1,723,018 research outputs found

    Angguk putri Sri lestari

    No full text
    Kesenian angguk putri sri lestari berhasil membangun sebuah organisasi yang sarat dengan ide kreatif melalui pembenahan di berbagai sisi dan penyelarasan zaman. Pola kegiatan kesenian ini bersifat fleksibel sehingga mempu mengikuti irama kebutuhan masyarakat. Gejala yang timbul berkenaan dengan popularitas angguk putri Sri lestari ditulis dalam bentuk skripsi yakni melalui aspek penyelenggaraan yang meliputi frekuensi pementasan, konsumen, aspek managerial dan penonton

    Eksistensi kesenian Angguk Sri Lestari dusun Pripih Kulon Progo

    No full text
    Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui keberadaan kesenian Angguk Sri Lestari Dusun Pripih, Kulon Progo. Dewasa ini kesenian Angguk telah mengalami berbagai perkembangan. Hal itu tidak terlepas dari lingkungan yang membentuk kesenian tersebut. Perkembangan tersebut misalnya dalam bentuk penyajian, yaitu adanya penambahan hal-hal yang baru, penyempitan & penambahan waktu pementasan, adanya kehadiran penari putri, dsb. Angguk Sri Lestari berfungsi sebagai hiburan, selain itu juga digunakan sebagai penyebaran agama yang terdapat pada nilai-nilai dalam syair-syair yang dilantunkan

    Tari Klasik"Priyambodo Mustakaweni"

    No full text
    Tari Klasik"Priyambodo Mustakaweni" Penyaji: Sri Lestari Purnawirastri, Ujian penyajian tari, Pendapa ISI Surakart

    Pengembangan Soal Literasi Matematika Konteks Pekerjaan Untuk Siswa SMP/MTs

    No full text
    Penelitian ini mengembangkan perangkat berupa soal literasi matematika berdasarkan konteks pekerjaan. Literasi matematika merupakan kemampuan seseorang untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, termasuk kemampuan melakukan penalaran secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, dan fakta untuk menggambarkan, menjelaskan dan memperkirakan fenomena/kejadian. Terdapat empat konteks dalam literasi matematika, salah satunya adalah konteks pekerjaan. Konteks pekerjaan melibatkan beberapa hal seperti mengukur, biaya dan pemesanan bahan untuk bangunan, gaji/akuntansi, kontrol kualitas, penjadwalan/persediaan, desain/arsitektur dan berkaitan dengan pekerjaan pengambilan keputusan. Level soal literasi matematika yang dikembangkan terdiri dari level 1, level 2, level 3, dan level 4. Pelevelan soal didasarkan pada mathematical literacy assessment taxonomy. Mathematical literacy assessment taxonomy merupakan taxonomy yang diusulkan oleh pemerintah Republik Afrika Selatan. Taxonomy ini digunakan sebagai pedoman pemberian tugas, dan tes untuk siswa pada mata pelajaran mathematical literacy

    Etnomatematika Transaksi Jual Beli yang dilakukan Pedagang Sayur pada Lingkup Masyarakat Berbahasa Jawa

    No full text
    Etnomatematika didefinisikan sebagai cara-cara khusus yang dipakai oleh pedagang sayur keliling dalam melakukan transaksi jual beli. Adanya perbedaan teknik menghitung yang dilakukan oleh pedagang sayur maka dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan etnomatematika transaksi jual beli yang dilakukan pedagang sayur pada lingkup masyarakat berbahasa Jawa di desa Sumberejo, kecamatan Sukodono, kabupaten Lumajang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 7 pedagang sayur keliling yang disebut mlijo. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnomatematika transaksi jual beli yang dilakukan pedagang sayur keliling meliputi harga jual barang dagangan yang dibulatkan berdasarkan uang pecahan 500 dan kelipatannya, angka 0 yang diabaikan dalam perhitungan, penggunaan takaran cabai yaitu jumput, jupuk dan pendetan, pengemasan sayur yang diikat berdasarkan besar-kecilnya (volume) sayur tersebut, satuan penjualan 1 ikat sayur adalah sak unting dan sak bengkek

