104 research outputs found

    Aspek Kepribadian Tokoh Utama Pada Novel Sepatu Terakhir Karya Toni Tegar Sahidi Dengan Tinjauan Psikologi Sastra Beserta Implementasinya Di SMA

    No full text
    Tujuan penelitian (1) mendeskripsikan struktur yang membangun novel Sepatu Terakhir karya Toni Tegar Sahidi, (2) mendeskripsikan aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Sepatu Terakhir karya Toni Tegar Sahidi dengan tinjauan psikologi sastra, (3) mendeskripsikan implementasi pengajaran sastra dalam novel Sepatu Terakhir karya Toni Tegar Sahidi dengan tinjauan psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah aspek kepribadian tokoh utama dalam novel Sepatu Terakhir karya Toni Tegar Sahidi. Data dalam penelitian berupa wacana yang berkaitan dengan objek penelitian dalam novel Sepatu Terakhir karya Toni Tegar Sahidi. Sumber data primer dalam penelitian adalah teks novel Sepatu Terakhir. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Validitas data menggunakan trianggulasi teori. Teknik analisis data menggunakan metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil analisis aspek kepribadian tokoh utama pada novel Sepatu Terakhir karya Toni Tegar Sahidi, peneliti menemukan lima Aspek kepribadian pada tokoh utama yakni: (1) Bertanggung Jawab , (2) Pemaaf, (3) Dermawan, (4) Bekerja keras, (5) Menghargai, dan (6) Agresif

    Nilai Kemanusiaan pada Novel Sepatu Terakhir Karya Toni Tegar Sahidi

    No full text
    AbstractThis study aims to describe the values of humanity in the novel Shoes Last Toni Tegar Sahidi. The method used in this research is a descriptive method. The novels are analyzed and interpreted based on existing theory, then described in accordance with the objectives of the study. From the results of data analysis, there are eight human values, namely: human and love, human and beauty, human and suffering, human and justice, human and responsibility, human and life view, human and anxiety, and human and hope.Keywords: literature, novel, human value.</p

    The relationship between organizational culture and knowledge management among staff in Universiti Malaysia Kelantan, Bachok campus / Mohamad Asif Sahidi

    No full text
    The title for this study is the relationship between organizational culture and knowledge management among staff in University Malaysia Kelantan (UMK) Bachok Campus. The purpose of this study was to investigate the most dominant culture types applied among staff in UMK Bachok Campus. Secondly, this study investigated the most important knowledge management dimension adapted by the staff. Lastly, this study was examined the relationship between organizational culture and knowledge management among staff in UMK bachok campus. The questionnaire distributed to 155 staffs of UMK Bachok Campus. A Pearson's correlation analysis was performed to test the relationship between organizational culture and knowledge management. The Pearson product moment correlation coefficients indicated a positive significant correlation between all of the organizational culture types and knowledge management in UMK Bachok Campus. The correlation between organizational culture and knowledge management show that there was positive and very strong relationship between those two variables

    Proses Koneksi Matematis Siswa Impulsif dan Reflektif dalam Menyelesaiakan Masalah Aljabar Berdasarkan Taksonomi SOLO

    No full text
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses koneksi matematis siswa yang memiliki gaya kognitif impulsive dan siswa reflektif dalam menyelesaikan masalah aljabar berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan memberikan tes kognitif dengan menggunkan instrumen Maching Familiar Figure Test (MFFT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan maslalah aljabar siswa impulsif hanya mampu mencapai level multistructural, pada tahap ini siswa impulsif mempunyai kemampuan mengkonstruksi beberapa ide-ide koneksi matematis yang televan tetapi tidak bisa menghubungkan ide-ide yang tedapat pada masalah sehingga siswa impulsif kesulitan dalam menyelesaikan soal. Pada tahap reflektif memiliki kemampuan mengkonstruk semua ide-ide koneksi matematis yang relevan dan bisa menghubungkan ide-ide tersebut dengan koneksi matematis yang lain dalam hal ini mampu menghubungkan antara konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari, konsep aljabar dengan konsep pemfaktoran aljabar, konsep aljabar dengan konsep bilangan, konsep aljabar dengan konsep geometri bangun datar serta dapat menggeneralisasikan dan mengaplikasikan serta dapat mentransfer ide-ide koneksi matematis secara menyeluruh sehingga dapat menemukan simpulan yang relevan. Akan tetapi siswa yang memiliki gaya kognitif relflektif memiliki tingkat ketelitian yang tinggi, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama dalam menyelesaikan masala

    Neoliberalism in the tourism and hospitality sector/ Vipin Nadda, Sahidi Bilan, Muhammad Azam and Dirisa Mulindwa, editors.

    No full text
    Includes bibliographical references."This book explores globalization from a tourism and hospitality context. It also evaluates whether globalization is a new form of colonization or a new form of economic cooperation between third world and developed countries"--Wine and glocal gastronomy in Mexico / Nava Jimenez -- Globalization and the code of ethics of tourism / António Queirós -- The end of tourism as we know it : neoliberalism, thana-capitalism and touring / Maximiliano Korstanje, Babu George -- Developing tourism sector with neoliberalism orientated strategies in countries with scarce financial resources : developing tourism sector with neoliberalism orientated strategies / Sumesh Dadwal -- Glocalisation and sustainable business solutions : business and environmental sustainability / Michael Fowowe -- Changing political environment in the West and its impact on international tourism / Muhammad Aazam -- Global innovation and local sustainability / Blessing George Adepoju -- Global tourism and the economic growth : what it means? / Blerton Hyseni -- The role of corporate social responsibility (CSR) in tourism and hospitality : a case study of the Victoria Falls, Zambia / Rubina Moniz Vieira, Vipin Nadda -- Tourism's potential as an economic messiah : the case of South Africa / Unathi Sonwabile Henama.1 online resource

