1,170 research outputs found

    REDUCING SOCIAL ISOLATION AMONG ELDERLY: A LITERATURE REVIEW

    No full text
    ABSTRACTThe living alone for elderly is undesirable condition that they have to face in their later life. Elderly need a lot of assistance from others which becomes more complicated as their physical and mental conditions are getting degenerative because of aging. Mental health promotion has similarity with health promotion. Both aim to enhancement of well-being rather than on illness and addressing the population as a whole. Using a wide range of strategies such as communication, education, policy development, organizational change, community development and local activities, acknowledge and reinforce the competencies of the population encompass the health and social fields as well as medical services. The aim of this paper is to develop nursing care plan by using theoretical frame work of community nursing mental health promotion. The nursing actions and interventions will be developed based on the program from the existing study in term of reducing social isolation among elderly in community.Keywords: Mental health, community, elderly

    Bimbingan Keagamaan Pada Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru

    No full text
    Penelitian ini dilandasi pemikiran bahwa membimbing anak asuh umur 15 sampai 20 tahun yang putus sekolah dan mempunyai latar belakang yang berbeda-beda merupakan perkara yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja bentuk bimbingan keagamaan yang dilaksanakan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, dan apa saja faktor penunjang dan penghambat dalam pelaksanaan keagamaan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan keagamaan yang dilaksanakan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru serta faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan bimbingan keagamaannya. Lokasi penelitian ini adalah jalan Jendral Ahmad Yani km. 27,500 kota Banjarbaru. Subjek penelitian ini adalah pengasuh, ustadz/ustadzah, dan anak asuh Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria. Objek penelitian ini adalah bimbingan keagamaan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria, dan faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan bimbingan keagamaannya. Metode dalam penelitian ini adalah metode field research (penelitian lapangan), yaitu penulis terjun langsung kelapangan untuk menggali data yang diperlukan sesuai dengan masalah yang diteliti, diolah melalui proses koleksi data, editing data, klasifikasi data, serta interprestasi data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan keagamaan yang dilaksanakan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria adalah bimbingan aqidah yang berupa majelis taklim di panti, bimbingan ibadah yang berupa salat berjamaah, salat hajat dan salat hadiah, pembelajaran ilmu fikih, pembacaan surah Yasin, Waqiah, dan Al-Mulk, maulid al-habsyi, pembacaan burdah, bimbingan Alquran dan tajwid, fadilah amal, dan latihan muhadharah, serta bimbingan akhlak yang berupa majelis taklim di panti. Adapun faktor penunjangnya adalah dukungan dari pimpinan, waktu yang ditetapkan, sarana dan prasarana yang lengkap, dana yang tercukupi, ustaz/pembimbing yang selalu aktif dalam membimbing anak asuh, minat anak asuh, absen setiap salat lima waktu, sedangkan faktor penghambatnya adalah latar belakang anak asuh yang berbeda-beda baik pendidikan maupun lingkungannya

    SELF EFFICACY KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA MADRASAH ALIYAH

