34 research outputs found

    PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGUASAAN ABJAD JARI PADA MURID TUNARUNGU KELAS DASAR IV SLB YAYASAN PENDIDIKAN BUNGA BIRAENG KEC. BONTONOMPO KAB. GOWA

    No full text
    Sahruni H, 2012. Penggunaan media gambar dalam meningkatkan kemampuan penguasaan abjad jari pada murid tunarungu Kelas Dasar IV SLB Yayasan Pendidikan Bunga Biraeng Kec. Bontonompo Kab. Gowa. Skripsi. Dibimbing oleh Drs. M.Shodiq AM, M.Pd dan Dr.Triyanto Pristiwaluyo, M.Pd. Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah kemampuan penguasaan abjad jari dengan menggunakan media gambar pada murid tunarungu kelas dasar IV di SLB Yayasan Pendidikan Bunga Biraeng Kec. Bontonompo Kab. Gowa?. Tujuan penelitian yaitu: Untuk mengetahui penguasaan abjad jari melalui penggunaan media gambar pada murid tunarungu kelas dasar IV di SLB Yayasan Pendidikan Bunga Biraeng Kec. Bontonompo Kab. Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan satu peubah, yakni penguasaan abjad jari melalui penggunaan media gambar. Populasi penelitian sebanyak 4 orang murid. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan tes perbuatan yaitu untuk memperolah gambaran kemampuan penguasaan abjad jari murid tunarungu, baik sebelum maupun sesudah pengajaran dengan penggunaan media gambar. dan teknik analisis data digunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan penguasaan abjad jari murid tunarungu kelas dasar IV di SLB Yayasan Pendidikan Bunga biraeng Kec. Bontonompo Kab. Gowa sebelum pengajaran melalui penggunaan media gambar menunjukkan kategori kurang mampu.2) Kemampuan penguasaan abjad jari murid tunarungu kelas dasar IVdi SLB Yayasan Pendidikan Bunga Biraeng Kec. Bontonompo Kab. Gowa sesudah pengajaran melalui penggunaan media gambar menunjukkan peningkatan menjadi mampu dan sangat mampu.3) Terdapat peningkatan kemampuan penguasaan abjad jari murid tunarungu kelas dasar IVdi SLB Yayasan Pendidikan Bunga Biraeng Kec. Bontonompo Kab. Gowa dari kategori kurang mampu menjadi kategori mampu dan sangat mampu, yang berarti metode pengajaran melalui penggunaan media gambar terbukti efektif

    Aspek Kehidupan Sosial Dalam Naskah Drama Mega-mega Karya Arifin C. Noer (Sebuah Telaah Sosiologi Sastra Ian Watt)

    No full text
    penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan konteks sosial pengarang dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer, (b) mendeskripsikan sastra sebagai cermin masyarakat dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer, (c) mendeskripsikan fungsi sosial sastra yang terdapat dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah dialog-dialog yang terdapat dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C.Noer. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca, dan teknik pencatatan. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis konteks sosial pengarang, sastra sebagai cermin masyarakat dan fungsi sosial sastra dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer berdasarkan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arifin C. Noer menggunakan sejumlah tokoh pada naskahnya terlibat beberapa konflik dan menghasilkan bahwa drama yang diangkat oleh Arifin C.Noer sangat dekat dengan dunia keseharian dalam realita kehidupan, yaitu banyak sekali ditemui kaum gelandangan yang hidup tidak layak di sekitaran Alun-alun kota Yogyakarta serta posisi satrawan yang juga dipandang sebelah mata. Drama ini merupakan drama yang mengandung kritik tajam terhadap ketimpangan sosial sehingga Mega-mega merupakan refleksi aspek kehidupan sosial. Saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah menggunakan konsep dasar tentang konteks sosial pengarang, karya sastra sebagai cermin masyarakat dan fungsi sosial sastra. Kata Kunci : Aspek Sosial, Konteks Sosial, Cermin Masyarakat, Fungsi Sosial, Sosiologi

    Analisis Koordinasi Gerak Mata dan Tangan Anak Melalui Kegiatan Montase di Kelompok B TK Al Istiqamah Pampang

    No full text
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) dukungan orang tua dan guru kepada anak dalam peningkatan koordinasi gerak mata dan tangan anak dengan memberikan kesempatan kepada anak melakukan aktivitas yang di inginkan namun mereka tetap memberikan pengawasan kepada anak, 2) perkembangan koordinasi gerak mata dan tangan anak di kelompok B TK Al Istiqamah berada pada status Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Hal ini dilihat pada anak yang memiliki perkembangan yang cukup baik pada saat melakukan kegiatan yang menyangkut perkembangan koordinasi gerak mata dan tangan, 3) perkembangan koordinasi gerak mata dan tangan di TK Al Istiqamah melalui kegiatan montase berada pada tahap Berkembang Sesuai Harapan (BSH) hal ini menunjukkan bahwa kegiatan montase ini dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan koordinasi gerak mata dan tangan pada anak karena kegiatan ini cukup menarik hingga membuat mereka bersemangat mengerjakan kegiatan montase ini

    Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan di Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin Makassar : Analisis Data Sirkulasi 2011-2012

    No full text
    Skripsi ini membahas tentang Pemanfaatan Koleksi perpustakaan Di perpustakaan pusat Universitas Hasanuddin Makassar: Analisis Data Sirkulasi Tahun 2011-2012. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Koleksi Buku mana yang paling sering dimanfaatkan pemustaka pada periode 2011-2012 di Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin Makassar.Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Koleksi Buku mana yang paling sering dimanfaatkan pemustaka pada periode 2011-2012 di Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin Makassar. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data Primer dikumpulkan melalui data sirkulasi pada tahun 2011-2012 dan data sekunder dikumpulkan melalui Dokumentasi dan laporan-laporan yang ada kaitanya dengan penelitian ini. Sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi buku yang paling sering dimanfaatkan oleh pemustaka selama dua periode yaitu tahun 2011-2012. Ada pada kelompok Teknologi/Ilmu terapan dengan nomor klasifikasi 600, kelompok Ilmu Sosial dengan nomor klasifikasi 300, kelompok Sains/Ilmu-ilmu murni dengan nomor klasifikasi 500,kelompok Ilmu bahasa dengan nomor klasifikasi 400 dan kelompok sejarah dan Geografi dengan nomor klasifikasi 900. Pada tahun 2011 jauh lebih besar buku terpinjam dibanding tahun 2012, disebabkan karena kebutuhan informasi tidak merata atau disebabkan karena kecilnya ketersedian informasi tertentu yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka

    MAKNA AKULTURASI HINDU BUDDHA PADA ARSITEKTUR CANDI PLAOSAN

    No full text
    The purpose of this study was to see: (1) Hindu-Buddhist influence on the Plaosan Temple architecture, (2) The meaning of architecture and its relation to the Hindu-Buddhist tradition of the Plaosan Temple.The method used in this research is literature combined with observation and in-depth interviews to complement the data. Literature is sourced from books, journals and final reports of the after-retirement of the Central Java Cultural Heritage Conservation Center. Interviews involve historians, academics, and historical activists. The data collected is then processed and displayed so that it can be concluded.The results showed that (1) the combination of Hindu and Buddhist architecture can be seen from the ancillary temples and the ancillary stupas found in the Plaosan Temple complex. The Perwara Temple in the Plaosan Temple complex has Hindu architectural features which can be seen from the top of the temple which is shaped like a pearl, while the Perwara Stupa in the Plaosan Temple complex has Buddhist architectural features that can be seen from the top of the temple which is shaped like a stupa. (2) The Hindu-Buddhist acculturation at the Plaosan Temple complex reflects the harmony between the two religions. In addition, the Plaosan Temple complex is associated with 72 Perwara Temples and 268 Perwara Stupas, as well as many statues and inscriptions depicting a society that is humanist, harmonious and has a high spirit of mutual cooperation.Keywords: acculturation, architecture, plaosan templ

    Resume

    No full text
    Ada berbagai istilah di dalam penyebutan Hukum Administrasi Negara yang merupakan terjemahan dari Administratiefrecht yang dikenal di Negara Belanda, Verwaltungsrecht di Jerman, Droit Administratif di Perancis, Administratif Law di negara Inggris dan Amerika. Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia dahulu merupakan bekas jajahan Belanda, sehingga Hukum Administrasi Negara Indonesia merupakan terjemahan dari Administratiefrecht. Untuk menerjemahkan Administratiefrecht dari Hukum Belanda ini para ahli hukum di Indonesia belum ada kata sepakat. Baru setelah dikeluarkannya UU No.5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan oleh para ahli. E.Utrecht dalam bukunya “Pengantar Hukum Administrasi” , mula mula memakai istilah Hukum Administrasi Negara Indonesia. WF Prins dalam bukunya “Inleiding in het administratiefrecht” memakai istilah Hukum Tata Usaha Negara Indonesia. Wirjono Prodjodikoro memakai istilah Hukum Tata Usaha Pemerintah. Prajudi Atmasudirdjo memakai istilah Hukum Administrasi Negara. Dalam SK Mendikbud tanggal 30 Desember 1972 No.0198/U/1972 tentang Kurikulum Minimal menggunakan istilah Hukum Tata Pemerintahan. Rapat staf dosen Fakultas-fakultas Hukum Negri seluruh Indonesia yang diadakan pada bulan Maret 1973 di Cibulan memakai istilah Hukum Administrasi Negara dengan tidak menutup kemungkinan menggunakan istilah lain. SK Kurikulum yang terakhir menggunakan istilah Hukum Tata Usaha Negara
    corecore