1,722,735 research outputs found
Correction: Saadah et al. Developing Robust Safety Protocols for Radiosurgery within Patient Positioning System Framework. Machines 2024, 12, 106
After the publication of the paper, Endre Takacs from Clemson University contacted the corresponding author Alaa Saadah to ask for multiple individuals (Laszlo Fadgyas, Jason Henderson, Tibor Koroknai, Máté Koroknai, David Takacs, Peter Panko, and Endre Takacs) to be added as additional co-authors of the original publication [...
Pensyarah ACIS merangkul naib johan dalam Musabaqah Tilawah dan Hafazan Al-Quran Peringkat Negeri Sembilan 2024 / Nor Saadah Musa
Pada 13-15 Februari 2024 bersamaan 3-5 Syaaban 1445H yang lepas, Ustazah Nor Saadah bt Musa, pensyarah Akademi Pengajian Islam Kontemporari (ACIS) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan, Kampus Seremban telah menyertai musabaqah tilawah dan hafazan al-Quran peringkat Negeri Sembilan. Alhamdulillah beliau telah dinobatkan sebagai naib johan kategori tilawah perempuan dewasa. Program telah berlangsung di Pusat Dakwah Islamiyah (PDI), Paroi. Perasmian majlis dan penyampaian hadiah telah diperkenankan oleh Yamtuan Besar Negeri Sembilan diiringi oleh Menteri Besar Negeri Sembilan. Majlis musabaqah tilawah dan hafazan al-Quran ini merupakan program tahunan yang dianjurkan oleh Jabatan Agama Islam Negeri/ Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAIN/JAKIM) menerusi penyertaan di peringkat zon/daerah dan negeri terlebih dahulu. Johan setiap peringkat akan mewakili negeri dan negara ke peringkat kebangsaan dan antarabangsa
Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren Miftahus Saadah Sukorambi Jember
Abstrak: Penggemblengan diri yang dilakukan dalam pesantren mencangkup banyak hal, diantaranya melalui pengkajian kitab kuning. Kitab kuning merupakan karya para ulama islam terdahulu yang ditulis dengan menggunakan bahasa arab tanpa memakai harakat (gundul). Pengkajian kitab kuning ini diperlukan, sebab melalui kitab-kitab kuning inilah para ulama serta santri (umat islam yang mengaji di pesantren) memperdalam kajian keilmuan, terutama yang berhubungan dengan ilmu keagamaan, seperti: al-qur'an, hadits, fiqih, ushul fiqih, aqidah, akhlak/tasawuf dan tata bahasa arab.
Penggemblengan diri atau pembelajaran yang terjadi di pesantren, tidak dapat lepas dari unsur-unsur yang berhubungan dengan metode pembelajaran, sebab penggunaan metode pembelajaran yang kurang tespat dapat menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran yang dilangsungkan. Sebagaimana lazimnya pesantren, pola metode pembelajaran yang digunakan, bisanya masih berpusat pada guru (teacher center), padahal pada saat ini pola pembelajaran tersebut sudah mulai diubah menjadi berpusat kepada siswa (student center).
Berdasar hal itulah, peneliti mengadakan penelitian dengan judul Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren Miftahus Saadah Jember. Hal ini juga didasarkan kepada kyai, ustadz dan santri yang berada di Pesantren Miftahus Saadah Jember. Untuk mendapatkan data penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, interview dan dokumentasi.
Setelah dilakukan penelitian, ditemukan bahwa di pesantren Miftahus Saadah dilakukan pengembangan pembelajaran kitab kuning dari beberapa aspek, yaitu: pengembangan rencana pembelajaran dan metode pembelajaran. Dalam melakukan pengembangan pembelajaran kitab kuning tersebut, pesantren Miftahus Saadah menghadapi kendala-kendala sebagai berikut: waktu, sarana dan prasarana, niat santri dan tingkat pemahaman santri. Namun, pesantren Miftahus Saadah tidak tinggal diam melihat kendala-kendala tersebut, tetapi melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya, yaitu dengan cara: 1. Melakukan penambahan jam pembelajaran kitab kuning dan melakukan pembelajaran kitab kuning diluar hari aktif mengaji di pesantren, yaitu pada hari sabtu malam ahad. 2. Menggunakan masjid dan aula utama pesantren Miftahus Saadah , ini dilakukan karena kedua tempat tersebut merupakan tempat yang luas dan strategis yang terdapat di pesanten Miftahus Saadah . 3. Pengurus mengadakan tes kepada calon santri yang akan tinggal di pesantren Miftahus Saadah . Tes tersebut diantaranya bertujuan untuk mengetahui niat calon santri yang akan menetap di pesanten Miftahus Saadah Jember. 4. Perbedaan tingkat pemahaman yang dimiliki oleh para santri dan santriwati ini dapat diatasi dengan beberapa cara, diantanya: memberikan acuan materi, melakukan pengulangan, memberi kesempatan bertanya, berdiskusi dengan sesama teman, memberi kesempatan kepada para santri untuk mengulas kembali materi yang telah disampaikan sesuai dengan pemahaman santri atau santriwati tersebut.
