1,720,979 research outputs found
KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN AGENS HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pupuk organik (cair dan granular) dan agens hayati terhadap
serangan hama tanaman padi dan peningkatan produksi tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Mayang, Kabupaten Jember, Jawa
Timur dari bulan Juni sampai dengan September 2014. Tanaman indikator yang digunakan untuk melihat perlakuan adalah varietas
mekongga. Percobaan menggunakan Rancangan faktorial 2x3 yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Faktor
pertama adalah jenis pupuk organik terdiri dari dua taraf yaitu (P1) pupuk organik granul dan (P2) pupuk organik cair dan faktor kedua
adalah jenis agens hayati terdiri dari tiga taraf yaitu (A1) NEP, (A2) Beauveria bassiana, dan (A3) Serratia sp. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan berpengaruh nyata menurunkan populasi hama L. oratorius dan Oxya sp. Tetapi aplikasi pupuk
organik dan agens pengendali hayati tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah anakan. Pengaruh tunggal
aplikasi pupuk cair dengan dosis 250 ml/15m2 memberikan hasil yang nyata dan terbaik terhadap hasil produksi dan pengaruh tunggal
aplikasi agens pengendali hayati B. bassiana memberikan hasil yang nyata dan terbaik terhadap populasi hama
ANALISIS INDEKS KUALITAS TANAH DI LAHAN PERTANIAN TEMBAKAU KASTURI
Produktivitas tembakau kasturi yang baik dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor genetik dan lingkungan. Kualitas tanah merupakan
salah satu faktor terpenting dalam menunjang pertumbuhan tembakau. Kualitas tanah mengintegrasikan komponen fisik, kimia dan biologi
tanah serta interaksinya. Salah satu penyusun kualitas tanah ialah sifat kimia tanah. Pada penelitian kali ini, penyusunan indeks kualitas
tanah dilakukan berdasarkan sifat kimia tanahnya saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh indeks kualitas
tanah di lahan pertanian tembakau kasturi di Jember dengan produktivitas tembakau kasturi. Penentuan indeks kualitas tanah dilakukan
dengan metode Pryncipal Component Analysis (PCA). Selanjutnya dilakukan analisis regresi dan korelasi antara indeks kualitas tanah
dengan produktivitas tembakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 daerah pengamatan, 4 daerah yakni Kalisat, Ambulu,
Wuluhan dan Sumber Jambe masuk kategori sangat tinggi, 1 daerah yakni Jelbuk masuk kategori sedang dan lainnya masuk kategori tinggi.
Terdapat hubungan korelasi positif dan sangat erat (Korelasi = 0,83) antara nilai IKT dengan produktivitas tembakau, dalam artian semakin
tinggi nilai IKT maka semakin baik produktivitas tembakau yang dihasilkan dengan tingkat kepercayaan sebesar 68,9%
UJI EFEKTIFITAS PERTUMBUHAN Spirulina sp. PADA LIMBAH CAIR TAHU YANG
Media kultur jenis Pro Analisis (PA) seperti media Zarouk sebagai media kultur Spirulina sp. terbukti dapat menumbuhkan Spirulina sp.
Mahalnya media kultur jenis PA menjadi dasar pencarian pupuk alternatif . Oleh sebab itu dilakukan penelitian penggunaan media alternatif
yaitu media limbah cair tahu yang diperkaya urea dan SP 36. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pertumbuhan Spirulina
sp. pada media limbah cair tahu yang diperkaya urea dan SP 36 agar diketahui dosis media limbah cair tahu yang optimum untuk
pertumbuhan Spirulina sp. Kultivasi Spirulina sp. pada media limbah cair tahu dilakukan di 21 erlenmayer 500 ml, intensitas cahaya 2500
lux selama 16 jam, dan temperatur 22 ºC. Penelitian ini menggunakan perlakuan kombinasi dengan dua faktor. Faktor yang pertama adalah
limbah cair tahu dengan 3 taraf yaitu 20%, 30%, dan 40%. Sedangakan faktor yang kedua adalah pupuk urea dan sp 36 dengan 2 taraf yaitu
0 mg/L urea, Sp 36, dan 300 mg/L urea, 200 mg/L Sp 36. Kurva pertumbuhan Spirulina sp. menunjukan bahwa pertumbuhan Spirulina sp.
