIBAH PENELITIAN KERJASAMA ANTAR PERGURAN TINGGI (HIBAH PEKERTI) TAHUN ANGGARAN 2010

    No full text
    ABSTRAK EKOSOSBUDKUM 2010Isu tentang kawasan kumuh perkotaan menarik untuk diteliti, paling tidak karena tiga hal yakni : Berdasarkan dimensi fisik, kawasan kumuh mengindikasikan borok-borok tataruang yang mengganggu keindahan kota; berdasarkan dimensi sosial ekonomi, kawasan kumuh menggambarkan kelompok penduduk kota yang miskin dan terkebelakang; dan berdasarkan dimensi moral, kawasan kumuh menjadi basis terjadinya kriminalitas, kenakalan remaja dan prilaku menyimpang. Bahkan dilihat dari dimensi kesehatan, kawasan kumuh dapat menjadi tempat penyebaran p[enyakit infeksi, terutama infeksi menular yang membahayakan penduduk kota. Latar belakang inilah yang menarik untuk diteliti sehingga memunculkan satu judul penelitian : ???Pengembangan Model Lembaga Inovatif pada Lingkungan Pemukiman Kumuh di Kota Makassar???. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah; jenis penelitian deskriftif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Adapun metode pengumpulan datanya yakni pengamatan dan wawancara mendalam ditambah dengan studi dokumen. Hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi sosial budaya dan ekonomi pada masyarakat pemukiman kumuh di kelurahan Pampang kota Makassar dapat dilihat pada pola hubungan antara anggota kerabat dan daerah asal, pola hubungan dalam berteman, pola hubungan dalam bertetangga, kegiatan gotong royong, tolong menolong dalam kesukaan misalnya saat ada pesta perkawinan atau hajatan, tolong menolong dalam kedukaan misalnya karena adanya tetangga yang meninggal. Tetapi sering pula ada hubungan dalam bentuk persaingan ataupun konflik, hubungan sosial ini lebih mengarah kehal negative. Selain hubungan-hubungan sosail yang disebut di atas, wujud yang paling nyata dapat dilihat pada saat adanya aktivitas perayaan hari-hari raya, baik itu hari raya agama Islam maupun hari raya nasional yakni hari kemerdekaan RI 17 Agustus. Adapun deskripsi tentang pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat pemukiman kumuh di kelurahan Pampang adalah merupakan hasil dari proses adaptasi terhadap lingkungan fisik dan sosial warga agar tetap bertahan didup, yakni dengan melakukan pekerjaan sebagai tukang becak, buruh bangunan, pemulung dan jual-jualan.Selain kondisi sosial budaya dan ekonomi, hasil penelitian juga mendeskripsikan tentang bagaimana wujud tataruang pemukiman kumuh yang dapat dilihat pada pola tataruang pemukiman, bentuk ruang dalam rumah yang seakan menyatu antara ruang tamu, ruang tidur dan dapur. Selain itu ciri kekumuhan dapat juga dilihat pada aspek sarana dan prasarana, seperti jalanan, sampah, dan pembuangan air tinja. Sedangkan akses masyarakat kawasan pemukiman kumuh terhadap beberapa fasilitas sosial, nampaknya kurang terjangkau seperti akses terhadap perumahan yang layak, akses terhadap pelayanan kesehatan, akses terhadap air bersih, dan akses terhadap jamban keluarga, serta akses terhadap kesehatan lingkungan

    PERINTISAN MODEL SEKOLAH SEHAT DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN WARGA SEKOLAH DALAM PROSPEK PENDIDIKAN GRATIS DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

    No full text
    Sebagai salah satu prasyarat pre-requisite) bagi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang efektif, maka seyogianya masalah kesehatan personal dan kesehatan lingkungan mendapat perhatian yang memadai. Dalam hubungan ini, model sekolah sehat di sekolah dasar harus dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan ???status kesehatan??? warga sekolah, khususnya status kesehatan murid-murid sekolah dasar yang memang masih memerlukan bantuan. \ud Sekolah sehat meliputi beberapa dimensi penilaian yaitu kesehatan fisik, kesehatan sosial, dan psikis. ini berarti konsep sekolah sehat mengacu pada definisi kesehatan dan Worl Health Organization (WHO) yang menggambarkan kesehatan secara luas sebagai keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Warga sekolah diharapkan memiliki tiga dimenasi sehat yattu : dimensi medis, sosial, dan psikologi yang dapat digolongkan dalam status kesehatan yang normal. Secara ideal ketiga dimensi kesehatan tersebut hams hadir secara bersama untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah di berbagai jenjang.Sebagai salah satu prasyarat pre-requisite) bagi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang efektif, maka seyogianya masalah kesehatan personal dan kesehatan lingkungan mendapat perhatian yang memadai. Dalam hubungan ini, model sekolah sehat di sekolah dasar harus dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan ???status kesehatan??? warga sekolah, khususnya status kesehatan murid-murid sekolah dasar yang memang masih memerlukan bantuan. \ud Sekolah sehat meliputi beberapa dimensi penilaian yaitu kesehatan fisik, kesehatan sosial, dan psikis. ini berarti konsep sekolah sehat mengacu pada definisi kesehatan dan Worl Health Organization (WHO) yang menggambarkan kesehatan secara luas sebagai keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Warga sekolah diharapkan memiliki tiga dimenasi sehat yattu : dimensi medis, sosial, dan psikologi yang dapat digolongkan dalam status kesehatan yang normal. Secara ideal ketiga dimensi kesehatan tersebut hams hadir secara bersama untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah di berbagai jenjang
    corecore