1,720,998 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHATANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN SRAGEN
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui faktor-faktor yang
menjadi pertimbangan petani dalam melakukan usahatani padi organik, (2)
menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi luas lahan, modal, tenaga kerja,
bibit, pupuk, pestisida organik dan penyuluhan, dan (3) mengetahui perbedaan
pendapatan usahatani padi organik dari petani yang belum pernah mengikuti
penyuluhan dan petani yang sudah mengikuti penyuluhan dari PPL. Penelitian
dilakukan dengan mengambil sampel 100 petani padi organik yang tersebar di
Kecamatan Sambirejo, Ngrampal dan Tangan.
Lokasi penelitian di Kabupaten Sragen. Penelitian ini dilaksanakan pada
masa tanam antara Juni dan September 2009. Kegunaan penelitian ini adalah
untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan manfaat menanam padi
organik dan penyuluhan, sedang kepada pemerintah untuk pengambilan
kebijakan dalam hal intensitas penyuluhan dan memasyarakatkan pertanian
organik yang menjadi priorotas pengembangan pertanian modern.
Koefisien determinasi R
2
sebesar 0,968, hal ini menunjukkan bahwa
variasi variabel luas lahan, modal, biaya tenaga, biaya bibit, biaya pupuk, biaya
pestisida dan penyuluhan hanya mampu menjelaskan sebesar 96,8% terhadap
variasi variabel pendapatan petani. Sedangkan sisanya 3,2% dijelaskan oleh
variasi variabel lain diluar model penelitian ini.
Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa (1) luas lahan terbukti
dominan berpengaruh terhadap pendapatan petani sehingga perlu adanya
penambahan luas lahan pada setiap petani. (2) Modal terbukti berpengaruh
terhadap pendapatan petani sehingga perlu adanya penguatan modal setiap petani.
(3) Biaya tenaga tidak terbukti berpengaruh terhadap pendapatan petani sehingga
pada masa datang tidak perlu memasukkan variabel tersebut atau untuk
meyakinkan maka variabel tersebut perlu diteliti ulang. (4) Biaya bibit tidak
terbukti berpengaruh terhadap pendapatan petani, sehingga tidak perlu adanya
penambahan biaya bibit pada setiap petani. (5) Biaya pupuk terbukti berpengaruh
terhadap Pendapatan Petani sehingga usahatani yang dilakukan masih perlu
adanya penambahan biaya pupuk pada setiap petani. (6) Biaya pestisida tidak
terbukti berpengaruh terhadap pendapatan petani, sehingga tidak perlu adanya
penambahan biaya pestisida pada setiap petani. (7) Penyuluhan terbukti
berpengaruh positif terhadap Pendapatan Petani, sehingga perlu penambahan
intensitas penyuluhan pada setiap petani.
Dari hasil penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan
intensitas penyuluhan yang tinggi, petani padi organik di Kabupaten Sragen akan
meningkat pedapatannya. Dengan sistem penanaman padi organik yang baik
sesuai anjuran penyuluh pertanian lapangan (PPL), selain akan meningkatan
pendapatan petani juga menjadikan lahan pertanian menjadi subur dan lingkugan
menjadi lebih baik. Oleh karea itu pemerintah dapat lebih meningkatkan perannya
dalam memberikan bimbingan penyuluhan kepada petani melalui kelompok tani –
kelompok tani yang tersebar di setiap desa. Diyakini dengan intensitas penyuluhan
yang lebih tinggi, selain akan meningkatkan penyerapan teknologi baru dibidang
pertanian juga mampu mendorong petani untuk selalu memperbaiki lingkungan
usahatainya
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KARYAWAN PEMANEN Di PT SERIKAT PUTRA LUBUK RAJA RIAU
Produktivitas tenaga kerja merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dalam
satuan waktu. Tenaga kerja dinilai produktif jika ia mampu menghasilkan output yang lebih
banyak dari tenaga kerja lainnya untuk satuan waktu yang sama. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana produktivitas karyawan pemanen kelapa sawit di PT
Serikat Putra Lubuk Raja, serta mengetahui apakah umur, tingkat pendidikan, jumlah
tanggungan, masa kerja dan premi berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pemanen di
PT Serikat Putra Lubuk Raja.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan
metode survey. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan pengamatan langsung.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 79 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik
proporsional random sampling. Penelitian dilakukan di PT Serikat Putra Lubuk Raja, Riau.
Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan menggunakan uji
statistik (uji F, uji t, uji R2) serta uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heterokesdasitas dan uji
multikolinearitas).
Besarnya Produktivitas Karyawan Pemanen PT Serikat Putra Lubuk Raja dalam
penelitian adalah 184.839 janjang/bulan. Rata – rata produktivitas pemanen adalah 2.340
janjang. Produksi terendah sebanyak 1.624 janjang dan tertinggi 3.099 janjang. Dari hasil
penelitian dengan menggunakan koefisien α = 5% dapat disimpulkan bahwa secara simultan
variabel umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, masa kerja dan premi berpengaruh
terhadap produktivitas karyawan pemanen di PT Serikat Putra Lubuk Raja. Dari uji t statistik
dapat disimpulkan bahwa variabel premi, umur dan jumlah tanggungan berpengaruh terhadap
produktivitas karyawan, sedangkan variabel masa kerja dan tingkat pendidikan tidak
berpengaruh terhadap produktivitas karyawan.
PT Serikat Putra Lubuk Raja perlu meningkatkan premi agar produktivitas karyawan
dapat meningkat lagi, selain itu perusahaan juga perlu melakukan sosialisi dan mengerakkan
program keluarga berencana agar para karyawan dapat mengontrol jumlah anak dan jarak
umur anak.
Kata kunci : produktivitas, premi, umur, masa kerja, jumlah tanggungan,
tingkat pendidika
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Pada Peserta Didik Kelas X
Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik materi sistem persamaan linear tiga variabel setelah dilaksanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share. Sebagai varibel indikator yang diamati meliputi keaktifan peserta didik dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (action reseach). Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA 1 SMAN 1 Gebog pada semester gasal tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini dimulai dari minggu keempat bulan September sampai minggu kedua bulan Desember 2018. Prosedur penelitian terdiri dari dua siklus dan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflection). Sumber data diambil dari peserta didik, pengamatan langsung oleh observer kepada peserta didik dan teman sejawat. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan pengamatan, tes dan dokumentasi hasil belajar sebelumnya. Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan lembar observer dan diskripsi komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dengan melihat rata-rata untuk kedua variabel indikator tersebut di atas mengalami peningkatan dan pada akhirnya melampaui batas tuntas dari siklus ke siklus. Untuk variabel keaktifan secara individu berturut-turut dari 56,8% menjadi 78%; dan keaktifan peserta didik secara kelompok berturut-turut dari 62,3% menjadi 85%. Untuk variabel hasil belajar berturut-turut dari pra siklus sampai siklus 2 adalah 19%, 62% dan 83%. Hasil penelitian, model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dapat memberi kontribusi yang berarti pada peningkatan hasil belajar matematika materi sistem persamaan linear tiga variabel peserta didik kelas X MIPA 1 SMAN 1 Gebog semester gasal tahun pelajaran 2018/2019
- …