lebih efektif pada media limbah cair tahu 30% tanpa urea dan sp 36 dibanding media zarouk. Biomasa Spirulina sp. perlakuan limbah cair
tahu 30% sebesar 0,0288 gr/L
PENGARUH APLIKASI PACLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK KALIUM
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi paclobutrazol dengan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan
dan hasil umbi bawang merah, mengetahui pengaruh konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah,
mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah. Metode penelitian menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan uji Duncan (α, 5%), terdiri dari dua faktor, yaitu: Konsentrasi Paclobutrazol (P) dan
Dosis Pupuk Kalium (K), masing-masing dengan 3 kali ulangan. Dua faktor terdiri dari: 1. Faktor pertama dengan konsentrasi Paclobutrazol
(P), yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: P0:0, P1:15, P2:30, dan P3:45 ppm/tanaman. 2. Faktor kedua adalah dengan Dosis Pupuk Kalium (k),
yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: K0:0, K1:0,3, K2:0,6, dan K3:0,9 K2O g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan berbeda nyata pada
perlakuan interaksi konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk kalium pada variabel jumlah daun dan perlakuan konsentrasi paclobutrazol
menunjukkan berbeda nyata pada variabel jumlah umbi dan diameter umbi. Terdapat nilai interaksi tertinggi pada perlakuan P1K0
memiliki jumlah daun tertinggi sebesar 62 helai sedangkan perlakuan P0K0 menghasilkan jumlah daun terendah sebesar 39 helai. Perlakuan
konsentrasi paclobutrazol 45 ppm menghasilkan jumlah umbi tertinggi sebesar 11,33. Konsentrasi paclobutrazol 30 ppm menghasilkan
jumlah tertinggi pada parameter diameter umbi sebesar 17,79 mm. Pemberian dosis pupuk kalium memberikan pengaruh tidak nyata pada
semua parameter tetapi dosis pupuk kalium akan meningkatkan kualitas umbi bawang merah
PERTUMBUHAN BIBIT CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl.) SEBAGAI
Penelitan yang bertujuan untuk mengidentifikasi respon awal pertumbuhan tanaman cabe jawa (Piper retrofactum Vahl.) terhadap dosis dan
jenis pupuk nitrogen telah dilaksanakan di lahan Bapak Jaenuri Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember pada bulan
Agustus sampai dengan bulan Oktober 2014. Penambahan pupuk nitrogen bertujuan untuk meningkatkan kandungan klorofil yang
digunakan tanaman dalam proses fotosintesis dan penyusun protein bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak
kelompok yang disusun secara faktorial dan diulang 4 kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk nitrogen terdiri dari 2 taraf yaitu V1= urea
dan V2=ZA. Faktor kedua yaitu dosis pupuk nitrogen yang terdiri dari 4 taraf yaitu N0= 0 g N/tan, N1= 1.5 g N/tan, N2= 3.0 g N/tan dan
N3= 4.5 g N/tan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan (α=5%). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan ZA dengan dosis 1.5 g N/tan memiliki nilai tertinggi untuk semua karakter yang
diamati
UJI EFEKTIVITAS HASIL PENGKAYAAN HARA NPK SENYAWA HUMIK JERAMI
Senyawa humik merupakan bentuk bahan organik tanah yang paling tahan terhadap aktivitas pelapukan mikrobia serta menyusun sebagian
besar bahan organik total tanah (60-80 %). Jerami padi merupakan salah satu bahan organik yang potensial untuk dikembangkan senyawa
humiknya di Indonesia. Percobaan ini menggunakan 2 faktor perlakuan dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Senyawa humik
jerami diperkaya unsur hara NPK-nya dengan pupuk NPK sintetis pada konsentrasi yang berbeda (faktor A). Bahan ini kemudian
diaplikasikan pada media tanam tanaman mentimun dan diuji pada media tanam dengan kandungan Cu tinggi (faktor B). Berdasarkan kurva
regresi kedua faktor perlakuan, terdapat interaksi antara kedua faktor perlakuan terhadap semua variabel pengamatan. Interaksi kedua faktor
perlakuan masih belum memberikan pengaruh yang signifikan pada respon serapan N jaringan, kadar P2O5 media tanam, serta serapan P2O5
jaringan tanaman. Pengaruh perlakuan penambahan Cu media cenderung meningkatkan semua respon variabel pengamatan kecuali pada
variabel N total media dan jumlah daun efektif. Pemberian senyawa humik jerami diperkaya NPK dengan efektivitas terbaik berada pada
taraf 1/3 pengkaya NPK anjuran pada media tanam tanpa penambahan Cu dan pada taraf 4/3 pengkaya NPK anjuran pada media tanam
dengan penambahan unsur Cu 195 mg/kg media. Dosis pupuk NPK anjuran per tanaman yaitu 50 gram pupuk NPK majemuk (20:32:42)
Aluminum Exchangeable and Phosphorous Availability on Ultisol Using Humic Substance and Synthetic ……………..…. Sugeng Winarso and Abdullah Taufiq
Humic substance (HS) extracted from composted agricultural waste contains organic acids that potential for an acid soil amandement. Functional group of COOH and OH in synthetically organic acid is higher than in HS originated from composted agricultural waste. Addition of synthetically organic acid to the HS may increase its functional group and therefore it will increase effectiveness in detoxifying aluminum (Al) and desorpting phosphorus (P) from an acid soil. Objective of reseach was to determine effect of synthetic organic acid addition to HS extracted from composted organic matter in desorpting P and detoxify Al. Research was conducted at Soil Laboratory of Agricultural Faculty of Jember University from February to May 2010. Treatment consisted of combination of four levels of HS concentration extracted from composted rice straw (0; 1,000; 2,000; and 5,000 mg kg-1) with two kind of synthetic organic acid: ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) and acetic acid (CH3COOH) at concentration of 5 mM. The treatment laid out in a randomized complete by design with three replications. Ultisol collected from Kentrong Banten was used in this research. Observation consisted of pH, Al and P concentration in the suspension at 0, 1, 2, 3, and 4 weeks after incubation. The result showed that EDTA or acetic acid treatment at concentration of 5 mM effectively increased soil pH and decreased exchangeable Al (exch-Al). However, EDTA was more reactive and having higher capability in increasing pH and detoxifying exch-Al than acetic acid. Humic substance extracted from composted rice straw at concentration of 1,000 to 5,000 mg kg-1 also effectively increased soil pH, decreased exch-Al, and increased P availability during a 4 weeks incubation period. The HS effect in Al detoxification and P desorption in acid soil could be boosted by addition of EDTA or acetic acid syntheti
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
