1,720,954 research outputs found
penciptaan karya musik Mangan Sate, Sak Sunduke.
ABSTRAK Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke menceritakan tentang kehidupan manusia selama hidup di dunia agar selalu ingat kepada Allah SWT, dan menggambarkan perilaku kehidupan manusia seperti sombong, dan mengambil hak orang lain. Karya musik penciptaan ini menggunakan jenis musik yaitu musik program. Musik program merupakan musik yang menceritakan tentang suasana yang disajikan dalam bentuk instrument musik. Komposer dalam membuat karya musik melalui tahapan metode penciptaan, seperti exploration, experimentation, forming, compossing dan performing. Model penyajian karya musik ini menggunakan ansamble campuran, ansamble terdiri dari ansamble sejenis dan ansamble campuran. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke didukung dengan vocal dan instrument lainnya sehingga membentuk orkestrasi. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke menambahkan instrument rebana, pada instrument saron menggunakan teknik carug, menggunakan pola pukulan keroncong dengan mengalih fungsikan instrument seperti keyboard, violin, violoncello dan menambahkan cymbal, triangle, dan saron sebagai pendukung. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke terdapat empat bagian. Bagian ke- 1 menggunakan tempo adagio 75 Bpm, skala tangga nada mayor, minor dan sukat 4/4. Bagian ini menggunakan variasi melodi dan variasi irama yang menggambarkan amal perbuatan buruk. Tangga nada pentatonis yaitu saron pelog seperti ji-ro-lu-nem-mo-ro-ro-lu-ro-ji. Transisi tempo berubah menjadi largo 59 Bpm dan menggunakan tangga nada mayor menggambarkan amal perbuatan baik. Bagian ke- 2 tempo berubah menjadi larghetto 61 Bpm terdapat penambahan rebana untuk menunjukkan unsur religi Bagian ke- 3 terdapat solo violoncello menggunakan teknik slide, tremolo dan pizzicato, selain itu terdapat accent memberikan tekanan dan perubahan tempo andante 80 Bpm, sukat 5/4 dan suara vocal berbunyi keras dengan artikulasi tidak jelas. Bagian transisi terdapat 10 bar dialih fungsikan sebagai instrument musik keroncong, seperti keyboard berfungsi sebagai cak, violin berfungsi sebagai cuk dengan teknik pizzicato, violoncello sebagai cello keroncong, triangle dan cymbal berfungsi sebagai pendukung. Bagian ke- 4 variasi bebas dengan mengembangkan pola pada bagian ke- 1 dan bagian ke- 3 menggunakan instrument isinya tentang nasehat mengajak untuk kembali kejalan yang benar. Ketika hidup di dunia, manusia mempunyai perbuatan baik dan buruk yang nantinya mendapat balasan setimpa ketika diakhirat. Karya musik penciptaan ini agar dijadikan referensi bagi mahasiswa PSTM konsenrasi musik dan sebagai pitutur bagi masyarakat umum
MANGAN SATE, SAK SUNDUKE
ABSTRAK Varisandi, Syafiq. 2018. Penciptaan Karya musik Mangan Sate, Sak Sunduke. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Unversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soerjo WIdo Minarto. M.Pd, (II) Ika Wahyu Widyawati. M.Pd. Kata Kunci: penciptaan karya musik Mangan Sate, Sak Sunduke. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke menceritakan tentang kehidupan manusia selama hidup di dunia agar selalu ingat kepada Allah SWT, dan menggambarkan perilaku kehidupan manusia seperti sombong, dan mengambil hak orang lain. Karya musik penciptaan ini menggunakan jenis musik yaitu musik program. Musik program merupakan musik yang menceritakan tentang suasana yang disajikan dalam bentuk instrument musik. Komposer dalam membuat karya musik melalui tahapan metode penciptaan, seperti exploration, experimentation, forming, compossing dan performing. Model penyajian karya musik ini menggunakan ansamble campuran, ansamble terdiri dari ansamble sejenis dan ansamble campuran. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke didukung dengan vocal dan instrument lainnya sehingga membentuk orkestrasi. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke menambahkan instrument rebana, pada instrument saron menggunakan teknik carug, menggunakan pola pukulan keroncong dengan mengalih fungsikan instrument seperti keyboard, violin, violoncello dan menambahkan cymbal, triangle, dan saron sebagai pendukung. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke terdapat empat bagian. Bagian ke- 1 menggunakan tempo adagio 75 Bpm, skala tangga nada mayor, minor dan sukat 4/4. Bagian ini menggunakan variasi melodi dan variasi irama yang menggambarkan amal perbuatan buruk. Tangga nada pentatonis yaitu saron pelog seperti ji-ro-lu-nem-mo-ro-ro-lu-ro-ji. Transisi tempo berubah menjadi largo 59 Bpm dan menggunakan tangga nada mayor menggambarkan amal perbuatan baik. Bagian ke- 2 tempo berubah menjadi larghetto 61 Bpm terdapat penambahan rebana untuk menunjukkan unsur religi Bagian ke- 3 terdapat solo violoncello menggunakan teknik slide, tremolo dan pizzicato, selain itu terdapat accent memberikan tekanan dan perubahan tempo andante 80 Bpm, sukat 5/4 dan suara vocal berbunyi keras dengan artikulasi tidak jelas. Bagian transisi terdapat 10 bar dialih fungsikan sebagai instrument musik keroncong, seperti keyboard berfungsi sebagai cak, violin berfungsi sebagai cuk dengan teknik pizzicato, violoncello sebagai cello keroncong, triangle dan cymbal berfungsi sebagai pendukung. Bagian ke- 4 variasi bebas dengan mengembangkan pola pada bagian ke- 1 dan bagian ke- 3 menggunakan instrument isinya tentang nasehat mengajak untuk kembali kejalan yang benar. Ketika hidup di dunia, manusia mempunyai perbuatan baik dan buruk yang nantinya mendapat balasan setimpa ketika diakhirat. Karya musik penciptaan ini agar dijadikan referensi bagi mahasiswa PSTM konsenrasi musik dan sebagai pitutur bagi masyarakat umum
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