    No full text
    ABSTRAK Pengambilan keputusan karir merupakan suatu tahapan penting bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, yaitu suatu pengambilan keputusan karir yang realitasnya diwujudkan melalui pemilihan studi lanjutan setelah SMA atau sederajat. Hal ini penting karena pilihan yang akan di ambil sangat menentukan masa depan karir siswa. Dalam pengambilan keputusankarir yang baik sangat dipengaruhi oleh adanya faktor dari dalam individu yaitu self efficacy yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui self efficacy dalam pengambilan keputusan karir pada siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN) Rukoh Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif naratif dengan pendekatan cross sectional dari populasi sebanyak 153 orang, besar sampel 81 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 12 sampai dengan tanggal 15 Mei 2015 dengan menggunakan kuesioner untuk self efficacy yang terdiri dari 23 item pernyataan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self efficacy pada siswa yang akan mengambil keputusan karir berada pada kategori tinggi sebanyak 49 orang (60,5%) dan 32 orang (39,5%) berada pada kategori rendah. Dari empat sub variabel self efficacy di dapat data yaitu performance accomplishments berada pada kategori tinggi sebanyak 45 orang (55,6%), vicarious experience berada pada kategori rendah sebanyak 43 orang (53,1%), verbal persuasion berada pada kategori tinggi sebanyak 55 orang (67,9%), physiological information berada pada kategori tinggi sebanyak 56 orang (69,1%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan hendaknya pihak sekolah agar dapat lebih mempertimbangkan pentingnya bimbingan konseling terkait personal accomplisments, explorasi pengalaman, dan pemberian apresiasi atas keputusan karir untuk setiap siswa, agar siswa dapat sejak dini merencanakan dengan tepat karir masa depannya serta memfasilitasi setiap siswa secara intensif terkait permasalahan di bidang karir.Kata kunci: karir, self efficacy, siswa.ABSTRACT A career decision making that becomes a significant step for Senior High School students or equal is a career decision making that its reality is realised by selecting a higher education after Senior High School or equal. This is important because the options that will be taken will determine their future career. A good career decision making is influenced by the factor from internal individual, nemely high self efficacy. The objective of this research was to find out self efficacy in making a career decision of the students at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rukoh Darussalam Banda Aceh. This research is a descriptive narrative with total population of 153 students, 81 samples, cross sectional aproach and the technique of selectingsample was purposive sampling. This research was conducted on 12 to 15 May 2015, by using questionnaires forself efficacy consisted of 23 statment items. Data analysis used was an univariate analysis. The result of the research showed that self efficacy on the students that would make a career decision was at high category totaled 49 persons (60,5%) and 45 persons (39,5%) as a lower category. There were four subvariables of self efficacy including: performance accomplishment was at high category for 45 persons (55,6%), vicarious experience was at low category for 43 persons (53,1%), verbal persuasion was at high category totaled 55 persons (67,9%), physiological information was at high category 56 persons (69,1%). Based on the results, the researcher suggests should the schools to be more considerate of the importance of counseling related to personal accomplisments, exploring experiences, and appreciating career desicions for every student so that the students can prepare their future career properly from the early time also school personel is expected to facilitate each student intensively related to the career problems.Keywords: career, self efficacy, students

    TINGKAT RESILIENSI MASYARAKAT DI AREA RAWAN BENCANA

    No full text
    ABSTRAKBencana tsunami Aceh tahun 2004 merupakan suatu kejadian luar biasa yang tidak hanya berdampak pada materi namun juga berdampak pada psikologis korban bencana. Seiring berjalannya waktu masyarakat mulai melupakan kejadian traumatik tersebut bahkan banyak dari masyarakat yang masih bertempat tinggal dan membangun rumah di pinggir pantai. untuk itu diperlukan resiliensi yang baik agar masyarakat mampu untuk menjalani kehidupan dengan normal dan lebih baik. Resiliensi terbukti mempengaruhi tingkat ketenangan individu pada saat bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat resiliensi masyarakatdi area bencana. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini kepala keluarga di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Aceh Besar sebanyak 901. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dengan angket pada responden dalam bentuk dichotomous choice yang terdiri dari 35 pertanyaan. Hasil penalitian diperoleh bahwa tingkat resiliensi masyarakat di area rawan bencana berada dalam kategori siaga 63,0%. Diharapkan pada pemerintah, keluarga serta masyarakat untuk dapat meningkatkan resiliensi dengan demikian masyarakat dapat hidup lebih baik pada area rawan bencana.Kata kunci: resiliensi, masyarakat, bencana.ABSTRACTAceh tsunami disaster of 2004 was an extraordinary event that affected the victims not only materially but also psychologically. As time went on people began to forget the traumatic event and even a lot of people still live and build houses on the beach. Therefore high resilience is necessary in order to maintain their live. The purpose of this study was to determine the resilience level of communities in Blang Krueng village of Baitussalam sub-district of Aceh Besar. This research was a descriptive correlational research with cross sectional study design. The population in this study was the head of the family as many as 901 people. The sampling collection technique used was purposive sampling technique with total samples of 100 respondents. Data were collected by using a questionnaire in the form of dichotomous choice that consisted of 35 questions. The result of the research shows that the level of community resilience in disaster prone areas is in the 63.0% high category. It is expected that the government, families and communities increase resilience in order to maintain their live, especially the community who are still live in disaster prone area.Keywords: resilience, community, disaster

    SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG KESIAPSIAGAAN BENCANA SEKOLAH

