1,722,983 research outputs found

    LITERATUR RIVIEW PENGARUH PENYULUHAN SADARI TERHADAP KEMAMPUAN PRAKTIK SADARI REMAJA

    No full text
    SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri ) merupakan pemeriksaan pada payudara sendiri untuk menemukan benjolan yang abnormal. Banyak wanita yang mengira bahwa pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi adanya kanker, pada kenyataan pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan secara rutin memungkinkan wanita untuk mengenali bentuk normal payudaranya, sehingga adanya kelainan atau perubahan pada payudara dapat segera diketahui. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat adakah pengaruh penyuluhan SADARI terhadap kemampuan Praktik SADARI. Metode yang digunakan yakni literature review. Jurnal penelitian ini melakukan penyaringan dari google scholar, Pubmed dan JIB sebanyak 10 jurnal masuk kedalam kategori inklusi sehingga dilakukan review jurnal. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh penyuluhan terhadap kemampuan melakukan SADARI pada remaja putri. Pihak institusi pendidikan dan petugas perencana program di pelayanan kesehatan disarankan saling meningkatkan kerjasama untuk membuat program pendidikan kesehatan khususnya SADARI yang mana masih minimnya pengetahuan remaja

    PENGARUH PENYULUHAN METODE AUDIO VISUAL TENTANG SADARI TERHADAP MINAT MELAKUKAN SADARI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BANTUL

    No full text
    Latar Belakang: SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri merupakan upaya\ud untuk mengetahui adanya kelainan yang merupakan tanda dan gejala kanker\ud payudara. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada siswi kelas X SMA\ud Muhammdiyah 1 Bantul menunjukan bahwa dari 12 siswi, 1 mahasiswa mengetahui\ud SADARI dan 11 siswa belum mengetahu. Penyuluhan SADARI dilakukan untuk\ud mengetahui minat siswi X Muhammadiyah 1 Bantul tentang SADARI.\ud Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan metode Audio Visual tentang\ud SADARI terhadap Minat melakukan SADARI pada siswi X Muhammadiyah 1\ud Bantul.\ud Metode: Metode penelitian ini pre eksperiment dengan one group pretest-postest.\ud Variabel bebasnya penyuluhan metode audio visual dan variabel terikatnya minat\ud melakukan SADARI. Populasi penelitian ini siswi kelas X sebanyak 33 siswi. Teknik\ud pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan\ud kuesioner tentang minat SADARI dengan uji paired t-test menggunakan taraf\ud signifikan 0,05.\ud Hasil Penelitian: Terdapat penagruh penyuluhan metode audio visual tentang\ud SADARI terhadap minat melakukan SADARI pada siswi X Muhammdiyah 1 Bantul,\ud dengan < t – 30.907 < 1,69) dan p = 0,000 < 0,050.\ud Simpulan dan Saran: Ada pengaruh penyuluhan metode audio visual tentang\ud SADARI terhadap minat melakukan SADARI pada siswi X SMA Muhammadiyah\ud Bantul. Bagi siswi SMA Muhammdiyah 1 Bantul diharapkan rutin untuk melakukan\ud SADARI

    Pengaruh Penyuluhan Sadari Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Sadari Kelas X Di Sman 1 Kasihan Bantul

    No full text
    SADARI merupakan suatu pemeriksaan payudara sendiri yang SADARI merupakan suatu pemeriksaan payudara sendiri yang dapat dilakukan di depan cermin. SADARI membantu mengecek kondisi payudara apakah terdapat benjolan ataupun perubahan lainnya yang dapat menjadi tanda terjadinya tumor atau kanker payudara yang membutuhkan perhatian medis. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan SADARI terhadap pengetahuan remaja tentang SADARI kelas X di SMAN 1 Kasihan Bantul. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain penelitian one grup prestes-posttest. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil data uji statistic Wilcoxon pengetahuan remaja nilai signifikasi (P) sebesar ,000 (P<0.05. sehingga menunjukkan HA diterima dan Ho ditolak. Terdapat Pengaruh Penyuluhan SADARI Terhadap Pengetahuan Remaja tentang SADARI Kelas X di SMAN 1 Kasihan Bantul. Diharapkan para responden dengan diberikan penyuluhan dapat melakukan SADARI sendiri dirumah rutin setiap bulannya setelah menstruasi dan menyampaikan kepada orang tua dan lingkungannya

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang SADARI Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Tingkat Pengetahuan SADARI di SMAN 2 Malang.