Kata kunci : Pengembangan, kitab kuning.Abstrak: Penggemblengan diri yang dilakukan dalam pesantren mencangkup banyak hal, diantaranya melalui pengkajian kitab kuning. Kitab kuning merupakan karya para ulama islam terdahulu yang ditulis dengan menggunakan bahasa arab tanpa memakai harakat (gundul). Pengkajian kitab kuning ini diperlukan, sebab melalui kitab-kitab kuning inilah para ulama serta santri (umat islam yang mengaji di pesantren) memperdalam kajian keilmuan, terutama yang berhubungan dengan ilmu keagamaan, seperti: al-qur'an, hadits, fiqih, ushul fiqih, aqidah, akhlak/tasawuf dan tata bahasa arab.
Penggemblengan diri atau pembelajaran yang terjadi di pesantren, tidak dapat lepas dari unsur-unsur yang berhubungan dengan metode pembelajaran, sebab penggunaan metode pembelajaran yang kurang tespat dapat menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran yang dilangsungkan. Sebagaimana lazimnya pesantren, pola metode pembelajaran yang digunakan, bisanya masih berpusat pada guru (teacher center), padahal pada saat ini pola pembelajaran tersebut sudah mulai diubah menjadi berpusat kepada siswa (student center).
Berdasar hal itulah, peneliti mengadakan penelitian dengan judul Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren Miftahus Saadah Jember. Hal ini juga didasarkan kepada kyai, ustadz dan santri yang berada di Pesantren Miftahus Saadah Jember. Untuk mendapatkan data penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, interview dan dokumentasi.
Setelah dilakukan penelitian, ditemukan bahwa di pesantren Miftahus Saadah dilakukan pengembangan pembelajaran kitab kuning dari beberapa aspek, yaitu: pengembangan rencana pembelajaran dan metode pembelajaran. Dalam melakukan pengembangan pembelajaran kitab kuning tersebut, pesantren Miftahus Saadah menghadapi kendala-kendala sebagai berikut: waktu, sarana dan prasarana, niat santri dan tingkat pemahaman santri. Namun, pesantren Miftahus Saadah tidak tinggal diam melihat kendala-kendala tersebut, tetapi melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya, yaitu dengan cara: 1. Melakukan penambahan jam pembelajaran kitab kuning dan melakukan pembelajaran kitab kuning diluar hari aktif mengaji di pesantren, yaitu pada hari sabtu malam ahad. 2. Menggunakan masjid dan aula utama pesantren Miftahus Saadah , ini dilakukan karena kedua tempat tersebut merupakan tempat yang luas dan strategis yang terdapat di pesanten Miftahus Saadah . 3. Pengurus mengadakan tes kepada calon santri yang akan tinggal di pesantren Miftahus Saadah . Tes tersebut diantaranya bertujuan untuk mengetahui niat calon santri yang akan menetap di pesanten Miftahus Saadah Jember. 4. Perbedaan tingkat pemahaman yang dimiliki oleh para santri dan santriwati ini dapat diatasi dengan beberapa cara, diantanya: memberikan acuan materi, melakukan pengulangan, memberi kesempatan bertanya, berdiskusi dengan sesama teman, memberi kesempatan kepada para santri untuk mengulas kembali materi yang telah disampaikan sesuai dengan pemahaman santri atau santriwati tersebut.
