228 research outputs found
PERANAN CHAIRUL SALEH DALAM PERISTIWA RENGASDENGKLOK TAHUN 1945
Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan Soekarno dan
Mohammad Hatta yang dilakukan oleh para pemuda untuk dibawa ke
Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Peristiwa ini tidak terlepas dari
peranan Chairul Saleh yang memprakarsai lahirnya ide pengamanan SoekarnoHatta.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana latar belakang sosial
budaya dan politik Chairul Saleh, aktivitas politik Chairul Saleh dalam pergerakan
nasional serta bagaimana peranan Chairul Saleh dalam peristiwa penculikan
Soekarno-Hatta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah
yang terdapat dalam rumusan masalah dan memberi manfaat bagi peneliti,
masyarakat luas dan ilmu pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial budaya dan
politik Chairul Saleh yang dimulai dari latar belakang pendidikan hingga aktivitas
kegiatan dalam berbagai organisasi yang dilakukan sejak zaman penjajahan
Belanda hingga zaman penjajahan Jepang, berpengaruh terhadap kepribadian dan
viii
tindakan-tindakan Chairul Saleh yang dapat membentuk jiwa nasionalis didalam
dirinya. Dalam gerakan perjuangan kemerdekaan hampir selalu mendapat
dukungan dari pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Latar belakang peristiwa
Rengasdengklok diawali dengan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua
dan golongan muda mengenai kapan pelaksanaan proklamasi. Peristiwa ini
merupakan puncak perbedaan pendapat golongan tua dan golongan muda.
Tersebarnya berita kekalahan Jepang dikalangan pemuda membuat Chairul Saleh
mempercepat gerakannya untuk mempengaruhi golongan tua agar sesegera
mungkin memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa Rengasdengklok terjadi
pada tanggal 16 Agustus 1945, ketika Chairul Saleh memerintahkan Sukarni
beserta PETA untuk mengamankan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok
dengan tujuan untuk menghindari kedua tokoh tersebut dari pengaruh Jepang.
Chairul Saleh merupakan pimpinan dari pemuda dan pelajar atau mahasiswa.
Peran Chairul Saleh sebagai penggerak pemuda dan pelajar atau mahasiswa dalam
merencanakan dan mengatur penculikan Soekarno-Hatta untuk segera
melaksanakan proklamasi kemerdekaan, namun usaha Chairul Saleh untuk segera
memproklamasikan tidak berhasil karena Soekarno-Hatta dibawa kembali ke
Jakarta oleh A. Soebardjo untuk memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah latar belakang sosial budaya
dan politik Chairul Saleh, yang dimulai dari pendidikan, sosial dan latar belakang
politiknya mempengaruhi pemikiran dan membentuk jiwa Chairul Saleh kearah
kesadaran nasional. Kesadaran nasional yang dimiliki Chairul Saleh digunakan
sebagai langkah perjuangannya menuju Indonesia merdeka. Aktivitas politik yang
dilakukan Chairul Saleh dalam pergerakan nasional dimulai dengan bergabung
dengan organisasi OK, PPPI pada zaman Jepang. Zaman Jepang dengan
bergabung di organisasi Sendenbu, Syusintai, Angkatan Muda dan Gerakan
Angkatan Baru. Berdasarkan pengalaman, pengetahuan, kematangan berfikir
itulah maka Chairul Saleh memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi. Peranan
Chairul Saleh dalam peristiwa penculikan Soekarno-Hatta sebagai pelaksana
penculikan, penggerak pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Peristiwa
Rengasdengklok dilatar belakangi oleh faktor politik yang diantaranya kalahnya
Jepang terhadap perang Asia Timur Raya. Sejak dibom atomnya kota Hiroshima
dan Nagasaki pintu kekalahan Jepang sudah mulai terbuka. Hal tersebut membuat
bangsa Indonesia yang selama ini mendambakan kemerdekaan merasa semakin
besar peluang untuk segera memerdekakan Indonesia khususnya para pemuda,
namun hal tersebut mendapat penolakan dari golongan tu
PERANAN CHAIRUL SALEH DALAM PERISTIWA RENGASDENGKLOK TAHUN 1945
Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan Soekarno dan
Mohammad Hatta yang dilakukan oleh para pemuda untuk dibawa ke
Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Peristiwa ini tidak terlepas dari
peranan Chairul Saleh yang memprakarsai lahirnya ide pengamanan SoekarnoHatta.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana latar belakang sosial
budaya dan politik Chairul Saleh, aktivitas politik Chairul Saleh dalam pergerakan
nasional serta bagaimana peranan Chairul Saleh dalam peristiwa penculikan
Soekarno-Hatta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah
yang terdapat dalam rumusan masalah dan memberi manfaat bagi peneliti,
masyarakat luas dan ilmu pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial budaya dan
politik Chairul Saleh yang dimulai dari latar belakang pendidikan hingga aktivitas
kegiatan dalam berbagai organisasi yang dilakukan sejak zaman penjajahan
Belanda hingga zaman penjajahan Jepang, berpengaruh terhadap kepribadian dan tindakan-tindakan Chairul Saleh yang dapat membentuk jiwa nasionalis didalam
dirinya. Dalam gerakan perjuangan kemerdekaan hampir selalu mendapat
dukungan dari pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Latar belakang peristiwa
Rengasdengklok diawali dengan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua
dan golongan muda mengenai kapan pelaksanaan proklamasi. Peristiwa ini
merupakan puncak perbedaan pendapat golongan tua dan golongan muda.
Tersebarnya berita kekalahan Jepang dikalangan pemuda membuat Chairul Saleh
mempercepat gerakannya untuk mempengaruhi golongan tua agar sesegera
mungkin memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa Rengasdengklok terjadi
pada tanggal 16 Agustus 1945, ketika Chairul Saleh memerintahkan Sukarni
beserta PETA untuk mengamankan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok
dengan tujuan untuk menghindari kedua tokoh tersebut dari pengaruh Jepang.
Chairul Saleh merupakan pimpinan dari pemuda dan pelajar atau mahasiswa.
Peran Chairul Saleh sebagai penggerak pemuda dan pelajar atau mahasiswa dalam
merencanakan dan mengatur penculikan Soekarno-Hatta untuk segera
melaksanakan proklamasi kemerdekaan, namun usaha Chairul Saleh untuk segera
memproklamasikan tidak berhasil karena Soekarno-Hatta dibawa kembali ke
Jakarta oleh A. Soebardjo untuk memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah latar belakang sosial budaya
dan politik Chairul Saleh, yang dimulai dari pendidikan, sosial dan latar belakang
politiknya mempengaruhi pemikiran dan membentuk jiwa Chairul Saleh kearah
kesadaran nasional. Kesadaran nasional yang dimiliki Chairul Saleh digunakan
sebagai langkah perjuangannya menuju Indonesia merdeka. Aktivitas politik yang
dilakukan Chairul Saleh dalam pergerakan nasional dimulai dengan bergabung
dengan organisasi OK, PPPI pada zaman Jepang. Zaman Jepang dengan
bergabung di organisasi Sendenbu, Syusintai, Angkatan Muda dan Gerakan
Angkatan Baru. Berdasarkan pengalaman, pengetahuan, kematangan berfikir
itulah maka Chairul Saleh memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi. Peranan
Chairul Saleh dalam peristiwa penculikan Soekarno-Hatta sebagai pelaksana
penculikan, penggerak pemuda dan pelajar atau mahasiswa. Peristiwa
Rengasdengklok dilatar belakangi oleh faktor politik yang diantaranya kalahnya
ix
Jepang terhadap perang Asia Timur Raya. Sejak dibom atomnya kota Hiroshima
dan Nagasaki pintu kekalahan Jepang sudah mulai terbuka. Hal tersebut membuat
bangsa Indonesia yang selama ini mendambakan kemerdekaan merasa semakin
besar peluang untuk segera memerdekakan Indonesia khususnya para pemuda,
namun hal tersebut mendapat penolakan dari golongan tua (Soekarno-Hatta). Golongan tua menginginkan kemerdekaan melalui rapat PPKI. Perbedaan penapat
inilah yang akhirnya memunculkan ide penculikan Soekarno-Hatta ke
Rengasdengklok oleh para pemuda
PERANCANGAN IKLAN KOMERSIAL SEBAGAI SARANA MEMPERKENALKAN MASKER KULIT MANGGIS CHAIRUL SALEH KEPADA MASYARAKAT DI PULAU JAWA
Rumah herbal Chairul Saleh adalah salah rumah herbal yang ada di Bekasi, dengan produk barunya yaitu Masker kulit manggis Chairul Saleh . Selain itu juga terdapat obat-obat herbal yang di jual disana. Rumah herbal Chairul Saleh Sekarang berada di Jln.Ceremai Raya Blok BB No.273 , Bekasi Selatan. Produk baru masker kulit manggis Chairul Saleh sekarang ini belum dikenal oleh para konsumen sehingga owner perlu memperkenalkan produk Masker kulit manggis Chairul Saleh kepada masyarakat khususnya di pulau jawa keadaan ini dikarenakan penggunaan media promosi yang masih kurang. Maka dalam perancangan strategi untuk memperkenalkan masker kulit manggis Chairul Saleh ini bermaksud untuk mengunakan media sebagai informasi dengan menempatan kualitas kulit putih bersih secara alami dan menambahkan unsur desain serta fotografi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana sumber didapatkan langsung di lapangan, dan menggunakan analis berupa SWOT untuk mengidentifikasi strategi perumusan analisis perusahaan. Sehingga informasi untuk memperkenlkan masker kulit manggis Chairul Saleh tersampaikan lebih luas lagi dan menarik khususnya di pulau Jawa
KONSTRUKSI ALAT UKUR DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI ATLET BOLA VOLI
KONSTRUKSI ALAT UKUR DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI ATLET BOLA VOLIAbstrak(Chairul Saleh)Penelitian ini dirancang atas dasar kebutuhan akan alat ukur tes daya ledak otot tungkai atlet bola voli yang sesuai dengan cara melakukan lompatan dalam permainan bola voli. dalam rangka membantu pelatih atau pelaku olahraga bola voli untuk mengetahui kemampuan daya ledak otot tungkai dasar pemain bola voli serta dapat menjadi salah satu tolak ukur tercapainya tujuan latihan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana mengkonstruksikan alat ukur daya ledak otot tungkai atlet bola voli, menguji validitas konstruksi alat ukur daya ledak otot tungkai atlet bola voli, menghitung reliabilitas konstruksi alat ukur daya ledak otot tungkai atlet bola voli, menguji objektivitas konstruksi alat ukur daya ledak otot tungkai atlet bola voli. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan. Populasi dalam penelitain ini adalah pemain voli yang berdomisili di Banda Aceh, dan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 atlet. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar angket dan tes daya ledak otot tungkai. Selanjutnya teknik menganalisis data dengan uji rata-rata dan standar deviasi, uji validitas dan reliabelitas penelitian tersebut. Hasil penelitian yang diperolah yaitu: (1) Hasil validitas uji coba lapangan dengan analisis daya ledak otot tungkai kiri sebesar 0,872 dan daya ledak otot tungkai kanan sebesar 0,880 memiliki nilai validitas sangat baik. (2) Hasil uji reliabilitas kelompok kecil r-hitung sebesar 0,62 ? 0,57 dari r-tabel sedangkan pada uji reabilitas pada kelompok besar pada waktu yang berbeda menunjukkan hasil yang konsisten, nilai r-hitung 0,57?,0,36 dari r-tabel sehingga dapat dikatakan bahwa alat ukur reliabel atau tetap akan menghasilkan nilai yang relatif sama meskipun dilakukan pada waktu yang berbeda. (3) Hasil uji objektivitas menunjukkan nilai r-hitung 0,57?,0,36 dari r-tabel dapat dikatakan penelitian terbukti objektiv. Simpulan hasil penelitian, konstruksi instrumen alat ukur daya ledak otot tungkai atlet bola voli dinyatakan valid dan reliabel sehingga alat ukur tersebut layak digunakan.Kata kunci : alat ukur daya ledak, otot tungkai, atlet bola voli
Analysis of four categories of environmentally friendly building assessment (case study: Ministry of Energy and Mineral Resources, Jakarta)
Gedung Chairul Saleh atau Gedung Sekretariat Jenderal telah melaksanakan Program Manajemen Energi sejak tahun 2016. Pada penelitian ini dilakukan penilaian berdasarkan perangkat penilaian lingkungan GBCI, terutama untuk aspek penggunaan lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air. , dan membangun aspek pengelolaan lingkungan. Analisis persyaratan untuk mendapatkan predikat hijau dilakukan dengan penilaian poin yang memenuhi standar. Gedung Chairul Saleh telah menerapkan 10 dari 16 poin dalam kategori Pengembangan Lokasi Tepat Guna. Efisiensi dan konservasi energi, gedung Chairul Saleh telah menerapkan 30 dari 36 poin maksimal. Kategori Water Conservation berhasil mendapatkan 5 dari 20 poin maksimal, sedangkan Building Environmental Management berhasil mendapatkan 11 dari 13 poin, Material Resource and Cycle mendapatkan 8 dari 12 poin, Indoor Health and Comfort, mendapatkan 9 dari 20 poin, yang mana ditentukan dalam alat penilaian greenship GBCI untuk bangunan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total nilai Gedung Chairul Saleh adalah 72 poin yang berarti telah mendapatkan sertifikasi Emas. Berdasarkan rating yang ditetapkan oleh GBCI greenship, gedung Chairul Saleh saat ini mendapatkan peringkat Gold atas kemampuannya menerapkan standar green building.The Chairul Saleh Building or the Secretariat General Office Building has implemented the Energy Management Program since 2016. In this study, an assessment was carried out based on the GBCI environmental assessment tool, especially for aspects of land use, energy efficiency and conservation, water conservation, and building environmental management aspects. The requirement analysis to get a green predicate is provided by points assessment which fullfillment the standard. Chairul Saleh building has implemented 10 of the 16 points in Appropriate Site Development category. Energy efficiency and conservation, Chairul Saleh building has implemented 29 of the 36 maximum points. Water Conservation category managed to get 5 out of 20 maximum points, while Building Environmental Management managed to get 11 out of 13 points, Material Resource and Cycle get 8 out of 12 points, Indoor Health and Comfort, get 9 out of 20 points, which was determined in the GBCI greenship rating tools for existing building. The result revealed that in the total value of Chairul Saleh Building was 72 points, it meants achived the Gold certification. Based on the rating set by the GBCI greenship, the Chairul Saleh building is currently awarded a Gold rating for its ability to apply the green building standard
Operation overlapping approach in mts production typology to assist the accomplishment of sustainable supply chain management
PELAKSANAAN PROSES PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN PADA PT. JASA MARGA (PERSERO) TBK. CABANG SURABAYA GEMPOL
Berdasarkan hasil Praktek Kerja Nyata (PKN) yang telah dilakukan pada
PT Jasa Marga (persero) Tbk Cabang Surabaya Gempol, maka dapat diambil
kesimpulan :
1. Pelaksanaan Pelatihan dan Pengembangan karyawan PT Jasa Marga (Persero)
Tbk. Cabang Surabaya Gempol dilaksanakan melalui 5 tahap, yaitu
menentukan analisis kebutuhan pelatihan dan pengembangan, menentukan
tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan, jenis pelatihan dan
pengembangan, pelaksanaan pelatihan dan pengembangan karyawan, dan
evaluasi program pelatihan dan pengembangan karyawan.
2. Kegiatan selama Praktek Kerja Nyata (PKN) pada PT. Jasa Marga (Persero)
Tbk. Cabang Surabaya Gempol adalah membantu membuat daftar hadir peserta
pelatihan, membantu menginput daftar hadir peserta pelatihan ke Portal JMDC,
dan membantu mendokumentasikan proses pelatihan dan pengembangan
karyawan
3. Permasalahan yang terjadi saat pelaksanaan pelatihan dan pengembangan PT.
Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Surabaya Gempol adalah keterlambatan
kedatangan peserta pelatihan saat selesai jam ISOMA, instruktur pelatihan
(pemberi materi) kurang dapat mencairkan susana pada saat memberikan
materi, dan peserta pelatihan mengambil minuman berupa kopi yang
disediakan penyelenggara pada saat pemberian materi sedang berlangsung
sehingga mengganggu jalannya proses pelatihan. Solusi bagi permasalahan
tersebut adalah peserta diberikan pengarahan untuk tidak datang terlambat pada
saat jam ISOMA selesai, pihak JMDC atau penyelenggara pelatihan memilih
instruktur yang profesional dan lebih berpengalaman di bidangnya, dan pihak
JMDC menambah waktu coffeebreak dalam rundown acara pelatihan sehingga
peserta tidak mengambil minuman (kopi) pada saat pemberian materi pelatihan
sedang berlangsun
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN MASYARAKAT PADA PELAYANAN KANTOR KECAMATAN KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO
Perubahan global yang terjadi secara cepat berdampak pada perubahan sistem pemerintahan di Indonesia. Perubahan sistem pemerintahan ini dilakukan agar bangsa Indonesia tidak tertinggal dan memiliki daya saing dalam pergaulan masyarakat internasional. Selama beberapa belas tahun terakhir, pemerintah Indonesia sedang berusaha untuk mewujudkan sistem pemerintahan demokrasi yang bersih melalui tata pemerintahan yang baik (Good Governance). Di Indonesia, Good Governance diatur dalam UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Menurut UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan disebutkan bahwa ada delapan asas-asas umum pemerintahan yang baik, salah satunya adalah asas pelayanan yang baik. Pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan kepada publi
PENGARUH DISIPLIN KERJA LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA BANYUWANGI
Penelitian ini meneliti tentang pengaruh disiplin kerja, lingkungan kerja
dan kompensasi terhadap kinerja karyawan Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Banyuwangi. Peneliti ingin meneliti pengaruh ini karena adanya fenomena yang
ada pada objek penelitian dimana masih banyak karyawan yang melakukan sikap
indisipliner, lingkungan kerja yang monoton dan kompensasi yang diberikan
masih belum bisa membuat karyawan bekerja lebih baik.
Populasi dalam penelitian ini seluruh karyawan tetap Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Banyuwangi kecuali pimpinan dan kepala seksi yang berjumlah 59.
Karena sampel dianggap terlalu kecil maka populasi yang ada dijadikan sebagai
sampel. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder,
sedangkan sumber data yang digunkana adalah hasil penyebaran kuisioner dan
studi pustaka. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala ordinal. Metode
analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Dalam penelitian ini,
peneliti menggunakan alpha 5%. Penelitian ini di uji secara simultan dan parsial
Hasil penelitian ini yaitu secara simultan disiplin kerja, lingkungan kerja
dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor
Pelayanan Pajak Pratama Banyuwangi. Secara parsial disiplin kerja berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Banyuwangi dengan nilai alpha 0,000 lebih kecil dari 0,05. Lingkungan kerja dan
kompensasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banyuwangi
- …