    No full text
    ABSTRAKSarana dan prasarana sekolah yang memadai sangat penting dalam mempersiapkan kesiapsiagaan terhadap terjadinya bencana. Sarana dan prasarana merupakan aspek yang harus ada dalam sebuah sekolah siaga bencana (SSB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan sekolah dasar ditinjau dari sarana dan prasarana dalam menghadapi bencana. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah populasi sebanyak 9 sekolah dari seluruh sekolah dasar di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, kemudian diambil sampel sebanyak 9 sekolah. Pengumpulan data menggunakan kuesioner observasi dalam bentuk dichotomous. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian adalah kesiapsiagaan ditinjau dari sarana adalah siap (100%). Kesimpulan semua Sekolah telah siap menghadapi bencana, namun dilihat dari jawaban kuisioner, ada beberapa item dari sarana dan prasarana yang masih perlu ditingkatkan seperti perlunya pemanfaatan ruang Unit Kesehatan Sekolah untuk kegiatan pelayanan kesehatan pada tingkat pertama. Disarankan bagi pemerintah dan pihak sekolah diperlukan adanya evaluasi setiap tahun untuk menilai kesiapan Sekolah dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Sarana, prasarana, sekolah siaga bencana.ABSTRACTAdequate school facilities and infrastructure are essential in preparing for disaster preparedness. Facilities and infrastructure are aspects that must exist in a disaster prepared school (SSB). This study aims to determine the readiness of primary school in terms of facilities and infrastructure in the face of disaster. The type of this research is descriptive explorative with cross sectional study design. The sampling technique used total sampling with the total population of 9 schools from all primary schools in Meuraxa sub-district of Banda Aceh City, and then taken sample of 9 schools. Data collection using an observation questionnaire in dichotomous form. Data analysis using univariate analysis. The result of the research is the school preparedness in terms of infrastructure is ready (100%). Conclusion there are some items of facilities and infrastructure that are still the necessity of utilizing the space of the School Health Unit for health service activities on first level. It is advisable for the government and the school to have an annual evaluation to assess the readiness of the School in the face of disasterKeywords: Facilities, infrastructure, disaster preparedness school

    Bimbingan keagamaan yang dilaksanakan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR)“Budi Satria” Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjar Baru

    No full text
    Normayani. 2012. Bimbingan keagamaan yang dilaksanakan di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR)“Budi Satria” Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjar Baru. Skripsi, Jurusan PAI, Fakultas Tarbiyah, Pembimbing. (I) Dra. Suraijiah, M.Pd, (II) Raihanah, S.Pd.I. M.Ag Salah satu program prioritas penanganan masalah kesejahtraan sosial yang telah ditetapkan oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan adalah penanganan anak terlantar termasuk di dalamnya remaja yang putus sekolah, jumlah anak terlantar di Kalimantan Selatan cukup besar berdasarkan data dari Dinas Sosial Tahun 2012/4090 yang tersebar di 13Kabupaten atau Kota. Sebagai upaya yang dilakukan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam hal ini Dinas sosial Provinsi Kalimantan Selatan melalui Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) “Budi Satria” Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai Unit Pelaksanaan Teknis, secara Khusus memiliki tanggung jawab dalam memberdayakan anak terlantar di Prov. Kalsel terutama melalui Pembinaan dan Bimbingan keagamaan. Dalam penelitian ini mengemukakan tentang bimbingan keagamaan yang dilaksanakan di PSBR “Budi Satria” Prov. Kalsel di Banjar Baru serta faktor-faktor yang mempengaruhi bimbingan keagamaan yang dilaksanakan di PSBR “Budi Satria” Prov. Kalsel di Banjar Baru. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik yang tinggal di PSBR “Budi Satria” Prov. Kalsel yang berjumlah 123 orang. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah tentang pelaksanaan bimbingan keagamaan di PSBR “Budi Satria” Prov. Kalsel serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah semua data dikumpulkan, makalangkahselanjutnyaadalahpengolahan data denganmenggunakanteknikkoleksi data, editing, dan koding. Analisis data yang digunakan bersifatdeskriptif kualitatif dan dalam mengambil kesimpulan menggunakan metode induktif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bimbingan keagamaam yang dilaksanakan di “PSBR” Prov Kalsel adalah dengan memberikan bimbigan aqidah, bimbingan akhlak dan bimbingan ibadah. Secara keseluruhan bimbingan yang diberikan oleh pihak panti dilaksanankan sudah cukup baik. Hal ini ditunjang oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya bimbingan-bimbingan keagamaan yang dilaksanakan di PSBR tersebut seperti minat anak didik, motivasi, keaktifan guru dalam mengajar, sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan dan waktu dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan tersebut dirasa sudah memadai dan sudah mendukung

    Studi Kasus Siswa yang Kehilangan Motivasi Diri terhadap Karir dan Pekerjaan di Masa Depan di SMAS Budi Satria