Kata kunci : Pengembangan, kitab kuning
Keutamaan... / Nor Saadah Musa
Keutamaan mencegah kemungkaran yang nyata berbanding kemungkaran tersembunyi. Kemungkaran yang nyata. Maksiat yang nyata adalah maksiat yang beriaku secara jelas dan terbuka di mana ia menggalakkan aktiviti mungkar dan mencemarkan iklim masyarakat Muslim. Ulama' bersepakat bahawa setiap individu muslim wajib mencegah kemungkaran yang jelas berlaku di hadapan mereka. Kesepakatan para ulama' ini menunjukkan tidak gugur kewajipan setiap individu muslim terutamanya dalam kalangan pemimpin untuk memerangi dengan bersungguh-sungguh segala kemungkaran yang nyata dan jelas dilakukan ditempat-tempat terbuka. Sebagai contoh, menghalang penganjuran konsert-konsert yang diyakini mengundang pergaulan bebas, membatalkan permohonan membuka premis- premis judi, menghentikan pelaburan terhadap perniagaan yang jelas haram seperti syarikat arak dan judi adalah lebih utama daripada mencegah maksiat tersembunyi seperti mengintip orang yang disyaki minum arak secara sembunyi. Keutamaan ini bukanlah menatikan kepentingan mencegah maksiat tersembunyi, namun sekiranya usaha mencegah kemungkaran ini tidak menurut teladan Sunnah SAW, ia tidak akan membuahkan hasil yang maksimum
3D Geometry / Hashimatun Saadah Mazlan
This thesis project is about implementing 3D technology in teaching mathematics for the
topic geometry. It is very useful for students in increasing their understanding of
learning the topic because it is performed in a simple way for the user to understand. To
develop this project, Swift 3D .V3 is used to develop the 3D model, Macromedia
Director 8.5 as a platform, and Macromedia Flash Max for the content development. All
these software were chosen because of their compatibility, performance and reliability.
During the first phase, all 3D shapes and text are created. Then, the 3D objects will be
exported to Macromedia Flash MX to create the combination of 2D animation and
animations were also created using this software, The reason is to make the contents
more interesting, attractive and effective. The movies created in Flash are compiled
with Director and it will then finally publish the project to an executable file, on a
compact disc
“Tarbiyah berkelompok” berkesankah / Nor Saadah Musa
Aspek yang paling penting dalam menangani kemelut sosial hari ini adalah membangunkan jiwa ketuhanan dalam diri masyarakat. Bermuila daripada berdakwah secara tertutup, Nabi SAW berjaya menarik minat dan membangkitkan kesedaran dalam diri sebahagian masyarakat untuk mengenal Allah. Kesedaran yang timbul dalam kalangan rakyat ketika itu diteguhkan oleh Nabi SAW dengan menumpukan tarbiyah secara konsisten dalam mengukuhkan ilmu dan ketahaman ketuhanan dalam diri para sahabat RA. Masyarakat hari ini perlu dididik dengan konsep yang sama. Seluruh institusi dan sistem yang ada di dalam Negara ini perlu menerapkan penghayatan ketuhanan ini secara bersepadu dan kolektit. Usaha pentarbiyahan ini tidak akan berjaya sekiranya sebahagian pihak yang berusaha sementara pihak yang lain menggagalkannya
Rethinking the concept of Al-Saadah (happiness) in light of the Quranic Istikhlaf framework
This article analyses the Quranic Istikhlaf framework and its impact on redefining the notion of Al-Saadahand its different components. To rejuvenate the methods of understanding the Qur'an and implementing it in our present situation, it is essential to develop thorough and ingenious frameworks that are both unique and applicable to our currentspecific circumstances. This article aims at presenting the Istikhlafframework as a guiding outline for revitalising our comprehension of the profound Quranic methodologies and teachings. Next, utilise the framework to redefine the concept of Al-Saadah. The article used an analytical descriptive method to investigate the degree to which the Quranic Istikhlafframework can offera more profound understanding of the idea of Al-Saadah, which is translated into English as happiness. This paper examines the different sources and content pertaining to Istikhlafand Al-Saadahtoconstruct the Istikhlafframework.The article shows thatthere are various methodologies for studying Al-Saadah,depending on the different perspectives taken, such as religious, psychological, sociological, philosophical, cultural, economic, environmentaland others. The proposed Quranic Istikhlaf IstikhlafFrameworkframework