    No full text
    Kanker payudara (Carcinoma mammae) adalah penyakit ganas yang menyerang kelenjar air susu, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara yang dapat di deteksi sejak dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pendidikan kesehatan tentang SADARI menggunakan media audiovisual merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang SADARI menggunakan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan SADARI di SMAN 2 Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian preexperimental one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tingkat pengetahuan SADARI. Uji statistik menggunakan Wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan tentang SADARI menggunakan media audiovisual. Hasil uji Wilcoxon sign rank test antara pretest dan posttest didapatkan hasil p value sebesar 0.00 (α ≤ 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang SADARI menggunakan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan SADARI. Pemilihan media audiovisual berisi penjelasan tentang SADARI sekaligus demonstrasinya yang lebih detail sehingga dapat diamati lebih jelas dan dapat diputar lagi kedepannya dapat meningkatkan antusias responden dalam mendapatkan pengetahuan tentang SADARI. Pendidikan Kesehatan tentang SADARI menggunakan media audiovisual pada siswi diharapkan mampu mendukung upaya promosi dan prevensi kanker payudara di Indonesia

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP PRAKTIK SADARI DI SMKN 1 SEMARANG

    No full text
    Tingginya tingkat kematian akibat kanker payudara terutama di Indonesia menurut Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ), usia penderita kanker payudara saat ini cenderung makin menurun, tidak lagi hanya pada wanita usia di atas 35 tahun, namun kini sudah merambah ke para remaja putri (YKPJ, 2011). Kanker payudara dapat dideteksi dengan cara yang mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah yaitu dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Tindakan ini sangat penting karena hampir 85 % benjolan payudara ditemukan oleh penderita sendiri (Dyayadi, 2009).Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan metode demonstrasi terhadap praktik SADARI di SMKN 1 Semarang. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Semarang. Penelitian ini menggunakan desain adalah One Group Pre-test and Post-test. Populasinya adalah siswi kelas XI di SMKN 1 Semarang. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik Total Sampling. Semua sampel akan mendemonstrasikan praktik SADARI secara satu per satu dan dinilai dengan menggunakan checklist.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap praktik SADARI di SMKN 1 Semarang, dengan nilai p value 0,001. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) rata-rata skor praktik SADARI hanya 2,04, setelah diberikan pendidikan kesehatan meningkat menjadi 20,12. Hasil penelitian ini diharapkan siswi kelas XI SMKN 1 Semarang dapat selalu mempraktikan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) rutin setiap bulannya, dan menyebarluaskan praktik SADARI dengan teman sebaya, dan keluarga

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN PERILAKU IBU DALAM MELAKUKAN SADARI

    No full text
    Penderita kanker payudara dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang sadari semakin baik perilaku ibu dalam melakukan sadari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dengan perilaku ibu dalam melakukan sadari. Penelitian ini dilakukan di desa Katimoho Wilayah Puskesmas Kedamean Gresik. Jellis penelitian adalah analitik dan rancang bangun yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian sebesar 589 ibu dengan sampel sebesar 238 ibu. Cara pengambilan sampel secara cluster random sampling. Variabel Independen pengetahuan ibu tentang pemeriksaan payudara sendiri dan variabel Dependen perilaku ibu dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri. uji yang dipakai adalah uji Chi-Square Dari basil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu tentang pemeriksaan payudara sendiri (sadari) sebagian besar (63%) berpengetahuan kurang . dan sebagian kecil (12,6%)ibu yang melakukan sadari. Hasilnya uji statistic didapatkan p < a.. Maka H1 diterima yang artiya ada hubungan pengetahuan ibu tentang pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dengan perilaku ibu dalam melakukan sadari Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu tentang sadari maka semakin baik perilaku ibu dalam melakukan sadari. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu maka ibu diharapkan lebih berperan aktif dalam kegiatan di Puskesmas tentang sadari

    PENGARUH PENYULUHAN SADARI TERHADAP KETERAMPILAN MELAKUKAN SADARI PADA KADER KESEHATAN DI DESA ARGODADI BANTUL

    No full text
    Latar Belakang : Insiden kanker payudara masih menempati urutan kasus\ud baru sebesar 43,3% dan kematian akibat kanker sebesar 12,9%. Upaya preventif\ud dalam menggurangi angka kejadian kanker payudara yaitu memberikan penyuluhan\ud kesehatan mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan : Mengetahui\ud pengaruh penyuluhan SADARI terhadap keterampilan melakukan SADARI pada\ud kader kesehatan di Desa Argodadi Bantul. Metode : Penelitian ini merupakan\ud penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design.\ud Sampel diambil berdasarkan teknik total sampling, yaitu 100 orang kader kesehatan.\ud Instrumen pengumpulan data penelitian adalah daftar tilik pemeriksaan SADARI.\ud Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed ranks.Hasil : Sebelum dilakukan\ud penyuluhan SADARI mayoritas responden masuk kategori tidak terampil, yaitu 58\ud orang (58%). Setelah dilakukan penyuluhan SADARI mayoritas responden masuk\ud dalam kategori terampil dalam melakukan SADARI, yaitu sebanyak 99 orang (99%).\ud Hasil uji statistik menggunakan wilcoxon signed ranks test menunjukkan p value\ud sebesar 0,000 (p<α =0,05), yang berarti bahwa ada pengaruh penyuluhan SADARI\ud terhadap keterampilan melakukan SADARI. Simpulan dan Saran : Ada pengaruh\ud penyuluhan SADARI terhadap keterampilan melakukan SADARI pada kader\ud kesehatan di Desa Desa Argodadi Bantul Yogyakarta. Diharapkan para kader\ud kesehatan di desa Agodadi dapat secara rutin mengaplikasikan pengetahuan dan\ud keterampilan dalam melakukan SADARI