    No full text
       ABSTRAK Studi kasus ini berkaitan dengan siswa SMAS Budi Satria yang mengalami kehilangan motivasi diri terhadap karir dan pekerjaan di masa depan. Fenomena ini menjadi perhatian serius pihak sekolah, karena berpengaruh terhadap perkembangan akademik dan psikologis para siswa tersebut. Kurangnya pemahaman tentang pilihan karir berarti bahwa siswa tersebut mungkin tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang berbagai pilihan karir yang tersedia di dunia nyata. Mereka mungkin tidak tahu apa yang mereka minati atau memiliki bakat khusus di bidang tertentu, sehingga sulit bagi mereka untuk menemukan motivasi dan tujuan dalam mempersiapkan masa depan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan hilangnya motivasi diri siswa SMAS Budi Satria terhadap karir dan pekerjaan di masa depan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini, diharapkan sekolah dapat menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dan membantu mereka merencanakan masa depan yang lebih baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMA Budi Satria masih sangat membutuhkan bimbingan perencanaan karir untuk masa depannya walaupun hanya sedikit permasalahan yang dihadapi siswa dalam memilih karir untuk masa depannya, namun pihak sekolah harus ekstra ekstra dalam memberikan pembinaan agar siswa di SMA Budi Satria dapat bersaing di masa depan. Karena negara ini juga akan sangat membutuhkan generasi muda untuk dapat meningkatkan potensi yang ada di negara ini agar kita semua dapat terus berkembang seiring berjalannya waktu

    HUBUNGAN KONSEP DIRI TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN

    No full text
    AbstrakKonsep diri mencakup persepsi diri, penampilan, nilai, dan keyakinan yang mempengaruhi perilaku. Konsep ini sangat berkaitan erat dengan kecerdasan emosional yaitu kemampuan untuk memonitor perasaan, emosi sendiri dan orang lain untuk membimbing perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri terhadap kecerdasan emosional pada remaja di Panti Asuhan Nirmala Banda Aceh Tahun 2014. Penelitian ini berbentuk Deskriptif Korelatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu metode total sampling. Jumlah sampel sebanyak 53 orang. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang berbentuk skala Likert. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kecerdasan emosional pada remaja (p value 0,000). Analisa subvariabel konsep diri diperoleh ada hubungan citra tubuh (p value = 0,006), ideal diri (p value = 0,041), harga diri (p value = 0,019), peran (p value = 0,010), identitas (p value = 0,014) dengan kecerdasan emosional. Hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bagi kepada kepala panti untuk terus memberi bimbingan pada remaja sehingga konsep diri serta kecerdasan emosional remaja baik.Kata kunci : Kecerdasan Emosional , Konsep Diri, RemajaAbstractSelf-concept includes self-perception, appearance, values, and beliefs that influence behavior. Self-concept consists of five components including body image, self-ideal, self-esteem, role and identity. This concept is closely related to emotional intelligence that is the ability to monitor the feeling, self-emotion and others to guide behavior. This research aimed to find out the relationship of self-concept with emotional intelligence in teenagers in Nirmala Orphanage of Banda Aceh in 2014. This research used descriptive correlative with total sampling technique. Data was collected on May 9, 2014 in Nirmala orphanage of Banda Aceh. The number of sample is 53 people. Data was collected by using questionnaire in form of Likert scale. Data was processed by using SPSS with Chi square test. Based on the data analysis found that there was significantly correlation between self concept with emotional intelligence in adolescene (p value = 0,000). Analysis sub variable of self concept found that there is correlation between body image (p value = 0,006), self ideal (p value = 0,041), self esteem (p value = 0,019), the role (p value = 0,010), identity (p value = 0,014)with emotional intelligence the result of study was recommended for head of orphanage to guide teenagers in order to improve their self concept and emotional intelligence.Keywords : Emotional Intelligence, Self- Concept, Teenager