    PERAN KEBIJAKAN OPEN ACCESS INFORMASI DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI ILMIAH DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

    No full text
    Sebagai lembaga informasi, perpustakaan dituntut untuk memberikan akses informasiseluas-luasnya kepada masyarakat dengan menerapkan konsep open access information,agar informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal baik offline maupunonline. Perpustakaan Perguruan Tinggi yang juga penyedia informasi tentunya sudahmemanfaatkan teknologi informasi dalam menyebarkan informasi yang dimilikinya, akantetapi diseminasi informasi yang dilakukan belum maksimal dalam memberikan akseskepada penggunananya. Diseminasi informasi yang dilakukan masih memberikan batasanbatasan, informasi mana yang bisa diakses. Pemberian batasan ini karena menganggapgerakan open akses informasi merupakan sebuah tindakan melegalkan plagiarisme dikalangan mahasiswa dan dosen. Open akses informasi di Perpustakaan sebenarnyamemiliki peran dalam membangun komunikasi Ilmiah yang berkelanjutan, hal ini karenadengan adanya kebijakan open akses dapat membuka peluang bagi mereka untukmenghasikan karya-karya baru yang berguna bagi proses pengembangan ilmu pengetahuandan teknologi di Indonesia. Pengetahuan-pengetahuan baru tersebut diharapkan dapatdiakses, dimanfaatkan, dan menjadi rujukan bagi pengembangan keilmuan di masa yangakan datang. Dengan adanya gerakan open akses, Pustakawan juga memiliki peran dalammendistribusikan informasi. Pustakawan diharapkan dapat melakukan penajaman programprogram pendidikan kesarjanaan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, program-programberkelanjutan dalam betuk latihan dan penyegaran tentang komunikasi ilmiah diPerpustakaan-perpustakaan perguruan Tinggi, Pustakawan secara aktif mempromosikanInstitutional Repositories, ikut terlibat dalam pengembangan dan perubahan sistempublikasi ilmiah dan memastikan dukungan kebijakan dari universitas dan perpustakaansebagai tempat bernaungnya para pustakawan yang menggalakan kebijakan open accessterhadap informasi

    Motivasi Mahasiswa Memilih Program Studi Diploma 3 Perpustakaan Jurusan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak

    No full text
    AbstrakSalah satu jenjang pendidikan yang ada di Perguruan Tinggi adalah berdirinya program studi Ilmu Perpustakaan baik jenjang Diploma 3, Sarjana, dan bahkan tingkat magister. Lahirnya program studi ilmu  perpustakaan dilatarbelakangi oleh perkembangan informasi dan lembaga informasi seperti perpustakaan. Untuk menjalankan fungsi perpustakaan dan lembaga informasi, maka perpustakaan tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang ilmu informasi dan perpustakaan. Sumber daya di bidang perpustakaan ini nantinya disebut sebagai ahli informasi atau pustakawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui motivasi mahasiswa memilih Program Studi Diploma 3 Perpustakaan, Jurusan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak”. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptf dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) faktor-faktor yang mendorong mahasiswa memilih program studi Diploma III Perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak diperngaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang mendorong mereka sebagian besar dilakukan oleh orang tua keluarga dekat mahasiswa yang bersangkutan. Sebanyak 42 responden atau sekitar 56,7 % mahasiswa didorong oleh orang tuan dan keluarga dekatnya dan hanya 13 responden atau sekitar 17, 5% atas dasar kemauan atau sendiri. (2) Prospek karir yang diharapkan oleh mahasiswa setelah lulus dari Prodi Diploma III Perpustakaan sekitar 56, 7 % responden menyatakan bahwa mereka menginginkan menjadi pustakawan yang profesional dalam mengelola informasi.   AbstractOne of the education levels in Higher Education is the establishment of Library Science study programs at both Diploma 3, Bachelor, and even master level levels. The birth of library science study programs was motivated by the development of information and information institutions such as libraries. To carry out the functions of libraries and information institutions, libraries certainly need competent human resources in the field of information science and libraries. Resources in the library field will later be referred to as information experts or librarians. This study aims to determine the motivation of students to choose the Library 3-D Study Program, Language and Arts Department, Faculty of Teacher Training and Education, Tanjungpura University, Pontianak ". This research method uses descriptive methods with a qualitative approach. The results of this study are as follows: (1) the factors that encourage students to choose Diploma 3 study programs in the Teaching and Education Faculty Library of Tanjungpura University in Pontianak are influenced by external factors. External factors that encourage them are mostly carried out by parents of close family of the students concerned. As many as 42 respondents or around 56.7% of students are encouraged by their parents and close relatives and only 13 respondents or around 17.5% are of their own volition. (2) Career prospects expected by students after graduating from the Diploma III Library Program about 56, 7% of respondents stated that they want to become professional librarians in managing information

    Eksistensi perpustakaan sebelum kehadiran Islam

    No full text
    The library before Islam experienced a fairly dynamic development. This can be seen from the existing library in the Mesopotamian region which was originally a Sumaria as the originator of writing, until the library Telloh that developed where there are 30 thousand midrib or writing media there are also there. In that place also found some places used to memorize and there are books about religion, magic and legislation. History records that there were a number of libraries ever established by humans before the arrival of Islam in Arab and medieval Europe, this library is the Library in Mesopotamia, the Ancient Egyptian Library, the Ancient Greek Library, the Ancient Roman Library and the Library in Europe.Keywords: library, isla
    corecore