offers a comprehensive approach to Al-Saadahby examining the four dimensions (4D) analysis: 1) the relationship with God, 2) the relationship with oneself, 3) the relationship with others, and 4) the relationship with nature and the universe. The article concluded that this framework integrates the concepts of religion, holistic man as a vicegerent, society as the centre of human civilisation and umran, and the environment and nature as key aspects in achieving Al-Saadah. It also emphasises the four aspects of Al-Saadahnamely, the inner, the outer, the Dunya(worldly) and the Akhirah(hereafter). The article suggests doing a comprehensive analysis of the Quranic Istikhlafmodel and utilising it to examine and elucidate the discourse, methodologies, and implementation of Al-Saadahapproachesand programs in both individual and social contexts
Kepuasan Calon Jamaah Haji Terhadap Manajemen Pelayanan Pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Alfalahus Saadah Kota Gajah
KBIH adalah lembaga atau yayasan sosial Islam dan pemerintah bergerak di bidang Bimbingan Ibadah Haji untuk jamaah haji di dalam negeri maupun saat pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.KBIH sebagai organisai sosial kemasyarakatan diberikan wewenang oleh pemerintah untuk menyelenggarakan bimbingan haji.Sebagai lembaga bimbingan ibadah haji KBIH memerlukan adanya manajemen pelayanan.Manajemen pelayanan manasik haji merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi pelayanan, pembinaan dan perlindungan jamaah haji.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pelayanan manasik haji yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi terhadap kepuasan jamaah di KBIH Alfalahus Saadah Kota Gajah.Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan.Sifat penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan teknik purposive samplingHasil penelitian menunjukan bahwa : KBIH Alfalahus Saadah, pada dasarnya telah menerapkan fungsi manajemen mualai dari perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi.Serta kepuasan calon jamaah haji terhadap pelayanan di KBIH Alfalahus Saadah Kota Gajah dipengaruhi oleh pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan jamaah.
Kata kunci: manajemen pelayanan, kepuasan jamaah haj
Syawal bulan pembuktian taqwa / Nor Saadah Musa
Syawal sering diraikan sebagai bulan kegembiraan dan kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan. Hakikatnya, Syawal bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi lebih penting sebagai medan pembuktian terhadap tahap taqwa yang dibina melalui latihan intensif dalam madrasah Ramadan. Bulan Syawal berperanan sebagai ujian awal bagi menilai sejauh mana kesan tarbiah Ramadan diterjemahkan dalam kehidupan pasca Ramadan. Melalui pendekatan al-Quran, hadith, serta refleksi sosial danspiritual, artikel ini menekankan keperluan meneruskan kesinambungan amal serta memperkukuh ketakwaan sebagai matlamat tertinggi ibadah puasa. Pengenalan: Ramadan sebagai Madrasah Taqwa Ramadan adalah suatu institusi pendidikan rohani yang istimewa
Aplikasi pembelajaran berasaskan permainan bagi kursus kawalan motor elektrik
Pembelajaran berasaskan permainan dalam pendidikan adalah satu kaedah penyelesaian masalah digunakan oleh pelajar dalam meningkatkan motivasi semasa proses pengajaran dan pembelajaran. Tujuan kajian ini adalah untuk mereka bentuk, membangun dan menguji kebolehfungsian aplikasi permainan bagi kursus Kawalan Motor Elektrik di Kolej Vokasional. Pembangunan e-game ini berdasarkan model Game Development Life Cycle (GDLC) yang disokong oleh teori behaviorisme. Model GDLC ini dipilih kerana mempunyai pendekatan yang khusus untuk mengatasi masalah kebanyakan pembangun permainan dan juga telah memberi panduan kepada pembangun untuk membangunkan permainan dari awal hingga selesai. Berdasarkan hasil penilaian produk, reka bentuk, teknikal, multimedia dan interaktif yang dijalankan mendapati hampir kesemua item penilaian dipersetujui oleh pakar. E-game for Electrical Motor Control ini masih boleh diperbaiki di masa depan dengan memperluas kepraktisan dan skopnya. Hasil kajian menunjukkan bahawa e-game ini wajar dijadikan sebagai salah satu alat bahan bantu mengajar dengan menambahkan pelbagai amali pendawaian. Corak permainan interaktif ini memberikan pengalaman belajar secara individu, terutamanya dalam era teknologi yang berkembang pesat
- …