    Analisis Respon Guru Matematika SMP Negeri Kelas VII di Kabupaten

    No full text
    Kurikulum 2013 diimplementasikan mulai tahun ajaran 2013/2014. Pro-kontra tentang implementasi kurikulum 2013 tidak dapat dihindari, karena bagi sejumlah guru merasa masih sulit dalam menerapkan kurikulum 2013. Respon guru terhadap kurikulum 2013 meliputi respon terhadap pembelajaran, penilaian, sarana dan prasarana, dan pelaksanaan kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon guru matematika SMP negeri kelas VII di Kabupaten Jember terhadap implementasi kurikulum 2013. Data penelitian diperoleh dari teknik angket/kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Ada dua belas guru yang dijadikan subjek penelitian. Hasil respon guru terhadap implementasi kurikulum 2013 menunjukkan bahwa seluruh subjek penelitian sudah menggunakan model dan pendekatan yang sesuai dengan kurikulum 2013, penilaian autentik proses pembelajaran, menggunakan silabus dan buku dari pemerintah walaupun ada dua guru yang kurang setuju dengan silabus dari pemerintah. Sedangkan respon guru terhadap pelaksanaan kurikulum 2013, seluruh subjek penelitian sudah melaksanakan kurikulum 2013 walaupun tiga guru merasa kurang setuju

    Analisis Materi dan Metode Penyajian Buku Teks Matematika SMP Kelas

    No full text
    Keberadaan buku teks matematika kurikulum 2013 terbitan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sangat berperan penting didalam menjalankan kurikulum 2013. Materi dan metode penyajian pada buku tersebut harus sesuai dengan ketetapan kurikulum 2013. Kriteria mengenai evaluasi materi dan metode penyajian yang digunakan untuk menganalisis buku tersebut yaitu kriteria Bell. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian materi dan metode penyajian buku teks tersebut berdasarkan kriteria Bell. Hasil metode analisis data didapatka

    Pengembangan Soal Matematika Tipe PISA Pada Konteks Masyarakat Untuk Mengukur Kemampuan Literasi Matematika Siswa SMP

    No full text
    Penelitian ini mengembangkan perangkat berupa soal matematika tipe PISA pada konteks masyarakat guna mengukur kemampuan literasi matematika siswa SMP. Literasi matematika merupakan kemampuan seseorang untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks masalah, termasuk kemampuan melakukan penalaran secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, dan fakta untuk menggambarkan, menjelaskan dan memperkirakan fenomena. Terdapat empat konteks dalam literasi matematika, salah satunya adalah konteks masyarakat. Permasalahan yang sering dimunculkan pada konteks ini, seperti sistem voting, kebijakan publik, transformasi umum, demografi, statistik nasional, dan masalah ekonomi. Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat ini merupakan metode 4D, Thiagaradjan. Tahap-tahap 4D adalah pendefinisian, perencanaan, pengembangan, dan penyebaran. Perangkat yang dihasilkan pada penelitian ini adalah berupa lembar kisi-kisi soal, paket soal, alternative jawaban soal, pedoman penskoran, dan pedoman nilai pelevelan. Berdasarkan hasil validasi, perangkat yang dikembangkan memenuhi kategori “baik” dengan nilai 3,29. Nilai reliabilitas soal yang dikembangkan seluruhnya lebih besar dari 0,6 dan kurang dari 0,8. Sehingga soal yang dikembangkan masuk dalam interpretasi reliabilitas tinggi. Berdasarkan kevalidan dan kereliabilitasan yang diperoleh pada perangkat yang dikembangkan, maka dapat dikatakan perangkat siap dan layak untuk digunakan. Perangkat yang dikembangkan diujicobakan di SMP Negeri 11 Jember kelas VIII-D. Berdasar ujicoba tersebut, diperoleh 16,667% siswa berkemampuan literasi matematika level 2, 10% siswa level 3, 46,667% siswa level 4, dan 26,667% siswa level 5
    corecore