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN SADARI TERHADAP PRAKTIK SADARI PADA SISWI MAN 1 SURAKARTA

    No full text
    Mahadmi Nursinta. R1116050. Pengaruh Pendidikan Kesehatan SADARI Terhadap Praktik SADARI Pada Siswi MAN 1 Surakarta. Program Studi DIV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta Latar belakang: Tingginya angka kejadian kanker payudara di Surakarta yang mencapai 9.320 penderita dapat dicegah secara dini dengan memulai memberikan pendidikan kesehatan SADARI untuk dipraktikkan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan SADARI terhadap praktik SADARI siswi SMA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasy experimental) dengan pendekatan non equaivalent control grup. Teknik sampling yang digunakan adalah kuota sampling dengan jumlah sampel 67 siswi yang memenuhi kriteria retriksi. Pengumpulan data praktik SADARI menggunakan checklist. Teknik analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Rata-rata nilai pretest dan posttest praktik pemeriksaan payudara (SADARI) pada kelompok kontrol sebesar 2,06 dan 2,15, sedangkan pada kelompok eksperimen sebesar 2,09 dan 14,62. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil p = 0,000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan SADARI terhadap praktik SADARI pada siswi MAN 1 Surakarta. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Praktik, SADARI

    GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG SADARI PADA REMAJA PUTRI

    No full text
    Salah satu penyakit payudara yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yakni kanker payudara. Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang mempunyai prevalensi cukup tinggi, kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Untuk para wanita yang memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman yang rendah tentang kanker payudara dan cara deteksinya perlu diberikan informasi mengenai kanker payudara dan cara deteksinya yaitu SADARI sejak usia remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang sadari pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode literature review dengan variabel tunggal yaitu pengetahuan tentang SADARI. Analisis dari 10 jurnal yang ditemukan pengetahuan tentang SADARI pada remaja putri Kemampuan dan perilaku deteksi dini sebaiknya dimulai sejak masa remaja, dimana remaja adalah komunitas dengan rasa keingintahuan yang tinggi sehingga memberikan informasi sejak usia remaja sangat dibutuhkan. Untuk itu remaja putri harus diberikan informasi tentang SADARI sebagai suatu metode pemeriksaan payudara yang efektif untuk menemukan tumor sedini mungkin serta diharapkan adanya peran tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan secara berkesinambungan dan menindak lanjuti. Mengenai gambaran pengetahuan tentang sadari pada remaja putri maka penulis menarik kesimpulan bahwa dari litelatur review 10 jurnal sebagian besar kurang mengetahui tentang SADARI dikarenakan karena kurangnya pengetahuan tentang SADARI di lingkungan sekitar mereka, sebagian besar mereka belum pernah melakukan SADARI atau perilaku SADARI

    Hubungan antara Riwayat Pelatihan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) dengan Perilaku SADARI Rutin pada Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Kendalsari.

    No full text
    Kanker payudara merupakan kanker dengan urutan kedua terdiagnosa terbanyak di dunia. Provinsi Jawa Timur menempati urutan kedua penderita kanker payudara terbanyak di Indonesia. Puskesmas Kendalsari di Kecamatan Lowokwaru merupakan puskesmas di Kota Malang dengan jumlah penderita tumor payudara tertinggi pada tahun 2016. Periksa Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu tindakan skrining kanker payudara. Upaya pemerintah mengenalkan SADARI kepada masyarakat adalah dengan kegiatan pelatihan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat pelatihan SADARI dengan perilaku SADARI rutin pada WUS di Puskesmas Kendalsari. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah WUS yang datang ke Puskemas Kendalsari yang memenuhi kriteria inklusi, menggunakan teknik kuota sampling. Variabel yang diukur adalah riwayat pelatihan SADARI dengan perilaku SADARI rutin, diukur menggunakan kuisioner, dianalisa dengan uji korelasi Koefisien Kontingensi menggunakan SPSS 21 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan 30% dari responden pernah mendapatkan pelatihan SADARI, 94% dari responden melakukan SADARI dengan 40% melakukan SADARI secara rutin. Berdasarkan uji Koefisien Kontingensi (KK) menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti terdapat hubungan riwayat pelatihan SADARI dengan perilaku SADARI rutin pada WUS di Puskesmas Kendalsari. Tingkat keeratan KK dengan nilai value 0,530 yang berarti terdapat korelasi yang cukup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara riwayat pelatihan SADARI dengan perilaku SADARI rutin pada WUS di Puskesmas Kendalsari. Disarankan bagi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan perilaku SADARI rutin pada WUS dengan membuat agenda rutin serta target untuk pencapaian pelatihan SADARI
    corecore