    RESILIENSI PASIEN NAPZA SELAMA MASA REHABILITASI

    No full text
    ABSTRAKBanyak masyarakat mengalami gejala hilangnya kebermaknaan spiritualitas yang mengakibatkan terjadinya penurunan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologi. Akibatnya kekerasan banyak terjadi dan seolah menjadi cara menyelesaikan masalah. Bahkan diantaranya melakukan perilaku merusak diri sendiri seperti penyalahgunaan NAPZA. Salah satu cara yang digunakan untuk memulihkan pengguna NAPZA adalah dengan rehabilitasi. Kemampuan pengguna NAPZA kembali normal disebut resiliensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat resiliensi pasien NAPZA selama masa rehabilitasi. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 sampai dengan 17 Juni 2016. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik pengumpulan data dengan membagikan angket pada pasien NAPZA yang dibantu oleh perawat pelaksana yang bertugas di ruang tersebut dalam bentuk skala Likert yang terdiri dari 13 pernyataan. Metode analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi pasien NAPZA selama masa rehabilitasi terdapat 13 responden (43,3%) mengalami tingkat resiliensi rendah dan sebanyak 17 responden (56,7%) mengalami tingkat resiliensi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada penyedia kesehatan, kelurga, serta masyarkat untuk selalu memberikan dukungan baik secara intrernal diri pasien maupun eksternal pasien untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan resiliensi pada pasien rehabilitasi NAPZA Rumah Sakit Jiwa Provinsi Aceh di Banda Aceh.Kata kunci: Resiliensi, Pasien Napza, Rehabilitasi.ABSTRACTMany people experience the symptoms of loss meanigfulness spiritualty which resulted the decreasing of happiness and posperity pyschological. As a result, violence occurs substantialy and it considers as the way to solve the problem for instance, doing self-destructive behavior, namely drug abuse. One way that can be used to recover the drug user is by rehabilitation. The ability of drug users return to be normal is called resilience. But it needs a good spirituality in order to mantain the resilience. The purpose of this study is to determine level resilience of drug patients in rehabilitation room. This research was conducted on 10 until June 17, 2016. The method used for this research was a descriptive correlative research with a cross sectional study design. The sample was selected by using a purposive sampling technique, and 30 respondents were selected. Technique of data collection in this study was by distributing questionnaires to the drug patients that assisted by a nurse who officiated in the room in the form of Likert scale, consisting of 13 statements. The data was analyzed statistically by using a chi-square test. The result of this study shows that level resilience of the drug patients in rehabilitation have 13 respondents (43,3%) experiencing low resilience and as much 17 respondents (56,7%) experiencing high resilience. Based on this study, researchers suggested on healthcare provider, family, and society can give support internal and eksternal in patients to retain and increase the resilience of the drug patients resilience in psychriatric hospital Province Aceh in Banda Aceh.Keywords: Resiliensce, Drug of Patients, Rehabilitatio

    PROSES PEWARNAAN PADA KARAKTER BOKUMI KERAJINAN BONEKA KARYA TEMI BUDI SATRIA DI DEPOK JAWA BARAT

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses pewarnaan karakter pada Bokumi (2) Teknik dan kiat-kiat dalam pewarnaan karakter pada Bokumi (3) Jenis karakter yang tercipta dari Bokumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif yaitu dimana penelitian menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati, kemudian menjabarkannya berupa kalimat-kalimat baku. Variabel dalam penelitian ini adalah proses pewarnaan pada Bokumi. Subjek dalam penelitian ini adalah kerajinan boneka kayu Bokumi karya Temi Budi Satria di Depok Jawa Barat, sedangkan objek penelitian ini adalah pewarnaan karakter pada Bokumi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) Proses pewarnaan merupakan hand paint Temi Budi Satria bersama teman-temanya, Pewarna yang dipakai termasuk jenis pewarna akrilik yaitu mixed media cat tembok dengan biang warna untuk pewarna sablon dengan pengencer air, kemudian dioleskan dengan menggunakan kuas. (2) Kiat yang dipakai dalam pewarnaan karakter Bokumi ini perlu memperhatikan beberapa aspek yaitu penggunaan teknik bloking yang memperhatikan tone warna, pemilihan warna hangat dan sedang, serta penggunaan warna yang soft sebelum memasuki proses finishing, dan dalam menggambarkan sebuah karakter maka perlu memperhatikan ciri, kebiasaan, karakter, serta kepribadian objek yang akan digambarkan sehingga dapat langsung tervisualisasikan dengan baik. (3) Bokumi merupakan salah satu item colektor yang berupa kerajinan (hand-craft) boneka kayu buataan Temi Budi Satria yang bergambar tokoh-tokoh karakter, baik tokoh komik, film, game maupun idola yang berkembang ke customer pemesan yang akan terurban menjadi versi urban bentuk Bokumi.Kata Kunci : Proses, Pewarnaan, Karakter Bokumi
    corecore