2 research outputs found
PERSEPSI GURU PAI TERHADAP METODE PEMBELAJARAN INKLUSIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI KEMIJEN 04 SEMARANG 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap metode pembelajaran inklusif dalam konteks pembelajaran PAI di SD Negeri Kemijen 04 Semarang. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya pendidikan agama Islam yang inklusif dalam membangun karakter dan akhlak peserta didik yang beragam, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Guru PAI di SD Negeri Kemijen 04 Semarang menerima metode pembelajaran inklusif dengan baik, meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan pelatihan yang memadai. Pemahaman guru PAI terhadap konsep inklusifitas cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan dalam penerapan teknis di kelas. Penilaian guru terhadap metode pembelajaran inklusif secara umum positif, karena dinilai mampu memberikan kesempatan belajar yang adil dan merata bagi semua siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi guru yang positif terhadap metode pembelajaran inklusif dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, setara, dan religius. Penelitian ini juga merekomendasikan peningkatan pelatihan dan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah untuk menunjang implementasi pembelajaran inklusif secara optimal.
Kata Kunci: Persepsi Guru; Pendidikan Agama Islam; Pembelajaran Inklusif; Sekolah Dasar
Pemberdayaan Petani melalui Produksi Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk Meningkatkan Produktivitas Padi dan Silase di Desa Kemiri, Kabupaten Jember
Kemiri Village, Panti District, Jember Regency is one of the rice-producing villages but faces the problem of scarcity of subsidized fertilizers and ineffective management of agricultural waste. This needs to be overcome with simple but effective handling. This community service activity aims to empower farmers through the production of Local Microorganisms (MOL) and Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) to increase rice productivity while supporting the potential of livestock in the village. The target partner in this activity is the Sidodadi farmer group consisting of 30 farmers. The implementation method includes training in making MOL and PGPR, applying PGPR to rice plants, and making silage as animal feed. The results of the activity show that the activities carried out related to the use of PGPR can help increase rice growth, improve yields, and reduce dependence on chemical fertilizers. In addition, making silage successfully processes green fodder into quality feed that supports food security for livestock in the village. In the future, this activity is expected to strengthen the sustainability of agricultural and livestock practices in Kemiri Village and improve the economy of farmers.Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember merupakan salah satu desa penghasil padi namun menghadapi masalah kelangkaan pupuk bersubsidi serta pengelolaan limbah pertanian yang kurang efektif. Hal ini perlu diatasi dengan penanganan yang sederhana namun efektif dalam hasilnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan petani melalui produksi Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) guna meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendukung potensi peternakan di desa tersebut. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok tani Sidodadi yang terdiri dari 30 petani. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan pembuatan MOL dan PGPR, pengaplikasian PGPR pada tanaman padi, serta pembuatan silase sebagai pakan ternak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan terkait penggunaan PGPR dapat membantu peningkatan pertumbuhan padi, memperbaiki hasil panen, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, pembuatan silase berhasil mengolah hijauan menjadi pakan berkualitas yang mendukung ketahanan pangan bagi peternakan yang ada di desa tersebut. Pada masa mendatang, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan praktik pertanian dan peternakan di Desa Kemiri dan meningkatkan perekonomian para petani
