1,720,959 research outputs found

    Direktori potensi wisata budaya di kawasan Karst Maros-Pangkep Sulawesi Selatan Indonesia = Directory of Cultural Potency at Maros-Pangkep Karst Area South Sulawesi Indonesia

    Full text link
    Pembuatan direktori kawasan gua prasejarah Maros-Pangkep yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar bekerjasama dengan Ujungpandang Heritage Society ini menjadi langkah awal bagi kita bersama untuk melakukan upaya-upaya pelestarian lainnya. Termasuk pembuatan direktori budaya untuk tinggalan purbakala yang terdapat dikabupaten lain di Sulawesi Selatan yang sangat kaya dengan keragaman budaya

    Direktori potensi wisata budaya Pulau Selayar Sulawesi Selatan Indonesia

    Full text link
    Pembuatan direktori tentang budaya dan tinggalan purbakala di kabupaten Seiayar yang dilakukanoleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar bekerjasama dengan Ujungpandang Heritage Society ini menjadi langkah awal bagi kita bersama untuk melakukan upaya-upaya pelestarian lainnya. Termasuk pembuatan direktori budaya untuk tinggalan purbakala yang terdapat di kabupaten lain di Sulawesi Selatan yang sangat kaya dengan keragaman budaya. Apresiasi positif tentu saja ditujukan pada tim direktori dan seluruh pihak yang telah meluangkan waktu, mencurahkan pikiran dan tenaganya dalam membuat direktori ini. Sejak pembentukan tim, pengumpulan data di lapangan sampai penyusunan naskah direktori ini telah banyak pihak yang terlibat

    Refleksi 100 tahun Lembaga Purbakala Makassar 1913-2013: Pengelolaan pelestarian cagar budaya

    Full text link
    Penerbitan buku ini, diilhami oleh suatu fakta bahwa keberadaan lembaga purbakala di Indonesia telah mencapai 100 tahun dari 14 Juni 1913 hingga 14 Juni 2013. Perjalanan panjang lembaga ini jelas telah mengemban peran yang tidak kecil bagi pembangunan kebudayaan bangsa. Oleh karena itu, sebagai suatu apresiasi nyata dari peran itu, diusia 100 tahun ini Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar, yang merupakan salah satu Unit Kepurbakalaan sebagai kelanjutan dari Lembaga Purbakala di Indonesia, berupaya memperingatinya dengan sebuah karya yang monumental, dalam bentuk buku. Tulisan atau karya-karya tulis dalam buku sederhana ini, selain menyajikan tentang bagaimana peraturan perundangan kepurbakalaan itu berkembang, bentuk aktifitas dan penanganan kepurbakalaan itu berubah, karya tulis yang ada juga mendeskrepsikan sebagian dari potensi kepurbakalaan di wilayah kerja BPCB Makassar yang merupakan asset kepurbakalaan yang perlu perhatian serius di masa depan. Kawasankawasan purbakala seperti di Lembah Walannae, Kalumpang, dan kawasan prasejarah di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat lainnya senantiasa membutuhkan perhatian besar lembaga ini. Oleh karena itu, deskripsi awal yang disajikan dalam buku ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk penanganan selanjutnya

    Potensi kepurbakalaan kabupaten Soppeng

    Full text link
    Peninggalan sejarah dan purbakala sebagai salah satu potensi yang dimiliki oleh suatu daerah, perlu dilakukan inventarisasi agar potensi situs peninggalan purbakala di daerah tersebut dapat diketahui. Pendataan atau inventarisasi itu meliputi pencatatan, pendokumentasian (foto} dan penggambaran situs. Pencatatan itu meliputi aspek-aspek peninggalan purbakala tersebut, berupa situs, lokasi, periodisasi dan catatan tentang aspek-aspek arkeologis dan historis suatu situs. Temasuk dalam kegiatan ini, adalah flatting situs dalam peta wilayah (Kecamatan atau Kawasan). Tulisan ini, merupakan langkah awal dalam upaya pelestarian situs peninggalan sejarah dan purbakala. Data situs tersebut, akan menjadi acuan dasar dalam upaya pengambilan keputusan atau kebijaksanaan terhadap upaya pelestarian situs peninggalan purbakala dan pemanfaatannya kedepan baik sebagai objek wisata budaya, maupun sebagai upaya pelestarian nilai dan identitas masyarakat dan sejarah Soppeng

    Refleksi 100 tahun lembaga purbakala Makassar 1913-2013 pengelolaan pelestarian cagar budaya

    No full text
    Buku Refleksi 100 Tahun Lembaga Purbakala Makassar dapat diterbitkan sebagaimana yang ada sekarang. Lembaga pemerintah, Umur 100 tahun merupakan rentang waktu yang cukup panjang dalam menepaki peranannya dan memberi andil bagi pembangunan kebudayaan bangsa. Sebagai lembaga yang bergerak pada aspek tinggalan budaya, dan lebih khusus pada tinggalan budaya material, sampai sekarang lembaga ini nampak jelas peran dan fungsinya sebagaimana yang dapat kita saksikan bersama. di wilayah kerja lembaga purbakala makassar, dari masa ke masa setidaknya telah membuktikan peranannya dalam upaya penguatan ketahanan budaya dan penguatan jati diri bangsa melalui dan mewakili masing-masing periode

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore